Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 121 Penyerangan Tiba-tiba


__ADS_3

Baru saja Sally turun dari ranjangnya pagi itu saat telepon berdering, masih dengan kantuk ia menyambar gagang telepon dan menempelkannya di telinga.


"Halo.." ujarnya.


"Sally! cepat keluar dari sana!" seru seseorang di sebrang sana.


"Philip? ada apa?" tanyanya heran.


"Pokoknya cepat keluar!" serunya lagi dengan nada panik dan nafas yang terengah.


BRUK


Suara hantaman yang keras itu membuat Sally menoleh kaget, perlahan ia bangkit dan berjalan ke arah jendela.


Dari sana ia bisa melihat sebuah mobil menabrak pagar besi rumah dan berhenti tepat di depan pintu.


Dor Dor Dor Dor


Suara tembakan segera terdengar beruntun setelah beberapa pria keluar dari mobil itu, Sally yang sadar nyawanya sedang dalam bahaya segera menyambar jaket dan berlari keluar.


Brak


"Aslan bangun!" serunya sambil membuka pintu.


"Ayo pergi!" ajak Aslan yang rupanya sadar bahwa mereka sedang di serang.


Tanpa peduli pada anak buah yang sedang berjuang mengalahkan musuh Sally memimpin jalan berlari ke ruang kerja Philip, disana ia membuka kunci rahasia dibalik lemari yang berisikan banyak senjata.


"Ambil sebisamu," perintah Sally sambil menyelipkan beberapa senjata di tubuhnya.


Setelah siap dengan perbekalan mereka pun keluar, namun rupanya musuh sudah sampai ke dalam sehingga adu tembak tak bisa dihindari.


Sambil berlari mereka melindungi diri dengan menembak beberapa musuh yang paling mudah diincar.


"Lewat sini!" seru Sally masuk ke sebuah ruangan.


Aslan mengikuti tepat dibelakang sambil terus menembak, setelah memastikan musuh masih jauh Sally menyingkap karpet dilantai dan membongkar satu papan.


Ada sebuah celah yang bisa dimasuki tangan, itu adalah tuas pintu menuju ke lorong dibawah bangunan. Sally yang memimpin turun lebih dulu dan tak lupa mengingatkan Aslan untuk menutup kembali pintu itu, baru mereka berlari disepanjang lorong.

__ADS_1


Di ujung lorong ada sebuah ruangan besar berupa garasi, Sally membuka salah satu pintu mobil dan segera masuk diikuti Aslan.


Menghidupkannya tanpa ragu Sally menjalankan mobil itu dengan kecepatan penuh di lorong, hanya tiga menit mereka bisa melihat cahaya di ujung lorong itu yang tak begitu terang.


Semakin naik ke permukaan ujung dari lorong merupakan gudang kayu yang tak terpakai, tanpa mengurangi kecepatan ia terus melaju hingga menabrak pintu gudang sampai terbuka.


Kini mereka berada di halaman belakang, memutar kemudi Sally kembali melaju dengan kecepatan penuh menuju halaman depan dan terus keluar gerbang hingga berada di jalanan.


Untungnya musuh ketinggalan dibelakang sehingga mereka tak tahu kemana mereka kabur, meski begitu Sally tak tetap menjalankan mobilnya dengan kencang sampai keluar dari kota tersebut.


"Kita akan pergi ke mana?" tanya Aslan.


"Terus berkendara seharian," sahut Sally.


Ini adalah cara yang diajarkan Philip untuk mengecoh musuh, jika mereka sampai pergi kesuatu tempat akan mudah bagi musuh untuk mendeteksi.


Secara bergiliran mereka bergantian menyupir, memilih jalur yang jarang ada CCTV-nya sampai sore mereka hanya berhenti dua kali untuk mengisi bensin dan membeli makanan.


"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Aslan yang kini mendapat giliran mengemudi.


"Katakan saja," sahut Sally.


"Intinya kau ingin tahu apa alasannya," ringkas Sally.


Aslan mengangguk, ia pernah mendengar nama musuhnya itu Thom. Tapi ia tak pernah tahu apa pun lagi.


"Philip memiliki sebuah harta yang diinginkan oleh para mafia, agar aman ia menjadikan ku kunci untuk membuka harta itu. Sepertinya Thom tahu bahwa aku adalah kuncinya sehingga ia mengincar ku," jelasnya.


"Apa itu berlian yang hanya ada satu di dunia?" tanya Aslan lagi.


"Lebih dari itu," sahutnya.


"Lalu apa?" balas Aslan.


"Tangan Tuhan," sahut Sally.


Itu merupakan projek yang sudah lama Philip kembangkan, memperkerjakan semua ahli IT ia berhasil menciptakan sebuah virus yang bisa mengacaukan sistem penjagaan.


Dengan alat ini Philip bahkan bisa mengambil lukisan monalisa sekalipun yang dijaga ketat sebab dapat mematikan sensor gerak dan inframerah, memiliki harta ini sama saja dengan memiliki seluruh kekayaan dunia dalam kotak brangkas.

__ADS_1


Mendengarnya Aslan cukup terkesiap, ia tak menyangka ada benda sehebat itu dalam membobol. Pantas saja Sally diincar, rupanya benda ini tersimpan dalam sebuah kotak kecil yang menggunakan detak jantung dan kornea Sally untuk membukanya.


Misi Philip adalah memindahkan kotak berisi harta itu sebab sudah ketahuan, jika Thom sudah memilikinya artinya ia hanya perlu mendapatkan Sally hidup-hidup.


......................


Sampai di tujuan Deborah dan Carl menemui temannya yang mengirimkan foto, berpura-pura liburan mereka meminta temannya itu untuk mengajak mereka ke klab yang ada di foto.


Malam itu mereka pergi kesana, sementara Carl mengajak temannya berpesta untuk mengalihkan perhatian Deborah menggali informasi.


Ia mengajak bartender bicara dan menunjukkan foto Winnie.


"Apa kau pernah melihat wanita ini?" tanyanya.


Mata bartender segera awas menatapnya, dengan pandangan seperti itu Deborah yakin pria itu tak hanya pernah melihat tapi juga mengenalnya.


"Kau ada perlu dengannya?" tanya sang bartender.


"Ah.. aku ada bisnis, teman ku menyarankan wanita dalam foto ini tapi ia menyuruhku untuk mencarinya sendiri," dusta Deborah.


"Jadi kau orang baru rupanya, jika kau ingin berbisnis dengan nona Sally kau harus menemui Juan dulu. Begitulah peraturannya," jelasnya.


"Bisa kau jelaskan lebih rinci?" tanya Deborah semakin menajamkan pendengaran dan otaknya untuk mengingat setiap kata pria itu.


"Aku hanya pegawai jadi mungkin kau bisa berkonsultasi dengan bos ku, dia pasti bisa membantumu."


"Dimana aku bisa menemui bosmu?" tanya Deborah.


"Akan ku antar, ayo!" ajak bartender itu.


Deborah sempat memberi kode kepada Carl bahwa ia harus pergi seorat diri, meski khawatir tapi Carl mengijinkan.


Di sebuah ruang VIP Deborah dipertemukan dengan pemilik klab, memainkan perannya dengan baik Deborah berhasil menggali informasi yang ternyata begitu mudah.


Kembali ke hotel ia pun menceritakan apa yang ia ketahui kepada Carl, rupanya wanita yang terpotret di foto itu adalah mafia berdarah dingin bernama Sally yang di juluki mawar beracun.


Semua orang yang berbisnis didunia gelap sangat mengenal dan menghormatinya, bahkan mereka bisa melihat Sally langsung jika mengadakan pesta yang sangat besar dan menjadikannya tamu undangan.


Ini membuat Carl dan Deborah semakin penasaran hingga ingin bertemu langsung dengan Sally, hanya saja itu artinya mereka harus terjun ke dunia hitam dan menjalani kehidupan lebih kejam dari misi balas dendam. Sebab kali ini taruhan mereka tak hanya sekedar nyawa, resiko yang terlalu tinggi hanya untuk melihat seorang wanita yang mirip dengan Winnie.

__ADS_1


__ADS_2