
Hari demi hari berlalu..
Siska dan Mike mulai dekat dengan Miran..
Hal baiknya Miran sudah mau memanggil Siska dan Mike mama dan papa.
...
Sebelum Nindya comeback ke dunia modeling ia menyempatkan diri untuk membantu Siska mengurus semua berkas untuk proses adopsi.
"Aunty.Miran mau jalan-jalan" ujar Miran saat Nindya sedang yoga ditanam belakang
Berjongkok disamping Nindya "Bosen aunty" keluh Miran
Nindya memutar bola matanya "Gimana ya" mengusap dagunya
"Ayo..ayo" mengguncang lengan Nindya
Lemes Nindya itu kalo dikasih tatapan melas dari Miran.Gak kuat Nindya tuh.
"Aunty mandi dulu ya" beranjak dari alas yang ia gunakan untuk yoga
Bagaimana Miran tidak lengket dengan Nindya,karena semua apa yang ia mau selalu dituruti oleh Nindya.
"Kamu udah persiapan buat ke Indonesia Nin?" tanya Siska saat mereka berkumpul diruang tamu
"Aunty mau kemana mama?" tanya Jang Mi Ran atau Mi Ran
"Aunty mau pergi sayang" Nindya mengusap kepala anak berumur delapan tahun itu
"Mi Ran ikut" rengeknya
"Mi Ran kan harus sekolah" tutur Siska
"Kenapa Mi Ran?" suara Mike yang baru pulang kerja.Ia pulang lebih cepat karena mereka berencana hendak berkunjung ke panti esok harinya.
"Joon dan Youngi sudah didepan" ucap Mike
"Ah iya aku hampir lupa" Nindya menepuk jidatnya karena ia sudah ada janji makan malam bersama keduanya
Nindya cepat berganti pakaian.Mengambil secara acak dress selutut.Saat ia memasuki mobil Joon dan Youngi saling berpandangan.
"Ada yang salah?" tanya Nindya
"Kau mandi?" tanya Youngi menoleh kebelakang
"Sialan!" umpatnya lalu memberi jitakan di kepala idol itu
"Tentu saja tidak" mereka lalu tertawa menanggapi lelucon Nindya
Mereka sengaja melakukan perjalanan dari sore karena tujuan mereka adalah pergi ke daerah terpencil.Maklum mencari tempat makan yang sederhana dan tenang menuruti selera Youngi itu memang sedikit sulit.
"Ternyata ini lebih jauh dari dugaanku" ucap Joon yang mulai melakukan aksi protes
"Diamlah kau berisik" ujarnya
Nindya tak menghiraukan perdebatan mereka.Ia fokus memandangi jalanan yang.Ikut menyanyikan lagu yang keluar dari earphone miliknya.
Youngi memarkirkan mobil di sisi jalan.Berjalan memasuki gang.Sebuah kedai kecil yang menyediakan daging panggang dan aneka jeroan dan kulit sapi.Joon mengumpat Youngi karena membawanya ketempat kecil san sepi.Beda dengan Nindya yang selalu terima saja kemana ia diajak makan.Yang penting perut kenyang dan bukan makan es krim.
"Tiga porsi daging,satu bagian perut,satu porsi kulit,dua porsi kimchi dan tiga botol soju"
__ADS_1
"Jangan memintaku minum soju!" ancam Nindya karena jujur rasanya tidak enak sama sekali
Ingin rasanya Nindya pesan gorengan sengan sambel kacang.Apa daya di Korea jarang yang menjual makanan seperti itu.Sangat jarang untuk di temukan.
"Kau dari mana bisa tahu tempat ini?" tanya Joon Youngi sibuk membolak balikkan yang dipanggangnya
"Rekomendasi salah satu staf"
"Kenapa harus sejauh ini.Karena mu aku melewatkan rapat pembahasan resort baru" gerutu Joon
"Kau tahu Joon.Pertama kali mengenalmu kau tidak secerewet ini" tapi sisi Joon yang serius tetap menempel pada dirinya.Hanya dalam beberapa situasi dia sedikit cerewet
"Nin" panggil Youngi
"Hemmm" Nindya sibuk mengunyah daging di mulutnya
"Beberapa bulan lagi temanku Daniel akan syuting MV"
"Apa hubungannya?" tanya Joon
"Tentu saja ada karena dia ingin kau yang menjadi pemeran perempuannya"
"Kenapa aku?" tanya Nindya
"Ya mana aku tahu.Kau tahu management kami bahkan rela mengeluarkan budget banyak untuk penggarapan lagunya ini" jelas Youngi panjang lebar
"Akan ku pertimbangkan" ucap Nindya
"Udah kayak artis top aja" cela Youngi yang dibenarkan oleh Joon
"Hiaa.." teriakan Nindya membuat Joon dan Youngi menutup kupingnya
Esoknya Joon sampai sakit perut karena makan terlalu banyak.
"Joon" panggil Miyang yang memasuki ruangan di kantor Joon
"Aku sudah tanya Reum kau ada waktu luang siang nanti" Joon menelan salivanya menduga yang selanjutnya akan di ucapkan
"Mama sudah mengatur jadwal kencan mu dengan Nindya" tutur mamanya
"Ma.." potong Joon
"Apa?kau akan bilang tidak perlu melakukan kencan dan punya kekasih!" Miyang berkacak pinggang
"Ingat umur mu Joon.Teman seusiamu sudah punya dua anak"
"Ayolah ma" rengek Joon yang memelas.Memegangi tangan Miyang sambil terus memohon.
"Ingat ya.Jam tujuh di kafe XX"
Joon mengalah saja.Selain tidak punya alasan untuk menolak ia juga susah menemukan wanita yang cocok dengannya.
Tapi kenapa harus Nindya.Lucu sekali ia harus kencan dengan teman sendiri.
Miyang tidak tahu saja jika Joon mengajak serta Youngi untuk makan malam di tempat yang sudah dirancang untuk kencan mereka.
---
"Gimana Nindya?" pertanyaan dari Danang saat memasuki ruangan Deny
"Baik" singkat,padat,dan jelas
"Maksudku hubungan kalian?" ujar Danang yang gemas karena Deny yang pura pura tidak tahu
__ADS_1
"Jalan di tempat" jawabnya
"Gak lama Rindu nikah kan.Pasti Nindya dateng" duduk di sofa menyilang kakinya
"Pastilah.Tu anak kan emang setia kawan" tentu Deny paham bagaimana persahabatan mereka
"Lu jemput aja" Danang memberi ide
"Ke pestanya Rindu" tanya Deny
"Kaga lah peak.Ke Korea langsung" Deny tampak berfikir keras.Boleh juga ide Danang.Jika begitu ia harus berangkat hari ini juga.
Dua hari lagi Nindya akan ke Indonesia.Ia sudah mengemas beberapa barang yang akan dibawa.Dari kamarnya ia mendengar obrolan Mike dengan seseorang di ruang tamu.Karena penasaran Nindya menengok kebawah.Memastikan siapa yang datang malam malam begini.
"Deny" gumamnya saat lelaki itu menoleh keatas.Tepat kearahnya.Nindya menuruni tangga untuk menyapa.
"Kapan dateng?" sapanya membawakan dua cangkir kopi
"Baru" jawabnya
"Jadi gini Nin.Deny sengaja kesini buat jemput kamu" jelas Mike
"Repot repot amat sih"
Jam enam pagi Nindya dan Deny sudah berada di bandara Incheon.Deny mengulurkan segelas hot cappucino pada Nindya yang langsung di minumnya.Masih ngantuk.
Nindya tiba tiba teringat momen saat dirinya dulu tengah menangis sesegukan di bandara dengan baju yang basah kuyup.Saat itu Jin datang dan memberinya perlindungan.
Deny menyadari perubahan wajah Nindya.Matanya sudah berkaca kaca.Digenggamnya tangan Nindya.Membuat Nindya menoleh kearah Deny.
"Gak apa apa kamu boleh nangis" ucapnya
Air matanya semakin tak terbendung.Karena di bandara ada dua kenangan yang ia miliki.Saat Deny memberinya cincin dan saat Jin menemukannya tengah terluka.Kenangan kedua yang membuatnya semakin begitu menyakitkan.
"Lepasin aja.Jangan ditahan lagi" Deny memberikan punggungnya sebagai sandaran Nindya.
Joon melihat semuanya.Melihat Nindya yang menangis sampai sesegukan di punggung Deny.Sedikit merasa lega karena Nindya bisa melepaskan beban berat yang ada dihatinya.
"Kau benar Jin.Nindya masih mencintainya" ucapnya lalu berbalik pergi.
"Bagaimana sudah lebih baik?" tanya Deny saat Nindya menarik diri
"Sudah"
"Kau lapar?" tanyanya lagi
"Hehe iya" biasanya orang yang abis nangis kebanyakan pasti laper
Penerbangan mereka masih cukup lama.Jadi Deny mengajak Nindya untuk makan terlebih dulu.
Ponsel Nindya bergetar,telefon dari Youngi.
"Kau dimana?" tanyanya
"Bandara ada apa?" tanya Nindya balik
"Sudah kau terima kontraknya?"
"Belum sempat kubaca.Nanti saja saat aku sudah pulang"
"Janji akan terima kontraknya ya.Ini bagus untuk karirmu"
"Kau lupa jika aku sudah kaya karena warisan yang ditinggalkan Jin" membanggakan diri
__ADS_1
"Aku tidak habis pikir kenapa Jin mau menikahi wanita sombong sepertimu" cela Youngi
"Ku tutup telefonnya.Aku mau makan" Nindya mengakhiri sambungan telefon