REUNI INDAHNYA MENDUA

REUNI INDAHNYA MENDUA
82. Te Echo De Menos (Aku Rindu Padamu)


__ADS_3

Hanya seminggu Bimasena bertugas tanpa jabatan pada kantor pusat FreddCo Energy di Texas, ia sudah dipindahkan oleh Ayah Tirinya ke negara Venezuela dengan jabatan satu tingkat lebih tinggi dari jabatan terakhirnya di Indonesia.


Di Venezuela ia menjabat sebagai Executive Vice President Managing Director yang membawahi beberapa Senior Vice President.


Jabatan yang diperolehnya memang lebih tinggi. Tetapi baginya ditugaskan di Venezuela merupakan hukuman secara halus yang diberikan oleh ayah tirinya Albert Johannes atas skandal yang ia lakukan di Indonesia.


Meskipun hidup di dunia barat, menjalin hubungan dengan wanita yang telah berkeluarga merupakan sebuah skandal yang memalukan.


Tidak seorang pun anggota keluarga yang memberi lampu hijau atau dukungan baginya. Bahkan ayah kandungnya yang sebelumnya sudah memintanya menikah dengan Nadia, begitu mengetahui status Nadia, memberi kartu kuning padanya.


"Eat your food, not your friend (Makanlah makananmu, bukan temanmu)." Kalimat sederhana dari ayah tirinya yang membuat wajahnya serasa terbakar.


"Cheating someone is a mistake (Mencurangi seseorang adalah kesalahan). Don’t be afraid to give up the good to go for the great (Jangan takut untuk mengalah demi kebaikan)." Memang benar apa yang telah dikatakan oleh ayah tirinya. Ia telah mencurangi Tristan.


Sekarang ia menyerah, memberikan kesempatan kepada Nadia dan Tristan untuk melanjutkan kehidupan rumah tangga mereka.


Tapi apakah ia rela? Rela tidak rela ia cukup menggigit jari saja.


The hottest love has the coldest end.


(Cinta terpanas memiliki akhir yang paling dingin)


Begitulah akhir hubungannya dengan Nadia.


Venezuela merupakan negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, mengalahkan Arab Saudi. Tetapi negara di bagian utara Amerika Selatan itu merupakan negara yang nyaris gagal.


Negara ini dilanda krisis berkepanjangan. Mulai dari gizi buruk, pemadaman listrik, hingga warga berebut air limbah saking miskinnya dan perlu bantuan kemanusiaan.


Perkembangan negatif di Venezuela seolah menunjukkan bahwa krisis ekonomi yang dilanjutkan krisis politik belum akan berakhir.


Wajar saja bila ia merasa Ayah Tirinya menghukumnya dengan mengirimnya ke negara dengan krisis kemanusiaan yang dipicu resesi berkepanjangan dan hiperinflasi. Biaya hidup sangat mahal di negara itu.


Cadangan minyak memang besar, namun biaya produksi sangat tinggi. Semakin tinggi biaya produksi, jelas semakin rendah laba perusahaan. Ia harus berpikir keras bagaimana meraup laba yang maksimal ditengah krisis ekonomi negara tersebut.


Sekarang tugasnya di FreddCo Energy bukan mencari minyak lagi atau di bagian eksplorasi. Sekarang ia bertanggung jawab di bagian eksploitasi, mengelola dan mengembangkan ladang minyak FreddCo Energy di Venezuela, baik yang di darat maupun lepas pantai.


Sebenarnya ibunya khawatir ia ditugaskan di Venezuela. Karena Caracas, ibukota Venezuela tempatnya bermukim, merupakan kota yang kejam dan berbahaya.


Caracas, kota ini sangat padat dan rawan tindak kriminalitas. Tingkat kemiskinan di Caracas cukup tinggi, mengakibatkan sebagian warganya memilih menjadi penjahat atau pembunuh


Anak-anak kecil di Caracas sudah dilatih secara semi militer oleh para gangster untuk bisa menjadi penjahat hebat di masa mendatang. Toko-toko dan bank di Caracas juga sudah biasa menghadapi perampok datang untuk menjarah setiap tahunnya.


Tetapi ayah tirinya berdalih kepada ibunya, bahwa penempatannya di Venezuela hanya sebagai batu loncatan saja. Karena ayah tirinya sudah menyiapkan jabatan Direktur Utama untuknya pada salah satu cabang FreddCo Energy di sebuah negara.

__ADS_1


Meskipun merupakan negara krisis, Venezuela merupakan pabrik wanita cantik atau surganya para bidadari. Dikenal sebagai negara paling sering memenangkan kontes kecantikan.


Obsesi penduduk Venezuela pada kontes kecantikan terlihat dari menjamurnya sekolah yang mendidik para wanita untuk mengikuti ajang tersebut. Mereka melakukan itu agar memiliki kesempatan hidup yang lebih baik. Kontes kecantikan merupakan jalan mereka untuk populer. Pada akhirnya mereka berharap mendapat suami dari kalangan atas.


Sebagai seorang pria asing yang dianggap kaya raya di Negara tersebut, tidak sulit baginya mengenal wanita jebolan kontes kecantikan. Expatriate kaya raya di Venezuela seperti gula, akan dikerumuni wanita-wanita cantik.


Daniela dan Francisca adalah nama-nama wanita jebolan kontes kecantikan yang sedang mendekatinya.


Namun sepertinya ada yang salah pada dirinya.


Seleranya sudah berubah mengenai kriteria seorang wanita idamannya.


Ia tidak senang lagi dengan wanita yang bertubuh sexy, namun membungkus tubuhnya dengan plastik demi terlihat cantik. Ia menyukai wanita dengan kecantikan dan tubuh yang alami.


Ia juga kurang senang dengan wanita yang terlalu agresif. Wanita yang mengejar pria idamannya secara berlebihan membuatnya ilfeel. Karena pada dasarnya ia merupakan hunter type (type pemburu), lebih suka berburu daripada diburu.


Wanita yang sedikit jual mahal dan sulit didapatkan akan membuatnya penasaran dan tertantang untuk memenangkan hatinya.


Tidak perlu wanita pintar yang memiliki pendidikan tinggi. Tidak butuh wanita dari kalangan atas atau yang memiliki popularitas.


Ia hanya menyukai wanita yang pemalu. Malu-malu tapi mau. Wajah yang selalu tersipu merona dan mudah gugup. Wanita seperti itu sangat menyenangkan dalam pandangannya.


Tapi tunggu dulu, memang dirinya sedang membicarakan siapa? Siapa yang memiliki kriteria yang ia maksud?


Apa ini namanya tidak bisa move on?


Mana ada wanita yang persis sama di dunia ini.


Harusnya ia menggunakan distraksi dan penolakan sebagai bentuk pertahanan diri melawan rasa kecewa akibat perpisahan sebagaimana umumnya laki-laki.


Bukan tetap menjaga perasaan selama beberapa waktu setelah perpisahan, seperti sifat yang dimiliki seorang wanita pada umumnya.


Ia harus segera menemukan pasangan baru sebagai pengganti yang hilang, untuk meningkatkan dopamine dalam dirinya agar merasa lebih bahagia.


Mungkin ia akan mencoba menjalin hubungan dengan bidadari Venezuela saja dulu. Siapa tahu cocok.


Daniela, mantan Miss Venezule itu menjadi pilihannya. Wanita dengan penampilan yang panas dan menarik, serta struktur tubuh yang indah. Meskipun ia tahu, tubuh indah itu terbentuk karena bantuan implan.


Ia sudah mengirim foto Daniela kepada Danindra. Apalagi tujuannya kalau bukan untuk menyombongkan diri, menunjukkan bahwa ia tidak terpuruk. Karena ia sudah menjadi bulan-bulanan Danindra, menertawai kegagalan dan kekalahannya.


Tapi balasan dari Danindra membuatnya berdecak kesal.


Danindra:

__ADS_1


Jangan terlalu kuat nyedotnya, nanti keracunan silikon bro 😄. Pasti da da dan bo kongnya nggak ori.


Malam ini ia sudah membuat janji untuk makan malam dengan Daniela di sebuah restoran Perancis di Caracas. Ruang makan di restoran tersebut dikelilingi oleh pohon palem yang memberikan kesan seperti makan malam di kebun. Suasana yang sangat tenang dan romantis.


Sambil menunggu Daniela datang, ia memesan hidangan sandwich gourmet, semacam pizza yang dibuat dengan bahan-bahan dan perhatian pada kualitas, yang sulit ditemukan di tempat lain di Caracas.


"Hola! (Halo)."Belum juga pesanannya datang, Daniela sudah berdiri di dekatnya. Ia pun bangkit dari duduknya untuk menyambut kedatangan Daniela yang mengenakan outfit. Tampak begitu stylish.


"Buenas noches, Daniela! (Selamat malam, Danilea)," sapanya sembari memberi ciuman pada pipi Daniela sebagai bentuk sapaan kepada wanita itu. "Estás bonita (Kamu cantik)," lanjutnya memberi pujian sambil menarik kursi di depannya, mempersilahkan Daniela duduk.


"Gracias (Terima kasih)," sahut Daniela memamerkan senyum dari bibir sensual yang mungkin difiller.


Wanita itu kemudian duduk dengan begitu anggunnya di kursi yang sudah ia siapkan.


Setelah duduk, Daniela membuka outerwear yang dikenakan. Sehingga wanita itu semakin sexy dengan innerwear-nya berupa flowing tank top yang memiliki potongan dada rendah dan melebar di bagian bawahnya.


Tank top yang digunakan Daniela memiliki potongan yang terlalu rendah. Sehingga hampir semua bagian dada wanita itu terekspose.


"Tengo calor (Saya kepanasan)," kilah Daniela.


Siapa yang bisa menahan godaan untuk menatap belahan da da yang sangat menantang itu? Terlalu sulit untuk melewatkan makhluk sexy di depan mata.


Tetapi aksi Daniela membuka outerwear di depannya, malah membuat kepalanya pening. Ia tidak percaya dengan reaksi kurang normal yang ditunjukkan oleh tubuhnya.


Semakin menatap Daniela, kepalanya semakin berdenyut.


Bukan karena belahan da da yang menantang itu.


Tapi ...


Tank top yang dikenakan Daniela ...


Bermotif polkadot


Mengingatkannya pada seorang wanita yang lukisannya pernah dipajang pada dinding kamarnya.


Yang memang tidak pernah ia lupakan.


Sekarang wajah Daniela berubah menjadi wajah wanita itu.


Parah.


Apa obatnya?

__ADS_1


__ADS_2