
Nindya bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.Berendam dalam bathup yang beraroma mawar.Setelah mandi ia merasa lebih fresh.
Ia mengambil dress rumahan selutut.Menyisir rambutnya dan menyemprotkan wewangian.Setelah selesai ia segera turun ke ruang makan untuk membantu menyiapkan makan malam.
"Biar saya bantu bi" Nindya yang sudah ada didapur
"Oh nona iya terima kasih" jawab pelayan
Sudah menjadi kebiasaan Nindya membantu para pelayan dirumah itu.Merasa tidak enak jika tak melakukan apapun dalam sehari.Nindya dan beberapa pelayan sibuk menyiapkan makan malam.
"Aku senang menemukanmu sudah dirumah saat aku pulang" Jin memeluk Nindya dari belakang.Nindya bahkan tidak sadar jika Jin sudah pulang.
"Kau sudah pulang?" pertanyaan yang tidak perlu dijawab sebenarnya
"Hemm"
"Pergi mandi.Aku masih harus membantu untuk menyiapkan yang lainnya"
"Baiklah" Jin mengecup tengkuk Nindya yang berhasil membuat Nindya merasa geli.
Meja makan Jin yang tadinya panjang berubah ukuran menjadi lebih kecil atas permintaan Nindya.Nindya tidak terbiasa dengan ukuran meja makan yang panjang seperti dirumah Jin.
Hari-hari berganti begitu cepat.Nindya mulai terbiasa dengan sikap Jin yang manja saat berdua walau terkadang Jin sangat tegas dan protektif terhadapnya.
__ADS_1
"Apa kau ada jadwal pemotretan besok?" tanya Jin tanpa mengalihkan pandangannya dari laptop
"Tidak" Nindya meletakkan kopi dimeja kerja Jin
Jin meminum kopi buatan Nindya.Rasanya begitu nikmat.Terlebih karena Nindya yang membuatnya.
"Duduklah" jin menepuk pahanya,memutar kursi kerjanya sedikit agar Nindya bisa leluasa
"Aku mencintaimu" ucap Jin
"Aku tahu" sahut Nindya
"Bukan itu jawaban yang ingin aku dengar" Nindya tidak bodoh untuk tidak mengerti maksud Jin
"Aku juga mencintaimu" Nindya sedikit malu untuk mengucapkannya
Hosh..hosh..
Keduanya kekurangan oksigen karena ciuman tadi.
"Aku mencintaimu Jin"
"Harusnya aku yang mengatakannya dulu" senyum tipis terlihat di wajah Jin
"Kau masih banyak pekerjaan?" ada beberapa file yang tertata dimeja kerja Jin
"Seperti yang kau lihat sayang" jawabnya
__ADS_1
"Aku mau mengantuk"
"Pergilah ke kamar lebih dulu.Aku harus menyelesaikan pekerjaanku sedikit lagi"
"Iya" Nindya sedikit lesu mendengar ucapan Jin
"Baiklah kita akan ke kamar sekarang.Aku tidak akan memberimu kesempatan untuk menolakku kali ini" Jin lalu membopong Nindya menuju kamar mereka yang ada disebelah ruang kerjanya.
Jin meletakkan Nindya dengan hati-hati ke ranjang.Muka Nindya memerah melihat cetakan kotak pada perut Jin.Meski ia pernah melihat sebelumnya tapi sekarang jantungnya berdegup sangat kencang.
"Kita lakukan malam ini sayang"
"Jin" Nindya menatap Jin dengan sorot mata teduhnya
"Jadilah milikku" ungkap Jin
---
"Jin.." panggil Nindya dengan suara yang begitu disukai Jin
"Terus panggil namaku seperti itu Nindya"
"Oh Jin.."
"Ya sayang" sahutnya yang kembali melanjutkan aksinya
__ADS_1