
Tanpa disengaja, Nadia dan Tristan seolah berlomba untuk segera menikah. Tristan akan segera melangsungkan pertunangannya dengan Triyasih, begitupun ia dan Bimasena akan menyusul Tristan.
Padahal baginya semua terlalu mendadak. Telepon Bimasena membuatnya sesak nafas dan kalang kabut.
Aku dan keluargaku tiba di Jakarta hari jumat. Kita lamaran dan tunangan hari minggu. Lalu menikah dua bulan setelah acara tunangan.
Burung-burung yang terbang dengan begitu sombong, berhenti mengepakkan sayap manakala mendengar berita ia akan dilamar Bimasena. Ya, ia akan segera bertunangan dan menikah dengan pria yang menempati singgasana hati.
Menyudahi kehidupan yang sepi dan malam-malam bekunya. Pucuk bunga yang pernah layu di taman hatinya, merekah sempurna bermacam-macam warnanya.
Tidak ada yang lebih indah, selain melihat mata cokelat memuja dirinya. Padahal dirinya tidak pantas dipuja oleh seorang pria yang bernama Bimasena. Pria yang hampir memiliki segala-galanya.
Kamu nggak perlu repot, Aurel yang akan mengurus acaranya. Kita gunakan jasa wedding organizer.
Bagaimana ia tidak bingung, ia dan Glor belum memiliki pakaian untuk acara tersebut. Di mana ia bisa menemukan desainer yang bisa menyiapkan pakaian untuk pertunangan dalam waktu yang singkat?
Karena terlalu sibuk, Bimasena memutuskan hal yang begitu penting sendirian. Tidak mengajaknya berdiskusi terlebih dahulu.
Sekarang ia, Glor, Lily dan Aurel berada di sebuah butik milik desainer ternama indonesia untuk persiapan acara pertunangan dan pernikahan. Perancang busana yang fokus menggarap segmen evening gown dan bridal.
Butik milik perancang Mr. HT bernuansa minimalis dengan sentuhan elemen alam. Selain keberadaan meja kayu yang di atasnya terdapat sebuah vas tanaman, pintu kayu warna coklat dengan ornamen chinese tassel di tengahnya, membuat interior butik itu terasa teduh.
Untuk acara pertunangannya ia terpaksa menggunakan gaun yang ready wear. Tidak cukup waktu lagi bagi perancang mode untuk menyiapkan gaun yang sesuai keinginannya. Hanya untuk pernikahan, ia meminta gaun dirancang khusus untuknya.
Beberapa potong gaun yang dicobanya tampak cantik. Dan akhirnya ia memilih satu gaun yang akan digunakan untuk pertunangannya. Gaun yang berwarna putih dengan potongan bahu lebar.
Sambil mengajaknya mengobrol santai, mata sang desainer memindai bagian busana yang perlu disesuaikan. Tidak banyak yang perlu disesuaikan dari gaun tersebut, karena berat badannya sudah kembali normal.
"Mbak Nadia postur tubuhnya seperti seorang model," puji Mr HT sang desainer. "Gaunnya seolah diukur dan dijahit untuk Mbak Nadia."
Ia hanya tertawa mendengar pujian Mr. HT. Pujian yang membuatnya sedikit berbesar kepala.
Apa perlu ia katakan kepada Mr.HT bila ia pernah menjadi seorang model?
Tetapi tidak ada yang perlu dibanggakan. Toh ia seorang model yang gagal bersaing.
Ia meminta kepada Aurel untuk mengambil fotonya, lalu mengirim foto itu kepada Bimasena. Terhadap segala sesuatu, ia selalu selalu meminta pertimbangan pria tersebut. Bahkan hal terkecilpun. Seperti makanan yang akan diberikan kepada Glor.
Ia kemudian mengirim pesan menyusul foto tersebut.
Nadia:
Dad, ini cantik nggak? Aku mau pakai saat tunangan.
Bimasena:
Apa yang nggak cantik kalau Mommy yang kenakan? Pake daster aja cantik.
Nadia:
Iiiiih jawab serius Bim, jangan merayu melulu.
Bimasena:
You’re beautiful (Kamu cantik).
Bimasena:
That dress looks perfect on you (Kamu tampak sempurna memakai gaun itu).
Nadia:
Serius? Kamu nggak bohong?
Bimasena:
__ADS_1
I'm seriously
Ia kembali tersenyum dan berbesar kepala menerima pujian yang kedua. Apalagi pujian itu datangnya dari Bimasena.
Tapi pesan Bimasena selanjutnya membuat wajahnya memanas dan merona.
Bimasena:
Mi, aku tunggu fotomu selanjutnya. Foto yang nggak pakai baju itu. Juga nggak pakai baju yang lain. Itu hutangmu kepadaku.
Janji itu memang adalah hutang. Tapi kapan ia berjanji seperti itu kepada Bimasena? Mengapa ia tiba-tiba berhutang kepada pria itu?
*******
Bimasena tersenyum puas melihat Bahan Bakar Minyak yang telah diproduksi oleh FreddCo Energy mulai dimuat ke dalam kapal tanker. Ia berada di pelabuhan produksi untuk memantau secara langsung pemuatan minyak produk hasil produksi kilang minyak.
Sebelum dilakukan pemuatan, ia menyempatkan naik ke atas kapal tanker. Memeriksa kondisi dan kesiapan kapal tanker.
Mengecek cargo tanks (tanki-tanki muatan) yang terbagi tiga bagian secara melintang dan dipisahkan dengan dinding-dinding membujur. Memastikan kesesuaian penataan pipa. Karena tanker akan mengangkut minyak produk, maka penataan pipa harus menggunakan Ring Main System (Sistem Lingkaran Pipa Utama), serta memeriksa standar keamanan kapal.
Bila pemuatan dan pengangkutan minyak produk telah selesai, maka selesai pulalah pekerjaannya di Venezuela. Ia akan ditarik kembali ke FreddCo Energy pusat di Texas sambil menunggu di negara mana ia akan ditempatkan selanjutnya. Tentu saja dengan jabatan yang lebih tinggi, sebagai Direktur Utama.
Menjelang malam hari, semua proses pemuatan di pelabuhan produksi telah selesai. Ia bersama jajaran direksi FreddCo Energy Venezuela menuju sebuah klub malam untuk merayakan keberhasilan mereka.
Tidak mudah menjalankan bisnis minyak dan gas ditengah terpuruknya kondisi ekonomi Venezuela. Disaat harga yang melambung tinggi dan kondisi keamanan yang sangat buruk.
Ia telah menunjukkan bahwa ia mampu menjalankan FreddCo Energy di Venezuela padahal FeddCo Energy Venezuela sudah nyaris gulung tikar.
Venezuela merupakan capaian tertingginya selama berkarir di FreddCo Energy, karena berhasil menaklukan tantangan terbesar dan terberat.
Ia tersenyum membaca pesan yang dikirim ayah tirinya kepadanya.
Albert Johannes:
Congratulations on your outstanding achievement (Selamat atas pencapaian luar biasamu). You deserve every bit of it (Kamu pantas mendapatkannya). You have made us proud (Kamu telah membuat kami bangga).
Bimasena:
Thank you for always believing in me (Terima kasih karena selalu percaya padaku).
Karena krisis ekonomi dan keamanan, FreddCo energy pusat tidak memperhitungkan Venezuela lagi. Meskipun negara tersebut merupakan negara yang kaya minyak. Hampir saja kantor pusat menutup cabang di Venezuela.
Namun karena keberaniannya mengambil risiko, tentu saja dengan perhitungan yang matang, ditunjang oleh power yang ia miliki sebagai salah satu pemegang saham perusahaan dan putera dari Presiden Direktur FreddCo Energy pusat, akhirnya kantor pusat memberi kesempatan kepadanya.
Target awal kantor pusat hanya sebatas FreedCo Energy Venezuela mengekspor minyak mentah. Namun ia melampau target dengan mengekspor minyak hasil olahan.
Rasanya ingin membagi kebahagiaannya dengan Nadia. Tapi apa Nadia mengerti mengenai kesuksesannya? Atau ia harus menjelaskan panjang lebar terlebih dahulu?
Mungkin tidak perlu.
Yang ada dalam otak Nadia saat ini adalah baju pertunangan, bajunya harus seragam dengan baju Glor serta acara pertunangan, padahal ia sudah menyewa jasa wedding organizer melalui Aurel.
Wanita itu begitu bahagia, begitu ia menyampaikan akan pulang ke Indonesia bersama orang tuanya pada hari jumat dan akan melamar Nadia pada hari minggu.
Yang Nadia butuhkan sekarang adalah ia segera kembali ke indonesia. Begitupun dirinya, tidak sabar untuk segera mencium bayi empuknya sekaligus ibu si bayi. Menuntaskan semua rindu dan hasrat yang membuncah.
Nadia akan menerima aksi balas dendamnya. Berkali-kali permintaannya ditolak Nadia. Permintaan nakalnya. Ingin melihat Nadia tanpa pakaian saat video call. Juga meminta foto Nadia tanpa busana.
Dalam perjalanan ke klub ia menggunakan waktu untuk menghubungi Aurel melalui panggilan telepon, membahas kesiapan acara lamaran sekaligus pertunangan dengan Nadia.
Setelah berbicara dengan Aurel, ia menghubungi Nadia melalui panggilan video call.
Nadia : Halo Daddy ...
Bimasena : Lagi ngapain Mi?
Nadia memperlihatkan padanya Glor yang sedang disuapi makanan oleh Nadia.
__ADS_1
Nadia : Nih Glor lagi sarapan Dad. Bilang halo sama Daddy nak!
Glor : Bibbi
Ia tertawa mendengar bagaimana puteranya menyapanya. Glor belum bisa mengucapkan kata daddy. Sehingga daddy berubah menjadi bibbi.
Bimasena : Makan yang banyak ya Nak, biar cepat gede.
Glor : Mamma
Nadia : Bim, kamu jadikan datang kan hari jumat? Jangan sampai ditunda lagi karena pekerjaan. Kamu lebih mementingkan pekerjaan daripada aku.
Nadia masuk lagi dalam mode manjanya, yang membuatnya gemas ingin melahap Nadia. Nadia tidak sadar bila sudah membuat seekor singa kelaparan, dan wanita itu harus bertanggung jawab karenanya.
Bimasena : Memang kamu nggak penting bagiku.
Wajah Nadia mendadak muram. Bibir wanita itu bergetar.
Bimasena : Tapi kamu lebih dari penting. Kamu dan Glor segalanya bagiku. Kompasku tidak menuntun ke arah utara, tetapi menuntun langkahku selalu tertuju kepada kamu dan Glor.
Wajah wanita itu yang tadinya sendu, berseri kembali. Menyunggikan senyum yang sangat lebar.
Bimasena : Pekerjaanku telah selesai. Kami bahkan melampaui target. Aku pulang sesuai jadwal dan melamarmu pada hari minggu.
Nadia : Bim, aku bahagia sekali. Nggak sabar menunggu kamu datang. Aku dan Glor jemput ya di bandara?
Seperti yang ia duga, Nadia tidak mengerti dengan pencapaiannya. Nadia hanya fokus pada rencananya untuk pulang ke Indonesia.
Bimasena : Soy feliz si tu eres feliz.
Namun lagi-lagi,
Nadia : Apa artinya?
Bimasena : Aku bahagia jika kamu bahagia.
Ia terharu melihat Nadia yang begitu mengharapkan kedatangannya.
Bimasena : Kamu rindu?
Nadia mengangguk malu.
Bimasena : Rinduku lebih berat, karena memikul rindu pada dua orang sekaligus. Kamu dan Glor.
Nadia tersenyum, tersipu-sipu bahagia.
Bimasena : Seamos felices juntos. Juntos superamos todos los problemas. Creamos hermosos recuerdos.
Kening Nadia mengerut dan lagi-lagi,
Nadia : Apa artinya?
Bimasena : Mari bahagia bersama. Bersama lewati segala masalah. Kita ciptakan kenangan indah.
********
Readersku tersayang,
Apa kabarnya hari ini? Semoga selalu diberikan limpahan kesehatan dan rezeki dari Sang Pencipta.
Sebagai ucapan terimakasih kepada dukungan readers, author akan memberikan gift kepada tiga readers dengan dukungan tertinggi yang dilihat pada episode terakhir.
Terima kasih atas segala dukungannya terhadap novel ini. Hanya Tuhan yang bisa membalas kebaikan readers.
Salam sayang dari
Author Ina AS
__ADS_1
😘😘😘