
Please like,komen dan subscribe buat dukung author ya ♡♡♡
---
"Selaw masih ada waktu seminggu lagi" Nana menenangkan
"Gila aja mak.Belom juga kemarin naro pantat"
"Lagian kenapa harus mendadak gini sih" gerutunya sambil mengunyah keripik pedas
"Tapi akhirnya lu urusin juga kan"
"Yaiya mau gimana lagi,abis gada yang ngurusin" ujar Nindya pasrah
H-1 Nindya masih disibukkan dengan dekorasi gedung yang menurutnya masih kurang sempurna.
"Ayo pulang udah jam berapa ini Nin.Lu jugs butuh istirahat" ajak Deny yang mengetahui dari karyawan jika Nindya belum makan malam.
"Ayo tunggu apa lagi" Deny menarik lengan Nindya agar ia cepat pulang dan beristirahat.
Sejak pagi ia memang disibukkan dengan menata dekorasi ruangan.Nindya tak mau ada kesalahan sekecil apapun.Semua harus perfect.
Alarm pagi membangunkan Nindya.Celaka ia tak boleh telat di acara pernikahan.
Sampai digedung Nindya buru-buru menuju ruang make up.Semua orang menatapnya kesal karena ia yang terlambat.
Nindya mengenakan kebaya dengan sanggul kecil yang lebih modern.
"Selamat ya Nin" Rita memberi selamat pada Nindya
"Kok selamatnya ke gua sih?"
"Kan yang nikah emak bukan gua" ujar Nindya
"Kita gak nyangka aja lu bisa selesein semua hal kurang dari dua minggu" puji Tari
"Kamvret sih lu pada gada yang bantuin gua" oceh Nindya sambil berkacak pinggang
"Yang leluasa cuma lu doang" jawab Dian
"Apa lu milih jagain dua anak gua" tambah Dian.Nindya menggeleng cepat.
"Yang penting acaranya lancar kan" sahut Rindu sambil mengelus perut besarnya
"Iya kasian kejadiannya kalo kayak Rindu" ledek Dian
"Bully aja teros.Aku mah gak apa-apa strong kok'" ujar Rindu
"Udah mending kita kasih selamat ama emak yang rujuk sama Arya" Nindya memberi ide
__ADS_1
Di pernikahan kali ini Nindya bertemu Yovan.Tak di sangka penampilannya berubah drastis.Rambutnya yang sedikit memanjang sampai sepundak dengan tatanan dikuncir keatas.Ia pun memiliki kumis tipis yang semakin membuatnya terlihat sangat dewasa.
"Nindya si tomboy berubah jadi princess" ledek Yovan
"Mending.Nah lu umur dua tujuh kaya bapak-bapak anak tiga" balas Nindya
"Gua sering liat lu mondar mandir di iklan ustube"
"Jualan kacang kali mondar-mandir" gurau Nindya
"Bisnis lancar?" tanya Nindya
"Lagi seret dana Nin" jawab Yovan
"Kasih minumlah"
"Utangin duit dong" ujar Yovan mengulurkan tangannya meminta uang
"Najong Yov" Nindya menepis tangan Yovan.Ia tahu jika Yovan hanya menggodanya.Karena menurut berita yang ia baca bisnis propertinya sedang naik daun
"Gua bisa dong minta tolong sama lu gak?" tanya Nindya
"Apaan pengen rumah,apartemen apa jodoh?"
"Ya kali Yov,gua secantik ini masih minta cariin jodoh" ucap Nindya bangga.Yovan mencubit gemas kedua pipi Nindya.Membuat Nindya sampai mengaduh kesakitan.Setelah obrolan tidak bermutu lainnya Nindya mengungkapkan keinginannya.Nindya membisikkan sesuatu pada Yovan tentang keinginannya.Dengan cepat Yovan mengiyakan permintaan Nindya.Jika soal itu ia lebih dari bisa untuk membantunya.
Nindya pun mengiyakan karena ia juga tak ada kegiatan yang lainnya.
Seusai pesta Nindya pulang bersama mama Nana.Karena Nana dan Raka akan langsung pulang kerumahnya dengan Arya dulu.
Nindya mengirim pesan pada Siska menanyakan kabar keluarga kecilnya.Sampai saat ini ia belum mengabari Youngi sama sekali.
Nindya sedang menunggu Deny untuk menjemputnya.Tidak biasanya ia membuat Nindya menunggu.Setelah sepuluh menit berlalu akhirnya Deny datang juga.Pantas saja Deny terlambat karena jalanan memang padat merayap.Malam minggu gengs.Jadi wajarin aja.
Deny menghentikan mobilnya didepan restoran mewah.Untung saja ia sudah memperkirakan hal ini.Jadi ia tidak salah kostum.
Di dalam sudah duduk kedua orang tua Deny dengan Desy,Luna dan suaminya.
"Selamat malam om,tante"
"Selamat malem kak"
"Ini Luna?" tanya Nindya pada anak berambut sebahu yang cantik
"Halo kak Nindya" sapanya lalu menyami tangan Nindya
"Duduk Nin,tante udah pesenin kesukaan kamu" ucap mama Deny
Makan malam berlangsung penuh canda dan tawa.Keluarga Deny sejak dulu selalu hangat padanya.Meski sekarang Nindya sudah berstatus janda sekalipun.Mereka tetap memperlakukannya seperti Nindya yang sama.
__ADS_1
Desy menceritakan bagaimana galaunya Deny dulu saat mengetahui Nindya mempunyai hubungan dengan Jin.Lalu diperparah saat Nindya menikah yang membuatnya berhari hari mengurung diri di dalam kamar.
"Om tante makasih banyak udah ngundang Nindya makan malam" ucap Nindya saat hendak pulang
"Iya sayang.Den kamu hati hati nyetirnya jangan ngebut ya" nasehat mamanya
Deny lalu mengantar Nindya pulang.Namun di tengah jalan ia meminta Deny untuk berhenti di taman kota.Saat pulang dulu ia belum sempat mampir kesana.
"Makin bagus aja ya taman kota" ucap Nindya
"Iya" sahut Deny singkat
"Hotel yang di sini dulu siapa yang ngurusin Den?" tanya Nindya
"Danang.Masih inget kan sama dia" ucap Deny
"Masihlah"
"Lu serius buat balik Korea?" tanya Deny
"Iya Den.Sejauh ini gua belum ada alasan buat netep di sini" ujarnya
"Gua gak cukup jadi alesan lu buat tetep tinggal?" tanya Deny serius mengaitkan jemari mereka
"Gua gak tau Den" ada sedikit perasaan takut
"Apa karna masalalu" tanya Deny lagi
"Bukan.Cuma gua yang belum bisa pahamin perasaan gua sendiri" jawab Nindya
''Kapanpun itu gua bakal tunggu"
Untuk mengalihkan topik pembicaraan Nindya meminta Deny untuk membelikannya jagung bakar.Nindya belum bisa memastikan perasaannya sendiri.Ia masih butuh banyak waktu.Lagi pula ia tidak ingin menjalin hubungan dengan hatinya yang masih bimbang.Untuk sementara waktu biarkan saja seperti ini dahulu.Ia ingin menikmati kesendiriannya dan mengistirahatkan hatinya.
Entah doyan atau ia masih lapar.Nindya menghabiskan dua jagung bakar.Deny sampai menawarkan miliknya saat Nindya menghabiskan jagung keduanya.Perutnya sudah tidak mampu menahan lagi.Kekenyangan malah membuatnya mengantuk.Deny pun mengantar Nindya sampai depan pintu rumah Nana.
Nindya mengetik sebuah pesan singkat kepada Yovan.Menanyakan apa ia sudah mendapatkan semua sesuai permintaannya.
Dan jawaban beres yang diterima Nindya membuatnya sedikit lega.Besok pagi ia harus bangun pagi agar tidak tertinggal pesawat.
Sebelum Nindya selesai mandi Deny malah sudah terlebih dulu sanpai.Jadi hal itu membuatnya menunggu lama karena Nindya belum merapikan barang barangnya.
"Tante Nindya pamit ya,maaf udah ngerepotin" Nindya memeluk mama Nana
"Tante yang makasih karena kamu udah mau bantuin ngurus pernikahan Nana yang mendadak" ujarnya
"Nindya seneng kok bisa bantuin tan"
"Kamu hati hati,kabarin kalo udah sampe" Nindya mengangguk lalu berpamitan lagi
__ADS_1