
Aslan segera melaporkan apa yang ia temukan kepada Winnie, tapi anehnya pesannya tidak dibaca sama sekali padahal lima belas menit telah berlalu.
Kini mereka dalam perjalanan pulang sambil mengikuti mobil Camila yang juga pergi, Aslan kemudian mencoba menelpon tapi tak ada jawaban.
"Aneh sekali, kemana dia pergi?" gumam Aslan.
"Mungkin dia sedang di kamar mandi," sahut Carl.
Aslan kemudian mencoba menghubungi Deborah, menanyakan kalau-kalau Winnie memberi perintah. Tapi Deborah mengatakan sudah seharian setelah membagi tugas Winnie belum ada mengabari, merasakan ada yang tidak beres Aslan kemudian menyuruh Carl untuk membawanya ke tempat Jimmy.
Sampai disana alangkah terkejutnya mereka bahwa Winnie datang untuk membawa Roman dan perawat Iren pergi, sayangnya Jimmy tidak tahu kemana Winnie membawa mereka.
"Aku pikir pekerjaan ku selesai, sebab Winnie membayar kami tadi untuk pekerjaan yang selama ini kami lakukan," ujar Jimmy.
Semakin merasa ada yang janggal kemudian Aslan memerintahkan Deborah untuk melacak keberadaan Winnie lewat mobil yang dia pakai, sementara mereka lekas kembali ke mobil sambil mencari di tempat yang kemungkinan Winnie datangi.
"Aslan aku menemukannya! mobil Winnie mengarah ke daerah yang tak jauh dari SMU kita," ujar Deborah dalam telepon.
"Mengerti! kau teruslah mencari dimana posisi tepatnya," sahut Carl.
Ada satu tempat yang daerahnya cukup sepi, Aslan tahu sebab dulu ia sering keluyuran. Mengarahkan kemana Carl harus berkendara akhirnya mereka menemukan mobil yang di pakai Winnie terparkir di sebuah gudang, ada juga mobil lainnya yang begitu mereka lihat nomor plat mobilnya itu merupakan milik Jack.
Merasa cemas mereka cepat turun dan hendak masuk ke dalam, meski ada dua orang penjaga tanpa ragu mereka menumbangkannya hanya dalam waktu singkat.
"Winnie!" panggil Aslan sambil berlari masuk.
Tapi apa yang kemudian ia lihat membuatnya bungkam, tempat itu tak hanya di penuhi debu tapi juga darah. Yang membuat Aslan bungkam adalah Winnie sedang duduk memeluk Leo dengan tangis yang tak bisa berhenti, sementara Carl yang kaget melihat tempat itu segera memeriksa Jack yang terkapar.
Tak ada denyut nadi juga hembusan nafas, tapi tubuhnya masih cukup hangat yang menandakan Jack tewas belum lama. Selain itu Carl juga menemukan mayat perawat Iren dan Roman dengan luka tembak dalam posisi terikat.
Melihat keseluruhan TKP Carl menyimpulkan terjadi sebuah adu tembak yang cukup sengit, namun pertempuran itu dimenangkan oleh Winnie. Sayangnya harus ada satu nyawa tak berdosa yang menghilang, itu adalah nyawa Leo yang sudah pasti mengorbankan diri demi Winnie.
__ADS_1
Baik Aslan maupun Carl belum ada yang berani mendekati Winnie, ini adalah kali pertama mereka melihat Winnie begitu hancur.
......................
Dua hari telah berlalu semenjak peristiwa itu, Winnie sama sekali belum buka suara atas apa yang sebenarnya terjadi dan tak ada yang berani bertanya.
Ditengah cuaca cerah dalam bayang kenangan pangeran mahkota Winnie datang ke galeri demi melihat lukisan padang bunga, ia ingat Leo menunjukkan lukisan itu padanya secara khusus.
Rupanya saat itu Leo sudah tahu kalau Winnie adalah Yumna, karena itu ia ingin menujukan apa yang paling disukai Yumna.
Semakin lama menatap lukisan itu Winnie baru tersadar ada sebuah tulisan kecil di ujung lukisan paling bawah, mendekatkan diri agar dapat membaca tulisan itu Winnie kaget saat berhasil membacanya.
Tulisan itu ternyata judul lukisan yakni 'Taman bunga kediaman Mo' lalu terdapat nama si pelukis yaitu Leo.
Menutup mulut karena kaget air matanya tiba-tiba tumpah, betapa banyak hal rupanya yang telah Leo lakukan untuk menyadarkan Winnie bahwa mereka sama-sama berengkarnasi.
"Winnie!" panggil seseorang.
"Winnie apa kau percaya reinkarnasi?" tanya Marito.
"Apa? kenapa?" tanya Winnie kaget.
"Leo sangat mempercayainya," ujarnya sembari tersenyum pahit.
"Ia pernah berkata bahwa dia seakan berada di dua dunia yang berbeda sekaligus, pertama sebagai Leo dan yang kedua sebagai seorang pangeran di dunia lain. Dia juga bercerita saat dia menjadi pangeran ada satu wanita cacat yang sangat dia cintai," ujar Marito.
Winnie tertegun, rupanya reinkarnasi pangeran tak sama sepertinya.
"Awalnya aku menganggap Leo mengkonsumsi obat diam-diam sampai ia berhalusinasi, tapi suatu hari dia membuatku sangat khawatir."
Marito kemudian menyerahkan sebuah buku kepada Winnie.
__ADS_1
"Dia berkata nasibnya sebagai pangeran tidaklah baik, dia merasa sebagai Leo pun akan mengalami tragedi yang sama. Ia meminta ku memberikan ini padamu jika suatu hari hal buruk terjadi padanya," ujarnya.
Winnie mengambil buku itu, rupanya itu adalah diary Leo. Mungkin ada sesuatu atau banyak hal yang ingin Leo sampaikan padanya namun tak ada kesempatan yang bagus, karena itu semuanya telah ia siapkan dalam buku itu.
"Dia adalah anak yang cukup tertutup, tapi selama hidup sebagai temannya hanya bersama mu dia selalu tampak bahagia. Terimakasih telah menjadi bagian kenangan Leo yang indah," ucap Marito sebelum akhirnya pergi.
......................
Ujian sebentar lagi akan di mulai, Nagisa tahu harusnya dia belajar lebih giat lagi demi mewujudkan cita-citanya. Tapi semangatnya seketika hilang saat Carl pulang membawa berita yang ia lihat, sejak saat itu semua orang jadi pendiam.
Khususnya Aslan, dia terus melamun sambil sesekali menatap ponsel berharap Winnie ada menghubunginya. Sementara benaknya terus saja mengulang apa yang ia lihat di tempat itu, dalam hati ia bertanya-tanya siapakah Leo sebenarnya.
Mengapa Winnie begitu merasa kehilangan bahkan hancur meratapi mayatnya, ia yakin Leo sangat berarti bagi Winnie melihat kehancurannya.
Ia juga teringat bagaimana ia memergoki Leo sedang memegang tangan Winnie dengan raut wajah cemas, saat itu memang Winnie hanya mengatakan teman. Sejak itu juga Winnie bersikap seperti biasa bahkan lebih fokus pada misinya, sekalipun ia tak pernah menyinggung soal Leo.
Tapi mendapati ternyata Leo adalah anak Jack membuat pikiran Aslan macam-macam, ia bahkan curiga selama kepergiannya keluar negri Winnie menjalin hubungan dengan Leo.
Kecurigaan itu akhirnya membuatnya emosi hingga melampiaskannya pada minuman, tentu saja itu membuat Deborah cemas hingga berniat menghentikannya.
"Jangan, itu hanya akan memperparah suasana hatinya," larang Carl.
"Lalu bagaimana?" tanya Deborah.
"Biarkan saja, oh ya.. apa Leo dan Winnie benar-benar memiliki hubungan?" tanyanya.
"Tentu saja tidak ada, aku selalu memperingati Winnie agar jangan dekat dengan pria mana pun. Semua pria yang mendekati Winnie aku sangat tahu persis dan mereka tak lebih dari sekedar teman," sahut Deborah.
Tapi jika hanya teman tidak mungkin Leo rela berkorban dan Winnie hancur akan kepergiannya, Carl tahu persis itu.
Mungkin saja Winnie dan Leo saling menyimpan rasa namun tak pernah mengungkapkannya, itu dapat di maklumi dan kini ia juga harus memaklumi tuannya yang sedang patah hati.
__ADS_1