
Hari ini Nindya diminta Nana untuk menemaninya kencan dengan Arya.Nindya menolak karena tidak mau mengganggu kencan mereka.Namun karena Nana terus memaksa akhirnya ia menyerah.Jarang Nana meminta sesuatu darinya,tidak seperti dirinya yang selalu manja pada Nana.
"Kita mau kemana mak?" tanya Nindya dari kursi belakang
"Sayang kita mau kemana?" tanya Nana pada Arya
"Gimana kalo ke taman hiburan naik wahana"
"Mau kan Nin?" tanya Nana
"Yang penting perut kenyang mak" jawab Nindya
"Tenang aja kalo masalah makan Nin" Arya memang sangat royal.Ia tidak tanggung-tanggung jika membelikan sesuatu baik untuk pacarnya sendiri maupun temannya.
Mereka sudah memasuki taman hiburan.Nana dan Arya sangat antusias untuk naik tornado.Mereka sampai harus menarik paksa Nindya untuk ikut naik wahana meski ia takut ketinggian.
"Aaaaaaa" suara Nindya yang melengking.
Nana dan Arya tertawa puas melihat Nindya yang biasanya usil menjerit histeris seperti sekarang.
"Huekkkk" rasanya semua isi perut Nindya keluar saat turun dari permainan tornado.Selebihnya Nindya hanya menonton saat Nana dan Arya menjajal satu persatu wahana.Ia merasa seperti sedang mengasuh dua bayi besar.Kali ini Nindya mengajak mereka masuk ke rumah hantu.
Mereka merinding saat mereka baru memasuki wahana rumah hantu.Arya masih bersikap biasa saja karena belum ada hantu palsu yang menampakkan diri.Semakin masuk kedalam hantunya menjadi semakin menyeramkan.Nana dan Nindya berteriak histeris suara Arya juga tak kalah kencangnya.Mereka terus saja berjalan sampai dimana mereka dikagetkan dengan kuntilanak palsu.Reflek Nindya menendang muka hantu palsu itu dengan kakinya.Yang ditendang pun meringis kesakitan akibat ulah Nindya.Nana menyadari Arya sudah tergeletak pingsan dilantai.
Mereka pun dibantu kru yang bekerja dirumah hantu untuk mengangkat Arya keluar wahana.Setelah cukup lama mengipas-ngipas akhirnya tak lama Arya sadar.
__ADS_1
"Sayang kamu gak kenapa-napa?"suara Nana panik
"Iya gak apa-apa.Maaf ya aku malah pingsan"
"Emm gua cari minum bentar ya.Kalian tunggu disini" Nindya menahan tawa karena menghargai Nana.
Sekembalinya Nindya memberikan sebotol air mineral pada Arya dan Nana.Setelah memastikan kondisi Arya membaik akhirnya mereka memutuskan untuk pulang.
"Hati-hati sayang.Jangan lupa telfon kalo udah sampe rumah" Nana melambaikan tangannya pada Arya
"Harusnya tadi kita gak usah masuk rumah hantu" Nana menyesal
"Emang si Arya takut hantu mak?" tanya Nindya sesampainya mereka dikamar,Nana hanya mengangguk
"Sorry ya mak"
Dian tiba-tiba datang ke kosan mereka sambil menangis.Nindya dan Nana sudah paham jika ia pasti bertengkar dengan Kevin.Kebanyakan dari pertengkaran mereka sebenarnya salah Dian yang sering membalas chat cowok lain saat bersama Kevin.
Puas menangis Dian sampai tertidur dikamar mereka.Nindya pergi kehalaman kosan untuk merawat tanamannya yang sudah lama ia abaikan.Ia memakai sarung tangan sambil membawa gunting rumput dan peralatan lainnya layaknya tukang kebun.
"Lagi menghayati peran Nin" suara Deny mengagetkan Nindya
"Kapan dateng?"
"Daritadi lu nya aja yang terlalu serius"
__ADS_1
"Tumben gak ngabarin dulu"
"Nih gua bawain burger" Deny menaruh beberapa porsi di meja teras
"Uhhh..pengertian banget sih" Nindya berlagak manja
"Geli gua liatnya"
"Gimana persiapan lomba fotografi lu Den?" Nindya masih merapikan bonsai dengan gunting
"Gua masih bingung sama temanya"
"Lu biasanya motret apaan?"
"Biasanya lu yang gua foto"
"Seriusan"
"Mendadak gua ada ide sekarang"
"Gimana kalo lu yang jadi model gua" tutur Deny
"Ngaco"
"Pokoknya lu harus bantu gua.Masalah tempat ntar kita cari"
__ADS_1
Kalau sudah begini percuma Nindya mendebat Deny.Karena ia akan memeleh saat ditatap Deny dengan jarak yang sangat dekat.Luluh melihat kedua mata abu-abu miliknya.
Malam harinya Nindya tidur bertiga karena Dian memaksa untuk menginap,ditambah ia sudah membawa seragam dan lainnya.Paginya mata mereka sembab karena menangis saat menonton drama korea.Ditambah rasa kantuk karena hanya tidur dua jam.Sepertinya Ninda,Nana,dan Dian akan kena omelan hari ini.