
RH S2 7
Masih di kota yang sama.
Nana yang sekarang menjadi seorang single parents,sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan yang sudah beberapa tahun ini ia geluti.Kesibukannya sebagai pemilik wedding organizer membuatnya bisa melupakan rasa sakit karena perceraiannya sedikit demi sedikit.Seperti sekarang ini,ia sibuk mendekorasi gedung untuk acara pernikahan kliennya bersama beberapa karyawannya.
Berkat kerja kerasnya bisnis Nana berkembang pesat karena kesuksessannya memenuhi setiap keinginan klien.Hal itulah yang membuatnya cepat dikenal oleh banyak kalangan menengah keatas.
"Mbak bunganya ini ditaruh dimana ya?" tanya salah satu karyawan
"Taro di vas yang baru kita beli minggu kemarin ya.Minta Maya buat ngerangkai.Kamu ikut bantuin juga" perintah Nana
"Baik mbak" ia pergi meninggalkan Nana diikuti kurir dari toko bunga langganan yang membawa pesanannya
"Tarik sedikit lagi,jangan terlalu kendor kainnya" Nana memberi intruksi
Nana beralih ke tempat duduk pengantin.Ia berdiri disana mengamati setiap detail bunga yang terpasang dibelakang kursi yang akan digunakan oleh mempelai nantinya.Apakah terlalu berlebihan atau malah butuh tambahan lagi.Sekelebat bayangan terlintas di benaknya,teringat bahwa ia juga pernah menjadi mempelai yang bahagia disana bersama Arya.
Jika saja Arya tidak berselingkuh mungkin ia tak perlu bekerja sekeras ini.Tapi sudahlah itu sudah menjadi bagian dari masa lalu.Untuk apa dikenang?yang terpenting sekarang ini adalah bagaimana ia membenarkan dan memenuhi semua kebutuhan anaknya.
Sudah jam sepuluh malam namun pekerjaan mereka belum juga selesai.Tidak tega melihat gurat kelelahan dari karyawannya Nana meminta mereka untuk pulang terlebih dulu.Pekerjaan yang belum selesai akan mereka teruskan besok pagi.
Nana mengendarai sepeda motor maticnya menuju rumah.Belum juga ia berhenti didepan gerbabg Pak Giman sudah membukakan pintu gerbang untuk Nana.
"Raka udah tidur pak?" tanya Nana sembari mematikan mesin motor
"Sudah non" jawabnya singkat,padat dan jelas.
"Makasih ya pak.Bapak silahkan istirahat udah malem" Nana melepas helm lalu turun dari motor kesayangannya
"Terima kasih non" ia mengunci gerbang terlebih dulu sebelum menuju kamarnya yang ada dibelakang
Ponsel Nana bergetar.Telefon masuk dari Nindya.Pasti ia akan kena omelan kali ini.
"Mak!" pekik Nindya saat Nana menjawab telefon, beruntung Nana belum menempelkan benda itu ke kupingnya.Bisa-bisa ia akan mengalami masalah dengan pendengarnya nanti.
"Hemmm" hanya deheman yang keluar dari mulut Nana saat ponselnya sudah hening
"Kenapa gak bilang kalo itu hotel punya si Deny sih!" omel Nindya saat mendengar suara pemilik nomor tersebut
"Biar surprise" jawab Nana asal.Kembali melanjutkan langkahnya dan membuka pintu rumahnya.
"Gak lucu mak" sahut Nindya yang terdengar kesal
"Iya maaf-maaf kemarin mau bilang tapi Raka ribet minta hp" kebohongan level satu
"Hmm" tentu Nindya tahu Nana berbohong.
"Kalo udah gak suka ngapain ngambek" perkataan Nana menohok hati Nindya
"Dah mak mau tidur" lebih baik mematikan teleponnya daripada ia diinterogasi oleh emaknya itu
Tutt..tutt..
Nana menatap ponsel sesaat sebelum naik menuju kamarnya.
-----
Keesokannya Nana kembali sibuk mendekorasi gedung.Mau tidak mau ia harus menyelesaikan semuanya hari ini karena besok adalah hari pernikahan kliennya.
"Rin tolong di cek lagi ya cateringnya" pinta Nana
Ia mengecek segala persiapan pernikahan.Jangan sampai ada kesalahan sedikitpun.Semua harus sempurna.
Ditempat lain Nindya tengah duduk dengan Ji Eun yang mengipasinya.Sudah lima kali take namun hasilnya tidak ada yang bagus.Konsentrasinya seperti terpecah belah.Entahlah, perasaannya tidak enak,yang ada dipikirannya bagaimana ia bisa secepatnya kembali ke Korea.
"Kembung kembung dah gua minum dari tadi" oceh Nindya kesal saat ia menerima botol ketiga dari kru.
"Kenapa gak fokus?" tanya Yuki yang ikut kesal.Tidak biasanya Nindya seperti ini.
"Kepikiran Jin pengen pulang" rengek Nindya pada Yuki
"Oke kita pulang,tapi.."
"Kalo sekali take kamu berhasil kita cancel yang lain" Yuki akhirnya mengalah
"Terbaik!" Nindya mencubit gemas pipi Yuki
Tak berselang lama Nindya kembali dipanggil oleh salah satu kru untuk melanjutkan proses syuting.
__ADS_1
Seperti kebanyakan iklan lainnya.Nindya diminta berakting jika minuman itu bisa menghilangkan haus secepat kilat tanpa ada rasa yang nyangkut di leher.Lancar kayak jalanan ibukota pas musim lebaran.
"Cut!" potong sang sutradara
Prokk..prokkk..
Sang sutradara bertepuk tangan atas akting Nindya diikuti kru yang bertugas.
"Bagus..bagus..sedikit lebih lama dari yang saya harapkan.Tapi terima kasih atas kerja kerasnya.Akting kamu memang luar biasa" pujinya lalu mengulurkan tangan yang disambut oleh Nindya
"Terima kasih pak,tapi maaf saya harus segera melakukan penerbangan kembali ke Korea" ucap Nindya terus terang karena ia ingin secepatnya kembali ke Korea
"Kenapa buru buru kita akan mengadakan makan malam bersama seluruh kru" perayaan seperti yang biasa dilakukan setiap selesai syuting
"Sekali lagi saya minta maaf pak.Saya ada keperluan mendesak" Nindya menolak sesopan mungkin
"Baiklah.Biar supir mengantar kalian ke hotel dan menuju bandara"
"Terima kasih banyak pak atas bantuannya,maaf sudah merepotkan" ucapnya dan berlalu pergi menghampiri Yuki dan Ji Eun agar bergegas menuju hotel untuk mengemasi barang mereka
"Chek out?" sapaan Deny yang melihat Nindya tengah duduk di lobby hotel dengan dua koper besar didepannya
"Eh..iya" jawab Nindya yang baru menyadari sosok Deny yang berdiri di sampingnya
"Butuh bantuan?" tawar Deny
"Ayo Nin" belum sempat menjawab Yuki dan Ji Eun baru saja selesai chek out
"Gak Den,makasih.Pergi dulu ya" Deny membalas lambaian tangan Nindya yang berlalu pergi
Nindya berjalan keluar hotel diikuti Yuki dan Ji Eun yang membawa tiga koper.
"Ngebut ya pak" ucap Nindya saat duduk di jok belakang
"Jangan pak.Yang penting selamat diperjalanan" koreksi Yuki yang duduk disebelah supir kru
"Berangkat" ucap supir kru yang tak menghiraukan keduanya.Fokus mengendarai mobil menuju bandara.
"Ji kamu udah pesen tiket kan?" Nindya memastikan Ji Eun tidak melupakan hal paling penting
"Sudah" jawab Ji Eun singkat padat dan jelas
Begitu sampai ketiganya langsung bergegas karena penerbangan mereka setengah jam lagi.
---
"Kenapa Den?" tanya Appe yang kali ini menjadi tempat curhat Deny di sambungan telefon
"High Level yuk.Pengen ngopi" jawabnya
"Lah sekarang ma ngopi gak harus di kafe kali" ledek Appe ala bintang iklan kopi instan
"Mau gak?" malas meladeni guyonan Appe
"Gua ajak Rendy sekalian" usul Appe kemudian
"Serah.Makin banyak makin bagus"
Deny bersiap menuju kafe.Menyerahkan segala urusan hotel pada Miko manajer umum hotelnya.
Saat ia sampai Appe dan Rendy sudah duduk dengan dua cangkir kopi yang sudah berkurang setengah cangkir.Mungkin saja mereka sudah datang beberapa saat yang lalu.
Pembicaraan santai ngalor ngidul yang diawali oleh Rendy.Ia tahu jika sahabatnya itu sedang dalam suasana hati yang tidak bagus.
"Lu mau ikut gua muncak ke Rinjani gak?" tanya Appe
"Kaga dulu lah.Hotel lagi banyak masalah" tolaknya
"Bos ma bebas kali" potong Rendy sebelum Appe kembali membuka mulut untuk bertanya
Ponsel Appe bergetar.Ia sedikit menjauh untuk mengangkat panggilan telefon.
"Gua cabut ya,adek gua minta jemput" ucapnya
"Iya sono buruan jemput dedek gemesnya" ledek Rendy yang membuat Deny sedikit tersenyum
"Jones jangan ngiri dong" Apple melangkah pergi meninggalkan Rendy yang mengumpatnya
"Lu mau cerita apaan?" tanya Rendy
__ADS_1
"Gada cuma pengen keluar aja" bantah Deny yang sibuk memainkan cangkirnya
---
"Mana Rian,Ndu?" tanya mamanya saat Rindu masuk kedalam rumah.Terlebih ia tidak tahu siapa yang baru saja mengantar anaknya pulang.
"Restoran mah.Banyak kerjaan katanya" jawab Rindu
"Udah makan?"
"Udah tadi ma,Rindu naik ke kamar dulu ya ma.Capek"
Direbahkannya badan Rindu ke kasur.Lelah hari ini meski tidak banyak kegiatan yang ia lakukan.
Rindu mengeluarkan ponsel.Dua pesan di grup chat.
*Nindya
Gengs
Gua pulang Korea dulu ya 🤗
*Dian
Mendadak banget? 🤔
*Nindya
Kangen oppa 😅
*Dian
Oppa Gangnam style 😂😂😂
*Tari
Garing 😶
*Nana
Batal dong reuninya 😥
*Nindya
Maaf maaf 🙇🙇🙇
Semoga nanti ada waktu luang lagi ya 😇
*Rita
Sok sibuk lu 😒
*Rindu
Hati hati Nin 😇
*Nindya
Siap budos 😘
*Rita
Buldoser kali Nin 🤣
*Rindu
Gua timpuk sendal nih 😤
*Dian
Omegat gua baru liat story wa Rindu 😱
*Tari
*****..pipi apa bakpao tuh 🙄
*Nana
Gimana gak gemuk orang makan mulu di restoran mewah 😝
__ADS_1
*Rindu
Bodo mamat 😒