
18.30 pm KST
"Aku ke toilet sebentar," Taehyung yang terus menatap ponselnya sejak tadi membuat Jin menaruh curiga terhadapnya.
"Ada sesuatu yang tidak beres," Jin berbisik pada Jimin. "Bagaimana kalau kita ikuti saja dia," menarik lengan Jimin keluar dari private room. Berjalan mengendap-endap mengikuti Taehyung.
Keduanya bersembunyi di balik dinding pembatas---menguping pembicaraan Taehyung dengan seorang wanita namun, karena jarak yang lumayan jauh keduanya hanya bisa melihat interaksi Taehyung dengan wanita tersebut.
"Omo!" Jimin berseru tertahan ketika melihat Taehyung memegang kedua sisi wajah seorang perempuan kemudian perlahan menunduk.
"Ya! Taehyung-aa. Apa yang kau lakukan?!" Jimin mendelik kearah Jin yang meneriaki Taehyung. Astaga, tidak bisakah ia menahan diri dan membiarkannya menonton adegan penting seperti ini.
"Wae?" Tak sadar kalau ia sudah membuat mereka ketahuan sedang mengintip Taehyung.
"Cari tempat aman untuk berciuman, pastikan juga mereka berdua tidak bisa mengintip mu." Ujar Namjoon memberi saran padanya---menepuk pundak Taehyung sebelum kembali melanjutkan langkahnya.
"Ya ampun Namjoon Hyung." Kuping Taehyung sudah semerah kepiting rebus saking malunya kepada July mendengar kalimat vulgar yang dilontarkan oleh Namjoon dengan santainya.
"Ohae hajima¹. Taehyung hanya berusaha membantuku karena ada debu yang masuk ke dalam mataku," July berusaha menjelaskan kejadian sebenarnya.
*jangan salah paham¹
"Oh..," Jimin mengangguk, pura-pura mempercayai alibi July.
"Ayo kuantar," ujar Taehyung.
"Tidak, terimakasih. Aku bisa pulang sendiri." July pun berbalik, "kkamjjagiya²," mengusap dadanya berulang kali melihat Yoongi tepat berdiri didepannya dengan ekspresi dinginnya.
*Kaget²
"July?!" July tersenyum sambil mengangguk kecil ketika lelaki yang datang bersama Yoongi mengenali dirinya.
"Annyeonghaseyo Sunwoo-ssi."
Sunwoo maju selangkah menghampiri July, "lama tidak bertemu!" Ia sama sekali tak menyangka akan bertemu dengan July disana. "Apa yang kau lakukan disini?"
__ADS_1
"Ah.. itu, aku ingin mengambil kunci motorku yang ada pada Taehyung, kemarin dia memberikan tumpangan padaku saat aku kehabisan bahan bakar." Jin dan Jimin yang masih berada disana saling melempar senyuman penuh arti.
"Hyung mengenalnya?" Tanya Yoongi tidak bisa menahan rasa penasarannya.
"Tentu saja!" Merangkul bahu July tanpa sungkan. "Tidak mudah melupakan seseorang seperti July." Mengusap rambut July berulangkali.
"Ada apa ini? Kenapa aura Suga begitu menyeramkan?" Bisik Jin pada Jimin. Ia seperti merasakan udara disekitarnya mulai berubah.
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Jangan bilang kau dan Yoongi sudah saling mengenal?" July hanya tersenyum kaku menanggapi pertanyaan Sunwoo.
"Benarkah? Kalau begitu biar aku mengenalkan mu pada member lainnya." Merangkul July memasuki ruangan.
"Aku tidak ingin mengganggu waktu kalian," July berusaha menolak ajakan Sunwoo secara halus.
"Jangan khawatir, tidak ada siapapun selain member Bangtan dan aku." Menggeser pintu, "lihat siapa yang aku bawa!" Teriak Sunwoo heboh. Padahal didalam ruangan tersebut hanya ada Jungkook dan Hoseok.
"Kenalkan, dia adalah Im Yoo-ri." Jeda Sunwoo. "Adakah dari kalian yang menonton drama Another Love? Jika iya, kalian beruntung bisa bertemu langsung dengan penulis naskahnya yang tidak pernah muncul ke publik," Sunwoo sudah seperti ibu-ibu arisan ketika sedang memperkenalkan anaknya didepan temannya dengan penuh rasa bangga.
"Annyeonghaseyo." Lihatlah, betapa terkejutnya mereka meski sedetik kemudian balik menyapanya. Setelah perkenalan singkat tersebut, Sunwoo pu mempersilahkan July duduk diantara Yoongi dan Taehyung.
"Kenapa dengan wajahmu? Kau tidak percaya?" Tanya July melirik Yoongi, merasa tersinggung dengan perubahan ekspresinya.
"Apa kau tahu? Taehyung mencium adikmu di lorong tadi." July sampai tersedak sushi mendengar penuturan Jin. Tidak bisakah ia menjaga rahasia seperti ini dari Yoongi? Oh astaga. Tamat sudah riwayat July.
"Jangan menyebarkan rumor Hyung." Tegur Taehyung setelah menyodorkan minuman untuk July. Merasa bersalah sudah membuat July berada dalam posisi sulit seperti ini.
"Aku melihatnya dengan jelas kau menarik tengkuknya seperti ini lalu...," Jin berakting seolah ia tak sanggup melanjutkan kalimatnya. "Kalian bisa menembak sendiri apa yang selanjutnya terjadi." Jin mengakhiri dramanya.
"Itu tidak benar," protes July tidak terima, menoleh kearah Yoongi yang duduk disebelahnya. Panik.
"Taehyung cuma memegang sisi wajahku seperti ini lalu mendekatkan..wajahnya.." awalnya July begitu menggebu-gebu membantah tuduhan Jin yang dilemparkan padanya dan Taehyung. Namun semakin lama, suaranya terdengar semakin lirih sampai tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya.
Yoongi sempat terpaku selama beberapa detik saat tatapan mereka saling mengunci satu sama lain. Cepat-cepat ia menyingkirkan tangan July dari wajahnya sebelum suasana didalam ruangan menjadi lebih canggung. "Apa kau tidak punya urat malu?"
"Baiklah, lain kali aku akan melakukannya sembunyi-sembunyi seperti yang disarankan oleh Namjoon-ssi. Bagaimana Taehyung Oppa, apa kau setuju?" Dengan ekspresi serius July bertanya pada Taehyung yang duduk disebelahnya.
__ADS_1
Hoseok bertepuk tangan girang ditempatnya. "Terima salam penghormatan dari saya Noona." Ucap Hoseok mengangkat segelas soju, meminta July bersulang dengannya dari jarak jauh.
Yoongi menatap Hoseok, "letakkan kembali gelas mu," tutur Yoongi datar. Menunjuk gelas yang masih diangkat tinggi-tinggi oleh Hoseok dengan dagunya.
"Kenapa?" Tanya Hoseok bingung. Melirik mereka yang ada didalam ruangan satu persatu---berharap salah satu dari mereka menjelaskan letak kesalahannya.
Menurutnya tak ada yang salah dari caranya mengajak July bersulang. Bukankah hal semacam ini wajar dilakukan saat minum bersama?
"Dia baru saja keluar dari rumah sakit."
July tersenyum kaku, "mianhaeyo Hoseok-ssi. Aku tahu ini sangat tidak sopan tapi, aku benar-benar tidak bisa." Bangkit dari kursinya. Membungkuk kearah Hoseok berkali-kali sampai Hoseok merasa tidak enak hati.
"Tenang saja, kami tidak akan memintamu minum lain kali." Ujar Taehyung menggenggam tangan July---mengusap punggung tangan July menggunakan ibu jarinya.
July kembali duduk, "saranghaeyo Taehyung Oppa."
"Kenapa udaranya tiba-tiba menjadi dingin?" gumam Jimin mengusap lengannya berulang kali.
"Kau juga merasakannya?!" Berseru tertahan. Jungkook kira hanya dia yang merasakan perubahan ekstrim suhu di ruangan itu.
"Kau sudah tidak waras?!" Menyentil kening July. "Bagaimana bisa kau mengutarakan pernyataan cinta semudah itu?!"
"Berhenti melakukannya. Otakku bisa mundur kebelakang." Namjoon sampai terbatuk-batuk mendengar perumpamaan yang dilontarkan oleh July.
"Anda memang berbeda dari kebanyakan wanita Noona, tak heran kenapa Suga Hyung tidak memperkenalkan anda pada kami," celetuk Namjoon disertai kekehan kecil.
"Dia pasti malu kalau sampai aku menggila didepan kalian." Yoongi menepuk-nepuk kepala July pelan, berterima kasih karena July sudah memahami keresahannya selama ini.
Drtttt...
"Maaf semuanya, sepertinya aku harus pergi sekarang." July mengungkapkan penyesalannya karena ia tak bisa tinggal lebih lama lagi.
Karena mereka searah, Sunwoo pun menawarkan tumpangan pada July. Namun Yoongi langsung menyela dan mengatakan ia bisa sekalian mengantarkan July, karena kebetulan ia berencana pergi menemui Naeun malam ini.
"Kau seperti remaja tanggung yang tengah dimabuk asmara," goda Sunwoo.
__ADS_1
*Ngomong-ngomong judulnya Someday, mampir yuk