Ruang Hati

Ruang Hati
Season dua - bagian 45


__ADS_3

Nindya tampak berfikir.Dimana sebaiknya ia menginap.Dengan kedua wanita itu ia takut membahayakan mereka juga.Dengan Youngi.Aishh itu tidak boleh.Jika dengan Joon ia takut membuat Gal Hee cemburu.Astaga bisakah ia menginap di tempat yang memberinya pilihan terbaik.Jika saja ada Deny ia bisa memilih menginap dengannya.


"Aku akan tidur di apartemen" ucap Nindya setelah terdiam cukup lama


"Aku gak ijinin,itu bahaya Nin" sahut Youngi


"Bener Nin.Dirumah aja kamu hampir di serang"


"Kamu bakal nginep di rumah aku.Titik!" titah Joon membuat Gal Hee sedikit cemburu.Jika saja ia mengalami hal serupa akankah ia juga memaksanya untuk menginap.


"Tapi Joon"


"Udah Nin dengerin kata aku.Rumah aku bakal jadi tempat yang aman buat kamu" Nindya menoleh pada Gal Hee yang terdiam


"Gal Hee apa boleh?" tanya Nindya


Senyum terpaksa yang tersirat di wajahnya.


Ponsel Joon bergetar.Setelah beberapa percakapan Joon memberikannya pada Nindya.


"Halo Den" sapa Nindya


"Ada yang luka gak Nin?" tanya Deny yang terdengar panik


"Gak Den,gua baik baik aja" sahut Nindya dengan suara tenang.Selalu saja kenapa Deny yang pertama terpikirkan saat ia kesulitan.


"Makasih udah telfon Joon buat gua"


"Dan maaf ngerepotin" tambah Nindya


"Syukur kalo lu baik-baik aja Nin.Jantung gua hampir copot pas tau lu ada yang neror" Deny yang sedang menelfon mengelus dadanya berkali kali


"Tapi gak copot beneran kan?" gurau Nindya


Setelah obrolan singkatnya berakhir Nindya menyerahkan ponsel pada Joon.Wajah Youngi berubah masam.Beberapa detik kenudian ia pergi tanpa pamit,meninggalkan mereka yang masih berdiri di depan kantor kepolisian.


"Kenapa dengan Youngi?" tanya Ji Eun

__ADS_1


"Cemburu" sahut Gal Hee yang sebenarnya mengutarakan isi hatinya


Nindya pun ikut pulang bersama Joon.Joon memperketat penjagaan.Empat orang disiagakan di halaman depan.Gerbang dan pintu masuk.Halaman belakang dan dibawah balkon kamar yang Nindya tempati.


Kabar teror di rumah Nindya menjadi bahan berita utama pada berbagai media di Korea.Beberapa laman di internet juga menjadikannya bahan tulisan.


Selama beberapa hari kemanapun Nindya pergi ia akan diikuti wartawan yang meminta konfirmasi darinya.Bahkan ada beberapa pertanyaan yang menbuat kupingnya panas.Contoh saja.


"Yerin,apakah benar anda menjalin hubungan dengan adik tiri dari mendiang suami anda?"


"Apakah hanya gosip belaka tentang kedekatan anda dengan Youngi member Big Star?"


"Lalu bagaimana dengan pemegang saham terbesar hotel Royal yang sekarang berganti nama menjadi hotel Dream High?"


"Apa anda menjadi orang ketiga dalam hubungan nona Gal Hee dan Joon adik dari mendiang suami anda Park Hyung-Jin?"


"Apa anda sudah melupakan Park Hyung-Jin lalu berusaha mendekati adiknya Jeong Nam Joon?"


Nindya sampai membalikkan badannya mengahadap wartawan yang memberinya pertanyaan itu.Menatap langsung ke matanya.Yang ditatap langsung merasa bersalah akan pertanyaan yang ia ajukan.


Nindya terdiam cukup lama membiarkan semua kamera dan mikrofon tertuju padanya.Kilat demi kilat kamera menerpa wajahnya untuk mengambil setiap detail ekspresinya.Nindya menghela napas panjang.


"Tapi saya memohon pada anda untuk tidak mengaitkan ini semua dengan mendiang Jin.Ia sudah lama meninggal... jadi biarkan ia tenang di surga" jawaban yang Nindya ucapkan malah membuat wartawan teralihkan sepenuhnya.Mereka berfikir jika Nindya tengah mendekati pewaris keluarga Park sejak awal hanya karena harta mereka.


Ia merutuki mulutnya sendiri mengapa ia harus terpancing dengan pertanyaan yang diajukan padanya.Pernyataannya itu malah semakin memperkeruh keadaan.


Nindya jadi tidak fokus dengan latihan catwalk yang sedang ia lakukan bersama yang lain.Dua jam lagi mereka harus tampil mengenakan baju musim semi yang akan di peragakan.


Nindya termemung di depan meja rias.Menitihkan air matanya untuk Jin.Jika saja.lelaki itu masih hidup pasti tak akan ada orang yang menyakitinya.


Nindya menghapus sisa air matanya.Memoleskan make up di bantu Ji Eun yang memilih diam saat menyadari air mata Nindya.Ji Eun memang jauh lebih cerewet dari pada Yuki.Tapi ia sangat peka dengan perasaan Nindya saat bersamanya meski ia tak pernah mengutarakannya secara langsung.


Nindya tetap bersikap profesional dengan menyelesaikan pekerjaanya.Ia melangkah percaya diri dengan busana yang ia kenakan.Melupakan kegelisahaannya sejenak.


Nindya yang baru saja selesai langsung duduk di meja riasnya.Ia menemukan bunga diatas meja.Membuatnya pucat pasi mengingat kejadian yang belum lama ia alami.


"Kenapa?kamu jadi trauma ya?" suara yang semakin membuatnya terkejut

__ADS_1


"Jin?" Nindya langsung menoleh kebelakang.Mendapati Jin bersandar pada dinding disampingnya


"Kaget?kenapa aku bisa nemuin kamu disini?" tanyanya.Tentu saja.Bagaimana ia bisa menemukan Nindya di lokasi yang tepat.


"Gak susah buat nyari yang lagi jadi trending topik di Korea"


"Tetep aja susah kan buat tahu aku lagi dimana" sanggah Nindya


"Gampang.Karena aku sponsor utama acara ini" sahutnya enteng


Jin Suk mengatakan jika ia baru tahu jika nama dan suaranya sama dengan mendiang suaminya.Dan tak menyangka jika wanita yang pernah menolongnya adalah seorang janda.


Hey.Apa salahnya jika Nindya janda bung!


Tidak tidak ia bukan keberatan soal status yang di sandang Nindya.Hanya saja penampilan Nindya tak menampakan statusnya sebagai mantan istri konglongmerat dan janda.Itu saja.


"Kau mau minum apa?" tanya Jin Suk yang mengajak Nindya ke kafe yang ada di seberang gedung peragaan busana


"Cappucino"


Jin Suk melambaikan tangannya.


"Dua cappucino dingin" ucapnya.Ia hanya menebak jika Nindya butuh sesuatu yang dingin untuk mendinginkan kepalanya


"Siapa kau sebenarnya?" tanya Nindya langsung ke inti


"Tentang namaku Lee Jin Suk itu memang asli tanpa mengada ngada" ia juga paham maksud Nindya


"Dengan suaraku.Ini karena aku operasi pita suara.Satu tahun yang lalu aku mempunyai masalah pada pita suaraku yang mengharuskan aku menjalani operasi" jelas Jin Suk panjang lebar


"Emm..jika kau sudah tahu bolehkah aku tidak memanggilmu Jin" Jin Suk menyetujuinya dengan cepat.Terserah apapun panggilan yang akan di berikan oleh Nindya.


"Bagaimana dengan Jino?" tanya Nindya


"Jino.Terdengar lumayan.Baiklah aku setuju Nina"


Gimana gens?lebih enak kan kalo manggilnya Jino.Jadi biar bisa dibedain antara Jin yang asli dengan kw super satu ini,Jino.

__ADS_1


Nindya juga sempat menanyakan kenapa Jino dipanggil Nina bukan Nindya atau Nin seperti yang lain memanggil dirinya.Nindya baru tahu jika sebelumnya Jino menetap di London.Beberapa bulan ini dia baru saja kembali dan mendapat penyerangan saat sedang menginap di resort milik Nindya.


Nindya mendapat telefon dari Joon.Kebetulan sekali dan Nindya mengajak Jino untuk pergi ke kantor Joon.Dan kemunculan Nindya di kantor dengan Jino yang bersuara persis seperti Jin, berhasil membuat beberapa karyawan lama terheran heran.Sekaligus menjadi berita atau lebih tepatnya gosip baru tentang Nindya.Sudah menjadi resiko Nindya jika ia akan menjadi bahan gosip jika terjun di dunia hiburan.


__ADS_2