
"Banyak wanita yang lebih baik diluar sana"
"Iya.Tapi hatiku selalu menginginkanmu"
"Sudahlah aku ngantuk"
"Sedikit demi sedikit kau harus mengurangi jadwal pemotretanmu.Aku tidak suka melihat wanitaku berfoto mesra dengan lelaki lain"
"Itu hanya pekerjaan.Apa kau cemburu?"
"Tentu saja"
"Mulai malam ini kau tidur dikamarku.Pelayan akan memindahkan barang-barangmu besok pagi"
*Author POV
"Diam aku ingin memelukmu" Jin memeluk Nindya dari belakang ketika mereka hendak tidur
"Apa kau mulai menerimaku?" tanya Jin
"Entahlah"
"Tidak ada yang bisa menolak pesona Park Hyung-Jin"
"Kau terlalu sombong"
Memang benar.Hanya dalam waktu kurang dari satu bulan Nindya sudah luluh.Bukankah dia selalu menjaga jarak dengan pria lain sebelumnya.Tapi lihat sekarang ia tengah tidur satu ranjang dengan Jin dan berada dalam pelukannya.Nindya tidak bisa lagi berpikiran logis.
Drttt..drttt..
Jam sudah menunjukkan pukul enam pagi.
__ADS_1
"Halo" Jin masih berada ditengah kesadarannya
"Tuan.Ada nona Mi Rae didepan pintu rumah anda" ucap Joshua
"Shitt"
"Kenapa?" tanya Nindya saat mendengar Jin mengumpat
Jin turun mengenakan baju tidurnya.Hanya dengan pakaian seperti ini saja ia terlihat sempurna.
Jin menuruni tangga menuju ruang tengah.Dari sana ia sudah melihat Mi Rae yang tengah mengacau.
"Jin" Mi Rae berhambur memeluk Jin dan segera mendapat penolakan
"Ada apa?" tanya Jin sinis
"Aku kangen"
"Berapa uang yang kau butuhkan.Cepat katakan lalu pergi dari sini"
"Aku tidak ingin uangmu.Aku hanya ingin kamu" Mi Rae menarik sedikit baju tidur Jin dengan tatapan menggoda
"Singkirkan tanganmu"
Jin lalu meminta Joshua untuk mengusir Mi Rae sebelum semakin berbuat onar dirumahnya.
Nindya sedari tadi mengamati kejadian itu.Mungkin itu mantan pacar Jin pikir Nindya.
Jin memergoki Nindya yang masih mengamatinya.Ia melambaikan tangan meminta Nindya untuk turun ke ruang tamu.
Tanpa Nindya minta Jin dengan suka rela menjelaskan siapa Mi Rae.Ia takut jika Nindya akan salah paham nantinya.Karena Mi Rae hanya bagian dari masalalunya.Nindya pun tak mau berfikiran terlalu buruk pada Jin.
Jin memutuskan akan mengantar Nindya ke lokasi pemotretan.Ia ingin memastikan Mi Rae tidak mencelakai Nindya mengingat sifatnya yang nekat.
"Jo.Perketat pengawasan"
"Siap Tuan"
Sejak Nindya tinggal bersamanya Joshua lebih sering diberi tugas untuk mengawasi keamanan Nindya.
__ADS_1
Paris..
"Sayang kau mau pesan apa?" Michelle terus saja bertanya
"Hot cappucino saja" Deny menyahut
Deny akhirnya jadia dengan Michelle.Sudah dua hari mereka resmi berpacaran.
"Aku tidak bisa menemanimu lama-lama.Siang ini aku ada rapat dengan dewan direksi"
"Iya sayang" Michelle merasa menang sudah bisa menjadi pacar Deny.Ia akan terus berusaha menyingkirkan Nindya dari hati Deny.
Korea..
"Ahn.Bawakan kemari proposal untuk Shin Hwa grup"
"Ya pak"
Jin meneliti setiap detail dari proposal sebelum menandatanganinya.
Jin merasa sedikit khawatir.Ia menelfon Joshua untuk menanyakan keadaan Nindya.Syukurlah tidak ada hal buruk yang terjadi.Joshua juga mengatakan kemungkinan minggu depan Mi Rae akan pergi ke Taiwan menemui orang tuanya.
"Nin.Ada tawaran untuk jadi brand ambassador lipstik apa kau mau mengambil tawarannya"
"sebaiknya kau tanya pada Joshua.Sekarang aku tidak bisa sembarangan ambil job"
"Astaga.Baru satu bulan kau hidup dengannya tapi kau sudah seperti peliharaannya saja"
"Hey" Nindya tidak menyetujui perkataan Yuki
"Kau lihat.Aku bosan melihatnya terus mengikutimu kemanapun"
Nindya menenangkan Yuki agar tidak semakin menggerutu.Kru kembali memanggil Nindya untuk melanjutkan sesi foto.Kali ini semua berjalan lancar.Ia bisa pulang lebih awal karena dua jadwal pemotretan bisa selesai begitu cepat.
"Anda sudah pulang nona" sapa pelayan saat Nindya memasuki rumah besar milik Jin
"Apa Jin sudah pulang?"
"Mungkin tuan akan pulang sebentar lagi.Saya akan menyiapkan air hangat untuk nona"
__ADS_1
"Terimakasih bibi"
Nindya duduk di bangku yang ada dibalkon kamar Jin.