Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 29


__ADS_3

"Kau lihat siapa yang di bawa Youngi" salah satu memulai gosip


"Iya.Bukannya ia istri dari temannya kan?" jawab yang lain


"Itu Park Hyung-Jin yang meninggal dua tahun lalu" jawab yang lain lagi


"Tidak tahu malu.Setelah suaminya meninggal ia malah mendekati temannya sendiri"


"Iya wanita kecentilan" Nindya merasa risih dengan gosip itu.Ia pun keluar dengan ekspresi datar.Menaruh tas diatas wastafel lalu mengeluarkan lipstik untuk memoles bibirnya lagi.Yang tadi menggosipkannya terlihat kikuk,tak lama mereka pun keluar karena merasa sungkan.


Nindya menghela napas berat.Jika di pikir ia tidak melakukan apapun yang membuatnya seperti wanita yang kecentilan.Hubungannya dengan Youngi hanya sebatas teman.Lalu apa salahnya jika ia memang ada hubungan.Apa masalah mereka sampai hati berkomentar pedas tentang dirinya.


Nindya kembali ke ruang latihan Youngi.Duduk bersila di lantai sambil memainkan ponselnya.Youngi yang melihat ekspresi kesal di mukanya lalu menghampirinya.


"Kenapa?" tanyanya


"Apa salahnya jika kita berteman Young?" tanya Nindya tiba tiba


"Kau mendengar sesuatu?" tanya Youngi lagi


"Kenapa memangnya jika aku istri mendiang temanmu,apa itu salah?" Nindya nampak sedikit kesal


"Minumlah.Jangan dengarkan gosip murahan" ia memberikan Nindya sebotol air dingin untuk mendinginkan kepalanya


"Ayo kuantar ke depan" Youngi mengulurkan tangannya membantu Nindya yang hendak berdiri


Mulai dari keluar ruang latihan sampai lobby ia menjadi pusat perhatian para staf management Youngi.


Youngi masih berdiri di parkiran melihat mobil Nindya yang melaju meninggalkan gedung managementnya.Belum lama Nindya pergi,Youngi yang baru beberapa langkah meninggalkan tempat parkir mendengar suara tabrakan yang kencang.


Tanpa pikir panjang Youngi berlari menuju jalanan.Ia melihat sebuah kecelakaan yang melibatkan sebuah truk dan dua mobil.Satu mobil dengan posisi terbalik dan satunya lagi menabrak halte bus.


Youngi terus berlari menuju kerumunan orang yang mulai mengerubungi mobil tersebut.Menyibak kerumunan orang yang berusaha mengeluarkan pengemudinya.Ternyata bukan Nindya.Ia beralih ke mobil yang lainnya dan melihat pengemudinya yang sudah berlumuran darah.Youngi menelfon Nindya untuk memastikan.Samar-samar ia mendengar dering ponsel Nindya.Saat menoleh ia melihat Nindya berdiri dengan tangan yang menggenggam ponsel gemetaran.Youngi melihat kondisi mobil Nindya yang utuh yang membuat sesak di dadanya otomatis memudar.


Youngi tak perduli lagi jika ia menjadi bahan tontonan orang saat ia panik berlari menuju Nindya.Memeluk wanita itu dengan begitu eratnya saat berdiri di samping mobilnya.Tak perduli jika ada beberapa orang yang mengabadikan saat ia memeluk Nindya.


"Tenang Nindya kau tidak apa-apa" ucapnya menenangkan Nindya yang syok melihat betapa parahnya kecelakaan itu.


"Aa..aku takut Young" ucap Nindya terbata bata


"Lihat.Kau baik-baik saja" Youngi memperlihatkan kedua tangan Nindya yang tidak ada lecet sedikitpun.Kedua telapak tangannya masih dingin.


"Masuklah" Youngi membimbing Nindya masuk kedalam mobilnya.Memasangkan sabuk pengaman pada Nindya.Ia memutari mobil menuju sisi yang satunya.


Youngi memutar arah menuju gedung managementnya.Turun dari mobil ia menggenggam tangan Nindya.Membawanya memasuki lorong dekat parkiran.


"Tunggu disini aku akan membawakan minuman" titah Youngi.Nindya mengangguk paham.

__ADS_1


Tak berselang lama ia datang membawakan segelas cappucino panas.


"Sudah lebih baik sekarang?" tanyanya


"Iya" Nindya memaksakan seulas senyuman


"Apa wajahku terlihat konyol barusan?" tanya Nindya


"Sangat" Youngi masih berjongkok di depan lutut Nindya


"Maaf Young" Nindya menundukkan kepalanya


"Untuk apa?"


"Sepertinya aku membuat masalah untukmu lagi" ucapnya


"Jangan khawatir.Gosip itu akan menghilang dengan sendirinya"


"Kau benar.Kita dulu juga pernah di gosipkan" Nindya tertawa mengingat kejadian dulu


Youngi memaksa jika ia akan mengantar Nindya pulang.Karena ia takut terjadi sesuatu pada Nindya di jalan.Meski Nindya berdalih jika ia baik-baik saja dan akan mengambil jalan alternatif lainnya.


Siska masih terjaga karena menunggu Nindya yang belum pulang.Saat Nindya menjelaskan jika di jalan terjadi pada dua mobil tepat di depannya sempat membuatnya panik.


---


Deny menjemput Nindya untuk menemaninya membeli beberapa barang untuk apartemennya.Mereka berbelanja ke sebuah mall terbesar.Membeli beberapa pajangan dan barang lainnya.


Puas berbelanja Nindya membantu Deny membereskan beberapa barang.


"Lu bawa ini dari Indonesia?" tanya Nindya saat menaruh beberapa foto


Nindya melihat beberapa bingkai dan menemukan fotonya dan Deny memakai seragam sma.Nindya tersenyum kecil lalu menatanya di rak.


Nindya berdiri di balkon.Di susul Deny yang membawakan cappucino panas dan dingin untuk Nindya.


"Lu betah disini?" tanya Deny


"Sudah selama ini Den"


"Gak ada niat buat balik ke Indonesia?" tanyanya


"Gak tau juga.Ngerasa usah terbiasa di sini"


"Lu bakal selamanya di sini?" tanya Nindya


"Tergantung"

__ADS_1


"Mati dong"


"Karena gua gatau perasaan seseorang yang gua kejar masih ada atau udah mati" Nindya jadi terdiam dengan penuturan Deny


---


Grup chat heboh dengan kabar kehamilan Rindu.


Nindya ikut senang mengetahuinya.Tinggal dia yang belum punya anak plus belum punya pasangan baru.


Youngi sudah terbang ke Jepang untuk mengadakan konser disana.Nindya yang masih mempunyai jiwa fans ingin sekali menonton konsernya.Namun ia tidak diijinkan Ji Eun karena ada pemotretan.


Drrttt..


"Ya kak ada apa?" tanya Nindya lewat sambungan telefon


"....." Ji Eun ikut diam saat menemani Nindya di sebuah kafe


"Yaudah ya kak aku tutup dulu" ucapnya


"Ada apa?" tanya Ji Eun


"Itu kakak memintaku menjemput Miran di tempat les nya" sahut Nindya


Nindya dalam perjalanan menuju tempat les piano Miran.Malah kakaknya itu sempat memintanya ikut les bersama Miran.Apa-apaan coba ide kakaknya itu.


"Aunty" panggil Miran saat melihat Nindya yang menjemputnya


"Haloo sayang" sapanya


"Ayo kita ke timezone" ajak Miran


"Mama pasti sudah menunggu di rumah" jawabnya


Dengan wajah cemberutnya Miran setuju untuk pulang.Dengan syarat ia harus makan es krim dulu sebelum pulang.


"Aunty kenapa gak suka es krim?" pertanyaan yang entah ke berapa


"Aunty gak bisa makan es krim karena alergi sayang" jawabnya


"Kenapa?Miran gak sakit kalo makan es krim" ujarnya polos


"Karena kata dokter,kalo Aunty makan es krim nanti bakal diare" jawabnya


"Yasudah es krimnya untuk Miran semua"


"Miran mau tambah lagi?" tanya Nindya

__ADS_1


"Enggak aunty" sahutnya yang sibuk memakan dua cup es krim


Nindya selalu diam diam membelikan Miran es krim.Karena Siska tidak memperbolehkan jika anaknya mengkonsumsi es krim terlalu banyak.


__ADS_2