Ruang Hati

Ruang Hati
#49 End


__ADS_3

"Tidak perduli bagaimana keadaanmu.Aku akan tetap mencintaimu" Jin mengecup pangkal kepala Nindya.Nindya semakin mengeratkan pelukannya pada perut Jin.


"Bagaimana lukanya apa masih sakit?" tanya Jin


"Sudah lebih baik.Kurasa lukanya sudah kering" Jin memang mendatangkan dokter terbaik dari beberapa negara dengan obat yang terbaik pula.Uang bukan masalah untuknya karena kesehatan Nindya adalah yang terpenting.


"Sepertinya kita harus melakukan fitting ulang" ledek Jin


"Iya.Aku kasihan dengan Yoona" desainer yang merancang gaun Nindya


Tingg..


*Nana


Gimana Nin udah sembuh belum lukanya?


*Nindya


Udah mak


*Tari


Bangke tu perempuan pengen gua ceburin ke empang


*Rita


Iya bener cekokin brotowali


*Rindu


Dasar bar bar kalian


*Nindya


Udah biarin di proses sama hukum


*Dian


Ni anak otaknya geser kali ya?


Biasanya dia paling gamau ditindas


*Tari


Kebanyakan ngemil gingseng


*Nindya


Apaan sih gajelas lu pada


Nindya tersenyum sendiri membalas pesan dari teman temannya.Jin ikut bahagia melihatnya.


Ya.Tidak perduli seberapa lama mereka berpisah seberapa jauh jarak memisahkan pertemanan mereka selalu terjalin baik.

__ADS_1


Bulan berganti..


Pesta pernikahan Nindya akan digelar beberapa jam lagi.Ia begitu cantik dengan balutan gaun yang melilit ditubuhnya.Memperlihatkan sedikit belahan dada dan bagian punggung yang terekspos bebas.Satu kata untuk Nindya.Ia sangat cantik dengan riasan ringan diwajahnya.


"Kau siap?" tanya Mike yang mengulurkan tangannya pada Nindya.


"Siap" Nindya menganggukkan kepalanya


Para tamu undangan berdiri melihat Nindya masuk ke ruangan.Mereka bersiul dan bersorak.Jin yang sudah menunggu Nindya didepan altar terpesona melihat kecantikan Nindya.Ia merasa Nindya berkali lipat lebih cantik dari biasanya.Mungkin karena senyum yang terus menghiasi wajah Nindya.


Mike menyerahkan tangan Nindya kepada Jin.Jin menerimanya dengan senyuman yang terus merekah.


Pendeta membimbing mereka untuk mengucap janji suci.Keduanya lancar mengucap.


"Silahkan pengantin saling berciuman"


Tanpa malu Jin melahap bibir Nindya didepan tamu undangan.Nindya pun tak ragu membalas ciuman dari lelaki tampan yang kini menjadi suaminya.


Para tamu riuh bersorak melihat mempelai berciuman panas didepan banyak orang.


Setelah itu Nindya melempar buket mawar putih kearah tamu.


Ternyata Rindu yang mendapatkannya.Ryan lalu memberi Rindu sebuah cincin.Melamarnya didepan banyak orang.


Nindya terus saja tersenyum sepanjang acara.Bukti betapa ia bahagia saat ini.


"Nin" suara yang begitu Nindya hafal


"Hey" kini Nindya sudah bisa menyapa Deny dengan biasa saja


"Terimakasih" sahut Jin


"Mana Michelle?" tanya Nindya


"Kami selesai"


"Boleh aku memelukmu untuk terakhir kali" Nindya terkejut mendengar permintaan Deny.Ia menoleh kearah Jin dan mendapat persetujuan.


Deny memeluk Nindya begiru erat.Ia menyesal telah melepas cintanya dulu.Ia pikir dirinya akan bisa melupakan sosok Nindya.Tapi kenyataannya lain.Saat ia ingin kembali hati Nindya sudah sepenuhnya berpaling.


"Kau akan selalu punya tempat istimewa dihatiku Nin"


"Terimakasih" jawab Nindya


Nindya menatap punggung Deny yang semakin menghilang ditengah banyaknya tamu undangan.


Ada sedikit perasaan sedih.Namun bukan hal yang sama.Ia merasa tidak enak dengan ucapan yang dikatakan Deny.Perasaan tidak enak sebagai seorang teman.


"Kejarlah jika kau menyesal menikah denganku" ucapan Jin membuyarkan lamunan Nindya


"Kau konyol" membuat Nindya tertawa mendengar perkataan Jin


"Kupikir" Jin mengalihkan pandangan asal

__ADS_1


"Kau cemburu.Astaga aku sudah menjadi istrimu"


Cupp


Jin melahap bibir Nindya


"Hey hentikan" cegah Mike


"Kau mengganggu saja" jawab Jin


Lalu teman Nindya berdatangan satu persatu mereka tidak habisnya memuji kecantikan Nindya.Gadis tomboi berubah menjadi putri.


Hari itu menjadi awal yang bahagia untuk Nindya dan Jin.Ia merasa beruntung telah dipertemukan dengan lelaki hebat ini.


 


 


 


 


 


 


Tak ada manusia sempurna,semua pernah melakukan kesalahan dalam hidup.


Karena cinta bukan tentang bagaimana masa lalunya.Tapi ia yang mau memperbaiki diri dari kesalahan.Lalu saling menerima..


Park Hyung-Jin


 


 


 


 


 


 


 


 


Tamat***


 


 

__ADS_1


Terimakasih buat segala apresiasi kalian.Maaf jika banyak mengecewakan buat jalan cerita alur maupun hal yang kurang pas dihati.Pokoknya makasih banyak ♡♡♡♡♡


__ADS_2