Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 39


__ADS_3

"Buat keputusan Nin,jangan kasih harapan semu buat orang yang nungguin kamu" saran dari Gal Hee masih terngiang di pikirannya


Ia juga tak mau memberi harapan palsu.


Tapi hatinya sedang bimbang dengan perasaannya sendiri.Ia pun tak tahu kenapa.Deny adalah seseorang yang pernah ia cintai namun mencampakannya.Pernah ada pemikiran untuk kembali bersama Deny,tapi rasa sakitnya yang dulu ia terima begitu mendalam.Sulit untuk memulai kembali meski ia sudah memaafkannya.


"Kesambet kamu Nin bengong aja daritadi" tegur Siska yang melihat Nindya tengah melamun di taman belakang


"Kak.." panggil Nindya dengan suara manja


"Curhat dong" ucapnya


"Pas kemarin aku di resort" Nindya menjeda kalimatnya


"Aku ketemu orang yang suaranya mirip banget sama Jin" lanjutnya kemudian


"Kamu yakin gak salah denger?" tanya Siska memastikan


"Serius kak,ditambah namanya juga Jin.Cuma bedanya nama lengkap dia Lee Jin Suk"


"Kirain Lee Jong Suk" gurau Siska


"Ah males lah curhat" ungkap Nindya


"Udah jangan bete.Ayo masuk kamu belum makan malam kan"


Mendengar kata makan Nindya langsung bersemangat kembali.Karena hanya dirumah dan mencari restoran khas Indonesia Nindya bisa merasakan makanan sesuai lidahnya.Bertahun tinggal di Korea masih membuatnya belum terbiasa dengan makanan Korea.Namun bukan berarti ia tidak bisa memakannya.Hanya saja lidah Nindya lebih cocok dengan kuliner Indonesia.Rempah dan cita rasanya lebih nampol di lidah.


Seperti biasa Nindya akan mengajari Miran belajar matematika.Otaknya yang cepat tanggap dengan rangkaian rumus matematika.Memudahkannya untu memahami soal pelajaran Miran yang terbilang sulit.


Bepp..


Sebuah pesan masuk di ponsel Nindya.Dari nomor baru.


* +82..


Apa kau suka sepatu pilihanku


*Nindya


Siapa kau?


Karena tak ada balasan Nindya mencoba untuk menelfon namun panggilan telefonnya selalu di reject.Dan malah nomor itu di nonaktifkan.


"Aunty telfon siapa?" tanya Miran


"Bukan siapa siapa sayang.Lanjut belajarnya yuk" Nindya mengalihkan pertanyaan Miran


Tak ada yang tahu kecuali Gal Hee perihal pemberian sepatu misterius itu.Deny pun tak bertanya lebih jauh mengenai hal itu.

__ADS_1


--


Nindya sudah ada janji dengan Deny.Ia pun mengusulkan untuk makan di rooftop hotel milik Deny saja daripada memesan tempat lain.Lagi pula rooftop yang ada di hotel Deny menjadi tempat yang sedang hits saat ini.


"Nin" panggil Deny


"Iya Den,kenapa?" tanya Nindya yang meminum wine


"Gua kayaknya bakal balik ke Indonesia" ujarnya


"Ada masalah apa?" tanya Nindya


"Gak ada masalah apa-apa.Gua cuma ngerasa disini bukan tempat gua aja" ucapnya


"Mungkin lu butuh waktu lama buat penyesuaian Den" ujar Nindya


"Gak tau Nin"


"Lusa gua bakal balik ke Indonesia.Lu bisa ikut kalo lu mau" ungkap Deny


"Tapi Den.."


"Gua gak akan maksain kemauan gua sama lu Nin.Kalo lu tetep mau disini gua gak masalah"


"Gua gak tau harus jawab apa"


Nindya memilih pulang sendiri.Ia pun mengendarai mobilnya tanpa tujuan.Enggan untuk pulang terlebih dulu.


Tanpa sadar mobilnya berhenti di taman tempat ia dulu pernah pergi dengan Deny.Nindya memarkirkan mobilnya.Turun dari mobil menuju bagian tengah taman yang disana ada air mancur.


Nindya duduk di salah satu bangku taman di sekitaran air mancur.Mengamati lampu yang membuat air seolah berwana warni.Dari sana ia serasa melihat kejadian empat tahun lalu yang bagai di putar kembali.


Mulai ia dan Deny bergandengan tangan.Sampai perselisihan yang terjadi sampai akhirnya Deny membuang cincin yang di berikannya saat di bandara.Teriakan dan tangisan Nindya yang tak didengarkan olehnya.Sampai Nindya nekat masuk kedalam kolam air mancur yang ydingin karena ingin menemukan cincin yang di buang Deny.


Harap harap cemas sepanjang perjalanan menuju bandara untuk mencegah kepergiannya.Namun kenyataannya Deny tetap pergi meninggalkannya.


Kini ia di hadapkan dengan situasi serupa.Dimana Deny akan pergi dan Nindya diminta untuk memilih antara tetap tinggal dan melupakan Deny.Atau ikut pergi dan memulai kehidupan baru dengannya di Indonesia.


Bukan karna tak mau meninggalkan Korea.Tapi karna ia sendiri ragu dengan perasaannya.Apakah ia masih mencintai Deny atau hatinya sudah berpaling dengan yang lain.


Memikirnya membuat kepala Nindya berdenyut harus mengambil keputusan yang rumit.


Nindya berdiri dan merapikan dressnya.Berniat pulang karena udara malam semakin dingin.


Nindya berjalan menuju tempatnya memarkirkan mobil.Dari jauh ia seperti melihat sesuatu yang di taruh di kaca mobilnya.


Saat sampai Nindya bisa memastikan jika itu satu buket bunga mawar putih.Ada kartu ucapan yang disematkan disana.


"Mawar putih yang kau suka" tulisnya

__ADS_1


Nindya melihat sekeliling.Tak ada siapapun.Ia memasuki mobil untuk segera pulang.Masa bodoh dengan pengirimnya.Nindya sedang malas memikirkan hal semacam ini.


Beep..


Ada pesan masuk dari Youngi.


*Youngi


Kau dimana?


"Hey Youngi ada apa?" tanya Nindya yang langsung menelfonnya


"Kau dimana?" tanya Youngi


"Aku sedang dalam perjalanan pulang" jawab Nindya


"Temui aku di rumahku sekarang" Youngi mematikan sambungan telefon setelah mengatakan itu


Nindya memacu mobilnya menuju rumah para member Big Star.Saat sampai Youngi sudah menunggunya di teras.


"Untukmu" Youngi memberikan kotak beludru hitam pada Nindya.Terlihat seperti perhiasan.


"Kalung?" Nindya menatap Youngi heran.Kenapa ia tiba tiba saja memberinya sebuah kalung.Dengan desain dua rusa kecil.


"Gak suka?" tanya Youngi sambil memiringkan kepalanya untuk melihat ekspresi Nindya


"Suka,tapi kenapa kamu beliin aku kalung?"


"Waktu konser di Jepang kemarin kita sempet jalan jalan dulu sebelum pulang"


"Aku gak sengaja lewat toko perhiasan dan masuk karena iseng aja.Tapi pas aku liat kalung itu keinget kamu.Yaudah aku beli aja buat oleh oleh" padahal Youngi sengaja mencarikan hadiah untuk Nindya karena masih merasa bersalah


"Ini kan mahal Youngi"


"Lupa kalo aku artis papan atas yang berasal dari keluarga konglongmerat" kenyataan yang sudah diketahui banyak orang


Nindya pamit pulang setelahnya karena sudah cukup malam.


"Spesial sekali sampai-sampai seorang Youngi repot mencarikan hadiah" goda Leo


"Bukan urusanmu" Youngi masuk kedalam rumah meninggalkan Leo yang baru saja keluar


"Hey bolehkah aku juga mendekatinya?" Leo masih saja menggoda Youngi


"Lihat saja jika kau berani mendekatinya" ancam Youngi


"Wow.Aku malah semakin tertantang"


"Cukup Leo jangan menggoda orang yang sedang jatuh cinta" ujar Daniel yang juga menggoda Youngi

__ADS_1


__ADS_2