
Kesibukan Nindya memang tak sepadat saat dulu sebelum menikah.Semenjak menikah ia sedikit memilih pekerjaan yang akan ia ambil.Hal itu menjadi kebiasaannya sampai kini.
Terlebih karena pendapatan dari hotel yang ditinggalkan Jin untuknya menjadi lebih dari cukup untuk memenuhi semua kebutuhannya.Jadi kegiatan sebagai model hanya pengisi waktu luang saja.
Urusan hotel juga diambil alih oleh Mike.Jadi Nindya hanya terima beres semua urusan yang ada di hotel.Karena itu Mike jarang pulang,terkadang dua atau tiga hari ia baru pulang karena jarak yang jauh.
"Kamu gada jadwal pemotretan Nin?" tanya Siska
"Iya nih kak buat produk parfum yang dibuat Youngi" ucap Nindya
"Kenapa belum berangkat?"
"Nunggu Ji Eun" ucap Nindya
"Gitulah Nindya kak harus diomelin dulu baru berangkat" sahut Ji Eun yang baru datang
Nindya dan Ji Eun pun menuju lokasi pemotretan.
Nindya datang lebih dulu ke lokasi.Sepertinya Youngi masih ada wawancara di stasiun radio.
Selesai make up Nindya segera berganti baju disusul Youngi yang baru saja datang.Brand parfum milik Youngi menawarkan aroma seksi bagi penggunanya.Sesuai seperti karakter Youngi yang dikenal seksi karena tubuhnya yang atletis.
Ia pun mengganti bajunya dengan kemeja hitam senada dengan yang dikenakan Youngi.Ukurannya yang terlalu besar sampai ke lutut ditambah ia hanya mengenakan celana pendek sebagai bawahan.Tatanan rambutnya pun dibiarkan terurai begitu saja.Membuat Nindya terlihat begitu seksi.
Nindya menggerutu pada Ji Eun kenapa harus se seksi itu batinnya.Yah walaupun itu memang sesuai dengan aroma parfum yang akan di luncurkan.
Youngi melakukan sesi foto lebih dulu.Ia memakai kemeja hitam yang semua kancingnya sengaja dibiarkan terbuka.Memperlihatkan dada bidang dan otot perutnya yang seksi.Terlihat sekali jika Youngi ingin mempertahankan predikat artis lelaki terseksi yang di terimanya batin Nindya.
"Sialan kau Youngi kenapa harus baju seperti ini" gerutu Nindya
"Kenapa?kau terlihat seksi"
Fotografer pun memanggil mereka berdua untuk sesi foto pasangan.Karena sudah terlanjur setuju Nindya pun harus profesional dalam bekerja.Meski beberapa kali ia merasa kesulitan menahan senyumnya ketika diminta berpose mesra dengan Youngi.
"Parfum ini menonjolkan aura seksi.Jadi kalian harus berpose sedikit intim" ia pun mengarahkan Youngi untuk menaruh kepalanya di ceruk leher Nindya.Dengan posisi kedua tangannya yang merangkul perut Nindya.
Setelah belasan foto yang diambil.Akhirnya sesi foto tersebut selesai dilakukan.Nindya mengganti pakainnya lebih dulu sebelum menghapus make upnya.Memoles riasannya yang lebih natural.
"Setelah ini kau mau kemana?" tanya Youngi
"Pulang dan tidur" jawab Nindya
__ADS_1
"Lebih baik kau ikut aku.Aku akan tampil di acara ulang tahun RBS tv"
"Sekali kali ajaklah aku Nin" ucap Ji Eun
"Baiklah sayang kau boleh ikut denganku"
Nindya ikut dengan mobil Youngi.Sedangkan Ji Eun mengendarai mobilnya sendiri.
Nindya dan Ji Eun berada didepan panggung.Mencari posisi terbaik untuk melihat penampilan Big Star utamanya.Banyak sekali pengisi acara yang diundang oleh RBS tv.Salah satunya adalah girlband yang beranggotakan Jessie.Hampir Nindya pergi dari sana karena masih kesal.Tapi Ji Eun melarangnya karena mereka belum melihat penampilan Youngi.
Pembawa acara memanggil Big Star untuk tampil selanjutnya.Semua lampu dipadamkan kecuali lampu utama yang menyorot bagian panggung.Semua penonton berjoget mengikuti irama musik.
Nindya dan Ji Eun pun terlihat begitu antusias.Dua setengah jam yang meriah sekali.
Youngi meminta seorang staf menjemput Nindya dan Ji Eun untuk ke ruangan khusus Big Star.
"Halo Nindya" Leo yang hendak memeluk Nindya,bajunya ditarik mundur oleh Youngi.Aksinya yang gagal di tertawakan semua orang yang ada disana
"Kau pelit sekali Youngi" geruru Leo
"Sangat-sangat" sahut Daniel
"Bukan urusanmu" jawab Youngi yang kembali memakan pizza nya.Meminta Daniel berpindah posisi agar Nindya dan Ji Eun bisa duduk di sebelahnya.
"Pantas saja kalian selalu di gosipkan,aku saja berpikiran jika kalian memang punya hubungan spesial" ucap salah satu staff
"Itu tidak benar" jawab Nindya
Youngi memang senang dengan pribadi Nindya yang mudah akrab dengan teman temannya.Ditambah Nindya tidak termasuk perempuan yang ribet.
---
Nindya sedang dalam perjalanan menuju hotel miliknya yang ada di di dekat pantai.Hotel terbaik yang dimiliki keluarga Park.
Saat sampai disana ia sudah ditunggu di ruang rapat.Rapat yang akan membahas kenaikan gaji karyawan.Sebenarnya kehadiran Nindya disana hanya sebagai simbol belaka.Setiap keputusan tetap Mike yang mengambil alih.
Rapat yang membosankan bagi Nindya.Ia sempat beberapa kali menguap menahan kantuk.
Nindya pergi ke resort yang berada satu area dengan hotel dan villa miliknya.
Ia hendak tidur namun matanya susah sekali untuk terpejam.Diraihnya jaket yang ada di sofa.Mencari udara segar malam hari di dekat pantai.
__ADS_1
Nindya menenteng sandalnya.Bertelanjang kaki menyusuri pinggir pantai yang semakin sepi.Hanya suara debur ombak yang terdengar sepanjang pesisir pantai.Nindya seorang diri disana.Menikmati suasana pantai sambil menatap langit bertabur bintang.
Banyak hal yang sudah ia lewati dua tahun ini.Rindu pada seseorang yang tak lagi bisa ia temui seumur hidupnya.
"Bengong aja Nin" suara lelaki yang mengagetkan Nindya
"Kok lu bisa disini Den?" tanya Nindya
"Gua nyari tahu makanya bisa tahu lu disini"
"Kebanyakan tahu lu"
"Hotel lu ditinggal mulu" ujar Nindya
"Mendingan gua lah.Nah lu diursin aja kaga" cibirnya
"Pan gua artis papan atas"
"Diatas papan kali"
"Garing lu Den"
"Kriuk dong"
"Nih gua bawa gitar biar gak suntuk" Deny memangku gitarnya.
Memetik kunci kunci gitar yang menyatu dengan indahnya.Jika saja dulu ia dan Deny putus dengan cara baik baik.Mungkin Nindya akan langsung menerima cintanya.Tapi dulu Deny mencampakannya begitu saja.
Jika saja ia bisa memutar waktu maka ia ingin kembali saat bersama Jin.Jika ini hanya sebuah mimpi maka ingin secepatnya bangun.Tapi sayang ini adalah kenyataan yang harus dihadapinya.Mau bagaimanapun takdir akan terus berlanjut.Dan ia tak boleh terus terpuruk seperti ini.
Sungguh ia ingin mengeluh pada saat saat tertentu dimana ia sangat merindukan Jin.Tapi tangisan hanya akan memperburuk suasana hatinya saja.
"Nin" panggil Deny
"Hemm iya den" sahut Nindya
"Balik yuk.Anginnya makin kenceng disini"
"Lu kedinginan.Pake aja nih jaket gua" tawar Nindya
"Enak aja lu mau bikin pamor gua turun karena dikasih jaket sama cewek" ujar Deny
__ADS_1