
Jangan lupa like dan subscribe,komen juga ya...
---
"Mau ikut ekstra apa Jes?" tanya Maya
"Males gua" sahutnya
"Ye lu baru juga hari pertama sekolah udah males aja" Maya menyenggol lengan Jesselyn yang menopang dagu
"Si kutil" Jesselyn mencibir
"Ekstra apa buru tulis,biar bisa bareng" Maya menaruh pulpen pada tangan Jesselyn
"Drama?" tanya Maya
"Gak cocok gua yang begituan" tolak Jesselyn mentah mentah
"Nari?" tanya Maya kedua kalinya
"Ada tampang lemah gemulai gua?" Jesselyn menunjuk dirinya.Maya yang merasa temannya itu sedikit tomboi tersenyum lebar
"Terus apaan dong?" tanyanya
"Fotografi kali ya" Jesselyn menulis pada lembaran kertas yang sedari tadi ditunggu teman yang duduk dibelakangnya
"Samain aja deh" Maya ikut menulis fotografi pada lembaran
"Gak punya temen lain ya lu" cibir Jesselyn
"Emang lu punya" Maya menoleh kebelakang memberikan lembaran kertas pada temannya
"Lama" omel perempuan yang menerima kelasnya
"Bodo" sahut Maya tak kalah kesal
Setelah itu Wali kelas bernama pak Handoyo mempersilahkan setiap murid memperkenalkan diri di kelas.Mulai dari nama,tanggal lahir hobi dan kenapa memilih bersekolah di SMA NUSANTARA
"Halo semua.nama saya Maya Fortuna Wijaya.TTL 17 Maret 2004"
"Hobi jalan jalan dan kenapa milih sekolah di Nusantara karena sekolah ini manjadi sekolah favorit"
"Terima kasih" ucap Maya yang menyudahi perkenalan dirinya.Giliran Jesselyn yang maju kedepan.
"Perkenalkan nama saya Jesselyn Malika Yunandra.TTL,Bandung 18 Juli 2004"
"Hobi makan tidur sama game.Kenapa milih sekolah disini karena pengen" Jesselyn kembali ke bangkunya selesai memperkenalkan diri.
"Kaku amat perkenalan dirinya" ucap Maya saat Yerin kembali ke bangkunya
"Mager" sahut Jesselyn cepat
Setelah perkenalan diri.Wali kelas memberi mereka denah sekolah.Agar mereka tahu dimana letak setiap lab dan ruang kelas yang ada di sekolahan mereka.
Dua jam berlalu begitu cepat.Jesselyn beberapa kali menahan kantuk karena bosan.
"Cuci muka sono" suruh Maya pada Jesselyn yang rajin menopang dagu
"Ya deh" Jesselyn meminta Maya untuk memberinya jalan.Ia pun pergi ke toilet untuk membasuh mukanya.
"Eh..eh..kemarin gua liat Ken manggung di kafe bokap gua" ucap salah satu senior
__ADS_1
"Serius lu?kenapa gak ngabarin gua" sahut temannya
"Kelupaan gua.Saking terpesonanya sama lelaki idaman" Jesselyn yang berdiri disana sembari membasuh muka hanya mendengarkan
"Nguping lu ya?" tanya yang memulai gosip
"Apaan si,orang lagi cuci muka" sahut Jesselyn cuek
"Nyolot sih" ia melotot pada Jesselyn
"Udah Ran diemin aja ngapain ngurusin anak bau kencur begini"
"Nyolot dia Nad" jawab Rania pada Nadia yang mencoba menenangkannya
Malas menanggapi ocehan tidak jelas itu ia berlalu keluar toilet.Apa coba yang membuatnya kesal padahal Jesselyn hanya membasuh mukanya tanpa berminat dengan obrolan mereka.Lagi pula siapa itu Ken si makhluk asing yang tak ia kenal.
Jessie mengetuk pintu terlebih dulu saat ia melihat guru yang sudah mengajar di dalam kelas.
"Maaf pak saya dari toilet" ucap Jesselyn
"Masuk" sahut guru pengajar
"Tunggu.Kamu bisa mengerjakan soal ini?" tanyanya saat Jesselyn menoleh padanya
"Biar saya coba pak" Jesselyn menerima spidol yang diberikan padanya.Mengerjakan soal dengan rentetan penyelesaian yang lumayan panjang.
"Hebat..hebat.Siapa nama kamu?" tanyanya
"Jesselyn pak" Jesselyn pun menuju kursinya setelah mendapat ijin
Maya yang duduk di sebelahnya tak percaya teman sebangkunya sepintar itu.Matematika memang menjadi kelemahan bagi setiap murid.
Jam istirahat pertama Jesselyn dan Maya pergi ke kantin.Maya yang hanya merasa haus terheran heran dengan temannya yang memesan double porsi siomay dan jus jeruk.
"Lu pikir" sahut Jesselyn
"Gua pikir lu kesurupan balik dari toilet.Makan sebanyak itu" Maya masih tidak percaya dengan porsi yang Jesselyn habiskan
"Siapa suruh lu duduk disini" ucap senior yang menggebrak meja.Rania lagi ternyata
"Oh lu lagi" ucapnya yang masih bisa mengenali wajah Jesselyn
"Lu tau gak ini meja siapa?" tanya Nadia
"Meja kantin lah emang punya siapa" sahut Jesselyn santai
"Semua orang disini tau kalo meja ini punya gua!" bentak Rania lagi
"Maksudnya lu bawa dari rumah gitu?" tanya Jesselyn mengejek
"Haha..gak berat tuh bawa dari rumah" ejek Maya yang ikut kesal
"Nyolot lu ya!" Rania mengangkat jus milik Jesselyn.Bersiap untuk menyiram Jesselyn.Dalam hati Jesselyn jika ia sampai benar benar disiram lihat apa yang akan ia lakukan sebagai balasan.
"Jangan kasar Ran" cegah siswi yang memegang tangan Rania
"Lepas!jangan sok ikut campur Bel" ucap Rania
"Awas lu ya" Rania mengancam Jesselyn sebelum pergi meninggalkan kantin bersama Nadia.Bella tersenyum pada Jeseelyn dan Maya.
"Makasih kak" ucap Jesselyn
__ADS_1
"Saya yang minta maaf karena gak sepantesnya kakak kelas ngebully adek kelasnya" Bella tersenyum ramah
Perhatian seluruh murid kembali fokus ke makanan mereka setelah keributan usai.Maya menanyainya karena mendengar kata kata Rania sepertinya mereka pernah bertemu.
Pelajaran yang membosankan.Jesselyn mengeluarkan ponselnya untuk bermain game online.Dan saat ia ketahuan guru bahasa inggris ia dikeluarkan dari kelas.Dihukum dihari pertama sekolah membuatnya jadi perhatian para siswi.
Jesselyn dihukum untuk hormat pada tiang bendera disiang bawah terik matahari.
Keringat yang mengalir dipelipisnya serta dahaga membutnya ingin berlari ke kantin untuk mencari sesuatu yang dingin.
"Minum nih" siswa lelaki menyodorkan minuman dingin untuknya.Seperti oasis ditengah gurun pasir Jesselyn menerimanya tanpa ragu.
Sebotol air dingin itu habis dalam sekali teguk.Ya ukurannya aja unyil.
"Buset abis?" Jesselyn memberikan botol kosong pada lelaki pemberi air dingin
"Aus banget" sahut Jesselyn
"Jesselyn" ia membaca nama yang tertera di seragam Jesselyn
"Arkeno Manuella" ia memperkenalkan diri
"Udah tau" jawab Jesselyn yang kembali hormat pada tiang bendera
"Kenal gua?" tanyanya
"Tuh ada nama lu di seragam" jawab Jesselyn tanpa menoleh
"Hey..siapa itu yang disana!" teriak bu Tina yang memberi hukuman pada Jesselyn
"Sampe ketemu lagi" ucapnya sebelum berlari meninggalkan Jesselyn sendirian di tengah lapangan.
Bu Tina pun menyuruh Jesselyn untuk kembali ke kelas.Jesselyn mengambik lembaran tissu yang disodorkan oleh Maya.Mengelap peluh yang membasahi pelipisnya.
Selesai berjemur dibawah terik matahari membuatnya terjaga sampai akhir pelajaran.Jesselyn membereskan barang barangnya yang diatas meja kedalam tas ranselnya.
"Langsung balik?" tanya Maya
"Iya" sahut Jessie
"Mau bareng?" tawar Maya yang membawa sepeda motor
"Enggalah enakan naik angkot" sahut Jesselyn
Maya pun pergi lebih dulu menuju parkiran.Memakai helm dan jaketnya bergegas pulang kerumah.
Jesselyn yang masih berada di dalam angkot kepanasan karena terjebak macet.Butik mamanya sudah tidak jauh lagi jadi Jesselyn memilih turun dan berjalan kaki.
"Turun sini aja mang" Jesselyn memberikan uang sepuluh ribu
"Kembalinya neng" panggil supir angkot
"Buat ngopi aja mang" sahut Jesselyn yang mulai berjalan di sepanjang trotoar.
Trotoar yang seharusnya digunakan untuk pejalan kaki menjadi jalan alternatif bagi pemotor yang enggan bersabar pada kemacetan.
"Minggir woi" bentak lelaki yang masih muda
"Trotoar woi trotoar" sahut Jesselyn tak kalah sewotnya.Jesselyn kembali melanjutkan langkahnya.Berbelok di butik mamanya yang ramai pengunjung.
Jesselyn mendorong pintu.Mamanya tersenyum dan tak lama memgkerutkan dahinya saat melihat muka Jesselyn yang ditekuk.
__ADS_1
"Permisi sebentar ya jeng" ucap Nindya pada pelanggan yang sedang memilih baju.