
"Yang tampan dan mempesona itu namanya Joon.Dan wanita yang disampingnya itu Gal Hee" Youngi memperkenalkan Gal Hee lebih dulu
"Sedangkan itu lelaki bermata abu abu itu namanya Deny.Dan mungkin kau sudah tau dia siapa.Itu Nindya atau lebih dikenal dengan nama panggung Yerin"
"Penampilannya saja yang cantik dan anggun.Jika sudah kenal ia sangat jorok dan cerewet" Sora tertawa menanggapi gurauan Youngi
Nindya melempar handuk ke arah Youngi.Bisa bisanya ia memperkenalkannya dengan cara seperti itu.
Nindya mengajak Sora berganti pakaian karena ia juga belum mengganti pakaiannya.Sangat jelas jika Sora begitu tertarik dengan Youngi.Selama berganti pakaian ia menanyakan kebiasaan kebiasaan Youngi dan apa kesukaannya.
"Sejak kapan kau mengenal Youngi?" tanya Nindya
"Baru satu minggu ini" apa baru satu minggu dan Youngi sudah mengajaknya menemui para sahabatnya.Oh astaga Youngi.
"Kelihatannya kalian sangat dekat" tanya Sora
"Tentu.Kami sudah berteman selama bertahun tahun" jawab Nindya
"Apa Youngi pernah menyukaimu?" Nindya sampai menoleh mendengar pertanyaan itu
"Mungkin" canda Nindya yang tanpa disadari membuat seorang Sora cemburu buta.
Nindya tak tahu jika ucapannya itu akan membekas di hati Sora.Ia hanya berusaha memperlakukan Sora seperti ia bercanda dengan temannya.Sama sekali tak ada niat membuatnya cemburu.
Mereka berdua berjalan melewati kolam renang.Nindya yang tak sadar masih mengajak Sora bercanda.Sampai Sora berhenti di pinggir kolam renang.
"Kenapa berhenti?" tanya Nindya saat menyadari Sora menghentikan langkahnya
"Kau sengaja kan?" tanyanya
"Apanya?" Nindya tak mengerti arah pembicaraan Sora
"Kau hanya ingin menjauhkanku dengan Youngi kan!makanya kau berkata seperti itu!" suara Sora meninggi
"Jangan konyol Sora,aku hanya bercanda" ucap Nindya yang kepekaannya baru muncul
Plakkk..
Sora menampar pipinya sendiri dengan keras.Nindya sampai terkejut dibuatnya.
"Kau gila!" bentak Nindya
"Iya aku gila.Kenapa memangnya?" emosinya sudah tidak terkontrol.Mendadak ia menceburkan dirinya kedalam kolam.Youngi dan Deny yang baru saja datang kaget melihat Sora yang hampir tenggelam.Namun Nindya hanya berdiri di samping kolam renang mengamatinya.
Youngi langsung menceburkan dirinya untuk menolong Sora.Datang Joon dan Gal Hee yang ikut panik menanyakan kenapa ia bisa sampai tercebur ke kolam.Joon dan Deny membantu menaikkan Sora ke pinggir kolam.
Uhuk..uhukkk..
Sora terbatuk batuk.Mungkin ada beberapa air yang masuk ke dalam mulutnya.
Youngi langsung memeluk Sora yang terlihat ketakutan dan menangis.
"Kenapa kau bisa tercebur ke kolam renang Sora?' tanya Joon
__ADS_1
"I..itu karena Nindya yang mendorongku" ucapnya terbata bata dengan air mata yang makin mengalir.Nindya tak habis pikir Sora bersikap segila ini.
"Kau gila Sora?!" bentak Nindya.Gal Hee yang berdiri di sampingnya berusaha menenangkan Nindya yang marah
"Dan ia juga menamparku" tuduhan yang keji.Sora kembali menangis,ia mengeratkan pelukannya pada pinggang Youngi.
"Apa itu benar Nindya?" tanya Youngi yang menatap tajam kearah Nindya
"Dan kau percaya pada psikopat sepertinya?" tanya Nindya balik
"Sora kau yakin dengan apa yang kau ucapkan?" tanya Joon yang tak percaya akan ucapannya
"Jangan mengada ada Nindya tak mungkin melakukannya padamu!" bentak Deny
"Ya aku percaya pada Sora" jawab Youngi.Sora tersenyum penuh kemenangan dalam pelukan Youngi
"Baik.Terserah kau saja.Mungkin bertahun-tahun belum cukup membuatmu mengenalku" ucap Nindya yang menahan emosi.
Nindya pergi meninggalkan drama tragis yang baru saja dialaminya secara langsung.Deny pun menyusul Nindya yang berjalan cepat.Joon dan Gal Hee saling pandang.
"Gal Hee bisa kau ajak Sora berganti pakaian" ucap Joon
"Ayo Sora" ajak Gal Hee membantu Sora berdiri
Nindya berjalan cepat sambil menangis.Hatinya terasa sakit sekali.Deny masih berusaha mengejarnya.Menarik Nindya kedalam pelukannya.
"Kau benar benar percaya jika Nindya melakukannya?" tanya Joon
"Lihat apa yang terjadi pada Sora" sahutnya
"Kita sama sama mengenalnya.Bahkan kau lebih dulu mengenalnya daripada aku" ucap Joon
"Tapi"
"Kejar Nindya.Minta maaf padanya"
"Jangan sampai ini akan membuat pertemanan kalian memburuk" Youngi tampak berfikir keras.
Ia pun bergegegas keluar ruang ganti untuk mencari Nindya.
Sudah kesana kemari ia mencari cari Nindya.Ternyata ia melihat Nindya dan Deny tengah berpelukan di lorong.
Deny melonggarkan pelukannya.Mengecup pelan kening Nindya.Youngi berjalan mundur sebelum kembali berbalik arah.
"Sudah?" tanya Joon
"Aku tak mau menganggunya yang berpelukan dengan Deny" jawabnya dengan nada kesal
"Kau cemburu?" selidik Joon
"Tentu saja tidak" elak Youngi
"Iya benar kau cemburu"
__ADS_1
"Kau bohong jika tak menyukainya lagi" ledek Joon yang tertawa puas
"Kau sendiri bagaimana yang akan dijodohkan dengan Nindya" ledek Youngi
"Astaga..bagaimana dengan Gal Hee"
"Sudahlah itu tidak penting" ucapnya
"Kenapa?Deny?" tanya Joon.Youngi diam tak menjawab.
"Bukan begitu Joon..aku tidak mau Nindya selalu sedih karena meninggalnya Jin"
"Lu apa-apaan Den,nyium gua gini Den?"
"Ayo kita mulai lagi?" tanya Deny
"Den" panggilnya
"Gua tahu lu pasti butuh waktu.Tenang aja Nin gua bakal nunggu sampe lu siap" ucapnya
"Gua gak tahu Den" jawab Nindya jujur
Karena acara yang direncanakan gagal.Masing-masing dari mereka pulang.Deny mengajak Nindya pergi ke sebuah toserba yang pernah di datanginya dulu bersama Nindya.Ia menyeduhkan dua cappucino hangat untuk mereka berdua.Nindya menerima gelas yang di berikan padanya.Menggenggam gelasnya agar rasa hangat menular pada hatinya.Aromanya begitu wangi menyeruak ke udara.Nindya menyecap rasa yang masih sama.rasa yang tak berubah meski sudah bertahun tahun lamanya.Tempat itu juga masih sama meski di sekitaran toserba itu sudah banyak yang berubah.Tetap sama.Ia pun tahu perasaan Deny padanya tetaplah sama seperti dulu.Lalu mengapa ia tak bisa mengenali perasaannya sendiri.Tetap samakah perasaannya.Seperti cappucino yang menghangatkan hati dan senyumannya.
Selesai dari sana Nindya pulang bersama Deny.Ia merasa jauh lebih baik sekarang.
"Lu mau kemana lagi?" tanya Deny
"Emm..balik aja kali ya.Udah malem ini Den" ucap Nindya
"Yaudah kita balik.Tapi lu jangan sedih lagi"
"Kenapa sih lu nunggu gua Den?" tanya Nindya
"Apa ya?gua juga gatau Nin" sambil memijat pelipisnya
"Dasar lu gajelas Den" cibir Nindya
"Ya karena apa ya?" Deny jadi bingung sendiri
"Apaan coba?"
"Karena cuma lu yang gua cinta" Deny mengalihkan pandangannya kearah Nindya
"Berak sekebon Den" ujar Nindya yang merasa Deny begitu lebay
"Gila sekebon ma banyak Nin"
"Ya iyalah Den.Namanya juga sekebon"
"Jangan-jangan lu pernah berak sekebon" apaan sih Deny ini pikir Nindya
"Beuhhh..pedes-pedes dah ampe sekebon mah"
__ADS_1
Mereka pun tertawa sepanjang sisa perjalanan pulang.Melupakan rasa sakit yang membuatnya menangis.Penghiburan yang Nindya butuhkan.Obrolan tak bermanfaat yang malah membuatnya tertawa lepas.