
" Rayya, domani mattina devo andare a Milano perché per le 10 è previsto un incontro con il cliente di mio zio. prendo il treno alle 6 del mattino." ( Rayya, besok pagi aku harus ke Milan, karena jam 10 jadwal pertemuan dengan klien Om aku. Aku pakai kereta jam 6 pagi ) Simone memberitahukan Rayya saat mereka baru saja menyelesaikan mata kuliah terakhir hari ini.
" Quanto tempo sei stato là?" ( Berapa lama kamu di sana ) tanya Rayya.
" Solo un giorno ma poi devo andare a Firenze per due giorni. Questo significa che sono ancora a Firenze venerdì." ( Hanya sehari tapi setelah itu mesti ke Florence selama dua hari. Berarti Jumat aku masih ada di Florence ) ucap Simone bernada sedih karena acara pameran lukisan Kayla dijadwal hari Jumat juga.
" Non siate tristi, la mostra è in programma fino a sabato." ( Jangan sedih, pamerannya sampai hari Sabtu ) Rayya menepuk pundak Simone seraya terkekeh.
Simone langsung menoleh ke arah Rayya.
" Davvero?"
" Si."
" Spero di tornare a Milano venerdì." ( Aku harap sudah kembali ke Milan hari Jumat ) harap Simone. " William è venuto anche a milano?" ( Apa William juga ikut ke Milan )
" Si, Mio padre si arrabbierà se non mi accompagnerà ad andare lontano." ( Ya, Papa aku akan marah kalau dia nggak menemaniku pergi jauh )
" Bambino viziato!" ( Dasar anak manja ) cibir Simone membuat Rayya mendelik ke arah pria itu hingga membuat Simone tertawa karena berhasil membully Rayya.
***
Malam harinya Edward mengundang Ramadhan untuk makan di rumahnya. Tentu saja hal itu disambut dengan antusias oleh Ramadhan karena itu artinya dia akan bisa bertemu dengan Kayla.
Ramadhan memilih pakaian semi formal, t-shirt tanpa kerah warna dusty pink dipadu dengan blazer warna broken white.
" Assalamualaikum, Tante." Ramadhan menyapa Nadia saat dipersilahkan masuk oleh ART Edward dan menjumpai Nadia sedang duduk bersama Edward di sofa ruang tamu.
" Waalaikumsalam, Rama? Kamu kok ada di sini?" Nadia langsung bangkit dan menyambut kedatangan Ramadhan.
" Iya, Tan. Tante Nadia apa kabar?" Ramadhan langsung menyalami tangan Nadia dan juga memeluk tubuh wanita yang sepantaran Mamanya itu.
" Alhamdulillah baik, Rama." Nadia lalu melirik ke arah suaminya. " Apa tamu yang kau maksud itu adalah Rama, Sayang?" tanya Nadia kepada Edward.
" Ya, Sweetheart. Tamu yang kita undang untuk makan malam itu adalah Rama." Edward kini menyusul istrinya mendekat ke arah Ramadhan dan tangannya menerima jabat tangan dari putra Ricky dan Anindita itu.
" Kenapa kamu nggak cerita sama aku kalau Rama yang datang, Sayang?" tanya Nadia dengan mata melotot ke arah Edward.
__ADS_1
" Rama sendiri yang menyuruh aku tutup mulu, Sweetheart." Edward tidak ingin disalahkan oleh istrinya.
" Rama ingin kasih surprise untuk Tante Nadia." Ramadhan terkekeh.
" Ayo duduk, Rama. Mama kamu bagaimana kabarnya?" Nadia langsung merangkul lengan Ramadhan lalu membawa pria itu untuk duduk di sofa.
" Mama Anin baik kok, Tante." sahut Ramadhan.
" Kamu ke sini sama siapa, Rama?" tanya Nadia.
" Rama sendiri, Tan. Karena ada tugas dari Om Dirga yang mesti Rama urus di sini."
" Mantan suamimu itu terlalu egois, sengaja memberikan Rama tugas saat dia cuti kerja," Edward menyindir istrinya membuat Ramadhan tersenyum menanggapi Edward yang tingkahnya tidak beda jauh dengan Dirga.
" Jangan suka ungkit-ungkit masa lalu, deh!" ketus Nadia mencebikkan bibirnya. " Kayla pasti senang kamu ada di sini. Sebentar Tante panggilkan Kayla dulu, ya!" Nadia kemudian beranjak meninggalkan ruang tamu untuk memanggil Kayla.
Ramadhan mengembangkan senyumnya saat melihat Nadia hendak memanggil Kayla.
" Besok jam berapa kamu janji ketemu dengan arsiteknya, Rama?" tanya Edward kemudian.
" Besok jam sepuluh, Om."
" Apa kamu butuh penerjemah? Dia bisa bahasa Inggris?" tanya Edward lagi.
" Syukurlah kalau begitu."
" Coba kamu lihat siapa yang datang." Suara Nadia dari arah belakang membuat Ramadhan menolehkan wajahnya ke arah suara Nadia dan dia melihat Kayla yang nampak terperanjat mendapati kemunculan dirinya di tempat tinggal orang tua Kayla.
" Hai, Kayla." Ramadhan langsung bangkit memutar tubuh hingga menghadap ke arah Kayla.
" Kamu kenapa ada di sini?" tanya Kayla masih dalam mode keterkejutannya.
" Rama dapat tugas dari Papa Dirga." Nadia menjelaskan.
" Apa kabar kamu, Kay?" tanya Ramadhan tak memperdulikan jika Kayla nampak tidak merasa nyaman dengan kehadirannya.
" Baik," sahut Kayla singkat dan dengan nada datar.
" Kayla ini mau mengadakan pameran lukisan Jumat ini lho, Ram." Nadia memberitahukan Ramadhan tentang event yang akan diselenggarakan oleh Kayla.
__ADS_1
" Ma ..." Kayla menegur Mamanya karena telah memberi informasi kegiatan yang akan dia adakan kepada Ramadhan.
" Rama sudah tahu kok, Tan. Om Edo sudah kasih tahu Rama tadi siang."
Kayla mendesah karena ternyata Ramadhan sudah mengetahui lebih dulu dari Papa tirinya itu.
" Semoga urusan Rama di Florence cepat kelar agar Rama juga bisa liat pameran lukisan Kayla." Ramadhan berharap.
" Sudah pasti kamu harus datang, Rama. Ini pameran lukisan pertama Kayla. Pasti Kayla juga senang kalau kamu datang di sana. Benar 'kan, Kayla?" tanya Nadia kepada putrinya bersama Bima itu.
Kayla diam tidak menjawab ucapan Mamanya.
" Ya sudah, ayo kita makan malam dulu." Nadia kemudian mengajak suami, anak dan Ramadhan untuk menyantap menu makan malam yang sudah dia siapkan dengan asisten rumah tangganya.
***
Setelah acara makan malam, Ramadhan berbincang dengan Kayla di taman depan rumah milik Edward di Milan.
" Kenapa kamu memblokir nomer aku, Kay?" Ramadhan yang memang merasa penasaran karena sikap Kayla yang memblokir nomer ponselnya sehingga dia tidak bisa menghubungi wanita itu akhirnya menanyakan tersebut kepada Kayla.
" Kamu sudah tahu alasannya kenapa, Rama! Aku nggak suka kamu memaksakan kehendak tentang perasaan kamu ke aku. Apalagi dengan tindakan yang kamu lakukan saat terakhir ketemu," ucap Kayla tanpa memandang Ramadhan. Dia masih merasa kesal dengan Ramadhan yang tiba-tiba saja menciumnya.
" Aku minta maaf untuk itu, tapi kenapa kamu nggak kasih aku kesempatan, Kay?"
" Karena aku memang tidak mau!" tegas Kayla.
" Tapi kenapa, Kay? Alasan yang kamu berikan itu aku rasa bukan suatu halangan. Kita tidak punya hubungan darah, jadi tidak masalah kalau kita menjalin hubungan lebih dekat." Ramadhan masih belum puas dengan alasan yang diberikan oleh Kayla kepadanya.
" Baiklah, kamu dengar aku sekarang! Dan aku harap kamu tidak lagi menuntut penjelasan aku ke depannya. Kita ini senasib, Rama. Asal usul aku sama kamu itu sama, Rama. Sama-sama anak yang terlahir di luar nikah. Dan aku nggak ingin mempunyai pasangan dengan latar belakang yang sama dengan denganku."
" Tapi memang apa salahnya dengan masa lalu kita, Kayla? Kita, aku sama kamu tidak bersalah dengan apa yang terjadi dengan orang tua kita dulu! Aku rasa kamu terlalu berlebihan jika menjadikan itu sebagai suatu alasan!" Tentu saja Ramadhan menganggap jika alasan Kayla yang dianggapnya terlalu berlebihan.
" Terserah anggapan kamu akan seperti apa, tapi aku tetap tidak ingin kita memunyai hubungan spesial. Kamu harus bisa menghargai keputusan aku ini. Lagipula saat ini aku sudah mempunyai kekasih, jadi aku harap kamu berhentilah berusaha mendekatiku!" tegas Kayla meminta Ramadhan berhenti mengejarnya dan kemudian berlalu meninggalkan Ramadhan sendiri di kursi taman itu, sementara dia melangkah masuk ke dalam rumahnya.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ...
Happy Reading❤️