
Jangan lupa Like,Komen dan subscribe ya sayy biar authornya seneng hehe..
Selamat membaca ,semoga suka ♡♡♡
----
"Sett dah May bikin malu aja" Jessie menepuk jidatnya
"Awal aja lu ma keliatan kalem Jes,lama lama juga bakal ketahuan asli lu" Oktav menambahi.Teringat saat ia tertipu sikap Jessie yang awalnya sedikit pendiam.
"Gimana kalo ntar malem nonton" usul Doni
"Dedek gemes ikut kan?" tanya Doni melirik kearah Jessie
"Najis"
"Jangan manggil gua dedek gemes,bikin merinding aja" ucap Jessie yang merasa geli
"Sok ganteng sih lu Don" timpal Dimas yang duduk di sebelahnya
"Nonton dimana?" Bella mengalihkan pembicaraan
"Season Town aja" sahut Oktav
Dan Jessie yang pertama kali mengajak untuk membubarkan diri.Hari sudah sore dan ia harus pulang jika tak ingin diomeli Nindya.
Masih ada beberapa murid yang berlalu lalang di sekolah.Entah eskul atau hanya sekedar mengulur waktu pulang.
Dibelakang Jessie ada Ken dan Bella yang berjalan beriringan.Ken fokus melihat Jessie yang cekikikan dengan Maya.Mengabaikan Bella yang sedari tadi mengajaknya ngobrol.
"Bener kan feeling gua dari awal" Oktav dan Dino serentak menoleh saat mendengar ungkapan yang di lontarkan mendadak oleh Dimas.
"Kenapa lu?" tanya Oktav bingung
"Liat aja tu si Ken" ucap Dimas
"Dia suka ama Jessie gitu?" tanya Oktav
"Yakin lu?" tanya Dino
"Seribu persen" Dimas meyakinkan keduanya
"Liat aja kalo dia maen maen ama Jessie" Doni dan Dimas langsung mengerutkan dahi.Jangan bilang dia juga..
"Apaan?siapa juga yang naksir Jessie " Oktav yang mengerti tatapan dari kedua temannya itu
----
Jessie dan Maya selesai mengganti pakaian olahraga.Ikut berbaris melakukan pemanasan sebelum jam pelajaran olahraga dimulai.
Maya hanya duduk di pinggir lapangan saat Jessie bergabung dengan murid lelaki bermain sepak bola.Selfie dengan beberapa murid lainnya yang memilih duduk santai di bawah pohon.
"Oper oper" teriak Anton pada Mamat
Mamat mengoper bolanya pada Jessie yang paling bebas dari pengawalan.Jessie menerima bola dengan kaki kanannya.Menggojek bola melewati Nusa yang berusaha merebut bola dari kakinya.Jessie sudah mengambil ancang ancang untuk melakukan shooting ke gawang.Kaki kanannya menendang bola sekuat tenaga.Semua pemain diam melihat pergerakan bola.
Buggghhh..
Tendangan Jessie melenceng ke samping gawang.Mengenai murid yang sedang berjalan di belakang gawang.Jessie panik,berlari menuju kerumunan yang sudah mengerubungi murid lelaki yang sedang pingsan karena terkena bola yang ia tendang.
"Hayoo lu Jess,mati anak orang" Nusa memprovokasi Jessie yang berjongkok di sampingnya
"Ngapain pada bengong aja.Bantuin gotong ke uks" ia kesal mereka hanya menonton saja
Maya ikut berlari ke ruang uks.Merangsek masuk saat beberapa siswa berkerumun di depan pintu uks.
"Bubar semuanya" pak Joko membubarkan kerumunan murid.
"Huuuu" merasa kecewa karena aksi pembubaran yang dilakukan guru olahraga mereka
__ADS_1
"Kenapa bisa begini?" tanya pak Joko
"Pingsan pak.Kena bola yang di tendang Jessie" sahut Nusa yang masih berdiri di samping ranjang uks.Apalagi yang bisa Jessie lakukan selain nyengir selebar mungkin mempertontonkan deretan giginya yang putih.
"Semuanya keluar.Kecuali Jessie"
"Tungguin sampai dia sadar" titah pak Joko.
Maya menepuk pelan pundak Jessie menenangkan jika tidak akan terjadi hal buruk.
Tinggal Jessie dan murid itu.Jessie masih duduk di sebelahnya.Memperhatikan mukanya dengan teliti.
"Duh gimana kalo dia amnesia" perkiraan paling buruk yang melintas di kepalanya
Satu jam berlalu dia masih belum sadar juga.Jessie mulai panik.
"Eh..bangun.Jangan mati dong" Jessie menekan nekan pipinya dengan telunjuk
"Napas gak sih si orang?" ia meletakkan telunjuk di depan hidungnya.Jessie lega saat merasakan hembusan napas yang teratur.
Sudah lama tapi ia tidak bereaksi sedikitpun.
"Ngapain lu?" suaranya mengagetkannya saat Jessie meletakkan kupingnya di dada murid itu.
Jessie langsung mundur beberapa langkah kaget karena tiba tiba ia sadar.
"Kaget gua onyon" kaget bercampur lega
"Ini berapa?" tanya Jessie menunjukkan kelima jarinya
"Ga jelas" sahutnya yang hendak turun
"Tunggu tunggu.Lu inget siapa nama lu?" tanya Jessie menahan lengannya
"Ingetlah!" sahutnya sewot
"Selamet selamet" Jessie mengelus dadanya berkali kali
"Hehe..kepala lu kena bola yang gua tendang" Jessie merasa bersalah
"Apa?!" antara malu dan kesal.Kesal karena ia sampai pingsan karena bola yang ditendang Jessie.Dan malu karena yang menendang bola adalah perempuan.Kuat sekali tenaganya,batinnya.
"Lu gak apa apa?" tanya Jessie menyentuh pundaknya yang masih duduk di ranjang uks
"Jangan pegang pegang!" ia menepis sentuhan Jessie kasar
"Lu pikir gua mau sok sok an perhatian ama lu.Gua begini karena gua ngerasa bersalah aja" Jessie meraih sebotol air meneral.Melemparnya ke samping lelaki itu.
"Minum tuh.Gua mau cabut" ia berlalu pergi meninggalkannya seorang diri.
Jessie menggerutu sepanjang perjalanan menuju kelas.Tak habis pikir kenapa ada murid sesongong dia.Tunggu.Sepertinya Jessie baru melihatnya.Bukan.Ia bukan murid di sekolahnya karena seragamnya yang berbeda.
"Gimana tu anak?" tanya Maya saat menemani Jessie mengganti pakaian olahraganya di toilet
"Gua rasa otaknya geser" sahut Jessie sekenanya.Ia juga tahu jika dirinya salah.Tapi kenapa harus sewot sekali padanya.
"Mampus lu Jes" Maya sedikit ngeri dengan jawaban yang ia dengar
"Songongnya kebangetan"
"Arrggghhh kesel pokoknya" Jessie menahan emosi yang hampir membeludak
"Sehat lu" Maya menaruh telapak tangannya di kening Jessie.Adem batinnya.
Mereka berdua kembali kedalam kelas.Masih tersisa setengah jam lagi sebelum istirahat kedua.
Jessie dan Maya mengetuk pintu kelas.Ada wali kelas bersama murid lelaki.Perasaannya sudah tidak enak saat sekelas menatapnya.
"Hari ini kita kedatangan murid baru.Murid pindahan dari Jakarta.Ayo silahkan perkenalkan diri"
__ADS_1
"Halo nama gua Ardit Erwanda Pahlevi.Biasa dipanggil Ardit" perkenalan singkat darinya.
Siswi perempuan saling berbisik.
"Layak dimasukin daftar cowok ganteng ini ma" ucap Kikan yang duduk dibelakang Jessie.
"Oke Ardit kamu bisa duduk di bangku paling belakang.Kalo ada pertanyaan seputar pelajaran kamu bisa tanya Jessie yang duduk disana" ucap pak Handoyo menunjuk Jessie
"Alamak masalah ini ma" Jessie mengasihani dirinya sendiri saat ditatap sinis oleh Ardit
"Cakep gitu Jess" komentar Maya
Ardit berjalan melewati bangku Jessie.Duduk di bangku paling belakang seorang diri.
Belum juga satu semester sudah ada dua murid yang berkurang.Satu karena pindah sekolah dan satu lagi karena kasus tawuran.
Bel istirahat berbunyi.Jessie dan Maya hendak pergi ke kantin.
Ardit berjalan di belakang mereka.Siswi sekolah banyak yang membicarakan kegantengannya.
"Dedek gemes" panggilan setengah berteriak dari Doni
Jessie dan Maya ikut bergabung di meja mereka.
"Beuhhh makannya banyak" komentar Dimas yang melihat porsi Jessie
"Ribet lu,laper nih" keluh Jessie yang mulai menyantap makannya
"Siapa tuh?" tanya Oktav menunjuk murid lelaki yang berseragam lain
"Murid baru di kelas gua" sahut Maya melihat kearah Ardit
"Kayak pernah liat tapi dimana ya?" ucap Doni
"Sok kenal lu" Dimas menoyor kepala Doni
"Anak keluarga Pahlevi" Ken menyahut
"Pahlevi mana nih?" Oktav yang menjawab.Jessie acuh saja dengan obrolan mereka.Fokus makan bakso yang ada di mangkoknya
"Yang punya bisnis raksasa hampir semua bidang" Oktav baru teringat dengan nama besar Pahlevi
"Yang masuk 50 dartar orang terkaya di dunia" Doni menyambar penjabaran Oktav
"Mampus lu Jes" Maya memprovokasi lagi
"Apa hubungannya sama Jessie?" tanya Ken
"Dia pingsan tadi gara gara kena bola yang di tendang Jessie" penjelasan Maya malah membuat semua yang ada disana tertawa keras
"Tenaga badak kali ampe tu bocah pingsan" olok Dimas pada Jessie
"Puas ngetawain gua" Jessie selesai dengan makannya.Berdiri dari bangkunya.
"Eh mau kemana lu?" tanya
Oktav
"Bodolah.Bayarin makan gua" Jessie mendorong mangkoknya kedepan Doni
"Kenapa gua yang kena imbasnya?" tanyanya bingung
"Bayarin ya babang gemes" gaya manja Jessie sebelum menarik Maya mengikuti langkahnya meninggalkan kantin.Berjalan cepat saat melewati Ardit yang sedang makan seorang diri.
---
Udah like???
Komen dong biar rame hehe..
__ADS_1
Vote ☆☆☆☆☆ kalo kalian suka..
Salam sayang dari author ♡♡♡♡