
"Jangan tinggalin aku Jin"
"Gak akan pernah sayang" jawabnya penuh keyakinan
"Lagi ya"
"Jin aku capek" Nindya membuka suara
"Yasudah"
Jin mencium ujung kepala Nindya.Ia begitu mencintai wanita yang berada dipelukannya ini.Ia tidak perduli bagaimana masa lalunya,karena yang terpenting Nindya sudah bersamanya sekarang.Tetap saja ia merasa sedikit ragu.
Meski kini Nindya sudah mengatakan jika ia mencintai dirinya.Tapi tetap saja ia merasa Nindya belum bisa melepaskan Deny sepenuhnya.Firasatnya mengatakan jika ia hanya sekedar menjadi pelarian Nindya.Cepat atau lambat ia harus menikahinya agar bisa memilikiNindya selamanya.
Flash back..
"Bagaimana Jo?apa kau dapat sesuatu yang penting?" tanya Jin pada orang kepercayaanya itu
"Nona itu sedang di bandara bersama kekasihnya tuan" sahut Joshua yang lebih sering menguntit Nindya
"Tuan.."
"Apa saya masih perlu mengikutinya?" tanyanya
"Lakukan saja perintahku Jo.Terus awasi setiap pergerakannya"
"Baik tuan" sahut Joshua
"Kau masih saja mengawasi Nindya?" tanya Young
"Dia sangat membuatku penasaran" jawab Jin
"Kau yakin itu cinta?"
__ADS_1
"Setidaknya ia membuatku tertarik!"
"Terserah kau sajalah" Young berlalu meninggalkan Jin di meja bar seorang diri
Joshua selalu melaporkan setiap kegiatan Nindya dengan teliti.Mulai dari kegiatan foto shoot,membintangi iklan dan yang lainnya.Tentunya diam diam ia juga meminta salah satu perusahaan temannya untuk melakukan kontrak kerja dengan Nindya.Mengamatinya dari jauh.
Pernah suatu kali mereka bertemu di pesta yang diadakan temannya.Melihat Nindya yang begitu anggun membuat hati seorang Jin berdesir.Langkahnya mantap menghampiri Nindya yang sedang mengobrol dengan seseorang.
"Selamat malam nona" sapa Jin terlebih dulu
"Tuan selamat malam" balas Nindya sedikit membungkukkan badan
"Bisa bicara sebentar?" tanya Jin
"Baiklah Nindya aku pergi dulu" kata lawan bicara Nindya
"Iya Ve sampai jumpa besok?"
"Maaf tuan ada perlu apa?" tanya Nindya sopan
"Aku temannya" tambah Jin yang mengerti ketidakpahaman Nindya
"Mereka baik baik saja"
"Kenapa mereka tidak datang?"
"Kakakku kurang sehat tuan,jadi kak Mike menemaninya dirumah"
Obrolan itu terus berlanjut.Dari sana Nindya sedikit mengenal sosok Jin yang tidak diketahuinya.Lelaki itu cukup populer karena terkenal playboy.Nindya tidak tertarik dengannya,terlebih karena ia sudah punya Deny.
Flashback off..
__ADS_1
Rasa penasaran yang berubah menjadi cinta.
"Aku mau mandi dulu Jin" ucapan Nindya membuyarkan lamunannya
"Oh iya sayang" sahutnya
"Kau tidak mandi?"
"Kau duluan saja" sahutnya
Nindya tak berlama lama membersihkan diri.Ia bergegas untuk tidur.Selesai mandi Jin ikut memejamkan matanya.Besok pagi ia harus kembali bekerja dikantor.
Antara bahagia dan ragu bagi Jin.
Pagi menjelang..
Tok..tok..
"Tuan sarapan sudah siap" suara pelayan dari balik pintu kamar
"Iya.Sebentar lagi kami turun"
Jin mencium pipi Nindya,membuat pemiliknya terganggu.
"Aku masih ngantuk"
"Lihat jam berapa sekarang" tuturnya menunjuk kearah jam dinding.Mata Nindya melirik kearah jam,sudah pukul tujuh ternyata.Matanya terasa perih karena baru tidur selama tiga jam.
"Lima menit lagi" sahutnya memberi penawaran
"Tidak tidak" sergah Jin
"Ayo kita mandi"
"Iyaa.Dasar menyebalkan" gerutu Nindya
__ADS_1