
**Jalan cerita yang sedikit diubah hehe..
Cek ANDIRA YUK...
bocoran part satu..
Jangan sungkan buat kasih kritik dan sarannya, selamat membaca semoga suka 😘😘😘**
****
Andira - pertemuan diujung gang
"Tawuran? Astaga!" Ucap Marina saat keluar dari ruang BK. Ia tak pernah menyangka akan dipanggil ke sekolah karena anaknya terlibat tawuran antar pelajar. Sepanjang koridor Marina terus mengomeli anaknya, tidak peduli meski mereka berdua menjadi bahan tontonan murid yang sedang menonton lomba antar kelas dipinggir lapangan.
"Gak habis pikir mama sama kelakuan kamu Andira Natasha Wilona" terus saja mengatakan apapun untuk mengurangi kekesalannya.
"Andira Winona mama" koreksi anaknya mengekori langkah Marina.
"Ganti aja, besok mama bikinin tumpeng buat ganti nama" jedanya "Sekalian panggil Wak kaji buat ruqyah kamu" imbuhnya.
"Emang Andira kesurupan, pake di ruqyah segala mah" aneh-aneh saja mamanya itu "Lagian mama percaya aja sama omongan pak Yanto, berapa kali Dira harus jelasin kalo Dira gak ikut tawuran mah" frustasi mengacak rambutnya.
__ADS_1
"Terus kenapa muka kamu sampe bonyok begitu?!" keduanya sampai di parkiran sekolah.
"Ya kali ma Dira ditonjok diem aja, ya pasti Dira bales lah" menjelaskan kronologi yang sebenarnya terjadi.
Matanya melotot mendengar jawaban Andira "Kamu itu perempuan Dira, kalaupun dia nonjok duluan jangan dibales!" gerakan tangannya yang hampir membuka pintu mobil terhenti "Lapor sama pihak kepolisian, negara kita ini negara hukum" menjelaskan layaknya pengacaranya handal.
"Udah ah ma..pulang yuk. Nanti Dira bantuin bikin tumpeng buat selametan" ajak Andira masuk kedalam mobil terlebih dulu. Mengalihkan perhatian Marina.
"Astaghfirullah sabar.. sabar" Marina mengelus dadanya berulang kali, ikut masuk lalu menyalakan mesin mobil meninggalkan area parkiran sekolah SMA Trandana Bakti.
Flashback on..
Bosan dengan kegiatan lomba setelah ujian semester, Andira memilih untuk membolos hari itu. Diam-diam ia memanjat tembok belakang sekolahnya setelah melempar ranselnya terlebih dulu. Untung saja kakinya mendarat dengan mulus saat Andira melompat dari tembok.
"Serang!" teriakan itu membuat Andira reflek mengikuti arah berlarinya murid yang dikejar. Sial. Langkah kakinya yang tidak seimbang membuat Andira jatuh ditengah aksi tawuran yang sedang berlangsung.
"Mati aja lu!" bahunya ditarik paksa, disusul tinju yang melayang mengenai ujung bibirnya.
Andira melepas hoodie yang ia kenakan "Bangsa*t!" umpatnya seraya bangkit dan meninju balik murid yang memukul wajahnya. Telak tanpa balas mungkin karena ia terlalu kaget telah memukul seorang perempuan.
Lelaki itu sedikit terhuyung saat ia mendapat pukulan dari Andira. Membuang ludah bercampur sedikit darah akibat pukulan yang diterimanya. Pantas saja tangan Andira sakit sekali.
__ADS_1
Lihat saja gayanya. Astaga. Menyebalkan sekali melihat gerakannya yang sok keren mengusap ujung bibir dengan ibu jari.
"Lumayan" komentarnya. Perlahan ia menoleh kearah Andira membuat mata mereka bertemu. Saat itu seperti ada efek slow motion layaknya adegan dalam film yang mereka rasakan ditengah ricuhnya tawuran antar pelajar. Keduanya sama-sama tak terpengaruh bagaimana kacaunya situasi saat itu. Tenggelam dalam pikiran masing-masing dengan mata yang masih saling pandang.
Menyadari situasinya makin tak terkendali Andira memutuskan kontak mata terlebih dulu, kembali mengenakan penutup kepala hoodienya dan membenarkan posisi ransel. Senyum lelaki itu mengembang melihat setiap pergerakan Andira. Wajar saja ia tak mengenali Andira sebagai perempuan melihat penampilan Andira yang tomboi saat itu.
"Hayo mau kabur kemana?" Waktu kembali berjalan normal. Langkah Andira tertahan saat anggota Satpol-PP menahan lengannya.
Sepertinya banyak yang sudah meloloskan diri "Lepas pak saya gak salah" meronta sekuat yang Andira bisa.
"Loh perempuan?!" baru kali ini ia menangkap seorang siswi yang ikut tawuran antar pelajar.
"Transgend*r saya pak!" kesal melihat ekspresi berlebihan anggota Satpol-PP yang menangkapnya.
"Lepasin pak..saya gak ikut tawuran" jelas Andira saat ia digiring menuju mobil Satpol-PP. Duduk bersebelahan dengan lelaki yang tadi melayangkan tinju mengenai wajahnya.
"Gak tawuran gimana? muka kamu aja bonyok gitu" Menunjuk ujung bibir Andira yang berdarah.
Sampai di kantor Satpol-PP seperangkat alat tawuran mereka langsung disita. Lalu mereka yang tertangkap mendapat hukuman mengaji serta diwajibkan menghadiri ceramah dari ustadz agar jera dengan perbuatan yang mereka lakukan. Barulah setelah itu Andira dan yang lainnya diserahkan ke pihak sekolah masing-masing.
Flashback end..
__ADS_1
Gimana? suka gak?
Jan lupa subscribe, like dan komen 😆😆😆