RAMADHAN DI HATI RAYYA

RAMADHAN DI HATI RAYYA
Belanja Bulanan


__ADS_3

" Ma, Arka pergi dulu." Arka mencium punggung tangan dan pipi Anindita saat berpamitan.


" Lho, lho, kamu mau ke mana? Mama baru mau minta antar kamu, Arka." Anindita yang melihat anak keduanya berpamitan langsung berkomentar.


" Biasalah, Ma. Ada acara sama teman-teman," sahut Arka. " Memangnya Mama mau minta antar Arka ke mana?" tanya Arka kemudian.


" Ke supermarket, mau belanja bulanan.," sahut Anindita.


" Memang Papa nggak ada?" tanya Arka menoleh ke arah kamar orang tuanya.


" Kasihan Papa kamu sedang istirahat, Mama nggak tega banguninnya." Anindita mengucapkan alasan kenapa dia tidak mengajak suaminya untuk menemani belanja.


" Minta tolong Mas Rama saja, Ma. Dia ada di kamarnya tuh. Mas, Mas Rama ...! Antar Mama, nih!" teriak Arka memanggil Ramadhan yang berada di kamar atas.


" Hush, jangan teriak-teriak, Arka! Biar nanti Mama saja yang ke atas. Ya sudah, kamu kalau mau pergi, pergi saja. Hati-hati, jangan ngebut bawa mobilnya!" Anindita menasehati anaknya agar tidak kebut-kebutan di jalan.


" Beres, Ma. Arka pergi dulu ya, Ma. Assalamualaikum." Arka lalu berjalan meninggalkan Anindita yang hanya bisa mendesah seraya menggelengkan kepalanya.


Visual Arka



Anindita kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar putra sulungnya yang berada di lantai dua.


Tok tok tok


Anindita mengetuk pintu terlebih dahulu lalu membuka knop pintu kamar Ramadhan.


" Rama, kamu sedang apa, Nak? Mama minta tolong antar Mama bisa?" tanya Anindita saat dilihatnya Ramadhan sedang berbaring santai di atas tempat tidurnya.


" Mama mau ke mana memangnya?" tanya Ramadhan kemudian bangkit dari posisi tidurnya.


" Mama mau belanja bulanan. Rama nggak sibuk, kan? Bisa antar Mama?" tanya Anindita kemudian duduk di tepi tempat tidur Ramadhan.


" Memang nggak sama Papa?" Pertanyaan yang sama seperti yang Arka tanyakan kini keluar dari bibir Ramadhan.


" Masa minta antar belanja bulanan harus selalu sama Papa? Kasihan Papa harus dorong-dorong troli, angkat-angkat barang. Kalian dong anak-anaknya yang harus menggantikan." Anindita memberikan alasan kepana dia tidak minta antar suaminya.

__ADS_1


" Arka ke mana?" Dari pertanyaannya sepertinya Ramadhan ingin melempar tugas itu kepada adiknya.


" Arka baru saja pergi, katanya ada acara sama teman-temannya makanya Mama minta tolong Rama." Anindita menjelaskan


" Alasan itu, Ma. Aslinya dia itu mau ngapelin ceweknya soalnya ceweknya nggak dikasih ijin keluar malam." Ramadhan yang mengetahui kisah Arka langsung mengomentari.


" Adik kamu mengunjungi teman wanitanya, lalu kamu sendiri bagaimana? Coba kamu tidak membatalkan perjodohan dengan Rayya, mungkin kamu juga bisa pergi ke rumah Tante Rara daripada suntuk begini di kamar." Anindita menyanyangkan gagalnya perjodohan Ramadhan dengan Rayya.


" Ma, nggak usah bahas itu, deh. Mama sendiri tahu siapa wanita yang Rama suka." Terlihat Ramadhan kurang nyaman disinggung soal perjodohan dengan. Rayya oleh Mamanya.


" Tapi Kayla tidak merespon perasaan kamu, Rama. Lalu apa kamu akan tetap bersikeras mengejar Kayla? Sedangkan Papa sendiri nggak menyetujui pilihan kamu." Anindita masih berusaha mengubah pendirian Ramadhan yang tetap berharap akan Kayla.


" Rama suka Kayla, karena dia itu cantik, dewasa dan berhati lembut seperti Mama." Ramadhan megatakan alasannya kenapa dia begitu mengagumi Kayla.


" Rayya juga cantik dan berhati lembut. Kalau dia belum bisa bersikap dewasa itu karena usianya yang masih muda. Tapi lambat laun Mama yakin Rayya juga bisa bersikap dewasa." Anindita mencoba membuat hati anaknya luluh agar bisa melanjutkan rencana perjodohan dengan Rayya.


" Sudahlah, Ma. Nggak usah bahas itu. Rama ganti baju dulu. Mama tunggu saja di bawah." Ramadhan milih bangkit tak ingin melanjutkan pembahasan soal perjodohan. Dan Anindita yang melihat Ramadhan nampak malas berdebat dengannya akhirnya memilih ke luar dari kamar Ramadhan dan menunggu di bawah sesuai permintaan Ramadhan.


***


" Iya, Mom." Rayya lalu mengambil ponsel di sling bag nya kemudian menghubungi ART di rumahnya.


" Assalamualaikum, Sus. Tolong tanyakan ke Bibi, pasta di rumah apa saja yang kosong?" tanya Rayya setelah panggilannya tersambung.


Dan setelah beberapa saat menunggu ...


" Oke-oke, Sus. Makasih, ya. Assalamualaikum ..." Rayya kemudian mengakhiri panggilannya setelah mendapatkan jawaban dari Sus Imah.


" Spaghetti sama fettucine habis, macaroni masih ada, Mom." ujar Rayya memberitahukan kepada Azzahra.


" Ya sudah sana kamu ambil. Lima-lima saja. Mama mau mau cari daging sapi dulu." Azzahra menyuruh Rayya untuk mengambil pasta yang ingin dibelinya.


" Iya, Mom. Trolinya biar Rayya saja yang bawa, Mom." Rayya pun segera melakukan hal yang diminta oleh Mommy nya. Sementara Azzahra melangkah ke bagian fresh yang menyediakan ikan, daging, buah dan sayuran segar.


Azzahra mengambil beberapa potong daging rendang ke dalam plastik dan mengambil daging fillet ayam lalu menyerahkannya kepada penjaga toko untuk ditimbang dan berikan label harga.


" Rara ..."

__ADS_1


Azzahra menoleh saat seseorang menyapanya dan dia nampak surprise saat yang ditemui adalah Anindita.


" Mbak Anin, apa kabar?" Azzahra lalu berpelukan dengan Anindita.


" Alhamdulillah sehat, kamu sendiri bagaimana?" tanya Anindita. Sebenarnya setelah pembatalan perjodohan anak-anak mereka, Anindita sendiri merasa tidak enak hati jika bertemu dengan Azzahra.


" Alhamdulillah sehat juga, Mbak. Mbak Anin sama siapa? Pak Ricky?" tanya Azzahra.


" Ricky junior, tuh!" Anindita menunjuk Ramadhan yang sedang membawa troli.


" Rama ..." Kini Azzahra menyapa Ramadhan yang berjalan mendekat dengan mendorong troli.


" Hai, Tante. Apa kabar?" Kini Ramadhan menyalami Azzahra.


" Ya seperti yang kamu lihat Rama, kalau ibu-ibu seperti kita ini masih bisa jalan untuk belanja bulanan berarti kita-kita ini masih sehat, benar 'kan, Mbak?" Azzahra berseloroh seraya menoleh ke arah Anindita.


" Benar sekali, Ra. Karena salah satu moodboaster wanita itu ketika belanja-belanja seperti ini, urusan tagihan itu suami yang memikirkan." Anindita terkekeh.


" Om Gavin nya mana, Tan?" tanya Ramadhan kerena dia tidak melihat Gavin ada di dekat Azzahra.


" Om sedang menemani anak-anak berlatih tenis, jadi nggak ikut antar Tante belanja." Azzahra menyahuti.


" Terus kamu belanja ke sini sama siapa, Ra? Sendirian saja?" tanya Anindita.


Sementara itu, Rayya yang telah mengambil beberapa bahan makanan yang diminta oleh Mommy nya berniat kembali menemui Mommy nya yang terlihat masih ada di bagian fresh dari arah koridor dia berjalan.


" Mom, spaghetti yang biasa cuma ada empat, satu laginya Rayya coba ambil merek lain. Nggak apa-apa 'lan, Mom? Siapa tahu enak." Rayya yang berjalan ke arah Mommy nya seketika terperanjat saat dia mendapati Mommy nya kini sedang bersama dua orang yang salah satunya ingin dia singkirkan dari hati dan pikirannya.


*


*


*


Bersambung ...


Happy Reading ❤️

__ADS_1


__ADS_2