Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 77 Satu Musuh Telah Mati


__ADS_3

Mendapat telepon mendadak dari Winnie tentu membuat Will terheran-heran, apalagi Winnie mengajak bertemu di tempat yang cukup jauh.


"Maaf membuat mu menunggu lama," ujar Winnie sambil duduk.


"Kenapa kau menutup wajahmu dengan topi? aku hampir saja tidak mengenalmu," tanya Will.


"Ah aku merasa tidak aman," sahutnya.


"Tidak aman? apa maksud mu?" tanya Will sambil memperhatikan sekeliling.


"Ini berkaitan dengan apa yang ingin aku katakan," bisiknya.


Will memasang telinga dengan sangat baik agar ia tak salah dengar.


"Ibu menyuruhku untuk berhenti akting," ujarnya pelan.


"Apa? kenapa?" tanya Will kaget.


"Ingat Nagisa? asisten ku yang kemarin anda tanyakan? aku melihat ibu bertemu dengannya, lalu gadis itu memberikan ponsel kepada ibu dan berkata semuanya berjalan lancar. Diam-diam aku mengambil ponsel itu dan menemukan ini," jelas Winnie.


Ia menunjukkan foto Will yang kepergok bersama dengan Nagisa, tentu saja foto itu membuatnya geram dan mengakibatkan kebencian terhadap Camila semakin menjadi.


"Aku tahu ini lancang, tapi aku tidak mengerti mengapa ibu melakukan ini padamu? bahkan sekarang dia melarangku untuk akting lagi di bawah naungan mu," ujarnya.


"Winnie, apa kau mau menjadi rekan ku? kau tahu Camila bukanlah ibu kandung mu jadi kau tidak perlu merasa takut akan hal itu," tawar Will.


"Apa... maksudmu?" tanya Winnie bernada polos.


"Aku ingin kau melaporkan apa yang di rencakan Camila, aku yakin dia ingin menyingkirkan ku. Jika kau bersedia aku akan mengabulkan apa pun yang kau inginkan," sahutnya.


Winnie tersenyum, akhirnya ia mendapatkan hati Will dan berhasil menggenggamnya dalam kepalan tangannya.


"Bisakah kau menjadikan ku putri Wilson satu-satunya?" tanya Winnie yang membuat Will menatapnya bingung.


"Aku lelah bersaing dengan Nicki, hanya karena Nicki punya alergi dan fisiknya lebih lemah dari aku ayah selalu mengedepankannya. Padahal kami baru bertemu setelah berpisah selama bertahun-tahun," jelasnya.


Will tersenyum kecut, ia cukup mengerti kecemburuan yang di miliki Winnie.


"Ada satu hal yang perlu kau ketahui," ujar Will.

__ADS_1


"Apa itu?" tanya Winnie.


"Nicki adalah putri kandungku, jadi kau tenang saja karena aku ingin hak ku sebagai ayah Nicki oleh sebab itu Camila mencoba menyingkirku. Jika kau membantuku mendapatkan Nicki maka kau juga mendapatkan posisi sebagai putri Wilson satu-satunya," ujarnya.


Winnie tercengang, ia tak menyangka firasatnya benar dan hanya perlu sebuah pancingan kecil untuk mendapat fakta besar itu.


"Akan aku lakukan," sahut Winnie.


"Pertama, ikuti dulu permintaan Camila. Kau harus membangun citra anak baik di hadapan Camila oleh karena itu terpaksa kita hentikan syuting mu," ucapnya.


"Tidak masalah," balas Winnie.


Will tersenyum dan kembali mengatakan rencana selanjutnya yang perlu dilakukan Winnie, bak anak domba Winnie begitu patuh dengan wajah polosnya.


...


Tiga puluh menit dalam kebisuan selama perjalanan pulang, ini bukanlah kali pertama Leo bersikap dingin tak acuh padanya.


Sejak awal saat diberitahu kalau mereka telah di jodohkan seketika sikap Leo berubah drastis, sejak itu Teressa tahu Leo tak pernah ada hati untuknya.


Apa pun yang dilakukannya untuk menyenangkan Leo semuanya justru semakin membuat jarak diantara mereka.


"Dia gadis yang tadi sempat berdiri di sampingmu kan?" tanyanya.


Leo mengangguk tapi tak ada kata yang ia ucapkan.


"Dia sangat cantik, sejak tadi meski dia sudah pulang duluan tapi semua orang tak pernah berhenti membicarakannya. Dia pasti sangat populer," ujarnya.


Melirik pada Leo ia tak menemukan ekspresi apa pun.


"Mereka bilang aku seperti matahari yang bersinar memberi kehangatan, sementara Winnie bak bulan yang indah nan misterius. Saking cantiknya dia semua orang rela bergadang demi melihatnya padahal begadang akan menyebabkan mereka sakit," ujar Teressa.


Jelas ada nada kecemburuan salam kalimat terakhirnya, seakan ia iri pada perhatian semua orang kepada Winnie. Tapi yang sebenarnya ia hanya iri karena satu pria, yaitu Leo.


Saat datang bersama Nicki ia bisa melihat Leo tertawa dan tersenyum lepas, begitu bahagia meski mereka hanya bicara. Hal yang tidak pernah ada saat bersamanya, bahkan sebelum perjodohan itu terungkap.


......................


Will tahu ucapan Camila bukan hanya gertakan semata, maka ia sudah lebih dulu mengambil langkah untuk menyelamatkan citranya.

__ADS_1


Dua hari kemudian Jimmy melaporkan pada Winnie bahwa kakek Peter meninggal, Deborah sudah turun tangan untuk melihat penyebab kematiannya.


"Itu adalah kematian yang mengenaskan, polisi menarik kesimpulan bahwa kakek Peter di rampok sebab semua harta berharganya hilang kemudian dihabisi karena mencoba melawan," jelas Deborah.


"Will sudah melakukan tindakan yang tepat," ujar Winnie.


Ia menatap foto mayat kakek Peter yang terlalu mengerikan bagi orang biasa, kepalanya hancur dihantam benda tumpul puluhan kali sehingga wajahnya sulit di kenali.


Bahkan tangan dan kakinya juga ikut di hancurkan seolah mencoba menghilangkan sidik jari, meski begitu Winnie percaya seratus persen bahwa itu kakek Peter sebab Will sudah memutuskan untuk melawan Camila.


Satu musuh telah berhasil di singkirkan, Winnie mencoret foto kakek Peter dengan spidol merah untuk menandainya.


Berjalan mundur kini mereka menatap sisa musuh yang masih tersisa, di umur mereka yang masih muda ada banyak waktu untuk menyelesaikan misi ini.


Tapi Winnie tak ingin menghabiskan banyak waktu sebab ia tak sendirian, ia harus segera menghabisi mereka semua sebelum Nagisa lulus.


Ia ingin gadis tak berdosa itu dapat menikmati masa kuliah dengan tenang dan damai, ia juga ingin Deborah dapat menghabiskan waktu dengan bersenang-senang atau mencari pacar yang lebih baik.


Ia sendiri juga ingin Aslan cepat pulang agar ia bisa menjadi Winnie yang sesungguhnya, bukan bayangan Yumna.


Sementara itu Camila yang mendapat kiriman foto serta rekaman Will masih duduk keheranan, ia tak mengerti mengapa si pemerasnya mengirimkan foto itu kepadanya.


Tok Tok Tok


Ketukan di pintu itu membuatnya kaget hingga hampir menjatuhkan ponselnya, mencoba untuk tenang ia berjalan membuka pintu.


"Kau? ada apa?" tanya Camila melihat Winnie yang berdiri disana.


"Ada tukang pos datang, katanya ini untuk mu," ujar Winnie dengan wajah datar sambil menyodorkan sebuah ampop coklat.


Camila berdecak dan mengambil barang itu yang seperti berisi sebuah berkas, sementara Winnie segera pergi ke kamarnya. Cepat menutup pintu Camila melihat amplop itu tak tertera nama si pengirim yang membuatnya bingung, penasaran ia segera membuka untuk melihat isinya.


"Ah!" pekiknya segera menutup mulut dengan panik.


Perlahan ia kembali mengambil berkas itu yang isinya adalah foto-foto mayat kakek Peter, disana juga terdapat laporan mengenai penyebab kematiannya.


Dddrrrrrttt


"Ah!" kembali memekik karena kaget Camila mengutuk ponselnya yang berdering.

__ADS_1


Setelah dilihat rupanya itu sebuah pesan dari si pemeras yang isinya mengajak Camila bertemu, dia juga mengatakan untuk berhati-hati agar jangan sampai di ikuti siapa pun yang membuat Camila seketika merasa di ikuti.


__ADS_2