
Jangan lupa like dan subscribe,komen juga ya..
---
keropotan demi keropotan mereka lalui dengan senang selama membesarkan anak mereka.Anak kecil dengan paras cantik namun sering membuat mereka mengusap dada karena kelakuannya yang mirip seperti anak lelaki.
"Terus terang saja ya Bu.Saya sebagai wali murid Jessie sudah tidak tahu harus dengan cara apalagi agar anak ibu mau menurut" curhatan wali kelas saat Jessie duduk di bangku smp
"Maaf ya Bu.Saya minta maaf karena terus menerus merepotkan ibu.Saya janji pasti saya akan mendidik Jessie lebih baik saat dirumah" hampir setiap bulan Nindya menyambangi sekolah karena anaknya yang membuat ulah disekolah
"Tolong ya bu.Hari ini ajak Jessie pulang dulu.Saya butuh menenangkan diri" segitunya wali kelas Jessie yang merasa frustasi dengan tingkah laku anaknya
"Iya Bu.Sekali lagi saya minta maaf" Nindya mengalami wali kelas lalu melangkah kakinya lebar-lebar keluar dari ruangan itu
Dilihatnya Jessie sedang bersandar pada tembok seperti yang ia perintahkan saat Nindya hendak menemui wali kelas.
Nindya melipat kedua tangannya "Kamu mau dihukum apa hari ini?" tawar Nindya saat melihat anaknya yang tak berani mengangkat kepalanya menatap Nindya
"Emm..itu ma.Jessie mau bantu bi Yuni bersihin rumah" penawaran terbaik yang pernah ia berikan selama ini
"Mama gak mau kalau cuma satu hari.Kamu harus bantuin bi Yuni bersih-bersih selama satu minggu" dengan berat hati Jessie menganggukkan kepalanya setuju
Mau bagaimana lagi,bahkan mamanya sendiri sampai kehilangan cara untuk menghukum Jessie karena tingkahnya yang sering membuatnya kesal.
"Dan kamu gak boleh main sama Wulan juga" untuk ide ini Jessie memprotes keras karena ia mana bisa sehari tanpa bermain dengan Wulan yang sejak balita selalu bermain bersama dengannya.
__ADS_1
"Kalau itu Jessie gak mau ma" tolak Jessie
"Wulan bandel juga gak sempe kayak kamu Jes" ujar mamanya.Padahal sebenarnya kelakuan mereka sama saja.Sebelas dua belas.
Tahun demi tahun terus berlalu..
Hingga akhirnya Jessie sampai dimasa remaja..
Tiga tahun kemudian...
Oh ya.Kenalkan nama lengkapnya Jesselyn Malika Yudana.Gadis remaja yang duduk di bangku sma.Tepatnya masih dalam masa orientasi siswa atau MOS.
"Jes,bangun udah jam berapa ini?" Nindya berusaha membangunkan anak semata wayangnya itu
"Lima menit lagi ma" ia mengulurkan kelima jarinya tinggi tinggi
Nindya mengelus dadanya.
"Mirip banget sama emaknya,astaga sabar" keluhnya pada diri sendiri
Jesselyn buru buru menuruni tangga sambil menenteng kedua sepatunya dan menenteng caping di tangan yang satunya.
"Pah buruan Jessie udah telat nih" ucapnya menyambar roti yang sedang diolesi selai oleh Nindya
"Masih jam setengah tujuh" Deny melirik arlojinya
__ADS_1
Tarikan pada tangan Deny membuatnya tak jadi melanjutkan sarapan.
"Jessie!gak sopan kamu papa lagi makan!" bentak Nindya di hari yang masih pagi
"Darurat mah" jawabnya diiringi langkah Deny yang mengikutinya dari belakang
Deny menurunkan Jesselyn didepan gerbang.SMA NUSANTARA yang menjadi sekolah pilihan anaknya.
"Jes..Jessie" panggil papanya mengulurkan tangannya
"Iya pah lupa" Jessie menyalami punggung tangan Deny dua kali
"Aneh kamu" ucap Deny
"Yang satu buat mama pah,tadi kelupaan juga" ucapnya yang berlari melewati gerbang
Jessie menghentikan langkahnya di depan ruangan bertulisan ruang nomor empat.
Melihat sekeliling untuk mencari bangku kosong.
"Duduk sini aja" teriak gadis berkuncir dua seperti dirinya
"Makasih" ucap Jessie yang duduk di sebelah gadis itu
"Maya Fortuna Wijaya" ia mengulurkan tangan pada Jessie
__ADS_1
"Jesselyn Malika Yunandra" sahut Jessie menjabat tangan Maya