Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 56 Rencana di Balik Pesta


__ADS_3

"Apa-apaan ini ibu! kenapa ibu sangat baik kepadanya? meski di depan ayah setidaknya jangan bersikap seperti ini," keluh Nicki yang enggan perhatian ibunya terbagi pada gadis lain.


"Jangan khawatir sayang, ibu sengaja melakukan ini sebab ibu punya rencana untuk mempermalukan Winnie di hadapan semua orang."


"Sungguh? apa rencana ibu?" tanya Nicki kembali senang.


"Akan ibu jelaskan," sahutnya.


Bagi Camila menyiapkan pesta ulang tahun hanya butuh waktu seharian, oleh karena itu pesta bisa selenggarakan dengan cepat.


Tak lupa ia melaporkan hasil pekerjaannya pada Brian, termasuk daftar tamu undangan yang akan hadir di pesta tersebut. Semua laporan Camila membuat Brian puas, dengan begini ia bisa tenang mencari hadiah untuk Winnie.


"Nicki, ibu sudah siapkan gaun untuk pesta besok," ujar Camila masuk ke kamar putrinya.


"Terimakasih ibu," sahut Nicki.


"Gaun ini dirancang khusus sehingga belum ada di pasaran, besok saat lesta ulang tahun Winnie tamu yang hadir justru akan terpikat oleh kecantikan mu karena gaun ini. Dengan begini Winnie tak ada apa-apanya," jelasnya penuh percaya diri.


"Ibu sangat perhatian," ucap Nicki senang.


"Lalu bagaimana dengan gaun Winnie?" tanyanya penasaran.


"Sudah ibu siapkan, itu hanya gaun biasa sehingga orang tak akan tertarik padanya. Inilah tujuan ibu menyelenggarakan pesta ini," jawabnya.


Rencana yang sudah di pasang sedemikian rupa tak sabar untuk mereka laksanakan, esoknya mereka segera pergi ke sebuah gedung yang sengaja di sewa untuk pesta ulang tahun Winnie.


"Kita sudah sampai," ujar Nicki memberitahu sambil melihat keluar.


Winnie segera membuka pintu mobil dan berjalan lebih dulu keluar, di ikuti oleh Nicki yang keluar dari pintu yang sama.


Srreeeett...


"Ah Winnie!" seru Nicki kaget.


Mereka segera menatap Nicki, rupanya sepatu Nicki tak sengaja menginjak ujung gaun Winnie hingga sobek.


"Astaga... gaun ini sudah rusak, kau tidak bisa memakainya Winnie. Apalagi di hadapan banyak tamu di pesta mu sendiri," ujar Camila dengan nada sedih sambil melihat gaunnya.


"Maafkan aku Winnie.. ini semua salah ku, aku tidak berhati-hati," rengek Nicki dengan mata yang mulai berair.


"Bagaimana ini? tidak ada waktu untuk pulang dan mengganti pakaian," gumam Brian panik.

__ADS_1


"Ah aku membawa gaun! itu gaun yang ku pesan namun karena terlalu sederhana akhirnya tak jadi ku pakai, niatnya aku mau menyuruh supir untuk mengantarkannya langsung ke butik. Apa kau mau memakai itu?" tawar Camila.


"Meski gaunnya sederhana tapi lebih baik dari pada menggunakan gaun robek seperti ini," lanjutnya.


Winnie menatap robekan di gaunnya, ini adalah gaun yang mahal harusnya kualitasnya tidak sejelek ini. Jika di perhatikan dengan baik robekannya pun terlalu besar untuk ukuran terinjak, ia yakin Camila telah melakukan sesuatu dengan gaunnya.


"Tidak apa, aku akan mengganti pakaian di toilet jadi silahkan kalian masuk duluan. Sebentar lagi tamu pasti berdatangan tidak baik jika tidak ada yang menyambut," ujarnya tenang.


"Baiklah," sahut Camila puas rencananya berjalan sempurna.


"Kau tidak apa-apa Winnie?" tanya Brian masih cemas.


Winnie tersenyum dan mengangguk yakin, maka mereka pun masuk terlebih dahulu. Para tamu memang sudah berdatangan beberapa detik kemudian setelah mereka masuk sehingga mereka sibuk menyambut, semua tamu yang hadir adalah orang-orang elite yang berbisnis dengan Brian dan sisanya teman-teman Winnie.


"Nicki... kau cantik sekali! gaun yang kau pakai sangat indah," puji teman-teman gadis Nicki.


"Terimakasih," sahut Nicki berbangga hati.


Di pesta yang mana Winnie adalah bintangnya ia berhasil menarik perhatian semua orang, ia tak hanya mendapat pujian dari teman gadisnya tapi juga teman-teman orangtuanya dan kekaguman dari para pemuda.


Leo yang juga di undang turut memberikan pujian meski tak seantusias yang lain.


"Mana Winnie? dari tadi aku tidak melihatnya," tanya Leo yang memang sejak tadi mencari.


Bukan hanya Leo tapi para pemuda lainnya mulai mempertanyakan keberadaan Winnie, terlebih Ashar yang sudah membayangkan kecantikan Winnie dalam balutan gaun yang indah.


Terakhir kali mereka bertemu semua rencananya gagal sebab keberadaan Tony dan Leo, dia berencana menberikan hadiah berupa perhiasan yang pasti membuat Winnie luluh padanya.


Di dunia ini tak ada wanita yang bisa menolak perhiasan, sekaya apa pun mereka sudah kodratnya wanita menyukai hal-hal indah seperti perhiasan sehingga itu adalah hadiah yang pantas.


"Brian kapan acaranya di mulai? kenapa putrimu belum datang juga?" tanya salah satu teman bisnisnya yang merasa telah menunggu terlalu lama.


"Sebentar, aku akan mengeceknya terlebih dahulu," ujar Brian yang mulai cemas.


Sementara Camila tersenyum penuh kemenangan, ia sudah tahu kalau Winnie pandai dalam hal fashion. Karena itu saat melihat gaun yang ia berikan buruk tidak mungkin Winnie memiliki wajah untuk di tampilkan, ia pasti merasa malu hadir di tengah pesta mewah.


"Ah, itu dia!" seru Brian lega menatap Winnie yang baru hadir.


Semua mata segera tertuju pada Winnie, dengan senyum manis penuh percaya diri Winnie membalas tatapan mereka dan sedikit menundukkan kepala untuk memberi hormat.


"Ibu... ibu bilang gaunnya jelek, tapi.. tapi kenapa gaun itu sangat bagus? malah Winnie terlihat lebih cantik dari sebelumnya," bisik Nicki tanpa bisa memalingkan pandangnya.

__ADS_1


Camila tak bisa menjawab sebab itu bukan gaun yang ia siapkan, kenyataannya adalah saat pergi ke toilet dan mengganti pakaian Winnie sadar gaunnya terlalu sederhana untuk di pakai di sebuah pesta.


Jika di bandingkan dengan gaun yang di pakai Nicki jelas ia akan terlihat kampungan, karena itu Winnie merombaknya.


Ia memadukan gaun pertamanya yang sobek dengan gaun yang baru, butuh waktu cukup lama karena ia juga mengganti tatanan rambutnya dan menyesuaikan makeupnya dengan gaun yang kini ia pakai.


Hasilnya adalah Winnie terlihat bak ratu dengan kecantikan mutlak dan aura kebangsawanan yang kuat, ia telah mendominasi pesta sehingga dirinya menjadi bintang satu-satunya.


Para tamu mulai saling berbisik memuji kecantikannya, tak ayal juga di barengi gosip tentang Winnie yang selama ini tinggal di luar negri sehingga tak banyak yang tahu tentang dirinya.


Acara segera berlangsung, pesta yang di maksudkan untuk Winnie benar-benar hanya membicarakan seputar Winnie, rasa penasaran mereka bermunculan karena kedatangannya yang bagai bintang jatuh.


Dengan tenang dan lugas Winnie selalu dapat menjawab setiap pertanyaan yang di ajukan padanya, bahkan Winnie dapat mengobrol dengan salah satu kolega Brian yang berasal dari Spanyol.


"Winnie.. kau terlihat sangat menawan malam ini, aku ingin memberikan perhiasan ini untuk kado ulang tahunmu. Tapi setelah melihatmu aku merasa minder karena kau jauh lebih cantik dari perhiasan yang ku bawa," ujar Ashar yang akhirnya memiliki kesempatan untuk mendekati Winnie.


"Kau terlalu berlebihan, apa pun hadiah yang kau berikan aku pasti akan menerimanya dengan senang hati."


"Sungguh? ah kau tidak hanya cantik tapi juga baik hati seperti malaikat," sahut Ashar sumringah.


"Winnie ini saatnya meniup lilin, ayo!" ajak Nicki sembari menarik tangan Winnie agar ia berhenti tebar pesona.


Berdiri tepat di samping Winnie ia dan Camila telah menyiapkan satu rencana lagi untuk mempermalukan Winnie, kali ini tak boleh gagal karena itu ia berdiri sangat dekat dengan Winnie.


Dua orang pelayan masuk sambil mendorong meja berisi kue ulang tahun Winnie yang megah, semua mata segera tertuju pada kue itu dan tak sabar meresmikan pesta.


Saat kedua pelayan itu semakin mendekati Winnie mereka berubah posisi mendorong meja yang menyadarkan Winnie akan suatu hal, jika kedua pelayan itu terus mendorong dengan posisi berjalan bersama Winnie dapat membayangkan kue dapat jatuh karena tidak seimbang.


Perkiraannya tepat sasaran, saat kedua pelayan itu berhenti tepat di depan Winnie kuenya bergeser dan akan jatuh kepadanya. Tapi Winnie bergerak dengan cepat, ia mundur sehingga kue itu justru menimpa Nicki,


Aaaaaaaaaaa....


Jerit Nicki kaget sekaligus syok melihat gaunnya yang cantik di penuhi dengan krim kue.


"M-maafkan kami," ujar pelayan cepat.


Hahahahaha


"Apa-apaan itu, lucu sekali," ujar salah satu tamu yang merasa geli.


Hahahaha

__ADS_1


Tawa yang awalnya hanya satu orang itu tiba-tiba menjadi serentak, membahana di telinga Nicki yang mulai pucat karena ia menjadi bahan olok-olokan.


Sementara Winnie pun ikut tertawa di belakang, meski tawanya kecil dan lebih di dominasi senyum puas.


__ADS_2