
"Nin ceritain dong gimana liburan lu di Korea" pinta Nana
"Gua gak banyak pergi sih mak" sahut Nindya
"Kemana aja lu?" tanya Rita
"Kayak gak tau aja lu pada" sahut Rindu
"Nyari makan doang lu?" tanya Dian kecewa
"Kuliner gua" jawab Nindya
"Kalo gua jadi lu gua pasti ke SS entertainment terus beli marchandise Big Star yang banyak buat oleh-oleh" ucap Tari
"Nih" Nindya mengeluarkan lima kaos dari dalam tasnya dengan motif yang sama
"Gua kirain lu bakal beneran bawa gingseng" tanya Rindu
"Emang bawa" sahut Nindya enteng
"Parah lu Nin" kata Dian
"Jangan salah.Gingseng yang diawetin gitu.Yang ditaro didalem air"
"Sumpah gak mudeng maksud lu gimana masalah gingseng" tutur Rindu
"Udah tinggal liat aja ntar kayak gimana bentuknya" sahut Nana
"Iya.Susah gua buat jelasinnya"
"Iya kita paham kok.Otak lu kan emang rada kongslet" sahut Rita.
Obrolan mereka terhenti saat pak Bambang masuk kedalam kelas.Jam pelajaran kelas dua belas setiap harinya hanya seputar matematika,bahasa Indonesia,bahasa Inggris,dan Ipa.
__ADS_1
Deny mendatangi Nindya ke kelasnya,membawa camilan untuk Nindya.
"Buka mulut Nin" pinta Deny yang hendak menyuapinya makanan ringan
"Aakkk" Nindya membuka mulut lebar
"Mama nyuruh lu nginep Nin"
"Aduh gimana ya.Gua ada janji sama Rifan"
"Apa lu bilang?" tanya Deny kaget
"Rifan minta anter beli kado buat mamanya"
"Gada.Gua gak ijinin"
"Ayolah Den.kan gua cuma temenan sama Rifan"
"Yaudah iya gajadi.Lu jangan marah"
"Kan gua udah pernah bilang Nin"
"Iya-iya.Ntar aku batalin"
"Gitu dong sayang"
"Lu sekarang kok so sweet gini sih?"
"Kan lu pacar gua.Wajar kalo gua ekpresiin rasa sayang gua"
"Emm"
Malam harinya Tari datang ke kos Nindya dengan mata yang sudah bengkak.Ia menceritakan jika dirinya diputuskan oleh Putra dengan alasan yang tidak jelas.Melihat temannya yang patah hati Nindya dan Nana hendak menemui Putra.Namun Tari mencegahnya karena tidak ingin memperpanjang masalah.Nindya sedih melihat Tari yang biasanya ceria menangis karna masalah percintaan.Nindya jadi takut jika suatu hari ia mengalaminya.
__ADS_1
Setelah kejadian putusnya Tari ia tidak masuk sekolah selama dua hari.Mereka sepakat untuk menjenguk Tari dirumahnya.
"Tar,lu jangan kayak gini terus dong" Nana membuka suara
"Iya.Masih banyak cowok yang lain" sahut Dian dan Rindu
"Ntar kita bantuin buat minta penjelasan sama Putra gimana?" tawar Rita
"Gak usah" suara Tari terdengar parau yang membuat mereka kompak menghela nafas.
Sepanjang jalan Nindya terus mengomel melihat keadaan Tari yang buruk.Ia merencanakan untuk menemui Putra dan memberi meninju diwajahnya.
"Jangan gitu Nin,kita tetep harus ngehargain keputusan Tari" Nana mencoba menasehati
"Gua pikir mungkin Putra punya alesannya sendiri" sahut Rindu
"Tapi caranya salah.Harusnya dia kasi penjelasan" Nindya masih kesal
"Udah lah.Tugas kita cuma nemenin gak berhak ikut campur masalah Tari" ucap Rita
"Bener kata Rita.Sekarang kita harus usaha buat bikin Tari semangat lagi" tambah Dian.
Honda jazz milik Rita melaju ditengah keramaian kota.Rita mengantar teman-temannya satu persatu kerumah mereka.
Akhirnya Tari kembali masuk sekolah.Sementara waktu mereka meluangkan waktu untuk menemani Tari agar tidak murung terus menerus.Rindu mengusulkan untuk pergi ke Bali weekend nanti,dengan aturan tidak boleh membawa pacar dan membolos dihari jum'at.
Deny menyewa satu Villa khusus untuk mereka berlibur di Bali.Sungguh pacar yang sempurna.
Menurut Nindya,Tari tipe orang yang gampang move on meski awalnya ia sangat sedih.Terlebih mereka rela mengesampingkan urusan berpacaran mereka untuk menemani Tari yang sedang patah hati.
Selama berlibur di Bali mereka pergi ke berbagai tempat perbelanjaan,pantai,dan sesuai permintaan Nindya mencoba beberapa restoran.
Seseorang sedang mengamati Nindya yang tengah berdiri di pinggir pantai bersama Nana.
__ADS_1