
Jangan lupa like dan subcribe serta komen ya..
---
Deny menstater mobilnya.Bergabung dengan mobil dan motor yang sudah terjebak kemacetan.Perjalanan yang mulanya bisa ditempuh setengah jam.Molor menjadi dua jam karena kemacetan yang parah.Dan saat mereka sampai dirumah Nindya tertidur dikursinya.
"Nyenyak amat nyah tidurnya" nyonya yang berubah menjadi nyah
"Pantes berat abis makan banyak" gerutu Deny saat kesulitan mengangkat Nindya
Brakk..
Kepala Nindya terbentur pintu.
"Aduh sakit" Nindya turun dari gendongan Deny.Mengaduh sambil memegang kepalanya yang terbentur.
"Gimana sih Den" protes Nindya
"Abis lu nya berat Nin" keluh Deny
"Kan bisa bangunin gua" Nindya berjalan melewati ruang tengah diikuti Deny
"Gak tega yang.Kan ceritanya biar kaya di sinetron" ucap Deny
"Di sinetron mana ada yang kejedot pintu" gerutu Nindya yang mulai menaiki tangga
"Maaf deh" akhirnya Deny mengalah
"Yang" Deny memeluk Nindya dari belakang
"Na enak yuk" ajaknya yang menyandarkan kepala punggung Nindya
"Gak gak.Ayo tidur"
"Kepala aja masih sakit" omelnya yang menarik selimut sampai leher
"Yang" Deny menggelitik pinggang Nindya
"Tidur" sahut Nindya yang memejamkan matanya
Istri itu ibarat tulang rusuknya suami.Gak bisa dipaksa.Jadi jangan maksain kehendak jika gamau kena omelan.
---
"Youngi!" panggil Gal Hee dari luar gerbang.
Jiang yang sedang meneguk bir nya sampai tersedak mendengarnya
"Anak didik Nindya ini" Leo menggelengkan kepalanya
"Youngi!" teriak Gal Hee lagi
"Cepat Young,atau dia akan memanjat pagar" Daniel mendorong Youngi yang berusaha menghabiskan ramennya
"Iyaaaa!" Youngi balas berteriak.Kepayahan memakai sandal untuk bergegas keluar
"Kenapa lama sekali" oceh Gal Hee
"Aku sedang makan.Ada apa?" tanyanya yang sudah membukakan gerbang
__ADS_1
"Kau lupa?" Gal Hee malah balik bertanya
"Joon hari ini kan ulang tahun" sepertinya Youngi memang benar benar lupa
"Sebentar aku ganti baju dulu" Ia melirik celana pendeknya
"Terlalu lama.Ayo cepat" Gal Hee menarik paksa lengan Youngi yang masih setengah sadar
Untung saja Joon tinggal dirumahnya.Jika tidak bisa hancur reputasinya yang keluar dengan pakaian seperti ini.
Gal Hee menginjak dalam dalam pedal gas mobilnya.Melaju diatas rata rata yang membuat Youngi sampai harus berpegangan pada dashboard dan merapalkan do'a sepanjang perjalanan.
Gal Hee memperlambat laju mobilnya saat memasuki kawasan rumah Joon.Menekan klakson beberapa kali agar penjaga membuka gerbangnya.
"Turun" perintah Gal Hee pada Youngi
"Kau mau memberi kejutan pada Joon atau jantungku" omelnya
Gal Hee tidak memperdulikan ocehannya.Ia mengambil kue dari pelayan yang sudah menunggunya.Youngi pun mengikuti langkah Gal Hee memasuki rumah.Berharap Joon akan terkejut dengan kejutan yang mereka persiapkan.
"Kalian sudah datang?" tanyanya pada Gal Hee dan Youngi yang berjalan mengendap endap.
Mengingat aksi mereka yang gagal Youngi langsung berdiri tegak.
"Kau sudah tahu?" tanya Gal Hee yang memegang kue dengan lilin yang belum dinyalakan
"Klakson mu terdengar sampai taman belakang" Joon meneguk gelas berisi wine yang ia pegang
"Ayo.Untuk apa masih berdiri disini.Lagi pula Joon tidak terkejut" ucap Youngi yang berjalan menuju mini bar yang ada dirumah Joon
Ponsel Joon bergetar saat ia hendak menyusul Gal Hee dan Youngi.Panggilan dari luar negeri.Rupanya Nindya yang menelfon.Ucapan selamat dan do'a ia ucapkan bersama Deny yang ada disampingnya.
"Dari Nindya?" tanya Youngi.Joon malas menyahut lagipula mereka juga tahu siapa yang menelfon
"Telfon lagi aku mau mengobrol dengannya" pinta Gal Hee saat Joon duduk disebelahnya
"Dia sudah menikah Joon,lalu kapan kau akan menyusulnya?" tanya Gal Hee
"Kalian saja belum" cibir Joon menuang wine ke dalam gelasnya sendiri
"Kami masih muda" sahut Youngi
"Tidak ada bedanya,jika kalian lebih siap menikahlah" ucapnya
"Agensi Youngi melarangnya berpacaran,apalagi menikah" ucap Gal Hee
"Lalu apa hubungan kalian?" tanya Joon lagi
"Kami memang pacaran,manager dan member yang lainnya juga tahu.Tapi selama beberapa tahun ini kami harus diam diam" sahut Youngi
"Tak apa Youngi,selama uangmu tetap melimpah aku akan setia" Gal Hee menepuk pelan pundak Youngi
Ulang tahun Joon dilewati hanya dengan minum wine dan mengobrol santai seperti ini.Kesibukan Joon sendiri dan Youngi sebagai idol membuat mereka jarang bisa berkumpul seperti ini.Untuk menghadiri pernikahan Nindya saja Joon harus membatalkan rapat bulanan.Sedangkan Youngi harus membatalkan penampilannya di salah satu stasiun tv.Gal Hee yang mempunyai butik tentu saja lebih leluasa dengan waktunya.Tidak perlu meminta ijin siapapun jika ia ingin pergi.
--
"Mah,udah siap belum?" tanya Ervan pada Rita
"Udah.Yuk berangkat" karena Vero sedang berlibur dengan nenek dan tantenya ia jadi bisa pergi berdua
__ADS_1
Dua jam perjalanan.Mereka sampai disebuah rumah.
Tinn..
Tinn..
Ervan mengklakon,tak lama terlihat si pemilik rumah keluar.
"Masuk masuk" ajak Nindya
"Kucel amat Nin" komentar Rita
"Kebetulan lu pada disini" Deny bersuara
"Ayo buruan masuk" ajaknya kemudian
Ervan dan Rita tanpa curiga menaiki tangga menuju teras rumah.Melanjutkan langkah memasuki rumah.
"Astaga" ucap Rita
"Nah Ta,ayo"
"Apes kita mah" Ervan berkacak pinggang lalu menghela napas panjang
Sahabat memang selalu ada saat dibutuhkan.Paribahasa yang tepat sekali untuk Nindya ucapkan saat itu.
"Astaga capek gua" Rita meluruskan kakinya di sofa.Bersandar pada Ervan yang sudah lebih dulu duduk disana.
"Makasih ya.Emang best friend kalian tuh" ucap Nindya yang membawakan satu teko besar berisikan jus jeruk.
"Tau gitu ma minggu depan gua kesininya.Niat maen malah jadi kuli" ucap Ervan yang menuangkan jus kedalam gelas
"Haus pah" Rita merebut jus yang akan diminum suaminya itu
"Tenang Van,lu mau kemana hari ini gua yang traktir" ucap Deny
"Udah terlunjar capek Den" keluhnya
"Terlanjur Van,terlanjur.Ngomong aja belepotan" Nindya mengoreksi ucapan Ervan
"Saking capeknya Nin,lidah gua aja ampe susah buat berkata kata" kilahnya
"Set dah Van..Van" sahut Deny
"Ntar gua biayain lu liburan ke Paris Deh.Nginep di hotel bokap gua" tawar Deny
"Ajibb..mantap komandan"
Yang namanya gratisan pasti enak.Mau sekedar di traktir es teh seplastik juga lumayan.Ini liburan dibiayain semuanya,ke Paris pula.Dompet kantong Semar ini namanya.
Selepas petang Ervan dan Rita berpamitan pulang.Meski lelah melanda mereka tetap memutuskan pulang karena esok masih harus bekerja.Ditambah rengekan Vero yang meminta mereka cepat pulang menjadi pendorong semangat untuk menempuh perjalanan yang lumayan melelahkan.
Sepanjang perjalanan mereka berdua masih membahas rumah baru teman mereka itu.Minimalis namun membuat yang menyambangi saja betah berlama lama.
"Pah,nanti bisa kali kalo ada uang renovasi rumah kaya punya Nindya" bujuk Rita pada suaminya yang fokus menyetir
"Gimana duit aja mah,kalo kita punya perusahaan besar kayak Deny sama Nindya ma besok juga dibikinin" ujarnya yang disahuti Ya paham pah oleh sang istri tercinta.
Apapun itu.Milik orang selalu terlihat lebih bagus.Meski kepunyaan kita pun sama bagusnya.Syukuri apapun yang kita miliki karena disisi lain ada orang yang menginginkan apa yang kita miliki pula.
__ADS_1