Ruang Hati

Ruang Hati
#13 Yovan pergi


__ADS_3

Sudah hampir satu bulan Yovan tidak ada kabar,tidak seperti biasanya yang sibuk telfon atau mengajaknya sekedar jalan-jalan.Nindya pernah mengirimkan beberapa chat namun tidak ada balasan.Media sosialnya juga tidak pernah aktif.Rasanya Yovan seperti ditelan bumi.Bukan karna masih sayang tapi Nindya hanya khawatir takut terjadi sesuatu pada temannya itu.


Jam pelajaran sudah selesai.Nindya dan yang lain menuju kekantin seperti biasa.Disana sudah lebih dulu ada Deny dan teman-temannya.Ervan yang melihat pacarnya segera ikut bergabung disusul Deny yang mengekor dibelakangnya.


"Makan lagi?" Tanya Deny yang sudah duduk didepan Nindya berkat kesadaran Tari yang pindah tempat duduk


"Biar gemuk" sahut Nindya


"Ntar malem nonton yuk?" Sambung Deny


"Oke" jawab Nindya singkat.


Teman-temannya memperhatikan Nindya yang malah sibuk makan saat Deny mengajak ngobrol.Dan seperti biasa Deny membayarkan makanan Nindya juga yang lainnya sebelum akhirnya pergi.


Yovan terlihat melambaikan tangan saat Nindya dan Nana keluar gerbang sekolah.Nindya segera menghampiri Yovan dan meminta Nana untuk pulang terlebih dulu.


"Ke kafe biasa dulu yuk,Nin.Ada yang mau gua omongin" Yovan terlihat serius.


Setelah sampai Yovan memesan dua cappucino minuman favorit mereka berdua.Ia terlihat menarik nafas dalam-dalam sebelum berbicara dengan Nindya.


"Gua mau pindah,Nin" Yovan membuka suara


"Kenapa?terus lu sebulan ini kemana aja?" Tanya Nindya


"Nyokap gua sakit,Nin.Jadi gua sibuk nemenin di rumah sakit sebulan ini.Tau sendiri bokap gua ngurusin bisnis di Singapur" tutur Yovan


"Kenapa baru ngomong sekarang.Kan lu bisa kabarin gua.Jadi gua pasti jenguk nyokap lu"


"Iya sorry"


"Terus lu mau pindah kemana emang?"


"Ikut bokap ke Singapur.Jadi biar bokap bisa mantau kondisi nyokap gua juga"


"Sekolah lu pindah juga dong?"


"Yaiyalah,Nin"


Yovan menjelaskan bahwa mamanya terkena tumor ganas ia juga mengatakan nanti malam ia akan berangkat.Tanpa pikir panjang Nindya langsung menyatakan jika ia akan mengantarnya ke bandara.

__ADS_1


Nindya dan Yovan tiba di rumah sakit tempat mama Yovan dirawat.


Tok..tok..


Terlihat mama Yovan duduk menghadap ke jendela,ditemani perawat pribadinya.


"Halo.Tante" sapa Nindya


"Eh sayang.Sini duduk" jawab mama Yovan


"Maaf tante Nindya baru bisa jenguk"


"Iya gak apa-apa sayang.Kamu udah makan?" Mama Yovan memang selalu perhatian dari dulu


"Udah tante.Tante udah makan belom?" Mama


Yovan hanya mengangguk.


Meski sedang sakit tapi mama Yovan tetap ramah dan bersikap hangat padanya.Mereka mengobrol tentang banyak hal.


"Maaf buk.Sudah waktunya istirahat" perawat mengingatkan


"Iya sayang makasih.Padahal tante masih pengen ngobrol sama kamu"


"Nindya bantu kekasur tante" Nindya lalu memapah mama Yovan untuk berdiri.


Karena sudah sore Yovan mengantar Nindya pulang,ia juga akan bersiap untuk keberangkatan ia dan mamanya.


Malam ini penampilan Nindya sedikit anggun.


"Cie yang mau jalan sama Deny" ledek Nana.


Nindya menepuk jidatnya kenapa ia bisa sampai lupa jika sudah ada janji dengan Deny.


Nindya


Den


Sorry ya nontonnya besok aja

__ADS_1


Deny


Kenapa?


Nindya


Gua mau ke bandara


Deny


Mau ngapain?


Nindya


Nganter Yovan


Deny


Telat gua udah didepan


Sekalian aja gua anter


Nindya melihat keluar jendela,benar saja mobil Deny sudah terparkir didepan.


"Besok-besok bikin jadwal Nin" ledekkan Nana tidak direspon Nindya.


Melihat Nindya yang berdandan tidak seperti biasanya membuat Deny melamun.


"Ayo malah bengong"


"Ketemu mantan sih makanya dandan" sindir Deny


"Udah ayo berangkat keburu Yovan pergi.Dia udah sampe bandara"


Mobil Deny segera bergabung dengan mobil lain.Untung saja tol sangat lancar jadi mereka cepat sampai di bandara.


Nindya asyik mengobrol dengan Yovan sementara Deny diam seribu bahasa.


"Penumpang tujuan Singapura harap segera melakukan cek in" suara pemberitahuan

__ADS_1


"Berat gua buat pergi ninggalin lu,Nin?"


__ADS_2