Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 9


__ADS_3

"Safa,Marwah" panggil Dian pada kedua anaknya


Dua anak kecil berumur empat dan satu setengah tahun datang sambil berlari.


"Duduk,mama ambilin sarapan ya" Dian berlalu ke dapur mengambil dua porsi makanan untuk kedua anaknya itu


Seperti itulah anaknya,baru beberapa menit ditinggal Safa sudah menumpahkan susunya.Sedangkan Marwah membuang buah-buahan yang ada dimeja.


"Mbak!" teriak Dian memanggil dua baby sister baru


"Ya nyonya" sahut mereka saat tiba di dapur


"Suapin mereka ya" Dian menyerahkan dua mangkok makanan


Menyewa dua orang baby sitter untuk menjaga kedua anaknya sepertinya belum cukup.Ditambah dua asisten rumah tangga sekalipun rumahnya tetap saja berantakan karena ulah dua anak perempuannya.


Dan seperti itu suaminya Kevin ingin menambah momongan lagi?big no!!!


Cukup.Dua anak lebih baik pikir Dian.


"Sayang aku berangkat dulu ya" Kevin pamit pada Dian yang masih sibuk membereskan pekerjaan rumah ditemani dua asisten rumahnya


"Iya sayang" ucap Dian saat Kevin mengecup keningnya


"Papa berangkat ya sayang,jangan nakal dirumah" Kevin gantian mengecup puncak kepala kedua anaknya secara bergantian.Bahkan masalah siapa yang dicium lebih dulu harus diberi jadwal.Jika tidak salah satu anaknya akan menangis sepanjang hari.


"Dah papa" keduanya melambaikan tangan pada papanya setelah mencium punggung tangan papanya.Kebiasaan anak-anak Indonesia yang tidak dilakukan di negara lain.


"Hati-hati pa" pesan Dian yang mengantar keberangkatan Kevin sampai depan pintu


"Dah" Dian membalas lambaian tangan sang suami


Biasanya suaminya itu akan diantar oleh supir mereka.Namun karena hari ini Dian akan pergi ke toko kuenya Kevin mengalah untuk menyetir mobilnya sendiri menuju kantor.


Setelah memastikan suaminya berangkat ke kantor giliran Dian yang pergi menuju toko kuenya.Kedua anaknya tentu tidak ia bawa.Biarlah tokonya aman dan sejahtera.


"Mbak titip Safa sama Marwah ya.Jam sepuluh saya pulang" ucap Dian pada baby sister


"Ya nyonya" sahut mereka


Baby sister yang lama baru saja resign.Alasannya karena tidak sanggup mengurus mereka yang kelewat aktif.


Sesampainya Dian di toko kue miliknya ia langsung menuju dapur melihat beberapa pesanan kue.Semua sudah rapi dan siap diantar.Semua ini ia lakukan karena tidak mau hanya berpangku tangan pada suaminya saja.


"Kuenya diantar sekarang bu?" tanya salah satu karyawan tokonya


"Udah dicek semua kan?" tanya Dian yang keluar dari dapur


"Sudah bu" jawabnya


"Cek sekali lagi.Kalo pesanannya sudah pas dan sesuai segera antar" titah Dian.Ia selalu begitu,meminta karyawannya untuk mengecek ulang sebelum dikirim ke pelanggannya.


"Baik Bu"


Dian duduk di ruangannya.Mengecek pengeluaran dan pemasukan di toko kuenya selama satu bulan terakhir.


Sejak chef pastry yang baru tokonya menjadi lebih ramai.Untung yang Dian dapatkan juga lebih dari cukup untuk memberi chef serta karyawannya bonus bulanan karena melampaui target.

__ADS_1


"Ris titip toko ya saya balik dulu.Kabarin kalo ada apa-apa" Dian pamit pulang setelah memberikan bonus yang sudah ia siapkan.Sudah setengah sepuluh ia harus segera pulang.


"Baik bu.Terimakasih bonusnya" Risa adalah karyawan yang menjadi tangan kanannya


Ditempat lain Rindu turun dari mobil Rian.Belum jauh langkahnya memasuki area depan kampus Rio mendatanginya dengan senyum sumringah.Firasat buruk,batin Rindu.


"Pagi bu dosen cantik" sapaan genit yang keluar dari mulut Rio


"Pagi" jawab Rindu singkat.Sekesal apapun ia tetap harus menjawab sapaan mahasiswanya


"Bu dosen udah sarapan?" Rio berjalan mengimbangi langkah Rindu yang semakin lebar dan cepat-cepat


Rindu memilih mengabaikan setiap pertanyaan yang diajukan Rio padanya.Langkahnya mantap menuju ruang kelas untuk mengisi mata kuliahnya.


"Belum nyerah lu deketin Bu dosen?" tanya Tofan temannya


"Sah-sah aja selama janur kuning belum melambai" jawab Rio santai melangkahkan kakinya menuju kantin


"Serah lu dah.Gua do'ain skripsi lu di tolak" Tofan menyumpahi Rio merasa jengah dengan kelakuan sahabatnya itu


"Gak bakal" sahutnya bangga


"Keliatannya aja jutek, tapi gua tau hatinya selembut roti bolu" merasa begitu yakin dengan penilaiannya sendiri


Dikantin Rio sedang asyik mengobrol dengan teman temannya.Tak sengaja melihat Cindy yang sedang celingak celinguk mencari seseorang.


Menyadari akan bahaya besar yang segera mendatanginya Rio langsung menyambar ranselnya segera kabur dari sana.


"Kemana lu" tanya Tofan yang menahan lengan Rio


"Cabut.Gak liat noh siapa yang dateng!"


Langkah Cindy semakin dekat ke meja Tofan.


"Kak Rio mana?" semuanya kompak mengedikkan bahu


Rio masih berlari menjauhi kantin.Secara tak sengaja ia bertabrakan dengan seseorang.


"Aduh" erang keduanya


"Gimana sih jalan gak liat liat" omel suara yang amat dikenal Rio


"Eh bu dosen.Beneran jodoh kita ya" goda Rio pada Rindu


"Kamu sekali lagi godain saya skripsi kamu gak akan saya terima" ancam Rindu


"Galak amat sih bu.Ntar cantiknya ilang lho" usaha maksimal


Masa bodoh batin Rindu.


Setelah selesai mengajar Rindu pergi ke restoran milik Rian.Disana ia mendapati Rian sedang mengobrol dengan salah satu pengunjung.Rindu memilih duduk sambil menunggu Rian selesai mengobrol.


"Siapa?" tanya Rindu saat Rian menarik kursi didepannya


"Itu dia mau booking buat nembak gebetan" sahut Rian


"Anak jaman now" komentar Rindu

__ADS_1


"Kenapa kamu ngiri?" tanya Rian


"Gak lah" ia cukup dewasa untuk hal semacam itu


"Mau makan?" tanya Rian


"Nanti aja masih kenyang" padahal ia tidak bernafsu makan gara-gara bertemu dengan Rio di koridor kampus


"Sore ke rumah Dian yuk" ajak Rindu yang berusaha menghilangkan bayangan Rio dikepalanya


Riang mengangguk setuju.Sudah hampir satu bulan ia belum menengok keponakannya itu.Ditengah perjalanan Rindu mengajak Rian mampir ke toko boneka untuk membelikan hadiah pada Safa dan Marwah.


"Haloo keponakan tante" sapa Rindu saat menemui Safa dan Marwah sedang bermain.Kedua anak kecil itu langsung berhambur memeluk Rindu.


"Mana mama kalian?" tanya Rindu yang tak menemukan keberadaan Dian


"Kenapa lu nyariin gua?" jawab Dian yang sedang menuruni tangga


"Tumben nih anak dua rada anteng?"


"Tau gua juga heran" jawab Dian


---


"Pah kamu mau aku bikinin kopi gak?" tawar Rita


"Gak usah ma" sahut Ervan


"Tumben" ucap Rita yang berlalu menuju dapur untuk membuat kopinya sendiri


Anaknya Raffa sudah tidur sejak tadi.Mama Ervan juga sudah tidur sejak tadi.Rita bergabung dengan suaminya setelah kopi buatannya jadi.Masih ingatkan tadi Ervan menolak dibuatkan.Tapi ia meminum kopi buatan Rita juga setelah mencium aromanya.


"Pah" keluh Rita saat Ervan menghabiskan setengah cangkir


"Kenapa mah?" sahut Ervan tanpa dosa


"Oh ya pah"


"Keliatannya Deny belum move on dari Nindya ya pah" tanya Rita penasaran


"Keliatan banget ya?" Ervan balik bertanya


"Sama pah.Keliatannya Nindya juga gitu sih pah.Heran sama dua manusia itu kalo masih cinta harusnya balikan aja ya kan.Ngapain nikah sama orang lain" Rita ikut pusing memikirkan percintaan sahabatnya itu


"Kita do'ain aja yang terbaik buat mereka berdua ma" Ervan mengelus puncak kepala Rita


"Ya pah" setelah menggosipkan kedua temannya sekilas keduanya memutuskan untuk tidur karena lelah yang sudah menumpuk selama seharian penuh


Keesokannya Ervan bangun kesiangan karena kelelahan membereskan rumah sepulang kerja.Fix mereka harus mencari asisten pengganti sementara.Jika terus berlanjut bisa-bisa mereka mendapat surat peringatan kedua.


"Tu muka pucet amat" ledek Putra.Ia datang langsung untuk menghadiri rapat penting di perusahaan tempat Ervan bekerja


"Ngantuk bro" sahut Ervan


"Lembur mulu sih di ranjang" ledeknya


"Boro Put,yang ada gak pernah sekarang ma" keluh Ervan

__ADS_1


Selesai rapat Ervan mengajak Putra ke kafetaria yang ada dikantornya.Melepas penat sejenak sambil ngopi menjelang siang.


Bukannya membahas bisnis Putra menceritakan insiden anaknya yang jatuh sampai membuat hidungnya berdarah.Kata Ervan ia sudah tahu karena melihat postingan di instastory milik Tari kemarin.Yah ibu ibu jaman sekarang harus update biar gak ketinggalan jaman katanya.Kenyataannya tidak semua hal harus di unggah ke media sosial bukan.


__ADS_2