
"Sejujurnya.Aku sudah mengamatimu selama beberapa tahun ini"
"Apa?" Nindya sedikit berteriak
"Kecilkan suaramu" Jin memegangi kupingnya
"Aku mulai tertarik padamu saat melihatmu di pernikahan Mike.Melihatmu yang dengan santainya makan ditengah acara membuatku terus memperhatikanmu.Kau tidak seperti kebanyakan wanita yang berusaha menjaga citra mereka"
"Jadi menurutmu aku rakus"
"Tentu saja" Nindya mencubit pinggang Jin.Jin sedikit meringis.
"Lalu aku mencari tahu semua tentangmu.Awalnya hanya penasaran tapi lama kelamaan aku menyukai hal itu"
"Dasar penguntit"
"Aku mencintaimu" Jin menatap lurus kemata Nindya
"Aku tidak bisa"
"Aku akan membuatmu mencintaiku"
Nindya mengalihkan pembicaraan ketika suasana mulai berubah.Semua kebenaran itu terlalu cepat baginya.Mengingat mereka baru saja ia mengenal dekat Jin.
Keesokan paginya Nindya memutuskan untuk kembali ke aktifitasnya sebagai model.Yuki sangat cerewet tentang ini dan itu.Tapi itu semua membuat Nindya sangat diperhatikan.
"Ya oke"
"Ya" suara fotografer saat melakukan sesi pemotretan
"Baik cukup"
"Terimakasih atas kerja keras kalian semua" ucap Han Joo Ming pada semua kru
"Lelahnya" Nindya duduk di kursinya
"Ingat setelah ini kau masih ada pemotretan untuk produk make up"
"Iya Yuki" Nindya memeluk pinggang Yuki yang berdiri disebelahnya
__ADS_1
"Kau ada masalah apa?" umur Yuki yang hanya terpaut lima tahun lebih tua darinya membuat keduanya sangat akrab.Karena selain manager Yuki adalah satu-satunya sahabat Nindya di Korea
"Aku putus" Yuki menarik diri dari pelukan Nindya dan mengamati raut wajah Nindya dengan serius
"Pantas saja"
"Sudah lupakan saja.Lagian kulihat hubungan kalian sudah tidak berjalan baik"
Nindya segera menuju tempat pemotretan untuk produk make up.Karena ia menunda pekerjaannya Nindya jadi ekstra sibuk untuk satu minggu kedepan.Sudah jam satu malam.Nindya baru saja menyelesaikan sesi terakhirnya.
Puluhan pesan dan panggilan tidak terjawab dari Jin.Serta beberapa chat grup dengan teman sma nya di Indonesia.
*Rita
Nindya mana nih gak pernah nongol
*Dian
Tau ni anak
*Rindu
*Tari
Sirik lu pada
*Nana
Mungkin lagi sibuk
*Nindya
Hadir oyyy
Maaf baru buka chat grup
Percakapan Itu terus berlanjut sampai Nindya masuk ke kamar.Nindya menyalakan lampu dan kaget saat menemukan Jin tengah duduk di sofa.
"Kau kenapa kebiasaan sekali"
__ADS_1
"Kenapa telfonku atau pesan tidak ada yang kau jawab"
"Maaf aku tidak sempat membukanya" Nindya lupa jika kini tangannya masih memegang ponsel
"Oh" Nindya menyadari jawabannya yang membuat Jin kesal
"Sudah jangan marah"
"Aku tidak marah.Hanya saja lihat sekarang jam berapa?" Nindya menoleh ke jam dinding benar saja Jin kesal ternyata sudah hampir setengah tiga pagi
"Lain kali sebelum aku pulang kau harus sudah dirumah"
"Mana bisa seperti itu"
"Tidak ada bantahan.Aku akan meminta managermu untuk tidak terlalu banyak menerima tawaran"
"Dasar diktator"
Nindya segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri.Ia segera merebahkan diri ke ranjang berukuran king size itu.Tak butuh waktu lama Nindya segera terlelap.
Pagi-pagi sekali Jin sudah berangkat ke kantor.Jadi hari ini Nindya sarapan pagi sendiri.Entah mengapa Nindya merasa nyaman dengan perlakuan Jin meski ia terkesan mendikte semuanya.Tapi ia merasa diperhatikan dan diperdulikan.Perhatian yang sudah lama ia rindukan.
Hari ini Nindya masih ada jadwal pemotretan yang padat.Sejak tadi Yuki terus saja menelfonnya untuk segera datang ke lokasi.
"Kau membuat semua orang menunggu Nindya"
"Tolong maafkan saya" Nindya membungkuk untuk meminta maaf pada semua kru yang sudah siap.Segera ia di make up dan berganti pakaian untuk sesi foto pertama.Saat seperti ini ia menjadi merindukan Deny.Karena berkat kedekatannya dengan Deny ia jadi terjun ke dunia model.
Ditempat lain.
"Jin" suara Young mengangetkan Jin
"Youngi kau mengagetkanku saja"
"Sepertinya kau semakin sibuk"
"Kau sendiri kenapa bisa ada disini?"
"Management memberi waktu istirahat kami selama dua bulan"
__ADS_1
"Kabarnya kau membawa wanita kerumahmu?"