Ruang Hati

Ruang Hati
#29 Kebetulan


__ADS_3

*Park Hyung-Jin


 


 


Apakah ini kebetulan?aku melihatnya sedang duduk dipantai bersama seseorang yang kurasa itu temannya.Tentu saja aku ingat dia yang pertama kali kutemui di sebuah pesta pernikahan.Wanita dengan wajah khas Asia Tenggara yang begitu menarik perhatianku.


"Kenapa aku merasa seolah takdir sengaja mempertemukan kita" gumam Jin.


Jin datang ke Bali untuk melakukan perjalanan bisnis di Jakarta.Karena urusan bisnisnya selesai lebih cepat dari dugaanya ia memutuskan untuk berlibur ke Bali.


 


 


---


"Mak kok gua merinding ya berasa ada yang lagi merhatiin kita" Nindya menyentuh lehernya


"Apaan sih.Jangan parno deh Nin"


"Balik aja yuk"


Keduanya pun segera pulang ke villa yang tak jauh dari pantai.


Saat keduanya masuk kekamar teman-temannya tengah mengadakan permainan truth or dare.Botol yang diputar berhenti menghadap Nindya.Nindya menelan salivanya.


"Pilih truth or dare" tanya Dian


"Truth aja deh.Gua ngeri kalo milih dare" jawab Nindya cepat


"Oke siapa yang mau nanya?" Rindu membuka suara


"Gua" jawab Rita


"Lu pernah ngapain aja sama Deny" Rita bertanya penuh selidik

__ADS_1


"Ciuman doang gua ma"


"Berapa kali?" tanya Tari antusias


"Nj*r.Pertanyaan macam apa itu?" tanya Nindya


"Buruan jawab" pinta Nana penasaran


"Lu semua som*lak.Mana mungkin gua ngitung berapa kali" sahut Nindya dengan wajah konyolnya


"Ya kali Nin.Lu kan rada-rada orangnya" sahut Dian


"Bangke" Nindya menjitak kepala Dian.


Ponsel Nindya berdering,tertera nama Deny disana.Ia pun pergi ke ruang tamu untuk menerima telfon.


"Halo babang" ucap Nindya dengan suara dibuat-buat


"Geli gua jangan panggil begitu" jawab Deny diseberang sana


"Kangen.Besok gua jemput di bandara ya"


"Yoyoi"


"Gua mau ngajak lu kesuatu tempat"


"Kemana?"


"Ntar lu juga tau"


"Jawaban lu klise kayak sinetron"


"Ya kali gua kasih tau tempatnya Nin.Pokoknya ntar lu juga tau"


"Haha..jangan ambek dong".


Hampir satu jam mereka berbincang ditelefon.Mungkin lebih jika ponsel Nindya tidak kehabisan daya baterai.Nindya tersenyum sumringah.Bahagia memiliki Deny yang begitu pengertian dan selalu membuatnya bahagia.

__ADS_1


Setelah Nindya memasuki mobil Deny menutup kedua matanya.Memacu mobilnya menuju sebuah tempat yang sudah dipersiapkannya dari kemarin.


Deny membawa Nindya ke rofftop hotel mewah.Disana ia sudah menyiapkan dinner romantis untuk mereka.Meski baju yang mereka kenakan jauh melenceng dari tema malam ini.Ratusan lilin dinyalakan di sepanjang jalan menuju meja.Deny menggandeng tangan Nindya berjalan kearah meja.Para pelayan membawakan hidangan dari mulai hidangan pembuka,utama dan penutup.Selesai makan Deny memberi buket bunga mawar berjumlah sembilan puluh sembilan.Menyanyikan lagu Korea yang sontak membuat Nindya terpingkal-pingkal.


Deny memang memahami Nindya,ia mampu melambungkan Nindya dan membuat Nindya tertawa lepas.Serta membantu Nindya mengatasi phobia ketinggian.


Keduanya berdiri bersebelahan memandangi ribuan kendaraan yang melintas dijalan.Lampu mobil terasa bagai bintang ditengah kemacetan.


"Den" Nindya membuka suara


"Hemm"


"Selama ini gua penasaran.Lu kenapa bisa suka sama gua?"


"Karena lu itu banyak makan,tukang tidur,jail,cerewet,konyol,dan yang paling penting lu gak rewel minta dibeliin es krim"


"Nyesel gua nanya" ucap Nindya


"Seriusan Nin"


"Yang lu sebut ma kejelekan gua semua"


"Itu belum semua" jawab Deny dengan wajah serius


"Nyolot dih" Nindya lalu mecubit kecil pinggang Deny,membuatnya meringis kesakitan.


Deny lalu mengajak pulang Nindya karena besok mereka harus masuk sekolah.Nindya tertidur karena masih lelah setelah berlibur tiga hari.


Lumatan Deny pada bibirnya membangunkan Nindya.Nindya pun membalas ciuman Deny.


"Udah buat besok lagi" Nindya mendorong pelan Deny


"Masuk gih" tutur Deny


"Siap bos.Udah malem lu balik gih.Jangan ngetem didepan kos gua" Nindya mengecup pelan bibir Deny lalu segera turun dari mobil.


"Ribet nih si Deny ngasih buket bunga segini gede" ia sedikit kerepotan saat melewati pintu.

__ADS_1


__ADS_2