RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Daddy Yang Bijaksana


__ADS_3

Rayya duduk termenung di balkon kamarnya ketika panggilan masuk dari William berbunyi di ponselnya. Dia menduga jika peristiwa kaburnya dari rumah sudah terdengar di telinga kakak laki-lakinya itu.


“ Assalamualaikum, Kak Willy.” Sapa Rayya kepada kakaknya.


“ Waalaikumsalam, Rayya sedang di mana sekarang? Nggak kabur dari rumah lagi, kan?” tanya William bernada meledek seraya terkekeh.


“ Nggak usah meledek deh, Kak!” Rayya mencebikkan bibirnya karena William justru meledeknya.


“ Buah memang jatuh tidak dari pohonnya. Daddy pernah cerita ke Kakak jika dulu Daddy sama Mommy kamu waktu ingin dinikahkan sama-sama kabur karena tidak ingin dijodohkan, ternyata itu menular ke anaknya, hahaha …” William tak henti-hentinya meledek Rayya.


“ Hmmm, nggak usah bilang begitu deh, Kak! Aku nggak mau Kak Willy seperti Daddy saat muda dulu!” tepis Rayya. Karena William memakai peribahasa seperti itu, mengingat bagaimana akhirnya Daddy nya mempunyai anak di luar nikah karena pergaulannya yang tak terkendali.


“ Tentu saja tidak, Rayya! Kakak selalu ada Daddy dan juga Dad Peter yang mengontrol Kakak. Jadi Kakak tidak ingin salah jalan seperti Daddy dulu!” tegas William


“ Insya Allah, Kak. Semoga keluarga kita selalu dilindungi dari segala bahaya,” sahut Rayya tiba-tiba teringat kasus yang menimpa Azkia, dia sama sekali tidak menduga jika Azkia dan Raffasya terlibat kejadian seperti itu.


“ Oh ya, bagaimana Kia? Apa Kia masih keras kepala tidak ingin pria itu bertanggung jawab?” tanya William sepertinya William merasakan apa yang dipikirkan Rayya.


“ Iya, Kak. Kak Willy bayangkan saja, sejak kecil Kak Raffa sama Kia itu selalu saja bertengkar. Mereka itu bagaikan musuh abadi, bisa dibayangkan jika mereka bersama tinggal dalam satu rumah dalam satu ikatan pernikahan. Akan seperti apa rumah tangga mereka?”


“ Mungkin mereka butuh perabotan berlapis baja agar tidak mudah pecah jika mereka betengkar.” William berseloroh.


“ Kak Willy bisa saja.” Rayya ikut terkekeh.


Setelah itu hening beberapa detik hingga akhirnya William kembali berkata, “ Lantas kenapa kamu sendiri milih ingin kabur dari rumah, Rayya?”


Rayya menghela nafas sesaat sebelum menjawab pertanyaan William.


“ Aku bingung, Kak. Om Dirga mengancam akan melaporkan Daddy kalau aku tidak mau menuruti permintaannya.”


“ Permintaan apa?”


“ Om Dirga meminta aku menikah dengan Kak Rama, Kak.”


“ Apa? Om Dirga meminta kau menikah dengan Rama?”


“ Iya.”


“ Dan kamu percaya jika Om Dirga akan melaksanakan ancamannya  jika kamu tidak memenuhi keinginannya?” tanya William.


“ Aku nggak tahu, Kak. Aku juga nggak percaya Om Dirga akan melakukan hal itu, tapi Om Dirga berkata dengan sangat serius kemarin.”


“ Rayya, Daddy dan Om Dirga itu sudah berteman cukup lama, bagaimana mungkin Om Dirga akan nekat dan tega seperti itu kepada Daddy? Mestinya Rayya bisa mengerti, ancaman Om Dirga itu hanya untuk membuat hati kamu goyah dengan keputusan kamu."


“ Jika Rayya mantap dengan keputusanmu ingin bersama Luigi, abaikan ancaman Om Dirga, terkecuali … Rayya memang masih mempunyai keinginan untuk bersama Rama.”


Rayya terkesiap saat William mengatakan jika dia masih menginginkan Ramadhan.


“ Kenapa Kak Willy mengatakan hal itu? Nggak mungkin aku bersama Kak Rama, Daddy bisa marah besar kalau itu terjadi."


“ Lalu apa Rayya menginginkan Luigi?"


“ A-aku ….” Rayya menjeda kalimatnya.


“ Rayya sendiri nggak yakin dengan perasaan kamu terhadap Luigi. Kalau Kak Willy boleh kasih saran, lakukan yang ingin Rayya lakukan sesuai hati kamu, jangan terpengaruh dengan tekanan dari orang lain, baik itu Daddy ataupun Om Dirga. Karena Rayya lah yang akan menjalaninya, bukan mereka.” Mungkin William memiliki sikap bijaksana yan diturunkan Dad David kepadanya. Hingga dia bisa memberikan nasehat dan pendapatnya yang terbaik untuk adik perempuan kandungnya itu.


***


Rayya terus merenungkan apa yang dikatakan oleh William tentang apa yang diinginkan olehnya. Seperti yang juga dikatakan oleh Azzahra, jika Mommy nya itu akan bahagia jika dia bahagia, artinya Mommy nya itu tidak akan menentang keinginannya.


Rayya teringat sebelum dia berencana kabur, dia sempat meminta petunjuk-Nya agar dia bisa mengambil keputusan yang terbaik untuknya, dan saat dia kabur justru dia dipertemukan dengan Ramadhan. Apakah ini artinya tanpa dia sadari itulah yang dia inginkan sebenarnya? Karena nyatanya sampai saat ini dia masih belum bisa mengeluarkan nama Ramadhan di hatinya. Apakah benar jika cinta pertama itu tidak akan pudar?

__ADS_1


Rayya berjalan mendekat ke arah pintu kamar orang tuanya. Dia berhenti beberapa saat seraya berpikir apa dia yakin dan punya keberanian untuk mengatakan apa yang menjadi keputusannya kepada Daddy nya itu.


Tok tok tok


“ Dad, apa Dad sudah tidur?” Rayya berharap agar Daddy nya itu masih terjaga hingga di bisa membicarakan hal yang ingin dia sampaikan kepada Gavin.


“ Rayya? Ada apa, Sayang?” Ternyata Azzahra yang terlihat saat pintu kamar terbuka.


“ Mom, Daddy sudah tidur, ya?” Pandangan mata Rayya menerobos masuk ke dalam ruang kamar kedua orang tuanya.


“ Ada apa, Baby?” Gavin yang mendengar suara anaknya langsung mendekat. Karena sejak pulang dari apartemen Ramadhan putrinya itu terus saja mendiamkannya.


“ Dad, apa Rayya boleh bicara dengan Daddy?” tanya Rayya dengan tangan memilin ujung baju piyamanya karena jantungnya kali ini berdegup kencang seolah dia akan menghadapi sebuah sidang.


“ Tentu saja, Baby. Apa Baby tahu … Daddy ingin sekali berbicara dengan Baby, karena sejak siang tadi Baby hanya diam saja tak bicara pada Daddy. Dan itu membuat Daddy sangat tersiksa, Sayang.” Gavin sudah seperti anak kecil yang mengadu kepada orang tuanya.


“ Masuklah, Baby.” Gavin merentangkan tangannya dan melingkarkannya ke pundak Rayya.


“ Apa yang ingin Baby bicarakan pada Daddy?” Kini Gavin, Rayya dan Azzahra sudah duduk bersama di sofa.


Rayya menarik nafas dalam-dalam saat dia diberi kesempatan untuk bicara oleh Gavin.


" Dad, maafkan Rayya jika apa yang ingin Rayya sampaikan tidak seperti yang Daddy inginkan dan sangat mengecewakan Daddy." Rayya bahkan tidak berani menatap mata Daddy nya.


" Memangnya Baby mau bicara apa? Kenapa Baby terlihat tegang?" selidik Gavin.


" Raya ... Rayya sepertinya nggak bisa meneruskan keinginan Daddy untuk bertunangan dengan Kak Luigi," ucap Rayya lirih.


" Apa maksud Baby tidak bisa meneruskan keinginan Daddy?" tanya Gavin serius dengan rahang yang mulai menegang.


" By ..." Azzahra langsung mengusap lengan suaminya meminta agar suaminya itu tenang dan tidak cepat emosi.


" Dad, berhentilah menyebut Kak Rama dengan sebutan seperti itu!" Rayya merasa Gavin terlalu berlebihan menyebut dengan kata kasar kepada Ramadhan.


" Oh, sekarang Baby sudah berani membela dia?" Kini Gavin justru bangkit, menandakan dia merasa keberatan dengan permintaan putrinya itu.


" Dad, kenapa Dad selalu mengatakan segala sesuatu yang Rayya perbuatan itu karena Kak Rama? Kak Rama tidak seburuk yang Daddy pikirkan! Kalau Daddy mau tahu, justru Kak Rama lah yang meminta Rayya untuk mengurungkan niat Rayya untuk kabur. Kak Rama bilang kasihan Daddy dan Mommy kalau Rayya tetap kabur. Kak Rama yang meminta Rayya memikirkan perasaan Daddy dan Mommy kalau Rayya pergi dari rumah." Rayya memprotes sikap Daddy nya yang selalu saja menyalahkan Ramadhan.


" Itu karena Baby sudah dibutakan perasaan Baby padanya, jadi Baby tidak bisa berpikir secara rasional!"


Rayya menggelengkan kepala seraya memejamkan matanya mengahadapi Daddy nya yang terlalu bersikap dominan terhadap dirinya.


" Dad, sebreng sek apa Kak Rama di mata, Daddy? Lantas bagaimana dengan masa lalu Daddy dulu? Yang menikmati kehidupan bebas, berganti wanita hingga sampai hamil dan Daddy pergi begitu saja meninggalnya!"


Gavin dan Azzahra terperanjat dengan ucapan Rayya yang menyinggung soal masa lalu Gavin


" Rayya ...!" Azzahra bahkan menegur putrinya karena berani menyinggung hal yang sangat pribadi dari masa lalu Gavin yang juga pernah membuat hatinya terluka saat mengetahui suaminya itu ternyata mempunyai anak dari wanita lain. Namun seiring waktu berjalan, dia mampu menerima dan memaafkan kesalahan masa lalu suaminya itu. " Kenapa Rayya bicara seperti itu?" Azzahra langsung melirik ke arah suaminya yang seperti belum beranjak dari rasa keterkejutannya mendengar fakta tentang dirinya yang dibeberkan oleh putrinya sendiri.


" Kenapa, Mom? Daddy berkata tentang kesalahan Kak Rama seolah-olah Daddy sendiri nggak pernah melakukan kesalahan!" Sebenarnya Rayya pun merasa sedih harus menyerang Daddy nya. Bahkan air mata kini menetes deras mengalir di pipinya.


" Setelah Daddy melakukan kesalahan, apa Daddy menyerah dalam usaha mendapatkan maaf dari Mommy? Apakah Eyang menghakimi Daddy dan berkata kasar kepada Daddy? Daddy beruntung mempunyai Daddy yang bijaksana seperti Grandpa David. Mommy juga beruntung mempunyai Abi yang sangat bijaksana seperti Eyang Abdullah. Tapi kenapa Rayya nggak bisa mendapatkan Daddy yang bijaksana seperti Grandpa dan Eyang?"


" Rayya ..." Kali ini Azzahra yang mengusap pundak Rayya agar putrinya itu tenang.


" Rayya hanya ingin Daddy sedikit mengerti Rayya. Rayya hanya ingin Daddy bisa sebijaksana Grandpa dan Eyang memperlakukan anaknya. Rayya juga ingin bebas dan bahagia dengan pilihan Rayya sendiri, Dad. Selama dua puluh dua tahun Rayya selalu menuruti kemauan Daddy. Sekarang Rayya ingin bisa bebas menentukan keinginan Rayya sendiri, tanpa diatur harus begini harus begitu oleh Daddy."


" Baby, apa yang Daddy lakukan selama ini karena Daddy sangat menyanyangi Baby." Gavin akhirnya bersuara setelah beberapa saat tertegun. Dan masih seperti biasa dia masih bertamengkan kata sayang atas apa yang selama ini dilakukannya.


Gavin kini mendekati putrinya dan merangkum wajah cantik putrinya itu. Jari tangannya menyeka air mata di pipi Rayya. Perkataan Rayya yang mengatakan jika dia tidak bisa sebijak Daddy dan ayah mertuanya tentu saja membuatnya merasa terpukul.


" Daddy lakukan semua itu karena Daddy ingin melindungi Baby. Maafkan Daddy jika apa yang Daddy lakukan selama ini justru membuat Baby merasa tertekan." Bola mata Gavin mengembun, menandakan jika dia benar-benar menyesali kesalahannya dan juga karena perkataan Rayya yang terasa langsung menusuk jantungnya.

__ADS_1


Gavin kemudian merengkuh tubuh Rayya seraya terus menciumi pucuk kepala putrinya itu.


" Daddy berjanji, mulai saat ini Daddy tidak akan menentang apa yang menjadi keinginam Baby," ikrar Gavin membuat Rayya seketika mendongakkan kepalanya menatap wajah Daddy nya yang nampak sendu.


" Maafkan Rayya, Dad. Rayya sayang sama Daddy. Rayya minta maaf kalau apa yang Rayya katakan tadi membuat Daddy terluka." Rayya kemudian mengeratkan pelukannya karena dia seketika merasa bersalah saat mengingat jika dia telah mengeluarkan kata-kata yang sangat menyakitkan hati Daddy nya itu.


Sementara Azzahra yang memperhatikan suami dan putrinya kini saling menyadari kesalahan masing-masing kini ikut tersenyum seraya menyeka air mata yang tanpa disadari tadi menetes di pipinya. Dia merasa lega jika kedua orang di hadapannya yang tadi saling bersitegang sudah kembali damai dan kini saling berpelukan. Awalnya dia merasa khawatir jika suaminya akan kehilangan kendali saat Rayya menyinggung soal masa lalunya. Tapi syukurlah hal itu tidak terjadi.


***


Rayya memperhatikan lukisan-lukisannya yang sudah banyak terpajang di setiap sisi gallery. Dia berencana mengadakan pameran lukisan berbarengan dengan grand opening gallery miliknya itu. Namun dia ingin secepatnya menyelesaikan urusannya dengan Luigi terlebih dahulu.


Setelah memantau semua lukisannya, Rayya kemudian meninggalkan gallery.


" Pak Rudy nanti di restoran ayam panggang berhenti sebentar ya, Rayya mau beli ayam panggang buat Mommy," ucap Rayya kepada Pak Rudy.


" Hmmm, tapi ... Non Rayya nggak kabur lagi 'kan?" tanya Pa Rudy dengan melirik ke arah kaca spion. Pak Rudy memang sempat menjadi sasaran amukan Gavin karena lengah hingga membuat Rayya berhasil kabur kemarin.


Rayya terkekeh mendengar pertanyaan Pak Rudy.


" Nggak kok, Pak. Rayya nggak akan kabur. Kalau Rayya niat kabur, tadi di gallery juga bisa Rayya kabur dari pintu belakang gallery." Rayya masih tertawa kecil mengingat ulahnya kemarin.


" Soalnya Pak Rudy takut Daddy Non Rayya marah lagi, bisa-bisa Pak Rudy langsung dipecat Non."


" Maafkan Rayya karena sudah membuat Pak Rudy dimarahi oleh Daddy ya, Pak." Walaupun sebelumnya Rayya sudah minta maaf tapi tak segan Rayya mengucapkan kembali kalimat itu.


" Nggak apa-apa, Non. Asalkan Non tidak mengulangi lagi tindakan nekat Non Rayya kemarin."


" Iya, Pak." sahut Rayya dan mobil Pak Rudy pun melaju ke restoran ayam panggang yang dituju.


***


Rayya duduk sembari menunggu pesanan ayam panggangnya selesai.


" Farah Rose putus sama tunangannya, lu sudah baca beritanya belum?"


Suara seseorang yang mengabarkan berita tentang Farah membuat Rayya yang sedang serius dengan ponselnya seketika menajamkan pendengarannya.


" Yang benar?" sahut orang yang diajak bicara orang yang menyampaikan berita tadi.


" Benar, beritanya ada kok di akun-akun gosip."


" Padahal belum satu Minggu betunangan sudah putus saja. Memangnya putus karena apa ya? Ada orang ketiga?"


" Nggak dijelaskan alasannya tapi waktu pesta pertunangan acaranya sempat ngaret, kan? Kayaknya sudah ada tanda-tanda jadinya seperti begini."


" Sayang banget padahal kemarin acara pertunangannya meriah."


" Pesanan atas nama Mbak Rayya." Seorang pelayan restoran mendekati Rayya dan menyodorkan pesanan ayam panggang membuat Rayya yang sedang asyik mendengarkan orang yang tadi sedang bergosip terkesiap.


" Oh i-iya, makasih Mbak. Makasih." Rayya lalu menerima pesanannya lalu berjalan ke luar restoran dengan rasa penasaran akan berita yang tadi dia dengar di dalam soal berakhirnya pertunangan Farah dan Ramadhan. Walaupun dia sudah mendengar dari Dirga namun masalah itu baru dipublish saat ini. Lalu alasan apa yang diberikan Farah tentang kegagalan pertunangannya? Apakah namanya akan terseret dalam berita yang katanya sudah beredar di akun gosip? Karena dia lah penyebab sesungguhnya yang menggoyahkan hati Ramadhan malam itu. Rayya dengan cepat mencari berita seputar pertunangan Farah dan Ramadhan di akun sosial media dari ponselnya sesampainya di dalam mobil.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading❤️

__ADS_1


__ADS_2