
"Kemana kita hari ini?" mereka berada di apartemen milik Rio
"Supermarket.Beli sayuran buat masak" jawab Rindu polos
"Besok aja sih" pinta Rio yang beralih duduk di meja makan.Mengamati dosen pujaan hatinya yang berhasil ia nikahi
"Harus" singkat padat dan jelas.
"Galakan bini daripada lakinya" celetuk Rio
"Kenapa?" tanya Rindu yang tak mendengar begitu jelas ucapan Rio
"Gada.Udah yuk belanja sayang kamu mau beli apa?" tanya Rio
Lebih baik mengalah dan diam.Itu adalah keputusan yang paling tepat.Jangan kira dengan umurnya yang masih muda akan menjadikannya egois.Karena rasa cintanya yang begitu besar membuatnya rela mengalah demi pujaan hati.Cinta yang mendewasakan bukan.
Selesai menyantap sarapan Rio mengajak Rindu pergi berbelanja.Menurutnya Rindu adalah wanita yang cekatan.Baru sehari menikah saja ia sudah turun tangan langsung membeli bahan makanan untuk isi kulkas dan beberapa barang yang habis.
Terlalu perfect wanita satu ini,batin Rio.
"Kamu mau aku masakin apa?" tanya Rindu di sela sela ia memilih sayuran
"Kenapa harus masak sih?kita kan bisa makan di luar" jawab Rio
"Oh kamu mau makan di luar?" Rindu mengalihkan pandangannya pada Rio
"Oke.Nanti kalo masakannya udah mateng kamu bisa makan di depan pintu"
"Maksudnya di luar tu kita makan di restoran sayang.Bukan di luar pintu apartemen" Rio mencubit pipi Rindu yang membuatnya begitu gemas
"KDRT nih"
"Ini termasuk gak?" Rio menggelitik pinggang Rindu yang membuatnya hampir menangis saking gelinya
---
"Nindya udah balik?" tanya Daniel saat mereka selesai mengadakan fansign
"Kau tidak lelah menanyakan hal yang sama berulang kali?" Youngi bosan dengan pertanyaan Daniel yang sama selama hampir satu minggu ini.Daniel tersenyum kaku.Menyadari jika ia sudah puluhan kali menanyakan hal yang sama.
"Nindya istri mendiang Jin?" tanya Leo
Daniel menjentikkan jarinya.Leo menebak dengan tepat.
"Ini?" tanya Leo yang berhasil menemukan foto Nindya di internet.Lupa wajah Nindya setelah lama ia vakum.
"Lumayan" komentar Jiang Yu
"Kenapa kau memilihnya Niel,bukankah banyak yang lebih cantik" tanya Leo
"Ia terlihat menarik" jawab Daniel melihat foto Nindya
"Hey..hey!.Apa apaan kau ini!aku tidak akan membiarkan kau mendekati Nindya" ucap Youngi
"Biarkan dia yang memutuskan" Jiang Yu menepuk pelan pundak Youngi.Menenangkan sahabatnya yang terlihat gelisah.Bukan karna ia cemburu tapi karna ia tidak ingin Nindya dekat dengan Daniel.Itu saja.
---
Joon tengah bersiap untuk menghadiri pesta yang digelar rekan bisnisnya.Meski sebenarnya ia malas datang tapi ia harus tetap menghargai undangan relasinya.Demi menjaga hubungan baik dua perusahaan.
__ADS_1
"Kau datang juga?" tanya Joon saat Youngi menepuk pundaknya
"Aku tidak akan lama" sahutnya
"Lagi pula untuk apa seorang idol menghadiri pesta membosankan ini"
"Kau benar pesta ini terlalu membosankan untuk anak muda sepertiku" jawabnya setengah meledek
"Maksudmu aku kuno?"
"Kau ini terlalu sensitif" Youngi memberikan satu gelas minuman yang ia ambil dari nampan pelayan yang lewat di depannya
"Aku pergi dulu" Youngi memberikan gelas kosongnya ke Joon yang begitu saja ia terima.Youngi tersenyum lalu melambaikan tangannya pada Joon yang masih diam di tempat
"Sialan" umpatnya saat menyadari gelas yang ia pegang kosong
---
"Balik yuk Den.Besok gua mau balik Korea" ucap Nindya saat langit sore berubah warna menjadi oranye
"Padahal kalo lu mau gua bisa masang tenda disini" ucapnya asal
"Ngaco.Udah yuk balik" ajak Nindya
Dalam perjalanan Nindya meminta Deny menepikan mobilnya saat ia melihat jajanan yang ia inginkan.Nasi pecel.
"Buk nasi pecel dua.Gorengannya enam ya.Pake telur dadar juga sama kerupuk" ucap Nindya yang berjongkok membeli pecel lesehan
"Porsi lu masih banyak aja Nin"
"Gak takut gemuk?" pertanyaan yang terdengar seperti ledekan bagi Nindya
Ternyata Nindya yang ia kenal dulu dan sekarang masih sama.Doyan makan.
Tak lupa Nindya memesan beberapa bungkus untuk orang di rumah Nana.
Deny pamit saat ia menurunkan Nindya di depan rumah Nana.Ia harus bergegas ke hotel karena ada beberapa masalah.
"Lu ngerampok si Deny,Nin?" tanya Nana
"Iya Nin banyak banget ini" ucap mama Nana,itupun sudah dibagi untuk dua pelayan di rumahnya
"Tenang aja tante nanti malem saya pasti makan lagi"
"Perut apa kantong doraemon"
Nindya tak ikut makan karena ia masih kenyang.Ia membuka sosial media.Melihat ada sebuah pesan baru yang masuk.
*Sweet_Youngi (nama akun alay milik Youngi)
Kapan pulang
*Ariska Nindya P
Besok
*Sweet_Youngi
Cepatlah
__ADS_1
Jangan lupa bawakan aku sesuatu
"Siapa?" tanya Nana
"Youngi?"
"Youngi,Big Star"
"Ohh" Nana sudah tahu jika Nindya cukup dekat dengan member Big Star itu
"Temenin bentar yuk mak nyari oleh-oleh" Nindya menarik tangan Nana,mengajak serta Raka yang sedang bermain
"Gausah ganti baju.Deket kok" ucap Nindya saat Nana bersiap mengganti pakaian
---
"Beuhh yang abis jalan sama mantan mukanya segeran" ledek Rendy yang mendatangi Deny ke hotel bersama Appe
"Dikasih apaan lu,cerah gitu muka" ledek Appe tak kalah heboh
"Bangke lu berdua!" umpat Deny yang melempar pajangan menara Eifell kearah Appe
"Eitt gak kena"
"Untung reflek gua bagus" ucapnya bangga
"Kok gua berharap tu pajangan nyasar ke jidat lu ya" ucao Rendy sok polos yang mendapat lemparan panjangan dari Appe
"Dih apaan sih lu gajelas" ucap Rendy
"Lu yang kaga jelas ogeb" sahut Appe
"Lu udah pada Nikah tapi kelakuan masih aja kayak bocah" cibir Deny yang sibuk memeriksa beberapa berkas laporan
"Cabut yuk dia lagi sensitif" ajak Appe
"Biar.Ntar kalo patah hati juga nyariin kita dia"
"Sialan" umpat Deny yang mendapat dua senyum pasta gigi dari kedua sahabatnya itu.Setiap kata yang keluar dari mereka selslu unfaedah.
---
"Pah liat deh postingan Deny di instagram" Tari menunjukkan dua foto Nindya yang diambil Deny
"Mereka deket lagi?" tanya Putra
"Pastilah.Orang Deny upload foto Nindya gini" Tari membuka profil Nindya.Foto yang sama dengan yang di unggah oleh Deny
"Kayaknya mereka emang jodoh ma"
"Semoga pa.Deny sebenernya baik cuma kesalahan dia udah mutusin Nindya sepihak aja"
"Jangan terlalu ikut campur mah,biar aja mereka jalani kalo masih sama-sama sayang"
"Iya pah maaf" ucap Tari yang merasa bersalah
"Bikinin kopi gih,papa mau lanjut nonton berita"
Tari beralih ke dapur.Membuatkan kopi untuk sang suami
__ADS_1