
RH S2 46
Gimana keadaan Nindya,Den?" tanya Ervan yang ikut berkumpul di High Level
"Dia tinggal sama Joon sekarang" jawab Deny
"Udah,angkut bawa balik kesini" ujar Appe
"Lu pikir mobil yang lagi parkir di trotoar maen angkut aja" Rendy menjitak kepala Appe
"Tu emak bapaknya ngasih nama pas banget ya" ujar Danang
"Siapa maksud lu?" tanya Ervan
"Itu Jin dan Jun" jawab Danang
"Beda jaman sih kita Nang,makanya gua gak mudeng omongan lu" ucap Septian
"Pak kades ikutan aja" jawab Danang
"Kalo gua jadi lu udah gua pecat ni orang" saran Septian
"Ide lu boleh juga Yan" jawab Deny
Deny pulang kerumah saat jam mulai menunjukkan pukul sepuluh.Ia pulang di sambut oleh mamanya yang masih menunggu di ruang tamu.
"Kamu udah makan malem sayang?" tanya mamanya
"Udah ma" jawab Deny bohong yang tak ingin membuat mamanya khawatir
"Penyusup yang ke rumah Nindya udah di tangkep?" tanyanya lagi
"Belum ma.Masih tahap penyelidikan" jawab Deny
"Mama khawatir tau Den.Apa gak sebaiknya kamu jagain dia"
"Nanti dulu ma,kerjaan di hotel masih banyak yang berantakan"
Mamanya mengangguk setuju.Bagaimanapun hubungan Deny dan Nindya tidak seperti dulu lagi.
Deny membuka kunci ponselnya.Melihat sebuah pesan dari Nindya yang mengatakan jika penyusup yang masuk ke area rumahnya sudah tertangkap.Senin depan pengadilan akan mengadakan sidang pertama.
Apa perlu Deny ikut hadir kesana.Tapi apakah Nindya membutuhkan kehadirannya disana.
---
Sidang pertama yang di gelar.Dan pertama kali pula bagi Nindya melihat wajah dari penyusup itu.Siska menggenggam erat tangan Nindya yang membeku.Ia tahu jika Nindya berusaha bersikap tenang meski ia sangat ketakutan.
"Terdakwa memasuki ruang sidang" Nindya menundukkan wajahnya dalam-dalam tak berani melihat rupa dari orang yang menguntit serta menerornya.Perasaan takut dan marah bercampur jadi satu.Mengapa bisa ada orang yang nekat melakukan hal seperti itu.
__ADS_1
Youngi dan Joon kaget saat melihat siapa yang memakai baju tahanan dengan senyum yang mengembang.Tak pernah menyangka jika itu adalah dia.
"Nin kamu gak mau liat orangnya?" tanya Siska
"Aku takut kak" ucap Nindya gugup
"Coba liat dulu kamu kenal gak sama dia" pinta Mike
"Kamu?" Nindya tak mampu menyebut nama orang yang menyeringai ke arahnya
.
.
.
.
.
.
.
"Jino?!!" ucap Joon dan Youngi bersamaan
"Lihat saja Nindya!aku akan menyingkirkan Deny untuk selamanya!!" teriak Jino lantang
Nindya sampai pingsan.Dan sidang tetap berlanjut tanpa kehadirannya.
Perlahan Nindya membuka matanya.Sinar lampu yang menyilaukan membuatnya kesulitan membuka mata sepenuhnya.
"Lu udah sadar" genggaman tangan Deny yang ia rasakan saat Nindya membuka matanya
"Den.." Betapa takutnya ia membayang jika Deny akan pergi seperti Jin.
"Tenang Nin.Aku baik-baik saja" berusaha menenangkan Nindya yang semakin mengeratkan pelukannya
"Jangan tinggalkan aku sendirian Den.." kemeja yang ia kenakan mulai basah
"Tidak akan" mengusap punggung Nindya.Senang mengetahui jika ternyata ia masih mempunyai harapan untuk bersama Nindya.
------
Joon sedang menemani Gal Hee menonton.Ia sengaja menyewa satu studio untuk menonton berdua.
Sejak awal Gal Hee sudah merasa aneh dengan sikap Joon.Namun ia berusaha membohongi diri dan tetap tersenyum.
Selesai menonton bioskop Joon mengajak Gal Hee makan di restoran mewah dan hanya ada mereka berdua.Joon masih saja diam.Sampai mereka menaiki sebuah kapal di sungai Han.Kencan yang romantis karena Joon menyiapkan kembang api di akhir jam kencan mereka.Gal Hee membulatkan tekadnya.Ia mengumpulkan segenap keberanian untuk bertanya.
__ADS_1
"Apa yang ingin kau sampaikan padaku Joon?" Gal Hee bertanya
"Jadi kau sudah tahu maksudku?" tanya balik Joon yang diberi anggukan oleh Gal Hee
"Aku.." Joon menggantung kalimatnya
"Kau ingin putus?" Gal Hee menebak isi kepala Joon
"Baik jika kau memang menginginkannya" ucapnya
"Kau tidak ingin tahu alasannya?"
"Apa itu penting Joon?" tanya Gal Hee balik
"Dan apa kau akan kembali padaku jika aku menahanmu?" Joon terdiam.Teringat ucapan mamanya yang begitu menentang hubungan keduanya.Dan memberinya pilihan melepaskan Gal Hee atau melepaskan mamanya.
"Tidak bukan.Karena aku tahu kau orang yang tak akan menarik ucapanmu sendiri" lanjutnya
Gal Hee benar.Kalau pun ia menahannya.Joon tetap akan meminta putus.Karena tak mungkin baginya untuk meninggalkan Miyang.
"Kau tahu Joon.Putus dengan cara seperti ini malah membuatku jadi membenci kembang api" ia paham jika Miyang tak akan pernah setuju dengan hubungan mereka sampai kapanpun
Mereka terdiam cukup lama.Dan Joon merasa bersalah pada Gal Hee.Tapi ia tetap harus mengatakannya cepat atau lambat.
"Aku akan mengantarmu pulang" ucap Joon
"Tidak perlu.Aku bisa pulang sendiri" jawab Gal Hee saat mereka turun dari kapal
Gal Hee menangis di dalam taksi.Ponsel Nindya mati dan tak bisa di hubungi.Jadi hanya Youngi satu-satunya pilihan yang ia punya.
"Kau kenapa Gal Hee?" tanya Youngi
"Youngi" Gal Hee berhambur memeluk Youngi
"Ayo masuk.Jangan di luar" Youngi memapah Gal Hee masuk ke dalam rumah.Member lain menatap bingung karena Youngi membawa masuk Gal Hee yang tengah menangis.
"Jangan bilang Youngi menghamilinya?" ucap Leo yang mendapat jitakan dari Daniel
"Kau pikir Youngi seceroboh itu" sentaknya
"Harusnya ia menggunakan pengaman yang kuberikan padanya kemarin" tutur Jiang yang membuat Leo dan Daniel langsung menoleh
"Omong kosong apa.Kau sendiri bahkan masih amatiran" ledek Daniel
"Tanyakan padaku jika kau ingin tahu lebih jauh" ucap Leo yang membuat tawa keduanya meledak
"Kemarin saja kau baru ditampar leader SRN" Jiang mengingatkan
"Lebih baik kau diam saja Leo.Atau kau akan habis jika Youngi sampai tahu apa yang kau ucapkan tadi" ucap Daniel
__ADS_1
Youngi memang member yang paling suka bercanda.Tapi jika ia sudah marah tak ada satupun yang berani bertanya.Lebih baik diam dan menunggu sampai ia merasa lebih baik.