
"Bagaimana sudah lebih baik?" tanya Deny saat Nindya menarik diri
"Sudah"
"Kau lapar?" tanyanya lagi
"Hehe iya" biasanya orang yang abis nangis kebanyakan pasti laper
Penerbangan mereka masih cukup lama.Jadi Deny mengajak Nindya untuk makan terlebih dulu.
Ponsel Nindya bergetar,telefon dari Youngi.
"Kau dimana?" tanyanya
"Bandara ada apa?" tanya Nindya balik
"Sudah kau terima kontraknya?"
"Belum sempat kubaca.Nanti saja saat aku sudah pulang"
"Janji akan terima kontraknya ya.Ini bagus untuk karirmu"
"Kau lupa jika aku sudah kaya karena warisan yang ditinggalkan Jin"
"Aku tidak habis pikir kenapa Jin mau menikahi wanita sombong sepertimu" cela Youngi
"Tentu saja karena aku baik hati"
"Sebenarnya Daniel sudah mengatur jadwalnya untuk bertemu kau"
"Kau kan tahu jika aku ada urusan"
"Kapan kau bilang?"
"Kemarin saat kita makan daging panggang" Kata Youngi mengingatkan
"Kau yakin?" tidak yakin jika Youngi pernah mengatakan hal itu
"Astaga tentu saja"
"Sudah ku tutup telefonnya.Aku mau makan" Nindya mengakhiri sambungan telefon sepihak
Youngi memandangi telefonnya.Padahal seingatnya dulu Nindya begitu mengidolakan dirinya dan memujanya kenapa sekarang dirinya diabaikan.
Dasar aneh,batin Youngi..
Membuatnya jadi teringat kejadian kemarin malam...
Flashback..
Seperti yang diperintahkan oleh mamanya.Joon menjemput Nindya sebelum jam tujuh malam untuk kencan di kafe XX yang sudah diatur sedemikian rupa oleh Miyang.
"Kau serius akan kencan dengan Nindya?" Mike tidak bisa menutupi keterkejutannya saat mendengar penuturan Joon diruang tamu
Joon tersenyum penuh arti "Tentu"
"Kau gila" tidak habis pikir dengan dua orang itu.Ya,Nindya dan Joon.Bagaimana bisa mereka akan berkencan.
"Tenang Mike..aku akan mengajak Youngi juga" Youngi menampakkan deretan giginya kaku.
"Astaga.. bodohnya aku" menepuk jidat,menyadari setelah melihat dandanan Nindya yang baru turun dari kamarnya.
Dan kencan dengan dekorasi romantis yang susah payah dihias oleh para pelayan kafe XX gagal sudah.
Selain bukan karena Youngi ikut serta dalam kencan itu tapi dandanan Nindya amat sangat tidak sesuai dengan tema kencan romantis.
Nindya hanya mengenakan kaos dan celana jeans dengan rambut digulung keatas dengan tatanan asal.
"Yakin gua mama Miyang bakal marah besar kalo tahu hal ini" ucap Youngi ditengah makan mereka
__ADS_1
"Lagian jodohin gua sama Joon,coba kalo sama lu" timpal Nindya yang membuat Youngi sampai tersedak
"I love you Nindya" ucap Youngi yang membuat Nindya dan Joon berlagak ingin muntah
Flashback end..
Ponsel Joon berdering,panggilan dari Joshua mengenai rapat mendadak yang akan diadakan satu jam mendatang.
Setibanya Joon ia sudah di tunggu para karyawan mengenai pembahasan resort yang akan mereka kembangkan di pulau Jeju.Menambah pembangunan villa dan hotel disana
"Iya halo" Joon mengangkat panggilan dari Youngi sambil menjalankan mobilnya
"Kau tahu Nindya akan kemana?" tanyanya
"Ke negaranya" jelas Joon mengingat Youngi memang sedikit pelupa.
"Astaga..aku lupa.Hari ini aku sudah janji dengan Daniel jika ia bisa bertemu Nindya" merutuki kebodohannya
"Itu masalahmu"
"Sudahlah.Aku harus latihan koreografi baru"
"Hmmm" Joon lantas mematikan sambungan telepon
Ponselnya kembali bergetar,tanpa melihat siapa pemanggilnya ia langsung menjawab.
"Apa lagi?" suara kesal Joon setelah mengangkat telefon
"Kau kenapa?" tanya Nindya bingung
"Oh itu kau,Nin.Kupikir Youngi" jawabnya
"Ada apa dengannya?"
"Tak ada.Ia hanya curhat" jelas Joon
"Bukannya kau janji akan mengantarku ke bandara" gerutu Nindya
Ditempat Youngi...
"Cukup latihan hari ini kalian bisa istirahat" ucap koreografer
"Bagaimana Nindya?" tanya Daniel teman satu grupnya
"Sepertinya hari ini tidak bisa" merasa tidak enak
"Kenapa?" Mengerutkan keningnya
"Kau ini yang kenapa?banyak wanita yang dengan senang hati mau menjadi pemeran utama di MV mu kenapa harus Nindya?" tanya Youngi panjang lebar
"Entahlah" Daniel menggedikkan bahu.Beranjak meninggalkan Youngi yang menatapanya penasaran
"Jawab Daniel.Jangan bilang kau menyukainya" selidik Youngi mengimbangi langkahnya
"Aku hanya suka dengan senyumnya" padahal ia hanya senang melihat raut wajah Youngi yang berubah masam meski ia hanya bercanda
---
Nana sudah menyambut Nindya di bandara.Saling memeluk satu sama lain melepas rindu.Deny yang disana sampai di abaikan karena sibuk bertanya kabar satu sama lain.Membahas segala kerepotan Nana menyiapkan pernikahan Rindu yang banyak permintaan ini itu.
Nana lebih dulu mengantarkan Deny kerumahnya lalu kembali melajukan mobilnya menuju rumah.
Sesampainya Nindya dirunah Nana,Mamanya dan Raka memyambut Nindya dengan hangat.Sudah seperti keluarga sendiru jika ia bertandang ke rumah Nana dan yang lainnya.
"Balikan sama Deny?" Nana tak sanggup menahan pertanyaan itu lebih lama lagi saat keduanya duduk ditepi ranjang
"Ngaco"
"Kok ngaco?bener gak?" tanyanya lagi
__ADS_1
"Dia cuma jemput mak" kilah Nindya
"Jemput ke Korea ini tuh Nin.Gak kurang jauh tuh jemputnya" seru Nana
"Lah bodo amat mak" malas menanggapi ucapan Nana
"Yakin lu bodo amat.Menurut Ervan nih ya" Nana menegakkan duduknya
"Semenjak lu nikah sama Jin ampe sekarang tu anak kaga pernah pacaran" informasi akurat yang didapat dari orang yang paling dekat dengan Deny
"Ya kali mak jomblo tahunan" terus saja menghindari obrolan itu
"Serius.Dia masih nungguin lu" mengguncang lengan Nindya
"Beli gorengan yuk mak,biar makin seru ngobrolnya" ini harus segera diakhiri pikir Nindya
"Makan mulu" cibir Nana karena belum lama mereka membeli nasi uduk dalam perjalanan pulang.Mengalihkan sesi interogasi dengan dalih membeli gorengan.
Nana berasumsi jika sebenarnya Nindya memang masih menyukai Deny.Namun ia merasa belum bisa merelakan kematian Jin.Sudah dua tahun tapi senyum Nindya tak selepas dulu.Mungkin hatinya masih bersedih akan Jin.
---
"Mah si Nindya nginep dimana?" tanya Kevin
"Dirumah Nana pah?" sahut Dian yang menyelonjorkan kakinya.Kelelahan bermain bersama kedua anaknya.
"Udah nikah lagi Nindya mah?" Kening Dian mengkerut, pertanyaan macam apa ini.
"Kalo dia Nikah kita pasti udah kondangan pah" sahutnya kesal
"Kenapa gak sama Deny aja sih" ucap Kevin
"Kayaknya dia belum relain kematian Jin pah" Dian jadi menghela nafas
"Kasian nasibnya" ikut menghela nafas
"Tapi siapa tahu jodoh sama Deny ma" merasa Deny memang jodoh Nindya
"Semoga Nindya bisa maafin sih pah" sama halnya dengan Dian dan para sahabatnya
"Sini ma papa pijitin" Kevin menarik kedua kaki Dian ke pangkuannya
"Cinta deh pa" ujar Dian manja
"Kayakya Safa sama Marwah pengen adek cowok ma" berusaha merayu Dian
"Udah-udah.Ternyata mijitnya gak ikhlas" menarik kakinya dari pangkuan Kevin
"Mama mau tidur capek" Kevin berlari mengejar Dian yang menuju kamarnya
---
"Pah besok ke Kondangan Rindu pake baju yang mana?" tanya istri Appe
"Yang mana kek mah" sahutnya asal
"Lah gimana sih pa" berkacak pinggang sambil memegang dua baju ditangannya
"Pake aja batik kuning itu" usulnya
"Itu kan udah pernah dipake pa.Gimana yang coklat aja.Yang mama baru beli kemarin"
"Itu juga bagus" tak mau ambil pusing
"Lah papa gimana sih gak konsisten.Mau yang kuning apa yang coklat" serba salah memang jika lelaki mengusulkan idenya
"Yang menurut mama bagus aja" menatap istrinya dengan tatapan berbinar.Berharap diskusi ini cepat selesai.
"Dua duanya bagus pah.Gimana dong mama bingung" menatap baju yang ia bentangkan didepannya
__ADS_1
"Bawa aja semua ma.Nanti ganti di tempat kondangan" istrinya sampai melotot mendengar ide Appe
"Kalo ngasih ide yang bener sih pah.Ngawur semua idenya" istrinya lalu pergi meninggalkan Appe yang syahdu menyeruput kopi hitam