
Sempoyongan ia berjalan sambil berpegangan pada sisi tangga.Sudah lupa berapa gelas yang ia minum sampai membuatnya semabuk ini.
Nindya meraih pegangan kulkas untuk mengambil air dingin.Meneguk langsung sebotol air dingin yang ia ambil.Nindya mendengar derap langkah dari tangga.Di lihatnya Youngi yang bertelanjang dada sedang mengusap usap perutnya yang membentuk enam kotak seksi.Nindya sampai tersedak minumannya melihat Youngi dengan penampilan yang seperti itu.
"Kau terpesona" goda Youngi saat menghampiri Nindya yang bersandar pada meja dapur
"Jijik" cemoohnya
"Padahal kupikir kau akan terpesona olehku" keluhnya dengan nada sesal
"Tunggu disini aku akan mengambilkanmu kemeja" Nindya kembali dengan membawa kemeja kotak kotak yang ia ulurkan pada Youngi
"Kau yakin tidak akan menyesal jika keseksianku harus di tutupi?" tanyanya
"Kau banyak omong Youngi.Pakai saja sebelum ada yang pulang" ujarnya tanpa berpikir panjang.Yang mana membuat Youngi berpikiran jahil.
"Kenapa kau takut ada yang memergoki kita?" tanya Youngi dengan nada menggoda.Kemeja yang di berikan Nindya malah sengaja ia letakkanya diatas meja dapur.
Nindya tak menghiraukan Youngi yang berjalan mendekatinya.Ia cuek saja dan masih melanjutkan minumnya.Pikirnya Youngi tak akan kelewatan.
Dan hal yang terjadi selanjutnya membuat Nindya benar-benar merasa jijik.
"Lega" Youngi memegangi perutnya berhasil membuang gas beracun
"Menyingkirlah Youngi!" memukul dada Youngi
"Kalian!" teriak Mike kencang.Nindya sampai gelagapan dibuatnya.
"Jangan salah paham dulu kak" cegah Nindya yang langsung menghampiri Mike yang masih berdiri di tempatnya
"Apanya?" tanya Mike penuh selidik
__ADS_1
"Ini gak seperti yang kak Mike pikir" Youngi ikut menjelaskan
"Lalu seperti apa?" tanya Mike sambil berkacak pinggang
"Aku hanya berniat menjahili Nindya" ujarnya mendapat tatapan tajam dari Mike
"Iya kak.Kayak gatau Youngi aja sih" sahut Nindya yang mendapat tatapan dari Mike
"Kau harusnya berpikir ulang jika hendak menjahili Nindya,Young"
"Jika kalian kelewat batas bagaimana?apa itu bisa dianggap bahan candaan" ujarnya yang membuat keduanya terdiam
"Aku pasti akan tanggung jawab" jawaban Youngi mendapat cubitan kecil di perutnya.Mike kembali menggeleng melihat perbuatan Nindya
"Kau gila Youngi" ucap Nindya
"Sudah,lain kali jangan diulangi lagi.Kalian akan dinikahkan jika saja Siska yang memergoki kejadian barusan"
"Pakai bajumu Youngi" tambah Mike
Nindya mengambil beberapa barang yang di butuhkan Mike.Setelah turun dengan satu tas berukuran kecil ia memberikannya pada Mike.Youngi sekalian pamit pulang karena sudah jam sebelas malam.Ia butuh istirahat setelah banyak minum dan tenaganya yang tersisa sedikit karena lelah membopong Nindya.Mike lebih dulu pergi sedangkan Youngi masih berdiri diantara badan mobil dan pintu yang ia buka.
"Pulanglah" ucap Nindya
"Habis manis sepah di buang" gerutu Youngi
"Terima kasih Youngi,maaf sudah merepotkan" ucap Nindya datar.Youngi menggeleng.Mengisyaratkan jika bukan itu yang ingin ia dengar.
"Oppa maaf aku sudah merepotkanmu.Jangan lupa menelfon jika kau sudah sampai.Aku sangat sangat-sangat mengidolaknmu" ucap Nindya dengan gaya manja yang biasa dilakukan pemeran wanita pada bias-nyq di dalam drama.Ia lalu berpaling kesamping dengan lagak ingin muntah.Youngi mengacak gemas rambut Nindya dengan kedua tangannya yang membuat tatanan rambutnya semakin tak berbentuk.
"Youngi" Nindya menahan tangan Youngi.Membuat tatapan mereka bertemu sesaat.Keduanya terdiam.Larut dalam pikiran mereka masing masing.
__ADS_1
Bukan Nindya yang pertama berpaling.Namun Youngi yang mengakhiri kontak mata mereka.Ia melepaskan tangannya dari pegangan Nindya.Tersenyum lebar menatap Nindya yang masih tak bergeming.
"Aku pulang.Jangan lupa minum penghilang pengar" nasehatnya sebelum masuk ke dalam mobilnya.Ia berusaha mengatur detak jantungnya yang berloncatan.Terlonjak kaget saat mendengar ketukan pada kaca mobilnya.Diturunkannya kaca mobil.Melihat Nindya yang membungkuk kearahnya.
"Kabari aku jika sudah sampai.Hati-hati di jalan" ucapnya dengan nada lembut.Sampai membuat Youngi menautkan alisnya heran.Sengaja sekali menggoyahkan hatinya.
"Dahh" ia mundur beberapa langkah sambil melambaikan tangannya.Otak Youngi tidak bisa berfungsi normal melihat sikap Nindya yang aneh.Youngi ikut membalas lambaian tangan Nindya kaku.Di pandanginya tangannya yang reflek lalu menariknya kembali ke setir kemudi.Ia menoleh kembali pada Nindya yang terbahak-bahak.Youngi jadi merinding dibuatnya.
Tak mau banyak berfikir lagi ia memundurkan mobilnya keluar area rumah Nindya.Memencet klakson saat ia hendak memutar arah.Nindya kembali melambai dengan senyuman horor.Ia harus cepat pulang.Setengah jam lagi bersama Nindya ia bisa-bisa ikut kerasukan batinnya.
Nindya masuk ke dalam rumah saat mobil Youngi tak terlihat lagi.Tersenyum senyum sendiri saat membuka pintu rumah.
Ia butuh mandi karena badannya penuh bau alkohol yang menusuk hidung.Kacau sekali hari ini karena ia banyak minum.
Di tempat lain Youngi masih duduk di sofa ruang tamu sendirian.Member yang lain belum ada yang pulang.Mungkin mereka masih berpesta merayakan mencapaian viewers video klip Daniel yang sukses memecahkan rekor baru.Ia mengeluarkan ponsel dari sakunya.Mengetik beberapa kata yang ia kirim pada Nindya.
Terdengar suara berisik.Ketiga temannya itu pulang dengan keadaan mabuk berat.Mereka sampai harus memapah satu sama lain agar bisa berjalan.Kacau.Youngi kembali sibuk dengan ponselnya.Mengabaikan mereka yang meracau tidak jelas.
"Heyy Youngi kau sudah pulang" ucap Leo yang mengahampirinya,duduk disebalahnya dengan senyuman lebar
"Apa kau masih marah?" tanyanya yang hanya membuat Youngi mengedikkan bahu
"Ingat ia adalah mantan istri sahabatmu" ucapan Jiang membuat Youngi terdiam
"Lalu apa masalahnya Jiang jika mereka saling mencintai" tutur Daniel yang tergeletak di lantai
"Apa yang kalian bicarakan aku tidak mengerti" Youngi beranjak dari sofa.Malas menanggapi gurauan dari orang mabuk.
"Lihat dia marah" ucapan Jiang membuat mereka semua tertawa kencang
Nindya baru selesai mandi.Ia mengusap rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
__ADS_1
Duduk di pinggiran ranjang sambil mengecek tasnya.Ia mengambil ponsel yang sudah mati.Nindya membuka laci di dekat ranjang mencari kabel charger guna mengisi daya.Ia heran saat melihat beterai ponselnya yang masih setengah tapi dalam keadaan mati.
Nindya menekam tombol daya untuk menyalakan ponselnya kembali.Setelah menyala ia meletakkan ponselnya keatas meja.Baru ia menengok ia mendapat beberapa notifikasi dua panggilan tak terjawab dan empat pesan.