Ruang Hati

Ruang Hati
#33 Gairah


__ADS_3

Cup..


Bibir mereka kembali bersentuhan.Nindya hanya berniat mencium Deny sebentar namun Deny menarik tengkuk Nindya untuk memperdalam ciuman mereka.


Ada seseorang dari luar pagar rumah Deny yang menyaksikan ciuman mereka berdua.


Orang itu adalah Rifan.Awalnya ia ingin memberi kejutan pada Nindya.Tak disangka malah dirinya yang mendapat kejutan.Ia pun memutuskan kembali ke Sidney malam itu juga.


Nindya melepaskan ciumannya,Deny lalu menggendongnya ala bridal.Ia menurunkan Nindya kekasur.Ciuman itu kembali berlanjut,tak ada penolakan iapun membalas ciuman Deny.


"Den.." panggil Nindya pelan sembari menarik rambut Deny


Tok..tok..


Suara ketukan pintu menghentikan mereka.Membuat Deny mengumpat dalam hati.


"Tuan ada telfon dari nyonya" suara mbak Laras dari balik pintu.


"Tsk" Deny berdecak kesal


"Bilang mama nanti saya telfon balik mbak" teriak Deny.


Nindya perlahan mendorong Deny menjauh.Memberi jarak diantara mereka.

__ADS_1


"Gamau dilanjut?" bisik Deny dikuping Nindya yang sedang duduk disebelahnya


"Buruan telfon tante.Kasian udah nungguin" perintah Nindya,dengan malas Deny beranjak dari ranjang lalu mengecup kening Nindya sebelum melangkah keluar kamar.


Sekembalinya Deny berniat melanjutkan kegiatannya yang tertunda.Namun saat ia kembali kekamar Nindya sudah tertidur.Deny berjalan ke ranjang menghampiri Nindya.Merebahkan tubuhnya sambil memeluk Nindya dari belakang.Rasanya sungguh tidak nyaman ketika tidak tersalurkan.


Kesesokannya Deny meraba kasur,mencari sesuatu disana.Ia segera membuka mata saat sosok yang dicarinya sudah tidak ada.Ia membuka pintu kamar mandi namun tidak ada siapapun.Langkahnya terhenti ditangga saat melihat Nindya tengah menyuapi Luna yang sedang sarapan pagi.


"Tumben bangun duluan" sapa Deny sambil mengecup kening Nindya dan Luna secara bergantian.


"Kasian Luna kalo gua bangunnya siang"


"Kalo gitu mending Luna tinggal disini aja"


"Om Deny kok bangunnya siang" tanya Luna disela makannya


"Semalem om Deny capek sayang" ia melirik kearah Nindya


"Mandi om.Om Deny bau" Luna membekap hidung dengan tangannya


"Nanti ya sayang" jawannya


"Emang om Deny semalem ngapain?" Nindya kaget mendengar pertanyaan Luna

__ADS_1


"Semalem om Deny kepanasan sayang makanya bau keringet" jelas Deny disertai senyuman


"Tante Nindya kenapa kok mukanya merah?" tanya Luna polos


"Semalem kan tante Nindya olahraga bareng om Deny"


"Deny!udah buruan mandi" Nindya mendorong Deny menjauh.


Deny merasa puas melihat Nindya kelabakan mendengar percakapannya dengan Luna.Desy dan Tio sudah menjemput Luna disaat Deny sedang mandi.


Nindya berjalan menuju kamarnya ia membereskan barangnya yang ia rasa perlu dibawa besok pagi.Deny keluar kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.Deny mengusap rambutnya yang masih setengah basah dengan tangan.Ia tersenyum mendapati Nindya yang sedang duduk dipinggir kasur.


"Nin.." panggil Deny


"Iya" muka Nindya bersemu merah melihat penampilan Deny saat keluar dari kamar mandi


"Muka lu kenapa merah?" tanya Deny yang sengaja menggoda Nindya


"Pake baju sana" Nindya memalingkan wajahnya


"Kayaknya kita perlu lanjutin yang semalem Nin" sambil berjalan mendekati Nindya


"Ee..itu anu gua mau ke dapur bentar" Nindya berlalu meninggalkan Deny yang hanya berniat menggoda wanita itu.

__ADS_1


__ADS_2