
Rayya langsung membelalakkan matanya saat mendengar ucapan Dirga yang mengatakan dia diharuskan menikah dengan Ramadhan jika dia tidak ingin Daddy nya itu berurusan dengan polisi.
Tak beda jauh dengan Rayya, Ricky dan juga Ramadhan pun sama terkejutnya saat bos Angkasa Raya itu menyebutkan apa yang direncanakan di otak pria bernama lengkap Dirgantara Poetra Laksmana itu.
" M-maksud Om a-apa?" Rayya sampai gugup saat menanyakan maksud dari sahabat Daddy nya itu.
" Om akan membatalkan rencana Om memperkarakan Daddy mu asalkan Rayya memenuhi syarat yang disebut oleh Om tadi, Rayya harus mau dinikahkan dengan Rama," sahut Dirga menjelaskan.
Rayya kini menoleh ke arah Ramadhan karena dia benar-benar bingung dengan sikap dari Dirga. Rayya melihat wajah Ramadhan yang juga sama-sama bingung seperti dirinya.
Setahu Rayya, Ramadhan kini sudah resmi bertunangan dengan Farah. Itulah info yang dia dapat di sosial media. Tidak ada pertunangan yang gagal malam itu meskipun diwarnai dengan kericuhan karena kaburnya Ramadhan malam itu. Namun kenapa kini Dirga malah menyuruhnya untuk menikah dengan Ramadhan? Apa yang terjadi dengan pertunangan Ramadhan dan Farah? Itu pertanyaan yang muncul di pikiran Rayya saat ini.
" Bagaimana, Rayya? Apa kau bisa memenuhi syarat yang Om berikan kepadamu?" Suara Dirga membuyarkan Rayya dari tertegunnya.
" Maaf, Om. Rayya nggak mengerti dengan maksud Om. Kak Rama itu sudah bertunangan dengan Kak Farah, bagaimana mungkin Om menyuruh Rayya menikah dengan Kak Rama?" tanya Rayya di tengah kebingungannya.
" Pertunangan Rama dan Farah sudah dibatalkan. Om sudah membuka jalan pikiran Farah agar dia mencari lelaki lain yang baik untuknya. Karena lelaki bo doh macam dia." Dirga menunjuk dengan arahan bola matanya ke arah Ramadhan membuat Ramadhan langsung menurunkan pandangannya. " Lelaki bodoh macam dia, tidak pantas mendapatkan cinta Farah. Farah berhak mencari kebahagiaannya. Jika Farah tetap bertahan dengan Rama, dia hanya akan tersiksa. Bukan tersiksa secara fisik namun secara batin karena Rama tidak akan bisa memberikan cinta kepada Farah." Dirga menjelaskan panjang lebar apa yang terjadi dengan pertunangan Ramadhan dan Farah.
Rayya kembali terperanjat saat mengetahui ternyata Farah dan Ramadhan telah mengakhiri pertunangan mereka yang sangat singkat. Dia dapat merasakan apa yang dirasakan oleh Farah saat ini. Harus merasakan penolakan dari pria yang dicintainya, sama seperti yang pernah dia rasakan dulu. Seketika hati Rayya merasa sangat bersalah dengan kejadian yang menimpa Farah.
" Kamu sudah mengerti 'kan maksud Om?" Lagi-lagi perkataan Dirga membuat lamunan Rayya buyar. " Sekarang ini Rama sedang menerima karmanya karena dulu menolak kamu Rayya. Om rasa kamu juga masih menyimpan perasaan kepada pria bo doh ini, kan?"
Rayya menatap Dirga saat pria separuh baya seumuran Daddy itu menanyakan jika dia masih menyimpan perasaan kepada Ramadhan.
" Rayya ...."
" Kalau kau tidak mencintai Rama, kau tidak akan sepanik ini datang kemari hanya karena mengkhawatirkan pria bo doh ini, Rayya." Dirga memotong perkataan Rayya seolah tidak memberikan kesempatan kepada Rayya untuk menyanggah setiap kalimat yang keluar dari mulut bos Angkasa Raya itu.
" Saran Om, sebaiknya kalian cepat bersatu daripada kalian saling menyiksa diri dengan perasaan kalian. Om dan istri Om pernah menyiksa perasaan masing-masing selama enam tahun karena kesalahpahaman. Om harap cerita itu tidak akan terulang kepada kalian. Cukup hanya pada Tante Nadia, jangan sampai terjadi pada Farah. Cukup hanya pada Dirgantara dan Kirania, jangan sampai kesalahpahaman itu kembali terjadi kepada kalian berdua. Anggap saja kisah yang terjadi pada senior-senior kalian ini bisa dijadikan pelajaran agar kalian tidak bertindak bo doh dengan menyiksa diri masing-masing." Dirga mencoba menasehati Rayya. Dia tidak ingin rasa cinta yang kini sudah semakin tumbuh pada hati Ramadhan harus padam karena Rayya sudah tidak menanggapi perasaan Ramadhan, padahal jelas-jelas rasa cinta itu masih ada di hati Rayya.
" Maaf, Om. Tapi ... tapi Rayya tidak bisa Om." Rayya langsung menundukkan kepalanya. Jika dia ingin bersikap egois, mungkin inilah yang dia inginkan. Bisa hidup bersama pria yang sejak dulu tersimpan di hatinya. Tapi sekarang ini situasinya sudah berbeda. Walaupun saat ini pertunangan Ramadhan dan Farah sudah berakhir, namun saat ini dirinya sudah mempunyai Luigi, meskipun dia belum benar-benar memberikan hati sepenuhnya kepada pria Italia itu.
" Apa alasanmu menolak syarat yang Om ajukan Rayya?" tanya Dirga karena Rayya menolak apa yang dimintanya, padahal dia sudah menjelaskan secara jelas kepada gadis itu.
" Rayya akan bertunangan dengan orang lain, Om." lirih Rayya tertunduk.
" Apa kau mencintai calon tunanganmu itu?" Seketika Dirga teringat akan istrinya yang telah membuat keputusan dengan bertunangan dengan pria lain yang tidak dicintainya.
" Dia sangat mencintai Rayya, Om." sahut Rayya pelan.
" Om tidak tanya bagaimana dia terhadap kamu. Tapi bagaimana kamu kepada dia. Apa kamu mencintainya?" Dirga sudah seperti jaksa penuntut dengan Rayya sebagai terdakwanya.
Dan Rayya tidak bisa menjawab pertanyaan Dirga karena sejujurnya perasaannya untuk Rama lebih kuat daripada perasaan dia untuk Luigi.
__ADS_1
" Rayya ..." Lidah Rayya terasa kelu hingga dia tidak sanggup untuk meneruskan kalimatnya.
" Om, kenapa Om tega melakukan hal ini kepada Daddy? Bukankah Om dan Daddy itu bersahabat?" Rayya yang tidak mampu menjawab pertanyaan Dirga kini mengutarakan rasa kecewanya karena Dirga seolah tidak mementingkan ikatan pertemanan dengan Daddy nya yang sudah terjalin berpuluh-puluh tahun.
" Rayya mestinya kamu mengerti, jika apa yang Om lakukan itu untuk kebahagiaanmu, kenapa kau justru menuduh seperti ini?" Dirga mendramatisir.
" Sekarang kau pulanglah, Rayya. Om beri waktu kau untuk berpikir sampai besok. Kalau Rayya tetap menolak, apa boleh buat. Mumpung memar Rama masih belum hilang, Om akan secepatnya melaporkan perbuatan Daddy mu itu."
Rayya merasakan tubuhnya terasa lemas mendengar ancaman dari Dirga. Dia hanya diberi waktu sehari untuk mengambil keputusan. Bagaimana mungkin dia bisa mengambil keputusan secepat itu? Bagaimana dengan Luigi? Bagaimana dengan Daddy nya? Daddy nya pasti tidak akan bisa menerima begitu saja rencana Dirga karena Daddy nya itu sudah sangat marah kepada Ramadhan.
***
Sepulang dari kantor Angkasa Raya, Rayya segera menuju kantor Gavin. Dia sangat mencemaskan Daddy nya itu. Dia tidak bisa membayangkan jika Daddy nya harus berurusan dengan pihak berwajib. Bagaimana seandainya Dirga serius dengan ancamannya itu jika dia tidak bisa memenuhi permintaan Dirga. Namun kalau dia menyetujui syarat yang diberikan Dirga, bagaimana dengan Daddy nya? Apakah Daddy akan setuju? Bagaimana juga dengan Luigi? Apa pria itu tidak akan merasa kecewa dengan keputusannya? Rayya sampai memijat pelipisnya karena dia benar-benar pusing saat ini.
Ddrrtt ddrrtt
Rayya mengambil ponselnya saat benda itu berbunyi. Rayya terkesiap saat dia melihat panggilan masuk dari Luigi yang hendak melakukan video call dengannya. Rayya buru-buru menolak video call dari Luigi itu.dan dengan cepat melakukan panggilan telepon kepada pria itu.
" Assalamualaikum, Kak Luigi." sapa Rayya saat panggilan teleponnya tersambung dengan Luigi.
" Waalaiakumsalam, Rayya. Kenapa Rayya menolak video call dari aku? Aku sangat rindu melihat wajah cantikmu, Rayya."
Rayya menarik sudut bibirnya dengan terpaksa. Dia kembali teringat akan permintaan Dirga. Rayya bisa membayangkan jika pria itu akan sangat kecewa kepadanya.
" Maaf, Kak. Aku nggak bisa melakukan video call sekarang." Rayya segera meminta maaf karena dia tadi menolak video call dari Luigi.
" Oh, nggak kok, Kak." tepis Rayya.
" Rayya, hari ini aku sangat bahagia sekali." ucap Luigi dengan nada bicara yang sangat antusias.
" Ada apa, Kak?" Rayya merasa penasaran dengan kalimat yang diucapkan Luigi saat pria itu mengatakan sangat bahagia.
" Secepatnya aku akan ke Jakarta bersama Papa dan Mamaku, Rayya. Karena kita akan segera bertunangan dalam waktu dekat ini."
Deg
Jantung Rayya serasa ingin terlepas dari tempatnya saat mendengar jika pria Italia itu berencana ingin mengajaknya bertunangan.
" Bertunangan?"
" Iya, Rayya."
" Tapi kenapa terburu-buru, Kak? Bukankah Daddy sudah mengatakan jika akan mengijinkan kita bertunangan dua tahun mendatang, Kak?" Rayya teringat jika Luigi akan mematuhi apa yang diminta oleh Daddy nya itu.
__ADS_1
" Iya tentu saja aku ingat dengan itu, Rayya. Tapi Om Gavin meminta aku untuk segera mengajak kamu bertunangan secepatnya, Rayya."
" Daddy? Daddy meminta Kak Luigi untuk segera bertunangan denganku?" Rayya kembali terbelalak saat mengetahui jika rencana Luigi yang ingin bertunangan dengannya karena permintaan Daddy nya.
" Benar Rayya, kau pasti sangat kaget, ya? Aku juga sampai tidak percaya saat Om Gavin mengatakan seperti itu. "
Rayya memejamkan matanya, hatinya saat ini. sangat resah dengan yang terjadi padanya saat ini. Di satu sisi ada Dirga yang memintanya untuk menikah dengan pria yang dia cintai, sementara di sisi lain Daddy nya menyuruh Luigi untuk mengajak dirinya bertunangan dengan pria kebangsaan Italia itu.
***
" Assalamualikum, Dad." Rayya mengucapkan salam saat masuk ke dalam ruang kerja di kantornya.
" Waalaikumsalam, Baby ... ada apa kau kemari?" Gavin yang melihat putrinya tiba-tiba masuk ke dalam ruangannya langsung bengkit dari tempat duduknya dan berjalan menghampiri putrinya itu.
" Baby, kenapa matamu? Kau habis menangis? Apa kau masih menangisi si breng sek itu?!" Gavin menduga jika mata sembab Rayya itu karena Ramadhan lah penyebabnya.
" Dad, kenapa Daddy meminta Kak Luigi secepatnya mengadakan pertunangan dengan Rayya? Bukankah Daddy ingin supaya Rayya menerima Kak Luigi sekitar dua tahun lagi?" Rayya langsung menanyakan soal perihal Gavin yang tiba-tiba menyuruh dia dan Luigi bertunangan.
" Daddy berubah pikiran, Baby." ucap Gavin.
" Tapi kenapa, Dad? Apa yang membuat Daddy memutuskan hal ini tanpa berdiskusi lebih dahulu dengan Rayya?" Rayya memprotes tindakan Gavin yang langsung menghubungi Luigi dan menyuruh pria itu segera menyiapkan rencana bertunangan tanpa sepengetahuannya.
" Daddy rasa Daddy tidak perlu minta pendapatmu lagi untuk itu, Baby. Bukankah Baby memang setuju bertunangan dengan Luigi?"
" Daddy pasti punya alasan kenapa Daddy mempercepat pertunangan dengan Kak Luigi, kan?" Rayya mencurigai jika ada yang direncanakan oleh Daddy nya itu.
" Tentu saja, Daddy tidak ingin pria breng sek itu terus saja mengganggumu, Baby." Gavin akhirnya mengucapkan alasannya.
" Kenapa Daddy memukuli Kak Rama? Kenapa Daddy seperti orang yang kejam dan tidak punya perasaan sampai menganiaya Kak Rama seperti itu?"
Gavin terperanjat saat Rayya ternyata mengetahui jika dia telah menghajar Ramadhan.
" B-baby tahu darimana soal itu? Apa si breng sek itu mengadu padamu?" Gavin terlihat kesal karena dia menduga jika Ramadhan lah yang telah mengadukan perbuatannya kepada Rayya.
" Nggak perlu Daddy tahu darimana Rayya mengetahui perbuatan Daddy. Kalau Daddy marah sama Kak Rama, Daddy nggak perlu menghakimi Kak Rama seperti itu! Apa Daddy nggak memikirkan dampaknya dengan Daddy melakukan penganiayaan terhadap Kak Rama? Bagaimana kalau pihak dari Kak Rama nggak terima dengan perlakuan Daddy ini?" Rayya menyesali apa yang perbuatan Gavin.
" Apa yang mesti Daddy takutkan, Baby? Memangnya siapa yang berani menuntut Daddy? Ricky? Dirga? Mereka semua tidak akan berani melawan Daddy!" tegas Gavin penuh percaya diri membuat Rayya memijat pelipisnya karena saat itu kepalanya rasanya mau pecah. Ibarat buah simalakama saat ini yang Rayya hadapi. Dengan sikap Daddy nya yang bersikeras jika apa yang dilakukannya kepada Ramadhan tidaklah salah, sedangkan Dirga bersikukuh jika akan memperkarakan Gavin seandainya Rayya tidak mau mengikuti syarat yang diajukan oleh sahabat Daddy nya itu. Sementara Daddy nya sendiri sudah meminta Luigi untuk segera mengikatnya dalam satu ikatan yang lebih serius yaitu pertunangan. Dan Rayya sekarang ini benar-benar merasa dilema.
*
*
*
__ADS_1
Bersambung ....
Happy Reading ❤️