REUNI INDAHNYA MENDUA

REUNI INDAHNYA MENDUA
84. Berhenti Bersembunyi


__ADS_3

Tristan dan istrinya tidak pernah menghadiri reuni SMA lagi. Juga sudah tidak aktif dalam group chat teman alumni SMAnya.


Perselingkuhan istrinya dengan Bimasena, selain menoreh rasa malu terhadap teman-temannya, juga melemahkan rasa percaya dirinya. Sampai sekarang ia dan Nadia enggan untuk bertemu dengan rekan-rekan SMAnya.


Tapi kedatangan Alfredo membawa undangan resepsi pernikahan membuat mereka dilanda dilema. Terlebih lagi Alfredo membawa pakaian seragam pernikahan khusus alumni, untuknya juga untuk Nadia. Kain batik untuk pria dan brokat untuk wanita.


"Tris, aku masih malu bertemu teman-teman," keluh Nadia dengan suara lirih begitu Alfredo meninggalkan rumah mereka.


Ia menghembuskan nafas berat. Nadia malu? Seharusnya sebagai orang yang diselingkuhi ia yang lebih malu.


"Tidak selamanya kita harus bersembunyi mengisolasi diri Nadia. Kita makhluk sosial yang saling membutuhkan. Kita harus kembali bergabung dengan kehidupan sosial kita, dan hidup normal seperti sebelumnya." Ia memberi wejangan kepada istrinya. Kesempatan kedua untuk memperbaiki hubungan sebagai pasangan suami istri juga harus dibarengi dengan memperbaiki interaksi sosial mereka.


"Bagaimana bila ... ," Nadia ragu untuk melanjutkannya. Hanya mata wanita itu yang memandangnya penuh rasa tanda tanya.


"Bila dia datang?" selanya. Nadia enggan menyebut nama Bimasena, begitupun dirinya. Setiap mendengar nama itu, rasa sakit bekas luka karena hatinya yang pernah tercabik-cabik kembali terasa.


Nadia mengangguk lemah. "Aku tidak ingin bertemu dengannya Tris."


"Nggak mungkin dia datang. Dia kan sudah di Amerika. Nggak mungkin hanya karena ingin menghadiri pernikahan Alfredo lantas dia kembali ke Indonesia," imbuhnya.


Ia lalu meninggalkan Nadia di ruang tamu, berjalan menuju kamar tidur. Kemudian naik ke tempat tidur, berbaring sambil membuka handphone-nya. Membuka sebuah aplikasi media online.


Begitu tidak ada berita yang membuatnya tertarik untuk membaca, ia pun membuka sebuah aplikasi media sosial. Beberapa foto yang di-upload oleh akun seseorang menarik perhatiannya.


Foto-foto bulan madu Hakimah dan suaminya.


Pasangan itu berbulan madu di sebuah pulau terpencil. Pulau Tinabo. Yang berada dalam kawasan Taman Laut Nasional Takabonerate.


Hakimah memamerkan fotonya bersama suami berjalan di atas hamparan pasir putih yang sangat indah. Foto bermain bersama Baby Shark di bibir pantai. Serta foto pasangan itu sedang menjelajah keindahan bawah laut Taman Nasional Takabonerate.


Lalu bagaimana perasaannya melihat foto-foto itu?

__ADS_1


Tidak ada yang perlu diungkapkan. Ia hanya berdoa semoga Hakimah dan suaminya bisa melalui pasang surutnya rumah tangga, tetap mampu teguh memegang komitmen untuk menjaga kelangsungan biduk perkawinan sampai hanya maut yang memisahkan.


*********


Bimasena harus menghabiskan waktunya lebih dari empat puluh jam untuk terbang dari Caracas menuju Jakarta, dengan menggunakan first class salah satu maskapai penerbangan dari Eropa.


Demi menghadiri pernikahan sahabatnya Alfredo, ia rela meninggalkan Venezuela. Sementara di Venezuela, FreddCo Energy sedang menghadapi banyak permasalahan dalam produksi minyaknya.


Pasokan naphta, yang merupakan campuran cairan hidrokarbon untuk melarutkan minyak mentah telah diputus oleh Amerika Serikat, sehingga perusahaannya kesulitan untuk mengolah minyak mentah Venezuela yang sangat pekat.


Belum selesai masalah tersebut, terjadi degradasi sistem tenaga listrik di Venezule. Sebagian besar wilayah Venezuela mengalami pemadaman listrik selama sepekan. Masalah kelistrikan tersebut turut menghambat produksi minyak perusahaannya.


Sampai saat ini produksi minyak perusahaannya masih belum berjalan normal. Sehingga minyak yang diproduksi belum bisa diekspor.


Bila ia tidak serius menyelesaikan masalah tersebut, bisa saja FreddCo Energy tumbang di Venezuela. Tentu akan menjadi catatan buruk dalam perjalanan karirnya.


Pada akhirnya dampaknya akan kembali kepada dirinya sebagai salah satu pemegang saham FreddCo Energy. Berpengaruh terhadap turunnya nilai dividen atau turunnya nilai pembagian laba untuk para pemegang saham.


Mungkin bila hanya sekedar menghadiri pernikahan Alfredo, ia masih berpikir dua kali untuk kembali ke Indonesia. Tetapi rasa rindu pada ayah kandungnya membawa langkahnya kembali.


Ia tidak akan lupa saat ayahnya menangis meraung-raung, begitu ia pamit meninggalkan Indonesia dan pindah ke Amerika.


"Apa Ayah masih bisa melihat kamu sebelum Ayah meninggal Nak," ucap ayahnya dengan suara parau dan dada yang berguncang kala itu.


"Ayah jangan menangis, Bima pasti kembali dalam waktu dekat menengok Ayah," sahutnya menghibur ayahnya.


Sehingga sekarang ia kembali ke Indonesia, selain untuk menghadiri pernikahan Alfredo juga karena ingin menengok ayah kandungnya.


Betulkah hanya dua hal itu menjadi alasan kembalinya?


Brengsek.

__ADS_1


Apa perlu ia akui bila bukan hanya dua alasan itu? Apa benar hanya ayahnya seorang yang ia rindukan di negara tumpah darahnya?


Don't do it again, Bimasena (Jangan mengulanginya lagi, Bimasena). Ia menasehati dirinya sendiri.


Seorang koki mendatanginya menanyakan menu apa yang ia pesan. Salah satu pelayanan terbaik di pesawat Turkish Airlines, sejak memasuki pesawat, koki akan mendatangi para tamu dengan ramah dan bertanya menu apa yang mereka inginkan. Ia pun memesan pancake tuna dengan steak sapi yang merupakan menu utama maskapai tersebut.


Fokus menikmati pancake tuna dengan steak sapi yang disuguhkan maskapai tersebut merupakan pilihan yang sangat bijak, ketimbang membiarkan otaknya berputar memikirkan bagaimana cara melihat wajah yang dirindukan begitu tiba di Indonesia.


Hanya untuk melihat wajah itu kok, bukan untuk memeluk, mencium apalagi untuk memiliki. Ia tidak mungkin mengingkari janjinya kepada Tristan untuk menghentikan upayanya merebut Nadia atau mengganggu rumah tangga mereka.


Janji adalah utang yang harus ditepati.


Tapi otaknya tidak ingin bekerja sama. Masih gigih memikirkan cara melihat wanita itu secara langsung. Meskipun harus dilakukan secara sembunyi-sembunyi.


Bahkan ia tidak percaya dengan kegilaan dirinya. Otaknya lebih getol memikirkan cara mengintip seorang wanita daripada memikirkan perusahaannya yang nyaris mengibarkan bendera putih di Venezuela.


Sekarang ia baru menyadari misi ayah tirinya mengirimnya ke Venezuela. Agar ia menguras otaknya memikirkan bagaimana cara menyelamatkan perusahaan dan meraup laba sebesar-besarnya. Sehingga perhatiannya dapat teralih dari wanita itu. Misi yang sangat mulia dari ayah tirinya. Sayang, tidak begitu efektif mengobati otak gilanya.


*******


Nadia berdiri menatap bayangannya di dalam cermin. Melihat riasan wajah juga gaun yang dikenakan untuk menghadiri resepsi pernikahan Alfredo.


Ia hanya mengenakan make up yang simple dan natural. Dengan memoleskan lipstik berwarna fuchsia ditambah blush on berwarna pink. Sehingga pipi tirusnya yang mulai membulat karena pengaruh kehamilannya semakin merona. Area mata ia beri riasan smokey eyes.


Kain berbahan brokat berwarna biru elektrik yang dibagikan oleh Alfredo sebagai bahan pakaian seragam resepsi pernikahan, ia jahit dengan model dress babydoll. Rambut hanya ia cepol saja.


Sebenarnya agak berat hati untuk hadir dalam resepsi pernikahan Alfredo. Karena harus menebalkan wajah menahan malu atas skandal yang pernah ia lakukan. Tapi dorongan Tristan agar mereka kembali berbaur dan berhenti mengisolasi diri dari teman-teman lamanya, membuat ia akhirnya bersedia hadir.


Apalagi pada group alumni SMA, Bimasena telah menyampaikan pernyataan berhalangan untuk hadir di resepsi pernikahan Alfredo. Sehingga ia tidak perlu khawatir akan bertemu dengan pria itu.


Karena ia sendiri tidak tahu bagaimana reaksi dirinya nanti bila harus bertemu Bimasena secara langsung.

__ADS_1


__ADS_2