Ruang Hati

Ruang Hati
Season tiga - bagian 16


__ADS_3

Jangan lupa like,komen,dan subscribe ya sayy biar author makin semangat...


Selamat membaca semoga suka ♡♡♡


----


"Maaf buk saya terlambat" Jessie kesiangan lagi


"Yaudah sana duduk" suruh bu Merry


Pelajaran berlanjut.Dan Jessie diam-diam malah bermain game di bawah kolong meja.Beberapa kali Maya akan menyenggol lengannya jika hampir ketahuan.Kebiasaan buruk selain tidur di kelas.


Bergeser ke kursi paling belakang.Ardit sebenarnya tak pernah menghiraukan penjelasan gurunya.Ada saja yang ia lakukan di bangkunya sekedar mengusir jenuh.Kadang ia malah melukis sketsa wajah atau benda-benda kecil disekitarnya.


Bel istirahat pertama berbunyi.


Jessie dan yang lainnya berkumpul di pinggir lapangan membawa snack untuk camilan.


Berkumpul di taman belakang hanya sesekali.Karena Ardit sering kesana membuat Jessie enggan ke taman belakang lagi.Yang tua akhirnya mengalah berpindah tempat disisi lapangan yang teduh.Lagi pula jaraknya lebih dekat dari kelas mereka.


"Foto sama siapa kemarin Jes?" tanya Dimas.Pertanyaan yang sedari tadi ingin ditanyakan Ken mengenai fotonya dengan lelaki di dalam mobil


"Oh..bang Raka itu" sahut Jessie yang sibuk bermain game online


"Anaknya tante Nana?" Oktav bertanya untuk memastikan


"Hu um"


"Mesra gitu fotonya" sahut Doni


"Serah lu pada lah,intinya ma dia udah kayak abang gua" serasa diinterogasi saja


"Eh Dim,kata Jessie lu ngajakin dia taruhan?"


"Awas lu ya sampe Jessie kenapa-napa" ancam Maya.Lagi dan lagi Maya akan menceramahi siapapun yang mengusik Jessie.


"Simpen dulu hpnya Jes,lu belum makan dari tadi" Ken mengulurkan roti.Jessie menyimpan ponselnya di saku.Tersenyum lebar menerima roti pemberian Ken.


Mereka yang disana hanya mendehem.Ken menggaruk tengkuknya yang mendadak gatal.


Disisi lapangan lainnya.Ardit sedang duduk sambil menggambar sketsa wajah Jessie dan teman-temannya.


Goresannya terhenti saat melihat perhatian yang Ken berikan.Ia tidak suka melihat senyum Jessie.


----


Hari sabtu..


Welcome to Festival Music!!!


Hari dimana Jessie merasa paling berdebar.Momen ini seperti antara hidup dan matinya.


Sudah sepuluh menit ia sampai di festival.Pengunjung juga sudah semakin banyak.


Didepan panggung padat penonton menyaksikan penampilan band atau solo.Puluhan orang berdesakan,melupakan perbedaan gender diantara mereka.


"Duh Jes,telat gak sih kalo lu mau batalin taruhan" Maya *** tangan Jessie.Kenapa malah ia yang berkeringat dingin dan gugup.Sedangkan Jessie terlihat cuek saja.


"Lah napa emang?" tanya Jessie dengan santainya.


"Lagian napa mau aja sih diajakin taruhan!udah tau suara lu kaya kaleng rombeng!" Maya kesal sendiri jadinya.Pasalnya ia takut Jessie akan mempermalukan dirinya sendiri.


Yang diomeli malah cekikikan,puas melihat gurat kekhawatiran dari wajah sahabatnya ini.


Mereka terus berjalan menuju tenda yang digunakan khusus untuk pengisi acara.Celingak celinguk mencari keberadaan teman-temannya.


"Jessie!!!" panggil Doni yang sudah hadir lebih dulu.Sejak Sore acara memang sudah di mulai.Hanya Maya yang malah merengek agar Jessie tidak datang.


Eh tapi kemana Ken dan Oktav.


"Mari kita sambut penampilan dari SKALA" ucap mc penuh semangat.SKALA band memang sudah terkenal karena sering memenangkan lomba atau mengisi acara-acara seperti sekarang.


Musik mulai terdengar.Jessie dan Maya ikut duduk di bangku yang disediakan panitia.

__ADS_1


Dan..


Dan bila esok..


"Ya ampun Ken suaranya bagus banget" Maya sudah lupa tentang kekawatirannya beberapa menit yang lalu.


Suaranya gak sebagus Dia,batin Jessie.


Eh kenapa Jessie malah memikirkan Dia.


Selesai satu lagu SKALA turun dari panggung menuju tenda.Senyum Ken langsung merekah saat melihat Jessie duduk sambil memainkan game online.


"Gak gugup?" tanya Ken yang duduk di sebelah Jessie.Ia mengusir Doni terlebih dulu agar bisa duduk di dekat Jessie.Meski menggerutu Doni tetap mengalah.


Jessie langsung mengantongi ponselnya.


"Gak gugup gimana Ken tangan gua segini dinginnya" ucap Jessie sambil menyentuh lengan Ken


"Haha..jadi pengalihan doang lu main game?" tanya Ken yang balas memegang tangan Jessie


"Duh mana mules lagi gua" ucap Jessie memegangi perutnya.Tawaran Doni yang ingin mengantarnya ia tolak mentah-mentah.


Ya kali ditungguin,bikin gak konsen aja batin Jessie.


"Gua ke panggung dulu ya" ucap Dimas yang mendengar namanya dipanggil.


Di lain tempat Jessie baru keluar dari wc.Meski perutnya terasa lega namun jantungnya malah berdetak makin cepat.


"Sial!gua gak tau suara Dimas sebagus ini!" Jessie merutuki kebodohannya yang terlambat.


"Masih berani mau permaluin diri sendiri" suara yang amat Jessie kenal.


Ardit!


"Lah bodo gua ma gak punya urat malu!" sahut Jessie yang cuek.Melangkah pergi meninggalkan Ardit yang memandangnya sambil tersenyum lebar.


"Gua beliin lu kamera baru kalo lu menang!!" teriak Ardit yang masih berdiri di tempatnya.


"Bodo!" sahut Jessie yang sekilas berbalik.Kembali melanjutkan langkahnya.Namun tanpa ia sadari bibirnya membentuk sebuah lengkungan.


Maya panik di tempatnya.Ia pikir Jessie kabur karena tidak muncul di tenda cukup lama.


Padahal Jessie sudah berdiri di panggung memegangi mikrofon.Menatap para pengunjung yang fokus kepadanya.


"Halo semua" sapa Jessie.Maya dan yang lain berhambur keluar tenda saat mendengar suara Jessie.


"Kiamat ini!" ucap Maya gugup.Oktav menepuk pelan pundaknya.Doni sudah siap dengan ponsel di kameranya,bersiap merekam momen berharga.


"Buat yang tau lagu kpop ini bisa nyanyi bareng" Jessie menghembuskan napas.Menutup matanya membayangkan seseorang.


Ilbureo myeot baljagug mulleona


Naega eopsi honja geotneun neol barabonda


Yeopjari heojeonhan neoui punggyeong


Heukbaek geori gaunde neon dwidorabonda


(Aku mundur beberapa langkah dengan sengaja


Aku melihatmu yang tengah berjalan seorang diri tanpa diriku


Disana ada sebuah kehampaan tanpa diriku


Ditengah jalan hitam-putih kau mencoba tuk berbalik)


Maya yang sejak awal menangkup mukanya sendiri langsung mendongak saat mendengar suara Jessie yang merdu.Lirik yang tidak tahu apa artinya sampai membuat ia tersentuh mendengar tiap kata yang diucapkan Jessie.


#Lagu itu bercerita tentang beratnya mengkahiri sebuah hubungan percintaan karena perasaan yang sudah dalam.


Beberapa penonton yang tahu mulai ikut bernyanyi.Sebagian yang tak paham malah melambaikan tangan mengikuti alunan musik yang melow.


"Gimana Dim udah percaya kalo Jessie pernah jadi vokalis band?" pertanyaan dengan nada mencibir Dimas yang tempo hari meremehkan suara Jessie.Dimas berdecak.Sial sepertinya ia kalah taruhan kali ini.

__ADS_1


"Gilaaaa...suaranya dedek gemes.Bikin hati kakak lumer" ucap Doni yang terkagum-kagum.


"Gua aja yang suka ngelap ilernya Jessie aja gak percaya suara dia sebagus ini" dusta belaka.Mana pernah Maya mengelap iler Jessie.


"Karena dia nyanyinya pake hati" komentar Ken yang matanya tak lepas dari Jessie.Matanya berninar mendengar suara dan ekspresi Jessie yang begitu menghayati.Ia tersentuh.


Disisi panggung sebelahnya,Ardit mengukir senyum paling manisnya.


Senyum yang tak kunjung lepas dari wajahnya sejak Jessie mengucap kata pertama dalam lagu.Senyum paling tulus selama setahun belakangan ini.


Perkenalannya dengan Jessie telah merubah segalanya.Merubah dunianya yang semula sepi menjadi penuh tawa.


Kedua tangannya masih sibuk memegang kamera,merekam Jessie yang bernyanyi penuh penghayatan diatas panggung.


Cewek berisik,gumamnya pelan sambil tersenyum menatap rekaman yang ia zoom.


Eotteohge ibyeolkkaji saranghagesseo


Neol saranghaneun geoji


(Bagaimana aku bisa menyukai sebuah perpisahan?


Aku sungguh mencintaimu)


Degg..


DIA!!!


Hanya kaya pertama yang keluar dari mulutnya.Kata selanjutnya bahkan tak mampu ia ucap lagi.Jessie kaget bukan main.


saranhiraneun iyuro seororeul pogihago


(Kita menyerah satu sama lain karena cinta)


Yang disebut DIA oleh Jessie masih menyanyi.Berdiri tepat dihadapan Jessie saling manatap satu sama lain.


Jessie cepat mengalihkan pandangannya,apapun yang terjadi Jessie harus tetap melanjutkan lagu yang sudah ia mulai.


 


Jjijeojil geosgati apahal sueopseo nan


(Aku tak bisa kembali merasakan sakit karena tersayat)


Lirik yang mereka nyanyikan secara bersama.Begitu menyentuh hati bagi yang mendengarnya.



Doni


Dimas



Dimas yang ngajakin taruhan



Doni fans berat dedek gemes



Oktav



Ken



Jessie


__ADS_1


Ardit


__ADS_2