
Jangan lupa like,komen dan susbcribe biar author makin semangat..
Selamat membaca semoga suka ♡♡♡
----
"Jadi dia itu cowok yang pernah disukain ama Jessie?" sudut hati Ken sedikit tercubit mendengar penjelasan Oktav.Sangat jelas jika Endra masih menyukai Jessie.
"Gua rasa Jessie juga udah gak ada perasaan lagi Ken" Oktav seperti bisa membaca keresahan Ken
"Jessie aja segitu kagetnya ngeliat dia,Tav" ucap Ken yang masih ngeyel
"Lagian siapa yang gak kaget kalo orang yang selama dua tahun ngilang tiba-tiba muncul gitu aja.Apalagi dia ngilang selepas nabrak sahabatnya sampai meninggal.Coba lu pikir gimana tu anak kagak kaget" Oktav jadi mengomel menghadapi Ken yang sedang kasmaran.
Bella yang awalnya begitu senang saat menyadari sosok Ken selonjoran di sofa jadi murung.Ia melanjutkan pura-pura tidurnya demi mendengar apa yang sedang dibicarakan Ken dengan Oktav lewat telefon.
"Yaudah gua mau ke toilet dulu" ucap Ken sebelum memutus sambungan telefon.
---
Ardit sedang duduk di balkon sambil melihat hasil rekaman video Jessie.Bukannya fokus melihat hasil rekaman ia malah teralihkan dengan hal lain.
"Sial!kenapa kaga sekalian gua cium aja tadi" umpat Ardit namun diselingi senyum yang tak kunjung memudar.Bayangan kejadian di dalam mobil masih berputar-putar dikepalanya.
Dan minggu pagi seperti biasa.Eri akan menjemput Ardit di apartemennya.Mengantar tuan mudanya sampai ke tempat yang sudah ditentukan oleh papanya.
Karena suasana hati Ardit bagus sejak semalam,hari itu ia menemani papanya bermain golf cukup lama.
"Kau tidak mau meminum kopi dulu?" tanya papanya saat Ardit bersiap pulang
"Tidak" sahutnya singkat saat beranjak dari duduknya
"Er,biarkan supir yang mengantarnya" ujar Aidan
Tanpa pamit Ardit langsung pulang.Tapi itu termasuk kemajuan karna tak ada perdebatan hari ini.Aidan jadi heran karenanya.
"Siapa nama gadis itu?" tanya Aidan yang mulai menyecap kopinya.Diam-diam Aidan selalu menyuruh orang untuk mengawasi Ardit.
"Dia akrab disapa Jessie tuan" jawab Eri
"Jadi namanya Jessie" gumam Aidan
"Tapi tuan.." Eri ragu melanjutkan kalimatnya
"Kenapa?" tanya Aidan yang meletakkan cangkir diatas meja karena melihat wajah Eri yang mendadak serius.
"Nona Jessie ini tipikal gadis yang sedikit unik" kata unik yang ditekankan oleh Eri
"Itu malah bagus" puji Aidan tanpa tahu pasti maksud dari asistennya itu.Belum tahu saja tuannya itu seperti apa tingkah gadis yang tengah dekat dengan anaknya.
"Awasi dia dan keluarganya.Atur sedemikian rupa agar aku bisa bertemu langsung dengan papanya"
"Dan ingat,buat ini seperti kebetulan yang tidak disengaja" titah Aidan yang beranjak berdiri.Dua jam lagi ia ada pertemuan penting dengan rekan bisnisnya.
__ADS_1
Eri mengangguk.
Sambil mengikuti tuan nya ia meminta orang kepercayaannya untuk mengawasi setiap anggota keluarga Jessie.
---
Disini Ardit berada.Berdiri di depan pintu rumah Jessie sambil membawa berbagai macam camilan pedas.Info ini tidak sengaja ia curi dengar dari obrolan Jessie dan Maya.
Ting..tong..
Pintu rumah dibuka langsung oleh orang yang ingin ia temui.Jessie.
"Hay" sapa Ardit tanpa malu.Sepertinya ia lupa ingatan jika semalam saja Jessie hampir menelannya hidup-hidup karena masalah sepatu dan yang lainnya.
"Idih lu ngapain?" tanya Jessie.
Ardit memandanginya dari atas kebawah,pakaiannya terlalu casual tidak sih.Kaos oblong dengan ukuran ekstra longgar dipadu dengan celana selutut. Terakhir rambutnnya digulung asal keatas,berantakan.Penampilan rumahan sekali.
Jadi ini penampakan Jessie jika sedang dirumah,pikir Ardit.
"Siapa Jes?kenapa gak disuruh masuk tamunya" senyum Ardit langsung mengembang saat mama Jessie berdiri dibelakang anaknya.Dengan begini Jessie tidak bisa mengusirnya.
"Cuma kurir ma" sahut Jessie menyerobot bungkusan yang dibawa Ardit
"Makasih bang" ucap Jessie yang nyengir bagai kuda
"Kamu pikir mama percaya.Udah ayo masuk ganteng" ajak mama Jessie.Sembari melangkah melewati Jessie,Ardit tersenyum penuh kemenangan.Dan hari itu jadilah Ardit seharian berada dirumah Jessie.
Tanpa sungkan keduanya bertukar cerita tentang kekonyolan Jessie.Mengabaikan aksi protes Jessie yang menjadi tumbal topik obrolan keduanya.
----
Disalah satu meja kantin yang ramai setiap jam istirahat.Tempat Jessie dan yang lainnya menghabiskan jam istirahat.
Mari kita absen satu persatu setiap anggotanya.
Pertama kita mulai dari dua sejoli yang sedang kasmaran yaitu Maya dan Oktav yang entah membicarakan apa sejak duduk disana.Lalu bergeser pada Ken yang terpaksa menyuapi Bella makan karena ngotot tidak mau minum obat.
Lain halnya dengan Doni yang sibuk mengoceh sendiri meski tak ada respon dari Jessie yang tetap fokus makan.Terakhir dengan tampang paling nestapa selama seminggu kedepan,yaitu Dimas yang memandangi Jessie yang begitu menikmati traktiran darinya.Kalah taruhan tepatnya.Semua asik dengan kegiatannya masing-masing.Sampai dimana Ardit datang ke meja mereka.
"HALO PACAR" sapaan Ardit yang tiba-tiba duduk didepan Jessie,membuat es teh manis yang sedang diminum muncrat seketika.Semua yang duduk dimeja itu sontak menoleh.
"Jejes!" Dimas yang lagi-lagi kena apes,karena es teh manis yang tadi sedang diminum Jessie sudah berpindah ke tangannya.
"Ini babang gak salah denger?!" fans Jessie garis keras,Doni.
"Sehat lu?" tanya Jessie selesai mengelap mulutnya
"Kan kita udah jadian" pernyataan Ardit yang diucap dengan lancarnya malah membuat Jessie semakin bingung.Lebih baik ia mengabaikanya saja dan kembali fokus makan.
"Di mobil....Perlu gua inge... " otaknya langsung memberi tanda warning saat mendengar kata mobil.Ia pun membekap mulut Ardit sebelum terlanjur membongkar rahasia besar.Sejauh ini belum ada yang tahu.Termasuk Maya yang biasa menjadi muara segala curhatan tak bermutu Jessie selama ini.
"Ngapain lu?!" Maya yang berperan sebagai protektor Jessie langsung tersulut emosinya.Disampingnya Oktav berusaha menenangkan.
__ADS_1
"Lu nyimpen rahasia dari kita?" kata kita yang sebenarnya ditujukan untuk dirinya dan Maya.Meski yang lain setuju saja menganggap mereka ikut andil dalam kata kita,menurutnya mereka juga perlu tahu.
"Nanti aja gua jelasin!" masih dengan tangan yang membekap mulut Ardit,Jessie memaksanya bangkit secepat mungkin meninggalkan suasana yang mendadak tegang.
"Semalem kan cuma akting Dit.Kenapa lu bahas itu di depan temen-temen gua sih.Liat noh mereka jadi salah paham" omel Jessie dalam radius aman sambil sesekali melirik mejanya tadi.Mata mereka masih mengawasi Jessie dan Ardit yang tengah berdebat.
"Yang ini termasuk akting?" Ardit mencondongkan wajahnya hingga tinggal beberapa senti.Ditahannya Ken oleh Bella agar tidak ikut campur terlebih dulu.Lagi pula ia juga tidak suka Ken terlalu perhatian pada Jessie.
Muka Jessie sudah merah,malu dan kesal yang ia rasakan.
"Perlu lu inget!jangan pernah bahas itu lagi!!" Jessie yang awalnya ingin kembali ke meja kantin malah salah langkah menuju kelas.Dalam hatinya ia pengen puter balik tapi malu karena udah terlanjur.Akhirnya ia kembali melanjutkan langkah menuju kelas.Merutuki kebodohannya karena salah tingkah sendiri mengingat kejadian malam itu.Dan kakinya yang tak berdosa itu terkena imbasnya,mendapat makian dari Jessie.
"Salah aku apa coba?" ratapan dari kaki Jessie
Sialnya bagi Jessie adegan tadi seperti ia habis berantem dengan pacarnya saja.Karena ia sendiri tidak sadar jika Ardit mengikuti kepergiannya dalam diam.Mirip yang ada di video klip Menghapus Jejakmu.Jika Jessie ke kiri maka ia akan ikut ke kiri begitu pula sebaliknya.
Beberapa murid mulai berbisik melihat kelakuan Ardit yang menurut mereka lucu.Jessie memeriksa mukanya,aman.Seragam dan sepatunya,aman.Lalu apa yang mereka perhatikan?
Menyadari semua yang ada pada dirinya normal pasti ada hal aneh lainnya.
Jessie menghentikan langkahnya seketika,ia menoleh kebelakang dan mendapati Ardit yang ikut berhenti mendadak dengan senyum yang menyebalkan.
"ARDITTT!!!" kencang dan melengking.Ardit sampai harus menutup kedua kupingnya.
Yang lagi sebel
Yang lagi bahagia
Ken yang makin bete
Ekpresi fans garis keras
orang yang paling kesel kalo ada yang jailin Jessie.Meski temennya lebih jail.
Oktav yang selalu nenangin Maya kalo lagi kesel
Bella yang minta disuapin
__ADS_1
Terakhir Dimas yang belakangan kena apes mulu