Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 28


__ADS_3

"Gimana Deny udah dapet apartemennya?" tanya Siska yang ikut duduk di sebelah Nindya


"Udah kak.Rekomendasi dari Joon yang ia pilih"


"Dimana lokasinya?"


"Itu deket kantornya Joon kak"


"Jangan terlalu keras hati Nin.Deny sampe pindah kesini kan demi kamu" goda Siska


"Mulai deh kak"


Nindya yang terus saja di goda lalu kembali ke kamarnya.Mike pun ikut menggodanya yang semakin membuatnya salah tingkah.


Nindya hanya butuh waktu.Tak mudah baginya untuk membuka hati secepat itu.Dua kali begitu mempercayakan hatinya dan dua kali ia terluks hebat.


---


Deny datang ke kantor Joon untuk membicarakan perihal salah satu hotel Royal yang ingin dibelinya.


"Biar kutanya hotel mana yang kau inginkan?" tanya Joon


"Bagaimana dengan hotel di daerah Myeongdong?"


Meski awalnya Joon menolak karena hotel di Myeongdong sangat strategis.Namun akhirnya ia setuju juga karena pikirnya dengan adanya Deny disini ia tidak akan repot untuk dijodohkan dengan Nindya oleh mamanya.


Rapat sudah dimulai,seluruh staf disibukkan dengan pembelian saham 60% yang dialihkan menjadi nama Deny.


Sebagai rasa terimakasihnya Deny tidak akan mengganti karyawan disana.Ia tetap memperkerjakan orang-orang kepercayaan keluarga Park yang sudah bekerja selama bertahun-tahun.


Deny pun mengabari Nindya jika ia sudah memiliki saham enam puluh persen.Jadi secara otomatis Deny menjadi presdir disana.Dengan nama hotel yang akan ia ubah menjadi Dream High.


"Kau serius dengan Nindya?" tanya Joon saat mereka tengah makan di kafetaria yang ada di kantor Joon


"Menurutmu?" tanya Deny balik


"Jangan sakiti dia" tutur Joon


"Itu dulu Joon.Saat aku belum cukup dewasa" sanggahnya dengan senyum smirk


"Sekarang pun kau masih ingusan" ledeknya


"Sialan kau" semudah itu dan keduanya menjadi lebih dekat satu sama lain


"Wine?" tawar Joon pada Deny


"No smoking no alkohol" jawabnya dengan slogan ala Deny


"Kuno!" Deny tak menghiraukan cibiran dari Joon


Baginya itu adalah prinsip yang ia pegang.Dan dia tidak mau berubah hanya karna ledekan yang diterimanya.


"Kenapa boneka Korea itu?" tanya Deny


"Youngi maksudmu?" diselingi tawa karena julukan yang diberikan oleh Deny untuk Youngi


"Ia sedang sibuk latihan untuk tour konsernya di Asia"


---

__ADS_1


Nindya tengah menonton televisi di ruang tamu.Menggonta ganti channel yang membosankan.Jarinya berhenti memencet tombol saat ia melihat gosip tentang dirinya dan Daniel.Ada beberapa foto yang diambil diam-diam saat ia dan Daniel sedang berbelanja di salah satu supermarket.Terlihat seperti orang yang tengah berbelanja bersama.Padahal yang sebenarnya terjadi mereka hanya tak sengaja bertemu.


Lalu ada lagi video saat Daniel bercanda dengannya dilokasi syuting.Gosip ia dan Daniel mungkin sedikit masuk akal.Yang parahnya adalah dulu saat ia masih menjadi fans garis keras Youngi.Video ia memberikan hadiah dan kedekatannya saat Jin sudah meninggal.Hal itu malah menjadi bahan candaan ia,Youngi dan Joon saat itu.


Nindya mendengar Miran sedang merengek pada Siska karena ingin pergi ke kebun binatang.Siska yang sedang sakit tak bisa menemaninya.Dan Mike yang sedang keluar kota tidak bisa pulang dalam waktu dekat.Nindya berusaha membujuk Miran agar mau pergi bersamanya.Siska mengusulkan agar ia mengajak serta Deny untuk menemani mereka.


"Den,lagi sibuk?"  tanya Nindya melalui sambungan telefon


"Kenapa?" tanyanya


"Temenin ke kebun binatang yuk.Miran rewel pengen main kesana"


"Setengah jam lagi" ucapnya lagi


Nindya pun mengganti pakaian rumahannya dengan kaos dan celana jeans di lengkapi topi putih senada dengan kaosnya.


Saat sampai di kebun binatang Miran antusias sekali.Menarik tangan Nindya dan Deny bersamaan agar keduanya berjalan lebih cepat.Deny membawa kameranya.Memotret Nindya beberapa kali tanpa sepengetahuannya.Membuatnya bernostalgia pada masa sma nya dulu.


Flashback..


"Motret siapa sih lu Den?" tanya Danang saat mereka masih menjadi murid beberapa hari yang lalu


"Coba liat?" Danang merebut kamera miliknya


"Diem lu jangan bocor" pinta Deny


"Kalem.Gua ma gak kayak Appe sama Rendy"


"Lu tau namanya?" tanya Danang


"Belum.Baru liat barusan"


"Ekspresif banget mukanya"


"Tau aja lu yang cakep"


"Normal keles gua"


Dan saat Nindya datang ke kelasnya itu adalah pertama kali Deny mengetahui namanya.


Flashback off


"Uncle sini" panggil Miran.Deny pun menghampiri mereka yang tengah melihat jerapah


"Uncle kenapa jerapah lehernya panjang?" tanya Miran


"Karena makanannya ada diatas pohon" jawab Deny


"Kayaknya gua pernah denger jawaban ini deh" Nindya seperti pernah mendengarnya namun ia lupa pastinya kapan


"Iklan produk susu yang di Indonesia" sahutnya


"Pantes cepet jawabnya.Taunya dari iklan" ledek Nindya


Sesi membahas iklan pun selesai saat Miran mengeluh lapar.Pikir Nindya Miran ingin makan roti atau apa tapi yang di mintanya malah es krim.


"Aunty mau?" tawar Miran


"Aunty gak bisa makan es krim sayang" jawab Nindya

__ADS_1


"Ini enak lho" ia menujukkan betapa enaknya es krim yang di makannya


"Buat Miran aja ya" Nindya mengusap gemas kepala anak itu


"Yakin gamau?" tawar Deny


"Dih lu" sahut Nindya kesal


Setelah lelah berjalan jalan mereka pun pulang.Miran yang kelelahan tidur dalam gendongan Deny saat masih di kebun binatang.


Siska yang menyambut kedatangan mereka meminta Deny untuk tinggal sejenak setelah menidurkan Miran di kamarnya.Namun ia menolak karena ingin menemui seseorang.


Joon masih berada di kantor.


Ia meraih dua benda diatas mejanya.Lalu menyalakan sebatang rokok sambil memandang langit sore dari balik kaca transparan ruangannya.


---


"Young kau dimana?" tanya Nindya


"Tempat latihan ada apa?" tanyanya


"Tidak ada aku hanya bosan dirumah" sahut Nindya sambil memainkan kakinya ke dalam kolam renang


"Kalau mau kau bisa datang kemari" ajaknya


"Setengah jam lagi aku sampai" ucap Nindya sebelum mematikan sambungan telefon


Yah semua menjadi lebih baik sekarang.Siska ikut senang melihat keadaan Nindya yang semakin membaik.Ia lebih sering tersenyum.


Nindya segera memarkirkan mobilnya setelah sampai.Ia mengirim pesan pada Youngi jika ia sudah menunggu di lobby.


Youngi sengaja menjemput Nindya sampai lobby lalu mengajak Nindya menuju ruang latihannya.Disana sudah ada member Big Star dan yang lainnya.


"Halo semua" sapa Nindya


"Halo" jawab mereka hampir bersamaan


"Terserah kau mau apa,aku akan melanjutkan latihan" ucap Youngi.Ia beralih menuju para member yang lain untuk melatih koreografi.


"Baru kali ini kau membawa wanita kemari" ucap salah satu penari latar


"Jangan masukkan dia dalam daftar wanita"


"Ia lebih manis dari yang kulihat di internet" ucap Leo


"Jangan goda dia atau Youngi akan marah" ledek Daniel


"Berisik" ucapnya


Nindya pergi ke toilet saat Youngi masih latihan.Ia mendengar seseorang membicarakannya saat ia berada didalam toilet.


"Kau lihat siapa yang di bawa Youngi" salah satu memulai gosip


"Iya.Bukannya ia istri dari temannya kan?" jawab yang lain


"Itu Park Hyung-Jin yang meninggal dua tahun lalu" jawab yang lain lagi


"Tidak tahu malu.Setelah suaminya meninggal ia malah mendekati temannya sendiri"

__ADS_1


"Iya wanita kecentilan" Nindya merasa risih dengan gosip itu.Ia pun keluar dengan ekspresi datar.Menaruh tas diatas wastafel lalu mengeluarkan lipstik untuk memoles bibirnya lagi.Yang tadi menggosipkannya terlihat kikuk,tak lama mereka pun keluar karena merasa sungkan.


__ADS_2