Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 65 Mengangkat Adik


__ADS_3

Hanya butuh waktu lima menit saja bagi Deborah untuk membaca laporan penyelidikan kasus kecelakaan Miya, dalam berkas yang telah ia curi tercantum beberapa hal yang janggal.


Pertama, mobil yang di tumpangi Miya adalah sebuah taxi dimana supirnya ternyata seorang kriminal yang baru bebas bersyarat. Kedua, sang supir sedang tidak keadaan mabuk atau mengantuk tapi mobil itu mengalami oleng hingga terjadi kecelakaan.


Ketiga, dalam ponsel yang di temukan di TKP ternyata ponsel itu milik supir dimana panggilan terakhirnya adalah sebuah nomor milik produser bernama Williams.


Tapi semua kejanggalan itu tak bisa menjadi bukti bahwa kematian Miya adalah pembunuhan, bahkan tak ada saksi yang akhirnya Williams terbebas dari tuduhan dan peristiwa itu dianggap kecelakaan.


Deborah yang tahu betul permainan orang-orang elite tak bisa begitu saja percaya bahwa itu kecelakaan, apalagi terdapat kejanggalan sebanyak itu.


Ia harus segera merundingkan masalah ini dengan Winnie, namun begitu ia menelpon rupanya Winnie sedang sakit yang membuatnya panik hingga menangis di telpon.


Ingin memastikan keadaan Winnie ia berkata akan berkunjung tapi Winnie tak mengijinkan, saat ini dia sedang ada masalah keluarga sehingga minta pengertian.


Terpaksa Deborah menurut setelah Winnie menenangkannya, mereka pun berjanji akan bertemu besok.


"Hhhhhh... sepertinya aku harus mengerjakan yang lain dulu," gumamnya kecewa.


Karena memegang kunci duplikat Deborah memutuskan untuk pergi ke apartemen yang di sewa Winnie, kini apartemen itu jauh lebih baik dengan peralatan masak sederhana dan kursi.


Menyantap mie sambil memperhatikan setiap foto yang menempel di sana membuatnya akhirnya memutuskan untuk membututi Williams yang lebih sering di panggil Will.


Meski Winnie mengatakan itu akan menjadi pekerjaannya tapi dalam kondisi kurang sehat Winnie tak bisa bekerja dengan sempurna, segera menghabiskan mienya Deborah cepat pergi ke kediaman Will.


Beberapa jam menunggu ia melihat mobil Will keluar, cepat menyalakan mobil ia mengikuti kemana Will pergi.


Menemukan Will pergi ke tempat golf dan menyapa Jack ia segera mengambil foto mereka, mendapati kedekatan mereka membuat Deborah cukup kaget.


Ia ingat Winnie pernah menyuruhnya untuk mengikuti Jack sampai menemukan fakta tentang botox ilegal, jika mereka cukup dekat ia yakin mereka saling menyimpan rahasia masing-masing.


Sesuai janji esoknya ia bertemu dengan Winnie di apartemen, dalam pertemuan itu Deborah segera membahas pekerjaan mereka.


"Kita akan urutkan peristiwa kecelakaan Miya dari awal," ujar Deborah.


"Pertama Camila, ibu tiri mu adalah salah satu peserta dalam ajang kecantikan yang di ikuti Miya dan berhasil menjadi juara setelah Miya tiada. Ia adalah tersangka utama," lanjutnya sambil memajang foto Camila.


"Lalu Sara, dulu dia adalah juri dan sekarang lebih sibuk mengurus salon dan klinik kecantikannya. Dia masih berhubungan dengan Camila sampai sekarang bahkan memberi perawatan ilegal," jelasnya sambil menaruh foto Sara dan menghubungkannya dengan foto Camila menggunakan spidol merah.

__ADS_1


Giliran Winnie ia mengambil foto Will dan menarik garis merah untuk menghubungkan foto ketiga orang itu.


"Williams atau Will, seorang produser yang berinvestasi dalam ajang kecantikan. lalu Jack, meski dia tak memiliki hubungan dalam kematian Miya namun terbukti ia berteman baik dengan Will dan Camila. Bahkan ia melakukan perawatan ilegal yang sama dengan Camila di klinik Sara," ujarnya.


Menatap ke empat orang mencurigakan itu mereka berfikir keras, yang paling kemungkinan terjadi adalah Camila ingin menyingkirkan Miya dan meminta bantuan ketiga orang itu untuk menyempurnakan aksinya.


"Rasanya kepala ku mau meledak, aaah.... aku tidak pandai menerka seperti ini," erang Deborah merasa pening.


"Oh iya, selain ini ada hal yang ingin aku bahas dengan mu. Ini mengenai laporan kecelakaan Miya yang ku temukan," ujarnya.


Dia segera mengeluarkan berkas yang telah ia siapkan dan memberikannya kepada Winnie, setelah membacanya Winnie juga terfokus pada semua kejanggalan yang ada.


Ia menatap lama foto supir taksi yang memiliki tato ular ditangan kirinya, ada senyum pahit di wajah Winnie saat menatap foto itu.


"Semua tersangka utama baik dalam kematian Miya atau Maya mati dengan mengenaskan, rasanya seperti menemukan pohon mangga di saat lapar tapi tak bisa memanjatnya. Ini sungguh menjengkelkan," gumamnya.


"Mereka bermain sangat rapi," sahut Deborah.


"Meski begitu kita harus tetap bekerja keras," ujar Winnie.


"Kau belum mengenalkan ku dengan anak SMU itu, sebagai teman harusnya kau memperkenalkan kami. Bagaimana kalau kita mengunjunginya sekarang? sekalian cari makan," ujar Deborah.


"Boleh juga, dia cukup berbakat dalam mengambil foto. Jika kau sedang kesulitan kau bisa meminta bantuannya namun jangan lupa memberi upah," sahut Winnie.


"Aku mengerti," balas Deborah.


Mereka pun pergi mengunjungi Nagisa, meski sudah kaya sejam lahir tapi Deborah sama sekali tidak masalah masuk ke lingkungan yang cukup kumuh.


Setelah mengetahui bagaimana kondisi keluarga Nagisa tiba-tiba air mata mengalir di pipi Deborah, ia menangis sejadi-jadinya hingga membuat Nagisa dan ibunya kaget.


"Kau kenapa?" tanya Winnie.


"Kasian sekali... Hu... bahkan ibunya harus bekerja sangat keras setiap hari... " jawab Deborah sambil menghapus air matanya yang tak bisa berhenti mengalir.


Winnie hanya bisa tersenyum canggung, karena pekerjaan yang di berikannya Deborah selalu serius sampai membuat Winnie lupa bahwa Deborah tetap bayinya yang akan menangis karena hal sepele.


"Kau tidak perlu mengasihani kami! meski kami miskin tapi kami makan cukup baik," seru Nagisa.

__ADS_1


Tangis Deborah seketika berhenti, ia melihat tekad yang kuat dimata Nagisa.


"Huu.... kau anak yang sangat baik, kau tak pernah mengeluh bahkan kau juga bekerja sama kerasnya," ujarnya kembali menangis.


"Sudahlah... Nagisa sebentar lagi juga akan lulus dan dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan gaji besar," ucap Winnie menenangkan.


"Kau benar, jika dia lulus dengan nilai bagus dia pasti bisa mendapat beasiswa seperti mu dulu. Nagisa aku akan membantumu agar nilai mu bagus," ujar Deborah menemukan semangatnya.


"K-kalau begitu kau bisa mengajariku matematika?" tanya Nagisa canggung karena perubahan sikap Deborah yang cepat.


"Itu.... hehe... aku hanya pandai dalam bahasa asing," sahut Deborah sedikit malu.


Hahahahahaha


Winnie tak bisa menahan tawanya, Sedetik yang lalu Deborah bersikap seperti orang dewasa yang bisa diandalkan tapi tiba-tiba ia kembali menjadi bayi.


Tak hanya Winnie ibu Nagisa pun ikut tersenyum karena kekonyolan Deborah, sementara Deborah sendiri menundukkan kepalanya karena malu.


"Bagaimana dengan kak Winnie? apa kau bisa mengajariku?" tanya Nagisa.


"Tidak! kau tidak boleh memintanya untuk mengajarimu," sahut Deborah cepat.


"Kenapa? keliatannya kak Winnie pintar," tanyanya heran.


"Itu karena Winnie sangat kejam," sahut Deborah serius.


Saat mereka masih SMU pernah ada satu murid yang meminta bantuan Winnie untuk mengajarinya, bukannya menjadi pintar murid itu malah masuk rumah sakit karena tipes.


Winnie memang pintar tapi dia tak pandai mengajari orang, dia sering tersenyum tapi senyumnya bahkan mematikan.


"Aku akan mencarikan mu guru privat, itu lebih baik," ucap Deborah.


"Tidak, menyewa guru privat biayanya sangat mahal. Aku tidak sanggup membayarnya," sahut Nagisa pelan.


"Jangan khawatirkan hal itu, aku yang akan membayarnya untuk mu. Karena kau sangat manis aku sudah memutuskan mulai sekarang kau menjadi adik ku," tegas Deborah.


Nagisa hanya berkedip kebingungan sementara Winnie merasa akan di repotkan, Deborah adalah bayinya yang selalu tergantung padanya. Kini jika dia mengangkat seorang adik maka itu artinya dia akan memiliki dua bayi.

__ADS_1


__ADS_2