Reinkarnasi Putri Cacat

Reinkarnasi Putri Cacat
Bab 36 Hubungan Ayah Dan Anak


__ADS_3

Pulang ke rumah saat matahari masih terik Winnie merasa kehausan, berniat membuat minuman ia pergi ke dapur dan menyiapkannya sendirian.


"Sepertinya aku juga butuh cemilan," gumamnya setelah selesai membuat minuman.


Membuka setiap laci akhirnya Winnie menemukan setoples keripik, merasa senang ia membawanya ke taman agar bisa sekalian menikmati bunga.


"Winnie apa yang kau lakukan? kapan kau pulang?" tanya Camila menghampiri.


"Baru datang, aku sedang menikmati bunga sambil ngemil. Apa ibu mau?" tawarnya.


"Tidak, itu bukan makanan dan minuman yang baik untuk kesehatan," tolaknya.


Duduk tepat di hadapan Winnie ia kembali bicara.


"Sekarang kau tahu bahwa kau adalah bagian dari keluarga Wilson, sepatutnya semua adat keluarga kau harus tahu dan mentaatinya. Kita adalah keluarga terhormat Winnie, jadi aku harap kau mengerti. Pertama saat kau pulang dari mana pun kau harus menyapa terlebih dahulu yang tertua dalam keluarga ini," jelas Camila.


Menatap tatapan Camila ada sebuah tekanan yang Winnie rasakan, sayangnya Winnie sudah terbiasa sehingga ia tak akan takut hanya karena hal itu.


"Maafkan aku ibu," ujarnya santai namun dengan sopan.


"Sepertinya kau anak yang cepat belajar," komentar Camila puas akan jawaban itu.


"Baiklah silahkan nikmati cemilan mu," lanjutnya sambil berdiri kemudian pergi.


Saat masuk ke dalam tak disangka Brian sudah pulang, tentu ini mengejutkannya karena masih terlalu siang untuk dia pulang.


"Suamiku kau sudah pulang," sambutnya.


"Ya, hari ini aku berniat mengajak Winnie ke kandang. Ku lihat mobilnya sudah terparkir di garasi pasti dia sudah pulang kan?" jawabnya.


"Kebetulan sekali, ada hal yang ingin aku bicarakan tentang Winnie padamu," ujarnya mulai memasang wajah sedih.


"Ada apa?" tanya Brian sedikit cemas.

__ADS_1


"Winnie terbiasa hidup bebas di lingkungan yang kurang baik, baru saja aku selesai bicara dengannya. Dia minum yang mengandung kadar gula tinggi dan memakan cemilan yang tidak sehat, aku khawatir itu akan membuatnya sakit. Tapi dia sedikit bandel dengan mengatakan dia sudah terbiasa dengan semua makanan itu, aku harap kau mau bicara baik-baik padanya. Tolong nasehati dia demi kesehatannya," jelasnya.


Di mata Brian ia melihat Camila sebagai ibu sambung yang sangat peduli, memegang bahunya Brian berkata untuk tidak mengkhawatirkan apa pun sebab dia akan mengurusnya.


Berjalan keluar Brian menghampiri Winnie yang asik bersantai dan langsung duduk di hadapannya, tentu itu sedikit mengejutkan Winnie.


"Oh ayah sudah pulang, selamat datang!" sambutnya.


"Terimakasih nak," jawab Brian namun matanya mengarah pada meja dimana makanan dan minuman yang diceritakan Camila berada.


"Kau menyukai makanan ini?" tanya Brian.


"Ya," sahut Winnie heran akan pertanyaan itu.


"Sayang sebaiknya kau rubah kebiasaan mu, makanan seperti ini tidaklah baik untuk kesehatan. Kau adalah putri keluarga Wilson jadi kau harus memperhatikan aspek terkecil sekalipun," ujarnya.


Winnie mengerutkan kening, itu hanya sebuah cemilan biasa dan Brian mempermasalahkannya. Tiba-tiba itu membuatnya teringat pada Deborah, sahabatnya itu juga sering kali mengeluh akan segala peraturan keluarganya yang membuatnya merasa terkekang.


Tak disangka kini Winnie merasakan hal yang sama, ini juga membuatnya mengingat dirinya sebagai Yumna putri bangsawan dimana. Sialnya Winnie sudah merasa nyaman dengan kehidupan sederhana, jadi ia merasa jengkel sebab seakan kehidupan Yumna kembali lagi padanya.


"Bagus, hari ini ayah ingin mengajak mu ke kandang. Kau mau ikut kan?" tanya Brian.


"Kandang?" ulang Winnie penasaran seperti apa tempat itu.


Setelah Brian berganti pakaian dengan kemeja biasa mereka pun pergi, rupanya kandang yang di maksud Brian adalah kandang kuda.


Brian menjelaskan bahwa tempat itu merupakan milik keluarga Wilson, diantara banyaknya kuda yang ada salah satunya milik Brian.


"Namanya Oscar," ujar Brian memberitahu nama kudanya.


"Dia sangat gagah," puji Winnie sambil mengeluh rambut panjang Oscar yang terurai.


Brian mengajaknya berkeliling dan menyuruh Winnie untuk mengambil satu kuda, itu akan menjadi kuda miliknya dan Winnie berhak serta berkewajiban mengurusnya.

__ADS_1


Melihat satu persatu kuda yang ada pilihan Winnie jatuh pada seekor kuda betina berwana hitam, entah mengapa menatap mata besar kuda itu ia merasa batin mereka terhubung satu sama lain.


Setelah memutuskan petugas yang ada mengajari Winnie bagaimana cara menunggangi kuda, ia juga di beritahu perawatan yang harus kuda terima agar selalu sehat.


Kegiatan itu rupanya cukup menyenangkan, dari sana Winnie juga semakin mengenal Brian yang ternyata pecinta binatang.


Larut dalam tawa kebahagiaan mereka sampai lupa waktu, saat sadar matahari sudah terbenam dan mereka sudah terlambat untuk makan malam. Karena itu Brian mengajak Winnie sekalian makan di luar, di sebuah restoran yang tak jauh dari sana.


"Kau ingin makan apa?" tanya Brian menatap buku menu.


"Apa pun yang ayah makan," sahut Winnie.


"Sungguh? bagaimana jika kau tidak suka?" tanyanya lagi.


"Tak masalah, setidaknya dengan begitu aku tahu selera ayah," sahutnya.


Brian tersenyum, ia sangat senang sebab merasa Winnie ingin mengenalnya lebih jauh dan menciptakan hubungan ayah dan anak yang baik. Maka ia pun memesan semua makanan kesukaannya, ternyata Bria memiliki selera sehat yang kental.


Semua makanan yang tersaji tidak mengandung gula berlebih dan tidak pedas, rata-rata cara di masaknya di bakar atau berkuah seperti sup yang bebas minyak.


Untuk rasa tentu Winnie kurang suka karena dia terbiasa makan makanan yang memiliki rasa kuat, tapi untuk makanan ini ia masih bisa menelannya.


"Bagaimana?" tanya Brian.


"Ada beberapa menu yang aku suka dan tentu ada beberapa yang tidak aku suka," sahut Winnie jujur.


"Mm, lain kali ayah yang akan mencoba seleramu," ucap Brian.


"Tidak perlu, ayah tahu bagaimana selera ku. Justru aku akan merubahnya sama seperti ayah," balas Winnie.


Pernyataan itu membuat Brian terharu, sebegitu besar keinginan Winnie memberikan yang terbaik untuknya sampai ia rela berubah. Ini membuat Brian merasa telah egois, ia menikmati hubungan ayah dan anak tapi jika itu menyiksa Winnie ia tak mau.


"Kau masih boleh memakan mie dan beberapa makanan yang lainnya sekali-kali, ayah hanya ingin kau mulai hidup sehat tapi tentu kau tidak akan bisa meninggalkan seleramu. Karena sebaiknya kau makan makanan seperti itu saat berada di luar sebab jika ketahuan ibumu dia akan mengomel lagi," ujar Brian.

__ADS_1


Winnie terdiam, bukan karena pengertian yang di berikan tapi kalimat terakhir yang menyita perhatian.


Rupanya Camila mengadu dan mengatakan sesuatu yang membuat Brian mengomentari makanannya, sungguh selir yang mulai menunjukkan taringnya.


__ADS_2