Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 98 Pengadilan


__ADS_3

Ada rasa heran bagi Winnie melihat Brian berjalan tergesa-gesa ke dalam ruang rapat di ikuti oleh yang lain, dari apa yang ia lihat sudah bisa di pastikan sesuatu sedang terjadi.


Beberapa menit kemudian seseorang datang padanya dan menyuruhnya untuk datang ke ruang rapat, segera bangkit Winnie kemudian masuk ke ruangan.


Nampak jelas semua orang memasang wajah tegang, membuatnya berfikir sebuah masalah besar tengah terjadi.


"Bapak memanggil saya?" tanya Winnie sopan kepada Brian.


Meski mereka ayah dan anak tapi jika sedang di kantor Winnie selalu bersikap rendah dan menghormati semua orang, termasuk bersikap profesional kepada ayahnya.


"Duduklah," ujar Brian.


Kemudian seseorang bangkit dan menjelaskan masalah yang sedang terjadi kepada Winnie, rupanya produk yang mereka luncurkan bermasalah.


Banyak konsumen yang mengatakan produk itu berbahaya dan tidak layak pakai, bahkan mereka meminta ganti rugi karena efek yang diakibatkan dari produk itu.


Jika masalah ini dibiarkan maka mereka akan kehilangan banyak investor, ini menjadi masalah serius yang harus Winnie tangani sebab produk itu adalah tanggungjawabnya.


"Saya mengerti, beri saya waktu untuk memperbaiki masalah ini," sahut Winnie.


"Kalau begitu kau bisa segera memulainya," ujar Brian.


"Baik, permisi," balas Winnie sopan dan segera pergi.


"Dia tidak membantah atau membuat pembelaan, bahkan dengan tenang dia segera mengerjakan tugasnya. Pak Brian anda memiliki putri yang luar biasa," ujar salah satu kolega.


Brian tersenyum, Winnie memang selalu menjadi kebanggaan. Meski memang masalah ini belum tentu salahnya tapi Winnie sama sekali tak melakukan pembelaan karena ia tahu mungkin saja ia memang melakukan kesalahan, karena itu dengan sigap ia akan memperbaikinya.


Hal pertama yang Winnie lakukan adalah menarik produknya dari pemasaran dan kembali melakukan cek lab, ia juga mencaritahu berapa banyak konsumen yang telah di rugikan dan bagaimana keadaan mereka dari segi kesehatan.


Winnie bahkan sampai datang ke pabrik untuk melihat bagaimana produknya di produksi, setelah melihat proses awal sampai akhir dengan penjelasan lengkap ia pun meminta produksi di hentikan sementara sampai kasus selesai.


"Nona ada masalah besar," ujar anak buahnya.


"Ada apa?" tanya Winnie.


"Para konsumen membentuk semacam grup dan mengajukan tuntutan ke pengadilan," sahutnya.


"Sepertinya kita akan sibuk," balas Winnie sembari tersenyum.


Membuat bawahannya heran sebab di saat paling genting seperti ini pun Winnie masih bersikap tenang.

__ADS_1


......................


"Ada apa kau mengumpulkan kami?" tanya Carl.


Sejam yang lalu Winnie menghubungi Carl dan Deborah, ia menyuruh mereka datang ke apartemen.


"Aku ingin meminta bantuan kalian," ujarnya.


"Apa itu?" tanya Deborah penasaran sebab ini adalah kali pertama Winnie meminta bantuan dalam kurun waktu satu tahun terakhir.


"Produk ku dituntut banyak oleh para konsumen, aku berencana ingin memakai mu sebagai pengacara ku. Dan aku ingin kau mencaritahu dari mana para penuntut itu membeli produkku," jelas Winnie kepada Catl dan Deborah.


"Oh aku sudah melihatnya di internet, kau benar-benar sial ya?" ucap Deborah.


"Aku akan membayar kalian secara profesional, jadi tolong keluarkan kemampuan terbaik kalian."


"Bagaimana dengan ku? ada yang bisa kubantu?" tanya Aslan.


"Sayangnya tidak ada," sahut Winnie.


Aslan mendengus, wajahnya yang cemberut membuat Winnie ingin sekali mengigit hidungnya.


Hanya dalam waktu sehari Deborah berhasil mendapatkan informasi yang diminta Winnie, sementara Carl juga telah menyiapkan segalanya untuk membantu klien.


Aslan dan Deborah juga ikut untuk melihat jalannya pengadilan, begitu juga para kolega dan investor yang penasaran dengan hasil kerja Winnie.


Saat pengadilan di buka penuntut memulai dengan semua efek samping yang di derita akibat produk yang di jual Winnie, mereka merasa telah di rugikan dari segi materi, mental dan fisik.


Pengacara yang berada di pihak penuntut juga menunjukkan beberapa kerugian fisik yang di derita konsumen, seperti alergi, kebotakan, hingga ada juga mengalami kanker.


Tiba giliran Carl yang maju dengan tenang ia bicara.


"Yang Mulia, sebelumnya saya mohon ijin untuk bertanya kepada para penuntut."


"Diijinkan," sahut hakim.


"Pertama, untuk anda yang mengalami kanker. Kapan anda membeli produk dan sejak kapan anda memakainya?" tanya Carl.


"Um... aku tidak begitu yakin kapan aku beli, tapi aku sudah menggunakannya selama sebulan. Lalu sesuatu terjadi pada kulit ku dan saat di cek ternyata aku mengalami kanker kulit," sahutnya agak grogi karena semua perhatian tertuju padanya.


"Baik, pertanyaan selanjutnya yang ingin saya tanyakan kepada semua apakah kalian hanya menggunakan produk ini saja atau mencampurnya dengan produk lain?" tanya Carl lagi.

__ADS_1


Semua menyahut bahwa mereka hanya menggunakan produk itu saja, maka Carl pun tak bertanya apa pun lagi. Pihak penuntut kemudian membacakan bahan berbahaya yang digunakan produk, bahan inilah yang diduga penyebab dari semua efek samping.


"Pembela, apa kau punya pembelaan atas tuduhan ini?" tanya hakim.


"Yang Mulia, memang benar ada satu bahan yang cukup berbahaya dalam produk. Tapi anda bisa melihat di komposisinya bahwa kami hanya menggunakannya tidak lebih dari 1,0 % , kami juga sudah melakukan uji coba dan cek lab yang menunjukkan bahwa produk kami aman meski menggunakan bahan berbahaya tersebut," jawab Carl.


Pengadilan terus berlangsung yang ternyata cukup menyudutkan pihak Winnie, para investor mulai khawatir Winnie akan kalah. Tapi yang terjadi kemudian adalah langkah yang tak terduga.


"Yang Mulia, ijinkan saya bertanya sekali lagi kepada penuntut."


"Diijinkan," sahut hakim.


"Pertama adakah diantara kalian yang alergi terhadap cetyl alkohol?" tanya Carl.


Para penuntut itu saling menatap satu sama lalin karena mereka tidak tahu apakah mereka memiliki alergi ini atau tidak.


"Yang Mulia, cetyl alkohol berfungsi untuk mencegah kulit kering, kasar, bersisik gatal dan iritasi. Tapi bagi mereka yang tidak cocok justru akan mengakibatkan kulit kemerahan, tersengat seperti terbakar hingga iritasi. Anda bisa melihat dalam produk kami jelas tertulis peringatan bahwa produk ini hanya boleh digunakan bagi mereka yang tidak sensitif apalagi memiliki alergi, melihat bagaimana efek samping yang di derita saya ingin mereka melakukan tes lab untuk mengetahui apakah benar ini kesalahan perusahaan atau kelalaian penuntut. Sekian," jelas Carl.


Hakim mengangguk dan menyetujui permintaan Carl sebab memang ini cara terbaik untuk melihat siapa yang salah, dua hari kemudian pengadilan memutuskan bahwa ini adalah kelalaian konsumen setelah dilakukan tes lab.


Sorak kemenangan bergema dalam ruang pengadilan, mereka yang berada di pihak Winnie memberi ucapan selamat atas keberhasilannya.


"Karena kau yang menang maka kau harus mentraktir kami makan," ujar Deborah.


"Tentu saja, terimakasih atas bantuan kalian," sahut Winnie.


"Winnie!" seru Brian yang baru datang.


"Ayah?" panggil Winnie.


"Sepertinya ayah terlambat menyaksikan persidangan mu, tapi mengetahui kau berhasil menang sudah cukup bagi ayah. Ayo kita pulang dan rayakan ini," ajaknya.


"Itu... maafkan aku, mereka yang membantuku jadi aku sudah berjanji akan mentraktir mereka makan."


"Oh begitu, ayah mengerti. Carl terimakasih telah mau menjadi pengacara kami, kau masih muda tapi sangat bertalenta. Kedepannya aku pasti akan banyak membutuhkanmu," ujar Brian.


"Aku akan selalu siap membantu," sahut Carl.


Kemengan Winnie segera menjadi kabar panas yang beredar, sebenarnya alasan utama kabar ini mencuat ke publik adalah karena pengacara muda yang tampan yaitu Carl.


Dalam sekejap mata ia menjadi viral dan memiliki banyak fans karena ketampanannya, apalagi saat ia sedang bekerja di pengadilan. Banyak orang ingin menyaksikannya di pengadilan.

__ADS_1


"Mereka memenangkan persidangan," gumam Diana sambil menatap layar laptop.


"Ternyata dia memang bukan gadis sembarangan," ujarnya lagi.


__ADS_2