Ruang Hati

Ruang Hati
Season tiga - bagian 10


__ADS_3

Jangan lupa like,komen dan subscribe biar author makin semangat..


Selamat membaca semoga suka ♡♡♡


----


Ban mobil Ardit sampai berdecit saat ia memarkirkan mobil di basement apartemennya.Apartemen yang digadang gadang menjadi apartemen paling mewah di Indonesia.


Ardit bersiul pelan saat keluar mobil.Parkiran lumayan lengang,hanya ada beberapa mobil mewah yang terparkir.Langkahnya berlanjut menuju lift khusus yang membawa ia ke lantai apartemennya.Lantai yang ditinggali Ardit adalah yang termewah diantara lantai yang lainnya.Dengan fasilitas kolam renang di setiap hunian.


Apartemen itu hanya menyediakan empat pintu di setiap lantainya,yang mana di apartemen tersebut menyediakan berbagai fasilitas mewah lainnya.Dan,tinggal di apartemen membuatnya tak pernah mengenal siapa saja tetangganya.


Ardit memencet rangkaian angka.


Titt..


Pintu apartemennya terbuka.Baru sehari sekolah saja sudah amat melelahkan.Ardit merebahkan punggungnya di sofa.Sepatu yang tadi ia kenakan ia lepas entah dimana.Tak lama berselang ia bangkit,menuju dapur untuk mengambil sesuatu agar bisa membasahi tenggorokannya yang kering.Cuaca di Indonesia memang terlalu panas untuknya yang biasa hidup di musim dingin.


Ardit mengambil dua kaleng soda.Meneguk setengah kaleng terlebih dulu lalu kembali duduk santai di sofa.Tinggal di apartemen sebesar ini membuatnya merasa sepi.Ditambah ia juga tidak bisa hidup sebebas di London.


Ah papanya itu memang selalu melarang setiap keinginannya.Membuat ia berubah menjadi anak yang pembangkang.


Dan setelah mengucap salam Jessie kembali melanjutkan lagu yang ia nyanyikan sepanjang jalan.


Dai yin mai, hua jai chun


yung koi yoo dtrong nun, ror hai ter bert doo


lae wung piang kae ter roo, suk wun neung.


Jessie menyanyi sambil menaiki tangga menuju kamarnya dengan suara yang cukup keras.


Bi Yuni yang berada di dapur sampai melongok keluar dapur,melihat Jessie yang ternyata sudah masuk ke kamar.


"Anaknya lebih parah" gumamnya lantas kembali ke dapur


Jessie merebahkan diri di ranjang.Mengeluarkan headset yang langsung ia tempelkan di kuping saat sebuah lagu terputar.


*Naui du nuneul gameumyeon


Tteooreuneun geu nundongja


Jakku gaseumi siryeoseo


Ijhyeojigil baraesseo


Kkumiramyeon ije kkaeeonasseumyeon jebal


Jeongmal nega naui unmyeongin geolkka


Neon falling you*


*Author-hayoo siapa yang tahu lagu ini??


Lagu pertama belum selesai saja ia sudah tertidur masih dengan seragamnya pula.Sore hari Nindya pulang,lelah meski kegiatannya tak sepadat saat jadi model dulu.


"Jessie udah pulang bi?" tanya Nindya yang mengambil air minum di dapur


"Sudah nyonya,tiga jam yang lalu" jawab bi Yuni

__ADS_1


Nindya meletakkan gelasnya.Menaiki setiap anak tangga menuju kamar anak semata wayangnya.


Tokk..tokk..tok..


Tiga kali mengetuk tanpa jawaban.Nindya memijat pelipisnya.Pasti anaknya itu sudah tidur batinnya.


Ceklekkk..


Nindya mendorong pintu pelan.Bukan masalah seragamnya yang masih menempel pada Jessie.Tapi kesal saat melihat kabel yang terpasang di kupingnya dengan mata terpejam.


"JESSIE!!!"teriakan mamanya yang ngalahin toak masjid sontak membuat Jessie langsung bangun.Ia sampai jatuh dari kasur saking kagetnya.Settdah suara mak gua,batin Jessie yang hendak bangun.


"Berapa kali mama bilang,kalo tidur jangan pake headset!"


"Gak liat kamu berita di tv banyak yang meninggal gara gara tidur sambil headset-an!" saat mamanya sedang seperti ini membuat anaknya itu berfikiran ingin menggali lubang lalu mengubur dirinya dalam dalam.


"Jessie gak nonton tv ma" sahut Jessie enteng.Berusaha mengumpulkan nyawanya yang belum seratus persen menyatu.


"Kamu ya kalo dibilangin!" semprot Nindya yang kesekian kalinya


"Soalnya Jessie liat beritanya di ustube ma" ia masih menguap lebar


"Mandi sana mandi.Udah sore masih aja molor" Nindya mendorong Jessie menuju kamar mandi


"Gausah bawa hape,ntar kamu malah main game bukannya mandi" saking hapal kebiasaan buruk anaknya itu


Sebelum makan malam Deny sudah pulang.Ia baru saja selesai mandi untuk membersihkan diri.Saat keluar kamar mandi,dilihatnya Nindya sedang membaca majalah.Deny ikut duduk disebelah Nindya,iseng menaruh kakinya dipangkuan istrinya.


Nindya menoleh,menatap Deny yang masih mengeringkan rambutnya dengan handuk.


"Pijitin" ucapnya yang mengerti arti dari tatapan istrinya.Nindya menaruh majalahnya dimeja yang ada disebelah sofa.Memijat kaki suaminya yang lelah karena seharian bekerja.


Dan seperti biasa selesai Nindya memijatnya,Deny akan gantian memijat sang istri.Ia juga tahu jika Nindya lelah mengurus butiknya.


"Udah pa"


Jessie baru bergabung saat Deny dan Nindya sudah duduk dimeja makan.


"Kamu udah belajar?" tanya Deny


"Udah pa" maksud Jessie belajar game yang baru ia download.Gak ada yang salah kan dengan jawaban yang Jessie berikan untuk papanya.Kan intinya belajar,begitu pikir Jessie.


Mang Diman dan bi Yuni ikut serta makan malam satu meja dengan keluarga itu.Kebiasaan itu sudah dilakukan selama belasan tahun lamanya.Tidak ada canggung dan Nindya tidak menganggap mereka hanya sebatas asisten rumah tangga,tapi orang tua bagi Nindya yang memang sudah yatim piatu sejak kecil.Deny pun tak pernah keberatan,selama mereka baik pada istri dan anaknya tak ada yang perlu dipermasalahkan.


"Kata mama kamu gak mau dianter sama mang Diman lagi,Jes?" tanya Deny saat mereka berkumpul di ruang tamu


"Iya pa.Lagian Jessie lebih seneng naik angkot" jawab Jessie yang menonton drama Korea dengan mamanya


"Yaudah,lagian mama kamu juga lebih butuh" sahut Deny yang kembali fokus ke laptopnya


"Pah,ajak Jessie ke Korea dong kalo libur nanti" ujarnya


"Nabung kalo kamu pengen jalan jalan" ultimatum mamanya yang menyahuti ucapan Jessie.


Jessie diam,kalah jika ia ingin mendebat mamanya.Sejak kecil ia memang tidak pernah dimanja.Nindya selalu membiasakan anaknya itu membantu dirinya dan bi Yuni membersihkan rumah dihari minggu.


BONUS!!!


CAST RUANG HATI

__ADS_1



Jessie : Si brisik yang nyender dikit suka ketiduran,doyan makan dan main game.



Ardit : anak holang kaya,si ganteng yang cool,cuek tapi peduli.Lope you lah bang.



Ken : vokalis band SKALA,baik plus ganteng pula.Idaman dah pokoknya.



Maya : sahabat setia Jessie,peduli.



Oktav : gitaris band SKALA,kenal Jessie sejak smp



Doni : pecinta dedek gemes yang merasa dirinya paling ganteng



Dimas : anggota OSIS yang ramah



Bella : si cantik yang gagal move on dari Ken



Rania : cewek yang selalu nyari ribut sama Jessie



Nadia : dayang setianya Rania



Asal muasal sifat brisik dan semua sifat yang nempel sama Jessie - NINDYA



hot daddy - Deny


Author : ada yang punya kehaluan beda buat cast??


kalo iya bisa komen..


Siapa tahu author cocok bisa dinego buat ganti...


Jangan lupa like biar author makin semangat..


Komen juga biar ramean dikit kolom komentar.Bilang next thor gitu aja udah seneng aku tuh..


Dan subscribe biar kalian dapet pahala hehe..

__ADS_1


Terus dukung RUANG HATI dengan kasih 5☆...


salam sayang dari author ♡♡♡♡


__ADS_2