Ruang Hati

Ruang Hati
Season tiga - bagian 13


__ADS_3

Jangan lupa like,komen dan subscribe biar author makin semangat..


Selamat membaca semoga suka ♡♡♡


----


Sepertinya Maya sakit karena kehujanan.Dan Jessie mengomeli Oktav karena menurutnya ia yang patut disalahkan.


Jessie duduk sambil bersandar pada jendela kaca.Ngantuk namun sedikit khawatir jika tidak ada yang membangunkannya apabila ia sampai ketiduran.


"Lu sih ngajak Maya ujan ujanan" semprot Jessie yang seolah dendam dengan Oktav


"Dari tadi lu ngoceh itu aja Jes" sambar Dimas yang jengah dengan aksi protes Jessie.


Berkumpul di samping lapangan yang teduh.Tentunya karena jam pertama semua guru ada rapat.


"Kakak beliin coklat ya biar gak bad mood" rayuan basi yang mulai membuat Jessie kebal


"Minum nih,capek kan ngomel mulu" Ken menyodorkan sebotol air mineral yang sudah dibuka.Jessie tersenyum lalu meraihnya.


"Ken emang terbaik" Jessie mengacungkan jempol kearahnya.Meneguk air dingin yang terasa menyegarkan saat melewati tenggorokan.


Ken menggeser Doni agar berpindah tempat.Duduk di dekat Jessie yang bermain game online.Lupa sudah jika ia sedang melakukan aksi protes pada Oktav.


"Kata Maya kemarin lu nyanyi di kelas ya?" Oktav mengalihkan pembicaraan.Jessie menghentikan permainannya.


"Bisa nyanyi Jes?" tanya Ken penasaran.Kalo suaranya bagus kan mereka bisa kolaborasi.So sweet gak sih.


"Jangan lupa juga kalo Maya bilang suara Jessie kayak kaleng diseret" Doni menimpali sambil menahan tawa.Dimas mengambil ponselnya, memperlihatkan video Jessie saat menyanyikan lagu Thailand.Pantas saja Maya bilang suaranya kayak kaleng diseret.Separah itu ternyata.


Eh..siapa pula yang iseng merekamnya,bikin pamor Jessie makin anjlok.Awas aja kalo ketemu orangnya bantin Jessie.


"Ini lu Jes?" tanya Ken tidak percaya.Sekacau itukah Jessie,dan anehnya malah membuatnya semakin tertarik.Kadang rasa suka itu memang membutakan.


"Gini-gini Jessie pernah jadi vokalis band,meski cuma dua bulan pas smp" ucapan Oktav membuat mereka terdiam sejenak.Dimas dan Doni saling pandang,lalu tawa mereka meledak mendengar penuturan Oktav yang sepertinya dusta.


"Jeeehhh..kaga percaya dia" Jessie menyahut.Merasa diremehkan kedua temannya itu.


"Buktiin aja Jes" tutur Doni


"Lu berani gak tanding sama gua nyanyi di festival musik?siapa yang penampilannya paling bagus dia yang menang" tantang Dimas.Fakta bahwa Dimas memang pernah menjadi salah satu kandidat vokalis band meski suaranya tak sebagus Ken.


"Ayo,lu pikir gua takut!" ucap Jessie berapi-api.


"Cabut omongan lu Dim,daripada lu nyesel nantinya" Oktav mencoba mengingatkan


"Yakin amat lu?" siapa yang akan percaya jika sehabis menonton video Jessie tadi


"Kalo lu kalah.."


"Lu harus makan di mekdi" lanjut Jessie


"Lah enak malah Jes?" tanya Doni

__ADS_1


"Intinya lu harus makan di mekdi.Masalah makan apa biar gua tentuin nanti" ucap Jessie tak ingin membocorkan


"Kalo lu yang kalah.." Dimas menggantung kalimatnya


"Lu samperin pak Bimo sambil bilang gini"


"Bapak kumisnya gemesin deh" Dimas bergaya manja demi membuat Jessie jijik padanya


Hanya Doni yang antusias dengan taruhan keduanya.Penasaran sekali siapa yang akan menang.


Sedangkan Ken merasa cemas jika Jessie akan kalah.Bayangkan saja Jessie bergaya manja kepada guru yang terkenal galak.Hanya membayangkan saja Ken merinding,apalagi sampai kejadian.Oh my God.


Dan Oktav malah kasihan dengan Dimas,khawatir jika ia akan dikerjai habis habisan oleh Jessie.


Ah sudahlah itu urusan mereka.


Mungkin lupa jika penampilan mereka akan disaksikan seluruh sma satu kabupaten Bandung.


Jessie kembali ke kelas saat bel jam pelajaran kedua berbunyi.Bu Susi masuk kedalam kelas.Mengabsen setiap siswa yang hadir.


"Maya kemana Jes?" tanya bu Susi


"Sakit buk" sahut Jessie


Pandangan bu Susi beralih kebelakang.Melihat Ardit yang duduk dibelakang sendirian.


"Dit,kamu pindah kedepan duduk di samping Jessie" titahnya.Jessie menengok kebelakang.Melihat Ardit yang tanpa protes berjalan ke mejanya.


"Buka halam 76,kita lanjutkan pembahasan yang kemarin" lanjut bu Susi


"Jangan sebel,repot ntar kalo berubah sayang" sahut Ardit yang ikut berbisik


"Kepedean lu!" Jessie kembali memperhatikan penjelasan bu Susi.


Kenapa ia pula harus ganteng dengan sifat nyebelin mutlak.


Jessie berdiri di halte.Menggerutu sambil memesan ojek online yang belum juga datang.Masalahnya bukan pada kang ojek tapi kejadian saat dikelas tadi.


Sepuluh menit kemudian kang ojek baru sampai.Mengucap maaf sambil memberikan helm padanya.Hati Jessie luluh ketika melihat raut lelah diwajahnya.Ia memang tidak tegaan.


"Sudah neng?" tanyanya menoleh kesamping.Memastikan jika penumpangnya sudah berada dalam posisi duduk yang nyaman.


"Gas pol kang" sahut Jessie yang semangat.Tidak sabar rasanya ingin menceritakan keluh kesahnya seharian ini pada Maya yang katanya sih lagi sakit.


Kadang curhat itu emang gak mandang tempat dan situasi ya.


"Si neng bisa aja" kang ojek tersenyum sebelum berkata,boleh kalo mau peluk neng.


Jangan mentang-mentang ganteng kang terus nyuruh main peluk aja.


Ditengah perjalanan Jessie memintanya menunggu untuk membeli buah.


"Nih buat akang biar ngojeknya makin cemungut" ucap Jessie menyodorkan satu kantong buah apel.

__ADS_1


"Jangan senyum neng,akang klepek-klepek" ucapnya menerima kantong kresek lalu menangkup dada dengan kedua tangannya.Jessie malah tertawa keras.Sa ae nih kang ojol ngelawaknya.


Perjalanan kerumah Maya tidak terasa berkat kang ojol yang ganteng dan humoris.


"Kasih lima bintang ya neng" ujarnya menerima helm yang Jessie berikan saat sampai didepan rumah Maya


"Cuma minta lima bintang kan kang?bukan minta hati saya?" Jessie malah ikut ngereceh


"Ini kembaliannya neng" ia merogoh saku.Jessie menolak,mengatakan jika ia senang dengan pelayanannya yang ramah dan menyenangkan.


Siapa sangka jika kedua jarinya malah membentuk finger heart saat mengeluarkannya dari saku.Astaga.Korban drakor ya kang.


"Udah sana kang,ntar malah kaga jadi narik" sebelum pergi ia malah meminta foto bareng.Jessie sih iya iya aja,siapa tahu bisa viral pikirnya.


Lucu mungkin jika ia terkenal karena berfoto dengan kang ojol ganteng,batin Jessie.


Setidaknya berkat humor kang ojol suasana hatinya sedikit membaik.


Jessie berbalik badan.Membuka gerbang yang tidak terkunci.


"Tan" panggil Jessie yang sudah masuk.Dirumah Maya ia memang sudah sebiasa itu.


"Eh sayang" sapa tante Sukma


"Kak May,ada kak cantik nih" teriak Dion dari ruang tamu


"Nih tan buat Maya" Jessie menyerahkan parsel.Tante Sukma selalu mengatakan jangan bawa apa-apa kalo mau maen ya maen aja.Dan jawaban Jessie selalu iya tante.Setelah berbasa basi Jessie masuk ke kamar Maya.


"Jadi ini yang namanya sakit?" tanya Jessie saat melihat Maya sibuk video call dengan Oktav.Sepertinya Oktav masih latihan band bersama Ken.Pantas ia tidak menjenguk Maya,mengingat sebentar lagi ada festival musik.


Jessie mengeluh pada Oktav yang enggan memutuskan sambungan video call.Akhirnya sahabatnya itu mau mengerti juga setelah Jessie merengek berkali-kali.Jengah mungkin.


"Ganggu aja sih Jess" ucap Maya menaruh ponselnya di meja dekat ranjang


"Lu besok berangkat kan?" tanya Jessie


"Kenapa?" Maya hanya menggoda Jessie.Padahal hari ini dia absen karena kesiangan.


"Gua dikerjain abis-abisan" rengek Jessie mengingat kejadian hari ini.Argghhh ia jadi kesal sendiri


"Gak salah nih,biasanya juga lu yang ngerjain anak-anak" tuduh Maya karena Jessie biasa iseng pada teman sekelasnya


"Lu tau gak.."


"Kaga" potong Maya sebelum Jessie melanjutkan kalimatnya


"Dengerin dulu sih gua mau cerita" omel Jessie yang merasa kesal


"Inget kan hari ini ada jam pelajaran bu Susi"


"Karena lu gak masuk Ardit disuruh duduk sebelah gua May" Jessie seolah ketiban sial.Maya bereaksi biasa saja,toh ia ganteng pikirnya.


"Gua sih gak masalah dia mau duduk disebelah gua May.Yang bikin gua jengkel tuh pas gua ketiduran dia gak bangunin gua!" emosi mengingat kejadian dikelas

__ADS_1


"Eh pas gua lagi enak-enaknya tidur ya May..Tiba-tiba satu kelas tepuk tangan kenceng banget.Kagetlah gua orang lagi tidur tiba-tiba rame.Mana kaga mudeng ada apaan" keluhnya


"Begonya gua malah ikut tepuk tangan May.Padahal itu idenya bu Susi buat ngerjain gua.Dia nyuruh satu kelas tepuk tangan karena mergokin gua tidur" Maya terpingkal-pingkal mendengar ucapan Jessie.Ia tak bisa membayangkan ekspresi Jessie yang tidak tahu jika ia dijadikan bahan candaan oleh guru dan teman sekelasnya.Ekspresi bingung pastinya.Jessie Jessie.


__ADS_2