RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Bertemu Dengan Kayla


__ADS_3

Hari ini Simone mengajak Rayya ke Museum Palazzo Cipolla yang terletak di Via del Corso, Roma. Palazzo Cipolla merupakan salah satu dari banyaknya museum yang ada di ibukota negara Italia itu.



Sebenarnya Simone tidak serius menolak mengajak Donna dan Monica. Keberadaan Donnna dan Monica tentu akan membuat Rayya semakin nyaman dan senang. Namun kedua teman Rayya itu sepertinya sengaja ingin memberikan kesempatan kepada Simone dan Rayya agar lebih dekat. Karena itu mereka menolak ikut melihat Museum, karena Museum yang ingin dikunjungi oleh Simone adalah Museum yang sering mereka datangi.



" Si spera che un giorno il dipinto di Rayya Faranisa venga esposto qui." ( Semoga suatu saat lukisan milik Rayya Faranisa akan dipajang di sini ) canda Rayya seraya terkekeh.


" Amen ..." ( Aamiin ) Simone menyahuti harapan yang disebutkan oleh Rayya.


" Ci sono molti musei in Italia, giusto?" ( Ada banyak museum di Italia, ya ) Karena ini bukan pertama kalinya Rayya mengunjungi museum walaupun dengan tempat yang berbeda-beda.


" Si esatto, soprattutto a Roma, Milano e Firenze. Una citta ha piu di dieci musei." ( Ya benar, terutama Roma, Milan dan Florence, satu kota itu memiliki lebih dari sepuluh museum ) Simone menjelaskan.


" Finche sei in Italia, devi visitare tutti i musei in Italia, compreso il museo della mia citta, Verona." ( Selama kamu di Italia, kamu harus mengunjungi semua museum yang ada di Italia termasuk yang ada di kota saya, Verona ) lanjut Simone terkekeh.


Rayya menolehkan wajahnya ke arah Simone.


" Verona?"


" Si, mai sentito di Verona?" ( Pernah dengar tentang Verona )


Rayya mengeryitkan keningnya merasa pernah mendengar salah satu kota di Italia itu.


" La storia di Romeo e Giulietta." ( Kisah tentang Romeo dan Juliet ) Simone mencoba mengingatkan jika kota Verona itu terkenal akan kisah Romeo dan Juliet. " Puoi visitare la casa di Giulietta lì." ( Kau bisa berkunjung ke rumah Juliet di sana )



" Oh sì, giusto. Che storia tragica." ( Oh iya, benar. Kisah yang tragis ) lirih Rayya mengingat kisah Romeo dan Juliet yang sama-sama saling cinta tapi karena permusuhan kedua keluarga membuat mereka berdua harus mati dengan sia-sia.


" Noi andiamo lì!" ( Kita kesana ) Simone mengajak Rayya melihat lukisan-lukisan lainnya.


Rayya pun berjalan mengikuti Simone karena ini pertama kalinya dia menginjakan kaki di museum itu. Namun langkahnya tiba-tiba melambat saat dia mendapati seorang wanita cantik yang sedang berbincang dengan seseorang pria di hadapan sebuah lukisan. Sepertinya wanita itu sedang menerangkan tentang lukisan itu kepada pria yang Rayya duga adalah pengunjung.


" Che cos'è? ( Ada apa ) Simone yang merasa Rayya tak lagi mengikuti langkahnya langsung menoleh ke belakang dan menghampiri Rayya.

__ADS_1


" Niente ..." ( tidak apa-apa ) Rayya menepis lalu melangkah ke arah yang tadi dituju oleh Simone, sementara matanya masih memperhatikan wanita cantik itu.


" Conosci quella donna?" ( Kamu kenal wanita itu ) Simone yang menyadari jika pandangan Rayya sedang memperhatikan gerak-gerik seseorang langsung bertanya.


" Hahh?" Rayya kini menoleh ke arah Simone saat Simone berkata padanya.


" Fissi la donna o il vecchio che attira la tua attenzione?" ( Kau sedang menatap wanita itu atau pria tua itu yang menarik perhatianmu ) Simone terkekeh meledek Rayya yang ketahuan memperhatikan seseorang.


" Penso di conoscere quella donna." ( Sepertinya aku kenal dengan wanita itu ) sahut Rayya jujur.


" Perche non saluti?" ( Kenapa tidak kamu sapa )


" La donna sta parlando con qualcun altro." ( Wanita itu sedang berbicara dengan orang lain ) Rayya beralasan.


Setelah beberapa saat Rayya menunggu, pria yang berbincang dengan wanita itu menjauh. Rayya pun mencoba menghampiri wanita yang terlihat ingin meninggalkan ruangan itu.


" Kak Kayla?" Rayya mencoba mengapa wanita yang dia duga adalah Kayla.


Wanita yang dipanggil dengan nama Kayla langsung menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah Rayya. Dia pun lalu mengeryitkan keningnya seraya menatap Rayya.


" Kak Kayla, kan?" tanya Rayya karena Kayla sepertinya masih belum mengenalinya.


" Aku Rayya, Kak. Anaknya Mommy Azzahra temannya Tante Rania dan Tante Nadia." Rayya mencoba membuka ingatan Kayla.


" Rayya, Rayya ... oh ya ya, aku ingat. Waktu aku ke Jakarta aku pernah datang ke pesta ulang tahun kamu, kan?"


Rayya langsung menelan salivanya saat Kayla mengingatkan pesta ulang tahunnya yang ke tujuh belas beberapa tahun lalu. Bagaimana dia akan lupa? Karena di pesta itu dia mengharapkan kehadiran seseorang namun orang itu datang bersama dengan wanita lain dan wanita lain itu saat ini ada di hadapannya.


" Kamu ada di sini? Dengan siapa?" Kayla langsung melirik ke arah Simone. " Kamu sedang liburan di Roma?" lanjutnya kemudian.


" Aku kuliah di sini, Kak. Bersama Kak Willy, ini tahun kedua." Rayya juga menjelaskan di mana dia kuliah dan fakultas yang dia ambil.


" Oh ya? Berarti kamu sudah setahun lebih kuliah di sini? Kamu suka melukis juga? Ya ampun, aku sering bolak-balik Milan-Roma, lho! Coba kamu kasih kabar Kakak kalau kamu kuliah di sini. Kita bisa sering ketemu dan kita bisa melukis bareng." Kayla nampak excited berjumpa dengan Rayya.


Rayya menyipitkan matanya saat Kayla mengatakan melukis bareng.


" Kak Kayla suka melukis?" tanya Rayya penasaran.

__ADS_1


" Iya, bahkan rencananya dua bulan mendatang aku mau menggelar pameran hasil lukisanku dan juga hasil lukisan Papaku di Milan. Kamu datang ya nanti."


" Kakak sudah lama suka melukis?"


" Sejak tinggal di Milan. Entahlah, mungkin bakat seni Papa Bima cukup kuat mengalir di darahku. Mama Nadia dan Papa Edo pernah cerita sewaktu hidupnya, Papa Bima senang bertualang ke luar negeri untuk mencari isprirasi untuk lukisannya." Walaupun Rayya sendiri tidak tahu tentang kehidupan pribadi Kayla namun Kayla tanpa ragu mengatakan hal itu.


" Oh ya kamu ke sini sama siapa?" Kayla kembali menoleh ke arah Simone yang lebih memilih melihat-lihat lukisan dan tak ingin mengganggu perbincangan antara Rayya dan Kayla.


" Dia pacar kamu?" tanya Kayla berbisik.


" Ah, bukan kok, Kak! Dia teman kuliah." Rayya cepat-cepat menyanggah dugaan Kayla.


" Simone, kemarilah! Kenalkan, ini Kak Kayla, Kak Kayla itu anaknya teman Mamaku." Rayya langsung memanggil Simone.


" Dia orang mana? Dia bisa bicara bahasa Indonesia?" Kayla terheran saat Rayya berbicara dengan bahasa Indonesia pada pria yang menurut Kayla tidak mempunyai tampang Asia.


" Dia blasteran Italia-Indonesia, Kak." Rayya terkekeh.


" Ciao, come stai? Il mio no*me Simone." ( Halo, apa kabar? Saya Simone ) Simone langsung memperkenalkan dirinya kepada Kayla.


" Hei, jangan curang! Perjanjiannya 'kan kalau bertemu dengan orang Indonesia kamu harus menggunakan bahasa Indonesia, agar kamu tidak lupa akan bahasa Ibu kamu." Rayya langsung memprotes Simone yang masih menggunakan bahasa Italia. Karena Rayya dan Simone sudah sepakai akan menggunakan bahasa Indonesia jika bertemu dengan orang Indonesia.


Simone tertawa mendengar protes yang dilancarkan Rayya.


" Selama aku kenal kamu, baru kali ini kamu terlihat galak." Simone kembali tertawa.


Kayla pun yang memperhatikan sepasang remaja di hadapannya ikut tersenyum.


*


*


*


Bersambung ...


Rayya itu kan kemarin disuruh move on, lupain Rama, kenapa ini pada kepengen Rayya cepat² ketemu Rama sih?😂😂

__ADS_1


Rama lagi sibuk bantu Bos Dirga lah di Indonesia, biarin aja jgn diganggu 😁


Happy Reading ❤️


__ADS_2