
Nindya memang sering menginap dirumah Deny karena paksaan dari mama Deny.Ia tidak tega jika Nindya berada dikosan sendirian saat weekend tiba.
Senin pagi.Nindya sudah tidak asing lagi jika ia akan mendapat tatapan sinis dari murid lain.Beberapa menit lagi upacara akan dimulai,semua murid sudah berkumpul dilapangan.Upacara berlangsung khidmat sampai suatu kejadian membuat Nindya tertawa geli.
"Puffftt" suara Nindya menahan tawa
"Kenapa lu Nin?" tanya Dian yang bersebelahan dengan Nindya
"Lu gak liat rambut pak Ratno" Dian memperhatikan rambut pak Ratno yang bergerak diterpa angin,memperlihatkan bagian mengkilap kepalanya
"Tangan gua gatel pengen ngasi jepitan rasanya" Tutur Nindya
"Kaga kapok.Gak takut kualat sama pak Ratno lagi lu?" tanya Tari yang tepat didepan Nindya
"Iya lu.Gak inget ampe dikejar orang gila" sahut Rindu yang berdiri disamping Tari
"Abis gua jadi ngebayangin kayak lagi shooting iklan sampo" Nindya semakin terkekeh
"Udah-udah jangan pada berisik" Nana menengahi
"Lu gak malu diliatin Deny mulu noh" tutur Rita.
Nindya menoleh kearah Deny sambil melipat kedua jarinya membentuk finger heart
"Barusan gua gak salah liat Nin?" tanya Rita yang melihat aksi Nindya
"Kaga.Lagian gua udah jadian sama Deny kemaren" sahut Nindya santai
"APA??" Kelima temannya kompak bertanya setengah berteriak
"Sutt..lu pada nyuruh gua diem malah sekarang gantian rusuh sih"
__ADS_1
"Syok gua onyon" sahut Dian.
Setelah upacara selesai kelimanya segera menarik paksa Nindya menuju kelas.Mendudukkanya dibangku sambil mengerubunginya.Nindya menceritakan jika minggu sore Deny mengajaknya ke bukit diperbatasan kota.Awalnya tidak ada yang berbeda namun Deny tiba-tiba menciumnya dan menyatakan perasaan padanya.Mereka kaget bukan main saat mendengar pernyataan Nindya jika sudah resmi berpacaran.
"Patah hati gua Nin" Nana bersikap memelas
"Lu udah punya Arya juga mak" sahut Tari
"Tapi iya lu,gua aja betah ngeliatin muka Deny yang baby face banget" timpal Dian
"Gua aduin ama Kevin ya" tutur Rita
"Jadi gua jomblo sendiri nih?" Rindu menghela napas pelan
"Bukannya lu lagi deket sama siapa namanya?" Nindya memastikan
"Rian" jawab Dian
"Iya yang mana lagi" sahut Nana.Beberapa hari kemudian Rindu memberitahu jika ia sudah jadian dengan Rian.
Terkadang Nindya usil meminta Dian memanggil Rindu dengan sebutan kakak.Namun Dian malah menolak dan mengatakan belum siap memanggil Rindu kakak.Jawaban Dian yang jujur malah membuat yang lain tertawa puas.Dian seolah lupa jika Nindya hanya menjahilinya.
Kelas Deny..
"Lu sampe kapan mau pedekate sama Nindya,Den?" tanya Ervan
"Tauk pedekate aja ampe dua tahun" sahut Appe
"Sini buat gua ajalah" Rendy menyela pembicaraan Appe
"Minta gua hajar lu" jawab Deny
__ADS_1
"Kelamaan Den keburu Nindya pacaran sama Rifan"
"Siapa bilang" kalimat Deny yang menggantung membuat teman-temannya saling berpandangan
"Maksud lu.Lu udah jadian sama Nindya?" Septian menunggu jawaban Deny,yang dijawab dengan senyuman
"Akhirnya lu jadian juga" Danang lalu mengacak rambut Deny memberi selamat yang diikuti teman-temannya
"Sialan lu pada" tangan Deny menahan serangan mereka agar tidak berlanjut.
Kabar jadian Nindya dan Deny menyebar dengan cepat sampai akhirnya sampai kekuping Tere.Tere berniat memberi pelajaran pada Nindya.Namun ia tidak pernah mendapat kesempatan karena jika tidak sedang bersama Deny,Nindya bersama temannya.Nyali Tere ciut karena kalah jumlah,bahkan jika Nindya sendiri pun ia bisa melawannya.
Deny yang mengetahui niat jahat Tere mengancamnya ia tidak akan segan melapor polisi.Tere pun terpaksa menuruti.Meski saat berpapasan ia selalu melirik tajam kearah Nindya.
---
Saya berterima kasih untuk yang sudah menyempatkan waktu membaca karya saya yang pertama ini.
Maaf jika penulisan serta tata bahasa yang kuroang tepat.Tinggalkan kritik dan saran dikolom komentar agar karya saya menjadi lebih baik..
Terimakasih juga bagi yang sudah menambahkan ke daftar favorit.Semoga kalian senang dengan apa yang saya tulis ♡♡♡
Author
__ADS_1